NovelToon NovelToon
Tuan Tiada Tanding 2

Tuan Tiada Tanding 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

lanjutan novel Tuan Tiada Tanding

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pak Man dalam bahaya

Suherman menganggukan kepalanya, dengan cepat dia menyuruh semua anak buahnya untuk menurunkan senjatanya dan mundur.

Membiarkan Nona Mawar yang menghadapi Psikopat Pengambil Wajah ini.

Akhirnya di dalam ruangan ini hanya ada Mawar dan Maheswari yang berdiri dan saling menatap.

"Meskipun aku sudah melihat wajah aslimu, namun aku tidak tahu siapa nama aslimu. Mengapa kamu tidak tunjukan siapa nama aslimu?" Tanya Mawar dengan ekspresi tenang.

Maheswari tersenyum tipis, kemudian dia berucap, "kalau kamu bisa menangkapku, maka aku akan memberitahukan siapa namaku!"

Mawar langsung menyahuti, "baiklah, aku akan menangkapku terlebih dahulu." Ucap Mawar kemudian dia menghentikan kakinya melesat ke arah Maheswari dengan kecepatan tinggi sambil menyabetkan pedangnya.

Maheswari tidak mau kalah, dia mengeluarkan pisau andalannya yang selama ini dia gunakan untuk membunuh korbannya.

Suara bentangan besi terdengar sangat keras dan nyaring, di imingi dengan aura kuat yang terpancar dari pertarungan kedua orang ini.

Sementara itu di halaman terlihat pak Suherman dan para ajudannya saling berpelukan karena melihat lampu rumah mewah ini berkelip-kelip karena tidak tahan dengan gelombang prana yang tercipta dari pertarungan Mawar melawan Maheswari.

Suherman menghirup udara dalam-dalam, "aku sama sekali tidak menyangka, pertarungan dunia bawah tanah akan sangat mengerikan!"

"Sialan! Pantas saja para senior mengatakan untuk jangan berurusan dengan orang-orang dunia bawah tanah! Ternyata menakutkan ini!"

***

Waktu berjalan dengan sangat cepat.

Pertarungan itu terus berlanjut.

Wus..

Mawar menyanyikan pedangnya.

Duargh!

Tiba-tiba asap putih meletus hingga menghalangi pandangan Mawar. Secara refleks mawar menyanyikan pedangnya ke udara dengan cepat asap putih itu menghilang terbawa angin dari sabetan pedang mawar.

Mawar terlihat memasang ekspresi kecewa, karena sialnya Psikopat Pengambil Wajah juga menghilang.

"Aku terlalu ceroboh, memberikannya kesempatan untuk melarikan diri!" Batin Mawar.

Sring!

Mawar kembali menyarangkan pedangnya. Dia kemudian berjalan menuju ke halaman.

Ketika melihat Nona Mawar keluar dari rumah Suherman langsung bertanya, "Nona Mawar, apakah anda berhasil mengalahkannya?"

Mawar langsung menggelengkan kepalanya dengan ekspresi kecewa, "sayang sekali aku gagal..."

Mendengar hal ini Suherman menghela nafas panjang. Akhirnya Suherman dan Mawar Di dalam ruangan.

"Saya benar-benar terimakasih kepada anda, Nona. Berkat anda Saya tidak jadi mati." Ucap Suherman.

Setelah menyeruput teh Mawar berucap, "tentu, santai saja."

Suherman terlihat menghela nafas panjang, "Saya benar-benar tidak menyangka Psikopat Pengambil Wajah akan mendatangi saya dengan cara seperti ini."

"Psikopat Pengambil Wajah penjahat gila. Konon dia memiliki gangguan jiwa di mana ketika dia membunuh orang dia akan sangat senang ketika mendengar jeritannya. Entah apa yang dulu dia alam hingga memiliki gangguan jiwa seperti itu." Ucap Mawar.

Suherman menganggukan kepalanya "Namun bagaimana cara kita menangkapnya Nona? Sekarang dia sudah kabur, dan dia sangat pandai menyamar menjadi orang lain."

Mawar tersenyum kemudian berucap, "tenang saja, Psikopat Pengambil Wajah merupakan orang yang pendendam, dia tidak akan pergi sebelum berhasil menghabisi targetnya. Artinya dia tidak akan pergi jauh dari sini."

Terlihat Suherman menghela nafas lega, "syukurlah dia tidak pergi jauh dari sini.." Ucap Suherman.

Sontak mawar langsung kaget memandangi Suherman.

Suherman menyadari pandangan dari Mawar dengan cepat Suherman bertanya, "ada apa Nona?"

"Aku benar-benar baru melihat orang yang bersyukur ketika sedang di incar oleh seorang Psikopat."

"Lah?" Tanya Suherman dengan ekspresi aneh, tiba-tiba Suherman mengganti wajahnya dengan ekspresi ketakutan ketika dia baru menyadari bahwa yang di incar Psikopat Pengambil Wajah adalah dirinya.

"No--nona bantu saya. Saya tidak ingin mati!" Ucap Suherman.

***

Sementara itu di dalam perkebunan terlihat Maheswari yang duduk di bawah pohon. Wajahnya menunjukan sorot mata kebencian.

"Keparat! Beraninya manusia biasa seperti kalian hendak menangkapku! Awas saja akan aku bunuh banyak warga Sumbersekar! Akan aku buat kalian para aparat bekerja 10 kali lipat! Dan akan aku buat reputasi kalian buruk di depan masyarakat hahaha!! Eh bukannya reputasi aparat dari dulu sudah jelek di mata masyarakat? Ahh sudahlah yang terpenting aku harus membunuh banyak warga Sumbersekar!"

***

Waktu berjalan cepat Siapa sangka pagi hari telah tiba.

Di pagi hari yang cerah ini terlihat Arjuna yang keluar dari tokonya sambil memasang wajah lega.

Fyuh!

"Sepertinya suasana di Sumbersekar sudah mereda, tidak ada gangguan apapun di malam hari kemarin.." Ucap Arjuna.

Di tangan Arjuna terlihat sebuah ketapel sederhana, karena sebenarnya Arjuna sedikit khawatir dengan keamanan di sekitar sini.

"Coba aku tanyakan ke pak man!" Dengan cepat Arjuna menuruni jalan losari dan menuju tugu perempatan Sumbersekar.

Terlihat Pak Man yang duduk di teras tokonya.

"Pak Man!" Panggil Arjuna.

"Eh Arjuna, sini ikut makan tempe!" Ucap Pak Man.

Arjuna duduk di sana bersama pak Man.

"Pak Man bagaimana keadaanya? Apakah pelaku pembunuhan itu sudah tertangkap?" Tanya Arjuna.

"Sepertinya belum, karena masih banyak mobil aparat yang berpatroli.." Ucap Pak Man sambil menunjukan sebuah arah dari kejauhan. Di mana terdapat banyak mobil aparat yang terparkir di sana.

Pak Man melihat ekspresi gelisah dari Arjuna dengan cepat pak man berucap, "kamu jangan khawatir jun, sudah banyak aparat yang berkeliling simpanan penjahat itu masih ada di sini aku yakin dia tidak akan berani muncul dan palingan akan pergi dari tempat ini."

"Hmm, benar juga ya pak Man." Arjuna menghela nafas lega ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh pak Man ada benarnya.

Arjuna mengangkat bahunya dengan ekspresi cuek, "seharusnya aku tidak terlalu memikirkan hal ini."

***

Waktu berjalan dengan sangat cepat, Siapa sangka saat ini waktu menunjukan malam hari. Pak man keluar dari tokonya dan bersiap untuk menutup toko kelontongnya.

Apa yang tidak di ketahui oleh Pak Man, dari kejauhan lebih tepatnya dia perkebunan depan, terlihat Maheswari yang berdiri di antara rimbunnya semak menatap tajam Pak Man sambil menggenggam erat pisau andalannya.

"Pemilik toko kelontong yang ada di perempatan, akan aku bunuh dia terlebih dahulu untuk malam ini. Kemudian akan akan aku taruh kepalanya di tengah-tengah perempatan pasti akan terjadi kehebohan dan para aparat pasti akan bekerja 10 kali lipat, haha!"

Maheswari terlihat menyeringai khas seringai orang yang gangguan jiwa, " Hehe, lebih baik aku juga memutilasinya kemudian menaruh setiap bagian tubuhnya di depan pintu rumah warga agar semakin heboh! Namun sebelum itu aku harus menyamar terlebih dahulu."

Kemudian Maheswari mengeluarkan pupur dan mulai membedaki wajahnya dengan pupur itu membacakan mantra tertentu.

Seketika itu juga Maheswari berubah menjadi Pria Paruh Baya. Wajah yang Maheswari pakai adalah wajah milik salah satu warga yang ada di Kesamben Blitar, korbannya bulan lalu.

Maheswari melangkahkan kakinya menuju ke arah pak Man yang sibuk memberesi tokonya. Pak man sendiri tidak tahu saja bahwa nyawanya sedang di incar.

Ketika Pak Man hendak menyapu lantai halaman toko Pak Man mendapati sebuah ketapel tergeletak di situ.

"Lah? Bukannya ini milik Arjuna?" Tanya Pak Man, "hmm, sepertinya ketinggalan."

1
Pencuri Hati
upppp thorrrr....
Pencuri Hati
Maheswari mau nambah benjol di kepala kali😆
Rere Emon
/Drool/upp lagi kak thor
Jadi Orang
knp mc nya di buat tolol
Pencuri Hati
crazy up Thor....
brajamusti
yg banyak thorrr.. jangan males up nya
Pencuri Hati
lanjuttt
Pencuri Hati
up Thor 🙏
heru Rujak
receh
watno antonio
bagus
Arman Jaya
semangat...../Good/
Aqlul /aqlan
tetep smngt thor...merdeka...
Vinski Ambar01
semoga lekas diberikan kesembuhan dan bisa beraktivitas seperti dulu lagi.. aamiin
Eva Akmal
semoga lekas sembuh aamiin..
Pencuri Hati
Syafakallah semoga cepet sembuh 🤲
brajamusti
wah up nya cuma 1 uyy
Aqlul /aqlan
wah kabuuuurrrr.....lnjut tpi jngan kabur ya thor....
Lilis Khotimah
lg dong ceritanya
Aries Hikmal
💝
Aqlul /aqlan
hhhh...bolo sewu opo srewu tor...lnjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!