NovelToon NovelToon
KAMAR KOSONG

KAMAR KOSONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:962
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .

Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .

Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .

Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?

Ikuti kisahnya sampai selesai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Proses Penyelidikan Jasad Berwujud Tengkorak

Hari berlalu musim berganti sebuah pesan datang tanpa di duga . Alif pulang dari rumah Ilham melihat cermin di kamarnya bertuliskan sebuah ancaman . "Keluar sendiri atau di keluarkan ," Alif tidak tahu tulisan siapa dan dari mana . Saat ini ia ingin segera menyelesaikan urusan jasad di ruang bawah tanah bersama keluarganya .

Samsuri masuk ke dalam kamar Alif bersama kedua anaknya Manaf dan Abdul . "Alif , itu apaan ?' tanya Samsuri mendekat dan membaca tulisan di cermin .

“Sepertinya mereka tidak main-main lagi , segera kita harus bertindak sebelum mereka benar-benar menyerang keluarga kita ," kata Abdul .

"Kamu benar kita bereskan satu per satu dulu masalah di rumah kita ini ," sahut Alif kemudian membuka lemari pakaian dan mengeluarkan semua pakaiannya dan memindahkan ke box yang sudah ia sediakan .

Alif membuka papan di bagian paling bawah dengan mudah kemudian membuka lagi bagian dalam terlihat seperti tangga lalu ia turun diikuti yang lain .

Samsuri dan kedua anaknya Abdul dan Manaf terkejut melihat pemandangan di ruang bawah tanah . Ada dua kamar , Samsuri masuk salah satu kamar tersebut dengan kagum kemudian melihat kamar yang satunya lagi semakin kagum .

Manaf masuk ke dalam kamar dan duduk di tempat tidur yang beralaskan tikar saja , ia merasakan udara dingin masuk ke dalam indra penciumannya . "Di sini memang nyaman dan hangat tapi serem ,“ kata Manaf bangun dan berjalan keluar .

"Kalau kamu suka kamu tidur saja di sini ," celetuk Abdul melihat isi kamar tersebut . Samsuri menyentuh barang yang ada di kamar yang sudah lengkap dengan tempat tidur dan meja rias .

"Bapak , jasadnya ada di bawah tempat tidur yang ini ," kata Alif membuat Samsuri tersadar dari rasa kagum pada kamar tersebut .

Samsuri menundukkan tubuhnya dan melihat kolong bawah tempat tidur . Ternyata benar ada jasad tengkorak dengan posisi tertelungkup .

“Kalian keluar sebentar bapak mau ambil jasad tengkorak itu takutnya patah kalau kesenggol ," perintah Samsuri kepada ketiga anaknya . Mereka akhirnya keluar dari kamar dan membiarkan bapaknya mengambil jasad tengkorak tersebut .

Setelah berhasil dikeluarkan Samsuri membungkus jasad tersebut dengan kain kafan lalu membawa keluar dari ruang bawah tanah menuju ruang tengah .

"Bapak , apa yang harus kita lakukan pada jasad ini ?" tanya Alif . “Kalian tunggu disini , Alif kamu pergi ke rumah pak Lutfi , Bapak akan pergi ke rumah Pak Hasan dan kalian berdua jaga jasad ini baik-baik jangan di tinggal pergi apapun alasannya tunggu Bapak dan Alif pulang ,“ perintah Samsuri kepada anak-anaknya .

Samsuri mengetuk pintu rumah Pak Hasan . Tidak lama pemilik rumah membukakan pintu . "Samsuri , ayo silahkan masuk !" sapa Pak Hasan . Keduanya duduk di ruang tamu .

“Maaf mengganggu waktu Pak Hasan begini ... Samsuri menceritakan penemuan jasad di rumahnya kepada Pak Hasan .

Pak Hasan sangat terkejut mendengar cerita Samsuri . Ia teringat kejadian beberapa tahun yang lalu dan sekarang ia baru menyadarinya . “Kasihan sekali anak itu , kalau begitu ayo sekarang kita urus jasad anak itu secepatnya ," kata Pak Hasan beranjak dari tempat duduk pergi ke rumah Samsuri .

Di rumah Pak Lutfi Alif menceritakan hal yang sama seperti Samsuri . Pak Lutfi sangat syok mendengar cerita Alif . "Kenapa kamu baru cerita sekarang ini bukanlah hal sepele ini akan jadi masalah besar di keluarga kalian ke depannya ," kata Pak Lutfi seolah menerawang masa depan keluarga Samsuri .

"Maaf ,Pak . Saya belum berani cerita soalnya takut kalau cerita saya dianggap berbohong bapak tahu sendiri kalau di kampung rawan hal seperti ini ," Alif membela diri .

"Kalau begitu ayo kita ke rumahmu sekarang ," ajak Pak Lutfi beranjak dari tempat duduknya pergi ke rumah Samsuri .

Sampai di rumah Alif dan Pak Lutfi melihat Pak Hasan sedang melihat bentuk jasad yang sudah menjadi tengkorak . Tidak berbau sama sekali bahkan tengkoraknya sangat utuh tidak ada retak atau patah sedikitpun .

"Ini sangat di luar nalar manusia , jasad ini sudah puluhan tahun tapi masih utuh dan sempurna hanya saja sudah berubah jadi tengkorak ," kata Pak Hasan .

Pak Lutfi mendekat melihat dengan seksama ." Benar sekali , sayang sekali orang tuanya sangat tidak adil padanya , anak yang malang ," kata Pak Lutfi hatinya terharu .

Amir berdiri tak jauh dari mereka menjelma menjadi seorang lelaki namun tak terlihat oleh mereka . Ia menangis untuk apa tidak tahu hanya merasa seperti hangat namun hampa , dekat di mata tapi terasa jauh oleh jarak waktu .

"Apa yang harus kita lakukan pada jasad ini ?" tanya Alif kemudian . "Bagaimana kalau kita laporkan ke pihak berwajib siapa tahu ada petunjuk ," kata Samsuri memberi ide .

Semua yang berada di ruang tengah berpikir sejenak . “Oh iya , panggil saja Mandailing siapa tahu dia bisa membantu memecahkan masalah ini ," sahut Pak Hasan memberi saran .

Semua saling pandang lalu ." Boleh juga , hubungi dia sekarang ," kata Pak Lutfi menimpali . Samsuri segera menghubungi Mandailing melalui ponselnya .

Setelah menunggu sekitar satu jam Mandailing datang ke rumah Samsuri . “Selamat siang semuanya !" sapa Mandailing dengan wajah datar tanpa senyum .

"Selamat siang , Mandailing silahkan masuk !“ Samsuri menyambut kedatangan Mandailing menyuruh masuk ke dalam ruang tengah .

Mandailing terkejut melihat jasad berwujud tengkorak sudah di bungkus dengan kain kafan . Segera ia mengecek kondisi jasad tersebut dengan alat yang ia bawa .

Mandailing bukan hanya seorang pengacara , ia juga ahli forensik dan ia mendapat tugas di beberapa kota dan daerah karena sudah mendapat kepercayaan dari pihak rumah sakit dan negara .

Berkat ketekunan dan tingkat profesionalnya semua pekerjaan bisa ia selesaikan dengan baik . Ia mempunyai dua asisten untuk membantu penyelidikan beberapa kasus yang ia tangani .

Beberapa menit kemudian ia duduk menatap jasad setelah melakukan pemeriksaan bersama dua asistennya . "Pak ini hasil labnya ," kata asisten bernama Reval menyerahkan hasil penelitiannya kepada Mandailing .

"Dan ini rontgennya ," kata Asisten satu lagi bernama Sasongko menyerahkan hasil rontgennya kepada Mandailing .

Mandailing nampak heran tidak ada luka dalam atau luka berat . Dia hanya mendapat luka pada bagian kulit luar saja gumamnya .

Semua orang melihat ekspresi Mandailing merasa khawatir jika hasilnya tidak seperti espektasi mereka .

"Bagaimana hasilnya ?" tanya Pak Hasan penasaran.. "Sangat aneh ," kata Mandailing sambil melihat dua hasil penyelidikannya . Pak Hasan mengerutkan dahi melihat Lembaran kertas di tangan Mandailing .

“Apa itu ?" tanya Pak Hasan lagi . "Ini hasil lab dan hasil rontgen . Boleh tahu jasad ini milik keluarga siapa dan punya riwayat hidup bagaimana ?" tanya Mandailing menatap satu per satu orang yang ada di ruang tersebut .

Pak Hasan menceritakan kisah masa lalu jasad tersebut semua orang mendengarkan .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!