NovelToon NovelToon
Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin

Status: tamat
Genre:Perjodohan
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: mamika

Clarissa Atmaja yang baru kembali dari studinya disambut dengan tanggal pernikahan untuk menikahi laki-laki yang sudah menjadi tunangannya, laki-laki pilihan papanya. Namun, saat kembalinya ia dipertemukan dengan laki-laki yang menggetarkan hatinya, dan membuatnya jatuh cinta.

Angga yang dulunya pria yang hangat, berubah jadi dingin dan tak ingin lagi mengenal dengan yang namanya perempuan karena sakit hati dengan perempuan masa lalunya. Sehingga, membuat orang-orang berpikir dan menganggapnya laki-laki yang tidak normal atau tidak menyukai perempuan. Tetapi, Rissa bertekad untuk mengejar cintanya, dan menaklukkan laki-laki yang ia sukai. Tidak peduli dengan statusnya yang sudah bertunangan, dan tentang isu mengenai laki-laki yang ia sukai.

Mampukah Rissa menaklukkan hati Angga Wijaya atau ia akan menikahi laki-laki pilihan papanya yang sudah menjadi tunangannya?

oh ya kak jika berkenan follow Instagram aku mamika759

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yes!

"Ya udah, nanti Saya antarkan kamu ke sana!" ucap Angga. "Kamu beritahu kakak kamu, saya akan mengantar kamu!" ucap Angga.

Rissa mengangguk, "Iya, Pak. Saya permisi nyamperin kakak Saya, dulu!" ucap Rissa. Rissa berjalan mengejar kakaknya yang baru saja keluar dari lobby apartemen.

Angga mau ngomongin apa, yah? batin Rissa.

"Mas Reno," Rissa memanggil kakaknya yang berjalan ke arah mobilnya yang terparkir. Reno membalikkan badannya mendengar suara adiknya. Ia menautkan alisnya melihat adiknya berjalan ke arahnya.

"Sudah selesai?" tanya Reno saat Rissa sudah berada di hadapannya.

Rissa menggeleng, "Belom, Mas," Reno yang mendengarnya mengerutkan keningnya.

"Mas.. Mas pulang aja duluan. Nanti aku pulang sendiri, dianterin sama Pak Angga. Ada yang perlu dibicarain sama Pak Angga. Kayaknya cukup lama. Jadi, Mas pulang aja duluan, daripada Mas, nunggunya lama di sini," jelas Rissa.

Reno menghela nafasnya, "Ris, kamu tau sendiri Papa itu gimana? Papa yang nyuruh Mas, jemput kamu pulang. Gimana ceritanya kalo Papa tahu, kamu bekerja di perusahaan lain?" Reno tadi sempat terkejut saat Rissa memperkenalkan Angga sebagai atasannya.

"Lagian, ada urusan apa sih, malam-malam Si Angga nemuin kamu?" kesal Reno, karena menambah masalahnya.

"Mas, dia itu atasan aku. Aku sekarang, gantiin sekretarisnya yang lagi cuti. Mas, ngga usah khawatir tentang aku bekerja di perusahaan Angga. Papa sudah tahu, kalo aku bekerja di perusahaan Papa. Perusahaan Papa bekerja sama dengan perusahaan Angga," jelas Rissa.

Reno menghela nafasnya. Ia terkesiap dengan penuturan adiknya, jika papanya mengetahui adiknya itu bekerja di perusahaan lain. Ia juga tahu, kalau perusahaannya bekerjasama dengan perusahaan Angga.

"Papa tahu kamu bekerja di perusahaan Angga?" Rissa menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan kakaknya.

"Aku udah tiga kali bertemu Papa masalah pekerjaan," jelas Rissa yang mengejutkan kakaknya. Papanya tidak pernah bercerita padanya. Memang mereka jarang mengobrol. Suasana di rumahnya memang sedikit tegang, tidak sehangat seperti keluarga kebanyakan. Orang- orang di keluarga mereka sibuk dengan dunianya masing-masing. Papa dan Mamanya sibuk mengurus pekerjaan masing-masing. Mamanya sibuk mengurusi bisnis fashionnya, dan klinik kecantikan. Yah, mamanya seorang dokter spesialis kulit, yang sangat fashionable.

"Ya udah, Mas, pulang aja duluan. Nanti aku nyusul. Mas, ngga usah khawatir, kalo aku nggak pulang. Papa udah ngancem, mau mecat Anggun, dan Melly," jelas Rissa. Papanya bisa melakukan apa saja, walaupun kedua sahabatnya tidak bekerja di perusahaan papanya.

Reno menggeleng, "Ya udah, Mas, duluan. Kamu pulangnya jangan larut!" Reno mengingatkan adiknya.

"Oke!" jawab Rissa tersenyum. Rissa berdiri menunggu kakaknya masuk ke dalam mobil, dan melajukan mobilnya.

Rissa menghela nafasnya, setelah melihat mobil yang dikendarai kakaknya meninggalkan apartemennya. Rissa berbalik, dan berjalan masuk kembali ke apartemen, dimana Angga menunggunya.

"Ada apa, yah?" gumam Rissa. Rissa melihat Angga yang duduk menunggunya di sofa lobby apartemen.

*

"Kakak kamu sudah pergi?" Angga berdiri, dan menanyakan saat Rissa sudah berada di hadapannya. Rissa tersenyum mengangguk, sambil tangannya menyelipkan rambutnya ke belakang telinga.

"Pak, kita bicaranya di sini atau di atas?" tanya Rissa sambil menunjuk tangannya ke atas, apartemen sahabatnya.

Angga melihat sekeliling, matanya mencari tempat yang nyaman untuk mereka berbicara. Matanya berhenti di sebuah restoran yang ada di dalam apartemen.

"Gimana kalau di sana saja?" Angga menunjuk restoran yg tak jauh dari tempat mereka berdiri.

"Oke!" jawab Rissa disertai anggukan kepala. Mereka berdua berjalan menuju restauran. Mereka mencari meja kosong, untuk mereka tempati.

"Kamu mau pesan apa?" tanya Angga, saat pelayan datang membawa buku menu.

"Saya hot Chocolat aja!" jawab Rissa tanpa melihat buku menu. Ia dan kedua sahabatnya sering makan di sana.

Angga membuka buku menu, dan melihat menu-menu makanan dan minuman yang ada di dalamnya, "Saya Capucino aja," ucapnya pada pelayan.

"Kamu nggak pesan makan?" Rissa menggelengkan kepalanya.

"Itu saja, Mbak!" ucap Angga pada pelayan.

"Ehem... Hal apa Pak, yang mau Bapak bicarakan? Kenapa Bapak nggak nelpon Saya saja? Biar Bapak ngga repot-repot datang kemari," tanya Rissa to the point.

"Saya tidak punya nomor kamu," jawab Angga membuat dirinya membulatkan matanya. Sedangkan dirinya malah menyimpan nomor atasannya itu.

OMG, dia nggak nyimpen nomor gue! Astaga, cowok-cowok lain pada susah nyariin nomor gue. Dia malah nggak nyimpen nomor gue, padahal dia tinggal minta aja sama Rafi, atau tinggal liat aja dari CV gue! gerutu Rissa dalam hatinya.

Rissa menghela, Ia mengambil ponselnya dari dalam tasnya.

"Pak Rafi?" gumam Rissa saat melihat 5 panggilan tak terjawab dari atasannya.

Astaga, pasti ada hal penting ini, sampe Angga ngampirin gue kemari.

"Oh ya, apa yang ingin Bapak bicarakan sama Saya?" tanya Rissa yang penasaran.

"Rafi tadi memberi tahu Saya, kalau meeting dengan Pak Agus dimajukan besok. Jadi, Saya meminta kamu menyiapkan materi, dan sekalian menemani Saya berangkat besok ke Palembang, karena Rafi masih mengambil cuti," jelas Angga. Yah, Angga sebenarnya tidak ingin mengajak Rissa karena ia sedikit canggung bila berpergian dengan perempuan. Tapi, asisten sekaligus kakak sepupunya itu masih dalam masa cuti. Dirinya berniat berangkat sendiri, tapi Rafi mengusulkan dirinya mengajak Rissa, karena untuk membantu dirinya dalam menyiapkan materi, dan berkas-berkas yang lainnya.

Rissa terperanjat mendengar ucapan Angga, "Astaga, gue kira dia mau menerima usulan kerja sama gue tadi siang! Kalo cuma mau ngomng itu doang, dari telpon aja bisa," rutu Rissa kesal.

Ia pun mengambil ponselnya yang ia tarok di atas meja, ia mencari nomor kontak Angga dan langsung menghubungi Angga. Rissa mematikan sambungan teleponnya, saat sudah tersambung. Angga melihat ponselnya yang bergetar di atas meja. "Itu, nomor saya! Jadi, kalau Bapak ada perlu sama Saya, Bapak tinggal menghubungi Saya. Biar Bapak ngga perlu repot-repot menghampiri saya ke apartemen," jelas Rissa kesal. Angga hanya diam mendengar penjelasan Rissa.

"Bikin gue GR aja!" rutu Rissa dalam hatinya.

"Pak, nomor saya disimpan. Jarang-jarang Lo, saya ngasih nomor Saya ke orang!" sambung Rissa yang kesal karena melihat Angga yang tak berniat menyimpan nomornya.

"Iya, nanti akan Saya simpan!" jawab Angga dengan mengangkat ponselnya, dan meletakkannya kembali di atas meja.

"Jadi, apa bisa kamu nemenin Saya?" tanya Angga yang belum mendengar jawaban dari Rissa.

"Iya Pak. Tapi...." Rissa menjeda kalimatnya.

"Gimana nasib Melly, dan Anggun kalau Gue ngga pulang ke rumah? Tapi ini kesempatan gue, biar tambah dekat sama Angga," ucapnya dalam hati.

"Tapi apa? Apa kamu tidak bisa? Kalau kamu tidak bisa, tidak apa-apa. Tolong kamu siapkan saja, berkas-berkas Saya malam ini. Saya ingin mempelajarinya lagi," ucap Angga.

"Nggak Pak, Saya bisa!" jawab Rissa cepat. Ia juga tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk berduaan dengan Angga, dan untuk memperlambat rencana pernikahan dirinya dengan Erik.

"Tapi, apa bisa Bapak membantu Saya buat ngomong dengan Papa Saya. Soalnya, malam ini Saya pulang ke rumah," jelas Rissa. Kalau bukan karena ancaman papanya, ia tidak akan pulang ke rumahnya, dan ia tidak perlu izin lagi pada papanya berpergian kemana-mana.

Angga menghela nafasnya. Itulah mengapa dirinya tidak ingin memperkerjakan perempuan sebagai sekretarisnya. Hal yang paling merepotkan dirinya meminta izin pada orang tua untuk menemaninya dinas di luar. Apalagi ia ingin meminta izin pada Pak Kusuma.

Angga mengambil cangkir berisi capuccino yang baru saja di antar pelayan. Sekilas Angga meniup minumannya, lalu menyeruputnya sedikit.

"Baiklah!" jawab Angga. Ia terpaksa mengiyakan permintaan Rissa karena ia juga membutuhkan Rissa untuk membantunya, karena pertemuannya dengan Pak Agus sangat penting baginya.

"Yes!" gumam Rissa dengan senyum mengembang.

Bersambung.

Terima kasih sudah membaca, dan dukungannya 😍

1
Lina Lina
🤣🤣🤣
Galil Alfarizi
terlalu bertele² ceritanya
Sari Juliati
bagus
Sari Juliati
kak bikin lanjutan nya dong
Ari Arie
indahnya dunia halu thor haha..
Silfi Rinawati
seru amat ini ceritanya..rasain reva kenakarma..lanjut kk thor
Silfi Rinawati
😀😀 kasihan rissa sambung nnti malam..
Deby Delia
seru
Musyarofah Salim
author orang Jawa ya kok tahu apem
Rosmery Napitu
🤣🤣🤣🤣
Rosmery Napitu
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Crystal
Berarti Angga sm Risa beda jauh dong umurnya. Kirain kk tingkatnya saat kuliah🙄
Gitaputri Hapsari
risa trllu mencampuri urusan org
Any any
angga sama anggun aja.... rafi sama meli.... rissa terserah author aja... malas sama cara pikir risa yg kolot dan aneh.. trllu kekanak2n... katax udah S2 LN, kok pikiirannya sperti anak SD. author knp jadikan sirisa risa itu berotak OON sih.. 😡😡😡
Allinerick Danis
seruuu,,mantaptap
Haposan Parningotan
selamat berkarya
Yatni Sari
sy lihat visual foto angga suka bingit
Diki
Luar biasa
Satri Ani
sumpahh yahhh ngakakkk bangeeeddddd ampe skit perooottt🤣🤣🤣🤣🤣
dyve
grutu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!