Status simpanan itulah yang harus disandang wanita cantik bernama Dista karna sebuah kesalahan fatal yang ia lakukan dengan suami sahabat karibnya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Leo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
bab 28
.
.
.
Hampir tengah hari Akhirnya Wisnu,Tia dan Arumi tiba dirumah sakit dimana Sepupu Aqil bekerja.
"Kau tidak mengajaknya bertemu diluar Rum ?? nanti kalau dia masih kerja bagaimana ??"tanya Wisnu.
"Titik temunya disini Wisnu.. mungkin sebentar lagi dia keluar. aku coba telfon dulu.."Balas Arumi. saat Arumi hendak menghubungi Roy, ternyata sang pemilik raga sudah berjalan kearah mereka.
Arumi menurunkan ponselnya seraya tersenyum kearah Roy.
"Diakah yang bernama Roy ??"Tanya Tia.
"Iya. tampan kan ??"balas Arumi.
"Ckkk.."Tia langsung memalingkan wajahnya. ia tadi memang sempat terpana dengan ketampanan pria itu.
sementara Wisnu hanya mencebikkan bibir bawahnya. kedua temannya selalu begitu jika melihat pria yang sempurna walau usia mereka sudah tidak muda lagi.
"Sudah dari tadi kak ??"Sapa Roy saat mereka sudah dekat
"Baru saja sampai. kau sudah dapat jam kosong ??'Tanya Arumi.
Roy membalas dengan senyuman. "Kosong tentu saja tidak ada. tapi tidak masalah karna ini jarang terjadi kakak mengunjungiku.."
Arumi turut tersenyum lebar. Roy menatap dua teman Arumi satu persatu. sadar akan hal itu Arumi segera memperkenalkannya.
"Em..Roy, Mereka temanku. karna mereka aku bisa tau titik dimana Mas Aqil berada. yang perempuan namanya Tia, yang pria namanya Wisnu."Arumi memperkenalkan.Roy mengangguk dengan senyum lebarnya.
"Iya.. saya Roy. semoga kalian tidak canggung dengan saya.."Balas Roy. Wisnu dan Tia turut mengangguk.
"Kita istirahat sejenak sambil makan siang ya ?? ada restoran enak didekat sini.."Ajak Roy.
"Iya.. boleh.."Mereka sepakat segera berangkat. meninggalkan rumah sakit.
.
.
Aqil memarkirkan mobilnya dihalaman rumah sakit. ia berlari dengan wajah gusarnya.
tiba dipusat informasi, Aqil buru-buru bertanya.. "Apa hari ini jadwal Dr.Roy setiawan praktek ??"
"Iya tuan.. ada apa ?? Mau membuat janji ??"balas Resepsionis itu.
"Tidak. terima kasih.."Aqil berlari menuju ruangan Roy.
Dengan terengah-engah ia tiba diruangan Roy yang ternyata sudah kosong.
terlihat perawat tengah membereskan meja kerja Roy.
"Dokter Roy kemana ??"Tanya Aqil seketika,
"Dokter Roy keluar sebentar tuan. jika anda ada janji tolong kembali besok saja, soalnya Dokter Roy bilang dia kedatangan saudaranya."Balas perawatnya.
"Kedatangan saudara,?? Apa.. Sudah datang ??"Aqil begitu terkejut.
"sudah tuan makanya Dokter Roy sudah keluar dari tadi."Balas perawat lagi.
"Sial !!" umpat Aqil yang kembali membalikkan tubuhnya dan berlari mencari Roy.
Sembari berjalan Aqil terus mencoba menghubungi nomer ponsel Roy, namun tetap tidak diangkat. "Aahh !!!" Aqil frustasi sekali.
.
.
.
"Kenapa tidak angkat Dokter Roy ?? Mungkin dari pacarmu ??" Tanya Arumi.
"Aku belum berfikir kesana kak.. Hanya orang tidak penting."balas Roy. sembari menancapkan pedal gasnya.
"Untuk apa mas Aqil beli villa ya Roy ??"Tanya Arumi.
"Mungkin untuk hadiah buat kakak."balas Roy.
"kau mudah sekali menjawabnya.."Omel Arumi.
Roy hanya mengulas senyumnya. sambil terus melajukan mobilnya.
"Masih jauh Roy ??"Tanya Arumi lagi.
"Sebentar lagi kak.."Roy pun menjawab
"Kak.. aku mau tanya."Imbuh Roy.
"Ada apa ??"
"Kakak percaya dengan Aqil seberapa persen ??" Pertanyaan Roy sontak membungkam mulut Arumi. entah bagaimana kepercayaan perlahan mulai memudar dengan apa yang telah terjadi.
"Kak.."Panggil Roy.
"Aahh..iya. maaf.. Emm.. memangnya kenapa ?? Kau mau mulai mendekati wanita ya ??"Arumi memilih menggoda Roy untuk mengalihkan pembicaraan.
"Belum kak.. aku hanya ingin tau.."
"Sebenarnya aku ingin percaya 100% Roy.. makanya aku membuktikan datang kemari, aku tidak mau hanya katanya, tapi aku mau melihat kenyataannya."balas Arumi.
Roy memandang arumi sekilas dengan ulasan senyum tipisnya.
"Andai kau tau apa yang dilakukan suamimu kak, aku tidak yakin kau bisa setenang ini.."Batin Roy. yang begitu kasihan pada Suami sepupunya itu.
.
.