🏆Novel Legendaris 🏆
Dia terlahir kembali di Akademi Xiamen, dalam suatu pertandingan hidup dan mati dia berhasil menyatu dengan jiwa masa depannya.
Sejak saat itu ia berubah, dari seorang pemuda yang biasa menjadi orang luar biasa. Dia bangkit seperti Naga yang membelah langit, dari keluarga cabang hingga menjadi tokoh terkenal Klan terbesar di Alam Langit.
Dunia dimana ia hidup penuh dengan tantangan dan konflik, penuh intrik dan rencana licik. Tetapi ia tidak gentar, dari semua itu ia hadir dan bangkit dimana era ia menjadi penguasa langit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Lim's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertarungan Yan Junling
Setelah mengikuti pelajaran di Aula utama pelataran murid luar, Long Tian melanjutkan kebersamaannya dengan Fei Shuwan dengan berjalan-jalan di sekitar Akademi. Meski pemandangan serupa bukan hanya saja terjadi pada mereka, namun di Akademi Xiamen juga memiliki peraturan yang tegas terhadap pelanggaran hubungan lawan jenis.
Pada sore harinya Long Tian kembali ke Paviliun tempat tinggalnya, setelah memberikan sepuluh butir pil penambah energi pada Yan Junling dan Fei Shuwan kini obat yang tersisa hanya sepuluh butir. Untuk beberapa hari ia akan menyimpannya sendiri sambil memperhatikan beberapa orang murid pekerja yang rencanannya akan ia berdayakan.
Saat malam tiba ketika dirinya akan berkultivasi, Long Tian menyiapkan sebuah ginseng darah yang sudah ia bersihkan untuk dikonsumsi langsung. Kali ini ia tidak mengukusnya dan ingin merasakan langsung efeknya dan yakin hal ini lebih bermanfaat untuk pembentukan tulangnya. Setelah menelannya, ia kembali mengaktifkan kultivasi Aura Sunyi dan memurnikan ginseng darah di dalam tubuhnya.
Segera hawa panas sensasi terbakar menjalar ke dalam tubuhnya, sensasi energi murni yang begitu kuat membombardir lautan energi di dalam tubuhnya hingga menyebar melalui darah dan diserap oleh tulang-tulangnya. Tubuh Long Tian sedikit bergetar dan dahinya pun berkeringat dingin, aura panas di dalam tubuhnya membuat kepulan asap tipis keluar diiringi dengan keringat yang membasahi tubuh.
Selama beberapa jam kondisi ini terjadi, selain wajahnya yang memerah Nampak juga terdengar rintihan pelan yang menandakan proses pemurnian kali ini lebih berat dari sebelumnya. Long Tian tidak menyerah, dengan keadaan ini ia terus berjuang karena sudah merasakan manfaatnya secara langsung.
Di dalam kamarnya ia mulai merasakan ketenangan saat beberapa jam berikutnya berlalu, meski terasa berat namun proses pemurniannya berlangsung lebih cepat dari sebelumnya. Tubuh Long Tian yang sudah mulai bersahabat dengan asupan energi dari ginseng darah membuat lingkaran tenaga dalamnya mulai bertambah lagi, namun kali ini Long Tian menekannya dan memadatkannya agar tidak terjadi penerobosan.
Setelah toleransi tubuhnya meningkat terhadap ginseng darah, Long Tian kembali menelan dua buah ginseng darah berikutnya secara bersamaan. Ia yakin tahapan yang dilaluinya akan berat namun cara seperti ini paling efektif untuk mencapai tujuannya. Selama lima hari berturut-turut Long Tian tidak keluar dari Paviliun Tetua Fang, hari yang ia lalui hanya berlatih fisik dari pagi hingga siang hari dan sisanya ia kembali berkultivasi untuk meningkatkan kekuatannya.
Long Tian menyadari dengan pola yang ia lakukan setiap harinya setara dengan latihan latihan fisik selama tiga bulan. Dengan metode yang ia terapkan selama lima hari terakhir telah membuat perubahan besar di dalam tubuhnya, hal itu juga berarti setara dengan pembangunan fisik selama satu tahun lebih dengan cara yang normal, bahkan ia kini sudah merasakan kualitas tulangnya berada di tingkat tulang harimau.
Jika sebelumnya ia berpikir hanya akan berkembang pesat di Pagoda Sembilan Api namun ia kini mulai berubah pikiran jika menjadi seorang kultivator yang mengerti bidang alkemis jauh lebih mengerikan dari apapun.
Keesokkan paginya Long Tian kembali pergi menuju Hutan Kabut Putih, kali ini tujuannya untuk melatih kekuatan barunya yang jauh lebih kuat. Dengan kualitas tulang harimau ia yakin bisa membunuh Serigala perak tanpa mengandalkan pedangnya, setiap pukulan yang ia keluarkan akan mengandung kekuatan tempur beberapa kali lipat. Ia juga cukup yakin akan mendapatkan beberapa buruan hewan buas lainnya untuk ia jual ke Paviliun Barang Antik, walau bagaimanapun kondisi dirinya yang ingin membangun kekuatan harus disertai modal yang sangat besar.
Matahari belum naik dengan sempurna saat Long Tian tiba di Hutan Kabut Putih, namun suara pertarungan mengganggu pendengarannya yang mulai sensitif pada jarak yang cukup jauh.
“Siapa yang bertarung di tempat ini? Apakah murid Akademi lainnya sedang mengalami perselisihan dengan kelompok pemburu?” batin Long Tian sambil melangkah lebih cepat ke sumber suara.
Pada saat ini, Yan Junling ternyata tengah berhadapan dengan seorang murid dalam yang berasal dari kelompok yang sama dengan Long Zhiwu. Kekuatan Yan Junling yang merangsek naik hingga ke alam Inti Qi tahap awal ini membuat beberapa orang ingin mengusiknya, apalagi jika salah seorang dari mereka mengetahui jika Yan Junling memiliki hubungan pertemanan yang baik dengan Long Tian semakin membuat mereka merasa geram.
Adanya perbedaan satu tingkatan sudah cukup bagi pemuda tersebut untuk menghajar tubuh Yan Junling yang baru saja memasuki ranah Inti Qi tersebut, tubuh Yan Junling terlempar menghantam pepohonan dengan keras.
“Braakk..!”
Yan Junling memuntahkan seteguk darah segar, namun ia tetap bangkit dan berdiri dengan tatapan tajam yang ia tujukan kepada pemuda yang menghajarnya. Semula ia tidak ingin berurusan dengan pemuda yang ingin mengusiknya, namun saat pemuda tersebut dengan beberapa temannya mengolok-olok Long Tian sontak saja membuat emosinya memuncak dan terjadilah pertarungan tidak berimbang seperti sekarang ini.
Yan Junling tidak ingin menyerah, meski beberapa pukulan kembali ia terima hingga dirinya kembali terlempar dan memuntahkan darah beberapa kali. Meski darah sudah bercucuran dari beberapa anggota tubuhnya, ia tetap tidak menyerah dan terus bertahan dengan segala kemampuannya.
“Setelah hari ini sebaiknya kau tinggalkan Long Tian, jika tidak maka aku tidak segan-segan akan membunuhmu” pemuda tersebut merasa puas telah memberikan pelajaran pada sahabat Long Tian tersebut.
“Cuih..! Kau pikir dirimu siapa bisa mengatur hidupku” Yan Junling tidak terpengaruh, ia dengan gigih berdiri dan bersiap untuk menyerang kembali memberikan pukulan.
Dengan kondisi tubuhnya yang melemah, mudah saja bagi pemuda yang berada di pihak Long Zhiwu tersebut untuk menghindar. Kemudian dengan cepat ia memberikan tendangan keras dan menerjang dada Yan Junling hingga tubuhnya terbang ke udara.
“Bugh..!”
Sesaat tubuh Yan Junling akan jatuh ke tanah, sepasang tangan kokoh menggapainya dan membuat tubuh Yan Junling berada dalam posisi terselamatkan.
“Long Tian, bagaimana kamu bisa ada di tempat ini?” meski tercengang, Yan Junling masih bisa mengenali sahabatnya dengan baik.
Melihat pemandangan memilukan di pagi hari, membuat Long Tian menggertakkan giginya menahan kemarahan. Ia tidak tahu apa yang terjadi berikutnya jika ia tidak datang ke tempat ini, mungkin Long Tian akan mengalami penyesalan yang tiada terkira dan merasa percuma memiliki kehidupan kedua.
“Kebetulan aku sedang ingin berlatih di tempat ini, mendengar suara pertarungan aku segera bergegas ke tempat ini dan melihat dirimu yang seperti ini” Long Tian berkata dengan sedikit bergetar pada sahabatnya tersebut.
“Kamu tunggulah sebentar, aku akan memberi pelajaran pada orang yang tidak tahu malu itu” sambung Long Tian setelah memastikan posisi sahabatnya berada dalam kondisi yang aman.