Bagaimana jadinya jika seorang Mafia tampan jatuh hati pada gadis ketus?
Perjuangan Afra Revix Saputra dalam mendapatkan gadis bernama Shyla Agatha Afriansyah dan hatinya.
Mengalami berbagai rintangan hingga ancaman kematian.
Mengingat perjuangan Afra, bukankah akhir bahagia pantas dia dapatkan?
_______-_________
Season 3 dari:
• The Bad Girl
• Love, My Queen Of Mafia
Note: Jangan Lupa Tinggalkan Jejak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ajakan Nge-date
Pagi harinya, Shyla, Martin, Rania dan yang lainnya sudah berada di meja makan dengan seragam dan tas yang melekat pada tubuh mereka.
Di ruang makan sana, hanya rada keheningan yang melanda mereka. Tidak seperti malam tadi yang dipenuhi oleh canda tawa yang di akhiri dengan gelak tawa dari semua. Kenapa? Tentu saja karena ada Afgan sang Tuan rumah!
Saat para anak-anak sudah terlelap, Afgan dan Agnes baru saja pulang dari markas yang membuat mereka bisa sarapan bersama pagi ini.
" Bun, Shy pake motor yah. " Pinta Shyla setelah sarapannya habis.
" Iya, tapi hati-hati. ".
" Shy gue numpang! " Seru Rania.
" Enggak ah, muntah lagi lo kalo numpang sama gue. " Tolak Shyla langsung.
" Ya elah, terus gue bareng siapa coba? Tan, liat tuh anaknya! " Adu Rania.
" Shyla benar Rania, kamu gak akan kuat jika berangkat bersama Shyla. Kan tahu sendiri kamu gimana gilanya anak itu jalanin motornya, " Ucap Agnes.
" Lah, terus aku bareng siapa? " Ucap Rania dengan nada yang dibuat-buat.
" Kamu sama Martin aja, bisa gak Mar? ".
" Bisa kok Tan, " Jawab Martin yang masih asik mengunyah makanannya.
" Terus Fania? ".
" Naik sepatu aja, simple kan? " Ucap Fania dengan santainya.
" Eh jangan! Kamu sama Kenandra aja Nia, lagian motornya nganggur kok. " Ucap Agnes.
" Em, oke. " Jawab Fania.
Tanpa mereka ketahui, Agnes mengedipkan sebelah matanya pada Kenandra yang mana membuat pemuda itu senang bukan main.
Ah..Tantenya memang yang paling mantul!
" Habiskan sarapan kalian, setelah itu segeralah berangkat sekolah! Jangan sampai kalian telat mengikuti upacara bendera, " Ucap Agnes menasehati.
" Siap Tan! ".
" Ih, upacara. Males banget! Mending Shy main catur aja di rooftop, kuy ah Ran! " Celetuk Shyla yang tidak menyadari raut wajah ayahnya.
" Shy, " Geram Agnes sambil melirik Afgan dengan ekor matanya.
Shyla langsung menyengir kuda. Dia menatap Ayahnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Becanda yah, Ayah serius banget si jadi orang. " Ucap Shyla sambil cengengesan.
" Awas aja kalo iya, " Ancam Afgan dengan sorot mata tajamnya pada sang anak.
" Ck, iya Ayah. ".
Afra, Nathan, Martin dan yang lainnya langsung melipat bibirnya ke dalam saat mendengar gerutuan Shyla yang kesal dengan ekspresi dan ucapan ayahnya.
--
Setelah sarapan, akhirnya para remaja itu pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Afriansyah dengan motor mereka.
Shyla memakai motornya sendiri, begitupun dengan Afra. Sedangkan Martin membonceng Rania, Nathan membonceng Nathania, dan Kenandra membonceng Fania dengan hati yang berbunga-bunga.
Di perjalanan, saat Shyla sedang santai-santainya membawa motor, tiba-tiba motor Afra datang dan menyerepetnya. Terlihat Afra mengacungkan jari tengahnya saat berhasil membuat Shyla berada jauh di belakangnya.
" Wah gila, ngajak war nih anak orang. " Kesal Shyla.
" Liat aja, sebentar lagi lo bakalan liat jika Queen racing sudah bertindak. Afra, " Gumam Shyla sambil tersenyum miring.
Brum..
Dalam satu kali gerungan motor, Shyla sudah berhasil kembali menyalip Afra yang membuat pemuda itu menganga tidak percaya dibalik helmnya.
" Gila, tu cewek bar-bar banget bawa motornya. " Gumam Afra sambil berdecak kagum.
" Tapi jangan ragukan seorang King yang udah pro ini Shy! Gue aja udah sering bawa motor secara ugal-ugalan saat melancarkan aksi, masa iya sama cewek penakut kayak lo gue kalah. ".
" So baby? Let's play the game, " Lanjut Afra sambil menyeringai.
Brum.
Afra kembali melajukan mototnya di atas rata-rata dan berhasil kembali membuat Shyla ketinggalan jauh di belakangnya. Tapi itu hanya berlaku untuk beberapa saat, karena Shyla sudah kembali berhasil mendahuluinya yang membuat Afra kesal sekaligus kagum melihat cara skill bertarung Shyla di jalanan.
" Ck, lupa gue. Dia kan seorang pembalap liar, apalagi dia anaknya Aunty sang Queen legendaris. " Gumam Afra saat menyadari darimana asal-usul kemampuan bermotor Shyla.
Brum.
Afra kembali melajukan motornya mendekti Shyla, namun kali ini dia tidak mendahului gadis itu, melainkan memepetinya membuat Shyla dan dirinya sendiri langsung mengerem mendadak karena hampir menabrak trotoar.
Cekik.
Brugk.
" Awh, " Ringis Shyla yang terjatuh dari motornya.
Gara-gara memgerem mendadak ditambah pepetan dari Afra, membuat Shyla tidak bisa menyeimbangkan dirinya dan berakhir dengan motornya yang terguling di atas aspal.
" Shy, " Teriak Afra panik.
Dengan segera Afra turun dari atas motornya dan menyetop beberapa kendaraan yang hendak melintas ke arah mereka. Afra mendorong motornya dan motor Shyla ke tepi jalan dan langsung kembali ke tempat dimana Shyla masih memegangi lutut dan sikunya yang luka.
" Sorry Shy, sini gue bantu. ".
Shyla menatap Afra sejenak, kemudian dia menerima uluran tangan Afra dan berjalan dengan perlahan menuju salah satu kursi pemberhentian bus dekat sana.
" Duduk di sini, gue beli obat merah dulu buat lo. Jangan kemana-mana! " Ucap Afra setengah berteriak karena pria itu sudah menyebrang menuju apotek.
Shyla mengangguk dan menatap kepergian Afra sampai punggung pria itu tidak terlibat lagi.
" Arghk..Sakit banget, " Ringis Shyla sambil meraba sikunya yang sedikit sobek sampai mengeluarkan darah.
Shyla meniup-niup sikunya sambil sesekali meringis pelan. Baru kali ini dia terjatuh dari atas motor, dan rasanya sungguh sangat sakit. Apalagi pada pergelangan kakinya, sepertinya itu terkilir.
" Sial, kalo kayak gini gimana gue pulangnya? " Gumam Shyla.
" Biar gue anter, " Ucap Afra yang sudah berjongkok di depan Shyla.
" Eh, lo. Tapi Afra, gue mau ke sekolah dulu. " Ralat Shyla.
" Udah gak usah ngebantah, setelah gue obatin luka lo kita bakalan langsung pulang. " Putus Afra.
" Tapi- aahhh!! " Teriak Shyla saat Afra menekan lukanya dengan kapas yang sudah di tuangkan obat merah.
" Afra, lo gila ya?! Perih tau, " Geram Shyla.
" Ya elo si, udah tau sakit masih aja ngeyel. ".
" Udah diem! Gue obatin dulu lukanya, " Lanjut Afra yang membuat bibir Shyla langsung bungkam seketika.
Shyla memperhatikan Afra yang sedang mengobati luka di lututnya dengan talenta. Shyla tersenyum kecil saat melihat Afra yang dengan penuh perhatian mengobati lukanya, apalagi dengan pria itu yang sesekali meniup lukanya lembut.
" Lo kalo dilihatin dari atas ganteng juga ya, Afra. " Ucap Shyla tanpa sadar.
" Hah? " Beo Afra yang langsung mendongak menatap Shyla.
Shyla langsung nembulatkan matanya saat menyadari ucapannya.
" Eh, enggak-enggak. Gue gak ngomong apa-apa, " Elak Shyla sambil menggeleng kuat.
Afra tersenyum simpul dan kembali mengobati setiap luka Shyla dengan lembut. Setelah lukanya sudah di beri kapas dan obat merah, Afra pun mengambil perban dan langsung membalut luka yang ada di lutut dan siku tangan kanan Shyla.
" Selesai, ayo berdiri! Gue antar lo pulang. Biar nanti motor lo di bawa sama orang-orang gue aja, " Ucap Afra.
Shyla terdiam di tempat. Bukan tidak mau di antar Afra, tapi kakinya sungguh sangat sakit. Bahkan untuk berdiri saja rasanya Shyla tidak mampu.
" Kenapa? ".
" Eum, kayaknya kaki gue terkilir deh. " Ucap Shyla yang akhirnya memilih untuk berkata jujur.
" Sini gue liat, " Ucap Afra yang kembali menunduk dan membuka sepatu Shyla.
" Eh jangan, nanti malah tambah- "
Krek.
" Ahhh!! " Jerit Shyla kesakitan.
" Gila lo ya Afra, sakit banget kaki gue. " Semprot Shyla sambil meringis pelan.
" Udah enggak kok, cobe deh lo gerakin kalo gak percaya. ".
Dengan gerakan pelan, Shyla pun mengangkat kaki kanannya dan menggerak-gerakkannya secara perlahan.
" Eh, bener. Gak sakit lagi loh, " Girang Shyla sambil menghentak-hentakkan kakinya.
" Gue bilang juga apa, ayo ah kita pulang! Kondisi lo gak memungkinkan kalo buat sekolah, " Ucap Afra sambil menarik tangan Shyla menuju motornya.
Shyla terdiam di samping motor Afra, dengan pria itu yang sudah naik ke atas motornya dan sibuk memasang helm.
" Ayo, ".
" Jangan ke rumah gue Afra, ke tempat lain aja. Gue baru sehari bawa motor, masa udah pulang karena celaka aja. Kalo Ayah sampe tahu, motor gue bisa di sita. " Ucap Shyla memberikan penjelasan.
Afra terdiam sesaat, seketika mafia tampan itu langsung tersenyum licik di balik helmnya. Kesempatan emas tidak akan Afta lewatkan begitu saja.
" Gimana kalo kita nge-date aja? " Ajak Afra.
" Dih, ogah banget gue. " Tolak Shyla ketus.
" Ya udah gue bawa aja lo ke rumah, atau gue telepon aja om Afgan terus bilang kalo lo- ".
" Oke oke, aduan baget lo jadi cowok. " Ucap Shyla yang langsung naik ke atas motor Afra.
" Pegangan, " Ucap Afra dengan bibir yang terus tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman.
" Ck, pinter banget yah lo manfaatin situasi. " Decak Shyla kesal.
Afra tidak menghiraukan ucapan Shyla, pria itu langsung menancap gasnya dan melesat pergi dengan membawa Shyla entah kemana.
_-_
Tbc!
psti dia punya rencana jahat ya thor