( proses revisi ) Novel ini menceritakan tentang seorang cewek yang bernama Nindy di taksir seorang cowok dan tak lain adik dari sahabatnya sendiri.
Cowok itu bernama Vano. Meski usia terpaut sangat jauh, mereka tidak peduli. Bahkan ketika keluarga Nindy menentang dengan keberanianya Vano melamar Nindy...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Ahza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
Malam semkin larut dan merayap. Udara berhembus sangat dingin sekali, seakan menusuk sampai ke tulang. Reihan dan Dodi terlihat sudah terlelap dalam mimpi. Vano terlihat tiduran terlentang dengan menggunakan kedua tanganya sebagai alas kepala. Pandanganya menerawang jauh menatap langit-langit kamar.
Andaikan kau tau, apa yang kurasakan, di dalam hati kecil ini, ku ingin engkau mengerti mbak Nin...
"Hahhhh...!!" Desah nafas Vano begitu berat. Bayangan wajah Nindy kini sempurnalah memenuhi seluruh benaknya. Apalah daya Vano, dia tidak berani mengungkapakan isi hatinya. Takut jika di tolak oleh Nindy.
Ohh mimpi, bawalah dia masuk ke dalam tidurku, walau hanya lewat mimpi, aku akan sangat bahagia sekali...
Gumam Vano lagi dan ia segera membenarkan posisi tidurnya. Hampir saja, ia nyaris akan memejamkan matanya, telinganya sayup-sayup menangkap suara berisik, dan sepertinya dari dapur. Perlahan ia bangkit, berjalan mendekati pintu kamar dan membukanya dengan pelan-pelan. Ia melihat suasana seluruh ruangan, dan benar saja, ia melihat seseorang tengah berada di dapur, dan sedang mencari sesuatu di sana.
"Apakah dia maling yang kelaperan..?" gumam Vano lirih. Rasa penasaran kini menjalarinya.
Karena penerangan yang remang-remang, membuat Vano sulit mengenali siapa seseorang tersebut. Dengan mengendap-endap, ia mendekati orang itu, yang di kira maling, lalu dengan cepat menyergapnya.
"Kena kamu..!!! Siapa kamu, malam-malam masuk ke Villa orang, hhaaahh...!!??"
"Lepasin...!!" teriak orang tersebut. Vano sangat kenal sekali dengan suara teriakan orang itu, dengan spontan ia lalu melepaskanya.
"Mbak Nindy..?" ucap Vano dengan kaget.
"Kamu kenapa sih..? Ini mbak, bukan maling tau...?"
"Maaf mbak, Vano kira siapa, mbak juga sih, kenapa nggak nyalain lampu yang terang, supaya kelihatan kalau di dapur.."
"Mbak laper Van, pengen ambil cemilan yang kita bawa tadi.."
"Owwhh, laper...?"
"Kok kamu belum tidur..?"
"Belum ngantuk mbak, mata sulit di pejamkan.."
"Hemm, mbak tau.., kamu lagi mikirin cewek kan..? Dulu pas mbak jatuh cinta juga begitu Van, mau makan nggak enak tidur pun tak nyenyak, rasanya resah dan gelisah mulu, itu sih menurut pengamatan dan pengalaman mbak saja..."
"Kok bener banget sih tebakan mbak Nindy...? Boleh aku ajak ngobrol mbak bentar saja? Itung-itung kita jaga malam, hehe.."
"Boleh.., ayo.." Ajak Nindy sambil membawa cemilan, sedangkan Vano membawa dua botol softdrink. Sengaja Vano dan Nindy memilih duduk dan ngobrol diteras depan di Villa tersebut. Keduanya kini terlibat obrolan hangat dan asyik.
"Ayo Van, cerita sama mbak dong, siapa cewek yang sudah mengganggu fikiran kamu, siapa tau mbak bisa kasih saran, dan kamu cepet ngenalin dia sama mbak dan juga Ririn.."
"Boleh nggak Vano bertanya pendapat mbak tentang wanita yang Vano sukai..?"
"Iya..iya.., dengan senang hati lah.." Nindy bersemangat sekali.
Sebelum Vano berkata, ia menghela nafas dalam-dalam sejenak.
"Mbak Nindy, gimana menurut mbak, kalau wanita yang Vano sukai umurnya jauh di atas Vano, katakanlah seumpama umur kita terpaut 8 atau 9 tahun, dan Vano sangat suka dengan dia..."
"Itu tergantung sih, apakah wanita itu tau kalau kamu suka dia..?"
"Belum tau sih mbak..."
"Nahhh!! Itu dia yang jadi masalahnya, kenapa kamu belum bilang sama dia, darimana dia tau tentang perasaan kamu? Kamu harus gentle, supaya dianya tau kalau kamu serius dan bersungguh-sungguh ingin menjalin hubungan denganya..."
"Tapi....tapi Vano takut mbak, dia akan menolak, marah dan menjauh dari Vano.."
"Tak akan, seorang wanita akan menghargai perjuangan orang yang benar-benar menyukainya, sekeras apapun hati wanita, akan luluh dengan laki-laki yang nyata menunjukan kalau ia mencintai dan ingin membuatnya bahagia.."
"Benar juga apa kata mbak Nindy, makasi banyak mbak, atas saranya, itu sedikit meringankan beban di hati Vano.."
"Sama-sama Van, mbak siap kok dengerin curhat kamu, kapan pun kamu mau.."
"Sungguh...?"
"Iya.., suer.." Nindy mengacungkan dua jarinya dan tersenyum simpul menampakan lesung pipinya.
Ampun deh senyum kamu mbak Nin, membuatku sulit bernafas saja, kenapa sih kamu secantik ini, dan sudah membuat hati ku porak-poranda, dan kini sudah terjerat ranjau cinta yang sulit untuk aku lepaskan..?
Batin Vano dan tak mungkin ia lontarkan dari bibirnya. Ia hanya bisa menahan, sampai waktunya tiba nanti. Untuk saat ini ia hanya bisa memendamnya dulu.
"Jadi kapan nih kamu akan ngenalin dia sama mbak atau sama Ririn, Van..?"
"Nanti mbak, kalau waktunya sudah tiba.."
"Jangan khawatir, mbak akan dukung kamu 100% kok..."
Anadai kamu tau mbak, wanita yang aku suka itu ya kamu, Nindya Putri. Kamu wanita yang membuat aku tergila-gila.
"Halloooo..., kok malah bengong sih Van..?" ucap Nindy membuyarkan lamunan Vano.
"Engg..enggak kok mbak Nin, karena sudah larut malam, sebaiknya kita tidur saja mbak.."
"Baiklah.., ayo..."
Nindy berjalan dan akan membuang botol bekas softdrink nya ke dalam tong sampah yang ada di teras tersebut. Namun spontan ia kaget dan melompat ke arah Vano karena takut ada kecoa yang nongol dari dalam tong sampah tersebut.
"Kecoa....!" teriak Nindy dan tanpa sadar ia sudah berada dalam gendongan Vano. Vano yang menggendong Nindy terlihat sangat senang sekali, terbukti kedua sudut bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman.
Tuhan, biarkan seperti ini sebentar saja, agar aku bisa memeluk mbak Nindy, itu sudah membuatku bahagia, hehe...
"Vanoo, itu ada kecoa..." ucap Nindy yang kini telah sadar akan posisinya. Saat mata mereka beradu pandang, ada rasa aneh yang menghinggapi jiwa Nindy. Jantungnya berdegup kencang, dan kini menjadi salah tingkah. Begitu juga dengan Vano. Dengan cepat Nindy turun dari gendongan Vano.
"Maaf..maaf, mbak spontan Van..?"
"Nggak papa mbak.." Kemudian Vano mengusir kecoa tersebut.
"Sekarang mari istrirahat mbak..."Ajak Vano. Nindy mengangguk dan mengiyakan. Karena hari sudah larut juga, dan tubuh mereka sudah tak sanggup untuk di ajak begadang lagi, maka keduanya segera masuk ke kamar masing-masing.
"Aaahhhhh..., kenapa dengan perasaanku, kenapa jantungku deg-degan begini sih..?" gumam Nindy dengan lirih sambil menutup wajahnya sendiri yang sudah masuk ke dalam kamarnya dan kini sudah berbaring lengkap dengan memakai sweater. Ia menyembunyikan tubuhnya di balik selimut yang sangat tebal saat itu, karena angin malam sangatlah dingin sekali. Sedangkan Vano yang baru saja masuk kamarnya, berdiri dan menyandarkan tubuhnya di pintu tersebut. Ia tersenyum sendiri, dengan apa yang baru saja ia alami bersama wanita yang ia sukai.
"Oooohhh.., yesss..!!" gumam Vano yang mengepalkan tanganya dan segera menghempaskan tubuhnya di kasur yang berukuran jumbo dan ada Reihan dan Dodi yang sedang tidur di sana. Saat ia menghempaskan tubuhnya, Dodi sempat bangun sebentar dan melihat Vano.
"Ngapain sih, lonjak-lonjak kaya anak kecil saja.."
"Hehe.., tidur saja kamu.." ucap Vano dan Dodi pun kembali tidur lagi.
Nindy dan Vano sama-sama merasakan hal yang aneh. Mungkinkah Nindy menangkap sinyal cinta dari Vano? Laki-laki yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri, kini telah membuat hati dan jiwanya bergetar karena kejadian 5 menit yang lalu. Keduanya berusaha memejamkan mata, dan setelah bersusah payah, akhirnya keduanya terlelap juga dan mengarungi lautan mimpi yang indah. Seindah rasa yang tengah menghinggapi keduanya. Rasa yang sangatlah nikmat dan indah untuk di jalani dan di rasakan bagi pasangan yang sudah mengalaminya. Kebimbangan dan keraguan yang membuat Vano masih bingung untuk mengatakan semuanya.
Bersambung dulu yach...
****
vano itu cinta mati sm nindy jd gak bisa selain hati...
SEQUEL 2 NYA DI UP THOR.......🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
MOHON MAAF JIKA KOMEN2 BNYK YG TDK PANTAS.. KRN SMUA FAKTOR TRBAWA SUASANA CERITA THE BEST DARI OTHOR, YG BUAT READER TERBAWA EMOSI MAUPUN BAHAGIA..
SEKALI LGI JGN LUPA, UP THOR SEQUELNYA..
SIAP2 LO VANO KNK MORNING SICKNESS, ALIAS SINDROM COUVEDE, AKU UDH MRASAKN SAAT ISTRI HAMIL ANAK KMBARKU, SEGALA MAKANN YG AKU TK SUKA & TK AKU MAKAN, LGI NGIDAM KU MAKAN, SEPERTI LELE, BELUT, IKAN GABUS ATAU RUAN, AKU MAKAN, PADAHAL AKU GK MKN 3 MAHLUK AIR TRSEBUT, KLO BUAH, SUKA MAKAN ASAM PAYAK, JAMBU BATU, PKE GARAM DOANK.. KLO BAYANGINNYA KMBANG LIUR KU..