Cerita sedang Hiatus, tidak diperkenankan untuk dibaca.
Bagaimana jadinya ketika Anak baik-baik yang begitu tahu akan adab tiba-tiba berpindah ke tubuh gadis Antagonis?
Yup! Alvina memasuki tubuh seorang gadis yang terkenal dengan nama Bad Gueen, pembully yang sangat jahat di sekolah Antareksa. Begitu memasuki tubuh sang gadis antagonis, hidup Alvina berubah 100 derajat dari kehidupannya sebagai Alvina, gadis sopan dan tahu adab.
Lalu, apa yang akan dilakukan oleh Alvina? Yuk saksikan kelanjutannya!
SELAGI LAGI CERITA INI HANYA UNTUK BERSENANG-SENANG UNTUK MELEPAS BOSAN AUTHOR, SEKIAN DARI ZEN. TERIMA KASIH 🥂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosalyn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERANG DINGIN
Shopia berjalan masuk ke dalam Vila dengan ekspresi tidak senangnya. Sambil sesekali melirik ke arah belakang memandang Mila yang sedang memandangnya juga dari kejauhan.
Seketika keduanya bertemu pandang dan saat itulah Shopia memberi senyuman sinis pada Mila dan kemudian membuang muka ke arah depan.
"!!" Mila terhentak. Dengan cepat dia alihkan perhatiannya dari Shopia dengan tangan yang sembari saling bergenggaman.
"Sialan. Gue memang mau ingatan Shopia kembali, tapi gue gak nyangka jika Shopia bisa main licik ke gue," benak Mila begitu kesal.
"Mila....Mila...kamu pikir kamu bisa seenaknya buat nyingkirin aku?! Sikap Papa memang bikin kecewa, tapi aku gak bakal ngalah gitu aja sama kamu!" gumam Shopia tersenyum penuh siasat dan kemudian pergi ke lantai 2 untuk pergi membersihkan diri lalu pergi tidur.
Karena malam sudah semakin larut mereka pun tidur karena pada esok harinya mereka memiliki kegiatan untuk kemping sekaligus jalan-jalan di kebun buah milik keluarga Benson.
...****************...
...…Pagi Hari tiba…...
Angin segar meniup dedaunan yang gugur menuju sebuah jendela kamar yang sedang tertutup. Dan tidak lama kemudian jendela itu terbuka sehingga memperlihatkan seorang gadis cantik yang sedang menguap sembari meregangkan otot-otot tangan dan pinggangnya.
Gadis itu tidak lain dan tidak bukan adalah Shopia, yang baru saja bangun tidur. Dia menyambut pagi itu dengan senyuman indahnya dan kemudian pergi untuk membersihkan diri di kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, Shopia keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sudah berpakaian santai namun dengan rambut yang masih basah.
Dikarenakan dia tidak membawa hair dryer, Shopia mengeringkan rambutnya menggunakan handuk lembut dan menunggu beberapa saat.
"Hari ini aku bakal pepet Papa terus supaya gak kalah dari Mila! Tapi omong-omong Papa udah bangun belum ya? Jangan-jangan aku keduluan Mila lagi," gumam Shopia sembari menyisir rambutnya yang sudah lumayan kering itu.
"Harus cepat nih, nanti keduluan Mila," lanjutnya melempar sisir kesembarang arah dan kemudian berlari menuju luar kamarnya.
Sementara itu, diruangan keluarga…
"Lan, lo siapin semua keperluan buat jalan-jalan hari ini. Jangan lupa, perlengkapan Shopia juga harus lo siapin. Di mulai dari topi, kacamata, botol air, cemilan...." ucap Kelvin pada Erlan yang sedang bersantai di sofa.
"Eh Vin, gue itu abang lo, seharusnya lo dong yang siapin semuanya. Gak ada hormat-hormatnya lo sama abang sendiri," kesal Erlan.
"Eh lo udah kalah batu gunting kertas ya! Lagian kita cuman beda beberapa bula aja, gak ada perbedaan jauh," sahut Kelvin lebih nyolot pada Erlan.
"Tapi kan gue tetap abang lo. Cuman ke Kak Timothi aja lo anggap abang, sialan,"
Mereka terus adu mulut sampai tak terasa ada kehadiran Shopia yang tiba-tiba saja lewat ditengah-tengah mereka.
"Udah jangan berantem, pokoknya kalian semua adalah kakak-kakak Shopia yang keren," kata Shopia sambil melengos, duduk di sofa.
"Beneran? Terus-terus, kakak favorite lo, siapa?" tanya Kelvin, memandang Shopia dengan tatapan memelas.
Begitupun Erlan. Dia memandang Shopia seakan-akan sedang menunggu jawaban yang akan Shopia berikan.
"Hmm....anu...itu...haa kalian semua kakak favorite Shopia kok," jawab Shopia gagu karena sempat merasa kebingungan ingin memberikan jawaban apa pada kedua orang aneh itu.
"Yah... Pilih satu dong. Misalnya gue gitu. Gue kan selalu ada di sisi lo, masa gak jadi paling favorite," ucap Kelvin lagi, mengedipkan satu mata pada Shopia.
Suasana menjadi semakin canggung bagi Shopia, dia melihat Erlan dan Kelvin secara bergantian.
"Aku harus jawab apa?" benak Shopia bingung.
"Oh iya, ngomong-ngomong masalah yang tadi kak Erlan sebutin. Timothi itu, kakak pertama kita ya?" ucap Shopia berusaha untuk mengalihkan pembicaraan, ya walaupun dia juga penasaran siapa Timothi itu.
"Paling jago dah kalau ngalihin pembicaraan, " sindir Kelvin "Iya, Timothi itu kakak pertama kita," lanjutnya sambil mengelus kepala Shopia.
"Terus, kenapa kak Timothi gak pulang-pulang?" tanya Shopia lagi masih penasaran dengan sosok kakak yang bahkan belum pernah dia lihat.
"Udah 2 tahun dia pisah sama kita karena harus ngejar pendidikan di luar negeri. Tapi nanti sehabis natal, Kak Timothi bakalan pulang kok," jawab Erlan.
Shopia mengangguk paham "Kak Timothi itu kayak apa sih kak? Shopia penasaran. Karena...Shopia masih belum ingat tentang kak Timothi sedikitpun," tanya Shopia lagi.
Mendengar pertanyaan Shopia, Erlan dan Kelvin saling tatap-tatapan seakan sangat bingung ingin menjawab pertanyaan Shopia. Mereka diam sejenak sampai salah satunya berkata..
"Kak Timothi itu..." namun belum sempat Erlan menjelaskan, tiba-tiba perkataannya terhenti saat Shopia secara mendadak berdiri sambil melihat pada Austin, Mega dan Mila yang baru saja turun dari lantai 2.
"Mama, Papa, kita pergi sekarang, kan?" tanya Shopia mengalihkan fokus pada Mega dan Austin, sementara kedua orang tadi sudah dia abaikan.
"Lah tu bocah..." gumam Erlan bergeleng-geleng kepala melihat tingkah Shopia.
"Liat, kayaknya bakal ada pertarungan sengit antara Shopia dan Mila. Kali ini lo dukung siapa? Kalau gue sih udah jelas dukung adek gue(Shopia)," bisik Kelvin tersenyum memiring melihat Shopia dan Mila yang sedang bertarung dingin.
"Lo ngomong apasih, udah jelas gue dukung Shopia, kan dia juga adek gue," jawab Erlan menggeplak punggung Kelvin dan kemudian pergi dari sana untuk mempersiapkan semua perlengkapan.
PLAK
"Shi*! Udah gila lo, Lan!"jengkel Kelvin pada sang Kakak yang baru saja menggeplak punggung nya.
Ya, begitulah hubungan kedua Kakak beradik itu. Kalau tidak bertengkar, mereka akan berdebat. Seperti itulah seterusnya.
"Pa, kali ini kita mau kemana?" tanya Shopia, tersenyum pada Austin.
Namun bukannya dibalas dengan senyuman, Shopia justru diberikan respon aneh dari Austin dan bahkan Mega. Austin dan Mega melihat Shopia dengan pandangan bingung karena tidak biasanya Shopia akan mendekati Austin duluan.
"Kenapa Pah, Mah?" tanya Shopia ikut bingung.
Keduanya pun saling pandang dan kemudian kembali menarik pandangan mereka lagi pada Shopia.
"K-kita mau pergi kebun buah dulu, baru pergi ketempat lainnya," jawab Mega menjelaskan.
Shopia mengangguk "Oh gitu ya... Terus, kita naik apa? Kalau naik mobil, Shopia sama Papa aja, ya?" ucap Shopia lagi sambil tersenyum dan sesekali melihat pada Mila yang sedang diam, memandang Shopia dengan kesal.
"Cih, emangnya cuman kamu yang bisa gini sama Papa!" benak Shopia, memandang Mila remeh seolah-olah sedang menantang Mila.
"Ih... ngeselin banget sih lo Shopia! Awas aja lo, gue bakal rebut kembali perhatian Papa dari lo!" benak Mila jengkel sembari menyusun rencana untuk menghalangi Shopia merebut perhatian Austin.
^^^TBC~^^^
CATATAN KECIL:
Maaf jika baru update, Author baru ada waktu sekarang.