Aliya yang terjebak hubungan bersama sang atasan berakhir pernikahan siri tapi tanpa Aliya ketahui kalau dirinya adalah istri kedua dari sang suami.
Di saat manis nya pernikahan Aliya mengetahui kalau dirinya hanya istri kedua.
Akan kah Alya terus bertahan dengan pernikahan ini? atau Aliya justru memilih mengalah dengan meninggalkan Dikta sang suami?
Apa alasan Dikta berbohong pada nya?
Bagaimana kisah hidup selanjutnya yuuk mampir di cerita terbaru ku yang cukup menguras emosi DUA RASA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CCTV
"Hiks....hiks....kenapa jadi begini, kenapa kamu hadir di saat yang tidak tepat,bukan ibu menolak kehadiran mu nak tapi kasihan kamu jika tau kalau kamu tidak di harapkan oleh keluarga ayah mu nanti" isak Aliya
"Aku harus bagaimana Tuhan,apa yang harus aku lakukan sekarang" lanjut Aliya mengisak
Aliya benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan dengan janin ini, membiarkan lahir tanpa suami?
"Tok...tok...tok...Al" panggil Farel dari luar
"Aliya makan dulu"panggil nya lagi
Aliya bangkit dan mengusap air mata nya dia tidak mau Farel justru khawatir dengan dirinya, sudah mau menampung nya saja sudah Alhamdulillah.
"Iya mas" jawab Aliya membuka pintu kamar nya
"Al makan dulu yuk,aku sudah masak"
"Aku belum lapar mas"jawab Aliya lemah
"Al,kamu dengar kan ucapan dokter tadi! Kamu harus makan agar dia di dalam sana tidak kekurangan asupan jangan memikirkan ego mu sendiri Al,ada dia sekarang yang hadir di rahim mu yang butuh kasih sayang"jelas Farel lembut
"Tapi mas-"
"Al, meskipun sedikit saja kamu tetap harus makan" bujuk Farel lagi
Akhirnya Aliya keluar dari kamar, wajah nya sembab mata nya bengkak habis menangis.
"Makan yang banyak ya,ini ada sayur dan ini ada ikan juga,mulai sekarang kamu harus makan makanan yang sehat nanti aku carikan pembantu untuk merawat kamu di sini ya"
"Aku nggak sakit mas, nggak butuh pembantu aku bisa menjaga diriku sendiri"
"Al,kamu harus fokus pada kehamilan mu dulu jangan fokus yang lain, jangan lagi membereskan apartemen ini Al, sudah ada yang membersihkan nya dua minggu sekali, kemarin bik Murni itu cuti jadi memang sedikit kotor tapi dia akan segera pulang"jelas Farel
"Aku hanya cari rutinitas saja mas, habis nya bosan"
"Tapi akibat nya fatal kan Al,untung kamu tidak kenapa-kenapa tadi hanya kram perut biasa,kalau pendarahan atau yang lain nya bisa-bisa aku di salahkan Dikta tidak menjaga kamu dengan baik"
"Aku juga tidak tau mas kalau sedang hamil Kalau aku tau juga tidak akan aku lakukan, untuk lelaki itu jangan lagi di sebut mas aku tidak mau dengar nama nya"
"Maaf! Ya sekarang kan sudah tau jadi jangan di lakukan lagi ya,nanti biar bik Denok yang merawat kamu setelah cuti nya berakhir,kamu jangan pikir apa-apa lagi"
"Mas-"
"Sudah jangan menolak lagi,ayo segera di makan keburu dingin nanti,maaf ya kalau tidak enak aku belum terlalu mahir dalam memasak" Potong Farel dan diangguki Aliya,di perlakukan begini saja dia sudah sangat berterima kasih Aliya.
****
"Aaaaagghhhh harus cari kemana lagi,di mana kamu Al,kenapa kamu nggak pulang?" pekik Dikta kesal
Dikta meremas rambut nya kasar dia bingung kenapa Aliya pergi dari apartemen nya tanpa kabar.
"CCTV" gumam Dikta pelan, tiba-tiba dia teringat dengan CCTV ya dia harus lihat rekaman CCTV bagaimana bisa Aliya pergi tanpa pamit.
Dikta segera mencari petugas keamanan Apartemen dia ingin melihat rekaman CCTV di luar apartemen nya karena jika di dalam apartemen memang Dikta tidak memasang nya,dulu Dikta ingin memasang nya tapi Aliya tidak memperbolehkan karena terkadang mereka bercinta di luar jadi Aliya tidak mau ada yang melihat nya dari CCTV.
Dikta ingin melihat kapan jam pergi istri sirinya itu.