Aku berusaha tegar , berusaha untuk tidak menangis saat dalam pelukan Agung . Meski sakit tapi aku tidak boleh lemah di hadapannya, agar tidak lebih membebani dia .
Perlahan tapi pasti Kereta yang saya tumpangi mulai berjalan meninggalkan Agung yang masih berdiri di tempat terakhir dita bersama . Dan meninggalkan semua kenangan yang kita ciptakan selama satu minggu saya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Ho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu malam bersama tante Ida
" Hai Agung Selamat malam " pesan dari tante Ida.
Gue menarik nafas panjang ketika membaca pesan dari tante Ida. kadang kadang gue berpikir sudah tidak ingin lagi berhubungan dengan tante Ida. tapi kalau sudah melihatnya seketika hati gue luluh dengan sendirinya. Seperti malam ini padahal gue sudah bertekad untuk mulai menjauh dari tante Ida karena tidak ingin menyakiti hati Sindi. tapi kalau tante Ida ada menghubungi gue pasti tetep gue respon seperti biasa.
" Malam tan. Masih di rumah tan.? tanya gue.
" Iya masih. Kenapa kangen ya.? tanya tante Ida.
" hehe . tante tau aja " jawab gue.
" sini dong main ke rumah. Pintu rumah tante selalu terbuka lebar untuk kamu " balas tante ida lagi.
" siap tan otw " jawab gue semangat. pasti gue selalu semangat kalau tante ida ngajak ke rumah karena ujung ujungnya gue bakal dapat jatah yang tidak bisa gue dapatkan dari Sindi.
Seperti biasa kalau gue datang pasti tante Ida akan menyambut gue dengan senyuman manisnya. tapi kali ini ada yang beda . tante ida menyambut kedatangan gue dengan hanya menggunakan baju tempur warna merah cerah . Gue kaget tapi senyum senyum sendiri melihat tante ida malam ini . karena tanpa gue minta tante ida sudah paham dengan apa yang gue rindukan dari dia.
Tanpa basa basi gue berjalan ke arah tante ida langsung memeluk dan ******* bibir indahnya. tangan gue tidak diam begitu saja terus bermain menyusuri semua bagian di balik baju tempurnya termasuk di gunung kembarnya.
" tan malam ini agung ingin menghabiskan malam di sini dengan tante " bisik gue di telinga tante ida.
" silahkan gung tante akan dengan senang hati memberikan apapun yang kamu inginkan " jawabnya dengan nafas tidak beraturan.
kali ini gue ingin coba bermain main di kusi ruang tamu di rumahnya. tentunya tanpa penolakan sedikitpun dari tante Ida. Setelah puas bermain main di kursi sekarang kita sudah pindah di meja makan di dapur.
" Hah. Agung lelah tan " kata gue setelah kita sama sama mencapai puncak kenikmatan bersama sama .
" tante juga gung. tapi malam ini kamu enerjik banget gung tidak seperti biasanya " jawab tante Ida.
" maklum tan sudah enam bulan agung menahan gejolak rindu ini " sambu gue.
tante Ida tersenyum puas mendengar pernyataan gue. gue masih tiduran di atas meja makan saat tante ida berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badan. tiba tiba alat tempur gue kembali siap tempur lagi membayangkan tante ida yang sedang berada di kamar mandi.
tidak pikir panjang gue berjalan menyusul tante ida dengan tujuan tertentu .
" tan lagi ya disini " kata gue yang tiba tiba masuk ke kamar mandi.
tanpa penolakan Tante ida mengiyakan dan langsung seseorang secepatnya. sampai akhirnya kita menyelesaikan permainan kita malam ini.
" terima kasih tan . Akhirnya setelah enam bulan kita bisa main main lagi " ucap gue sambil tidur di paha tante ida di kursi depan tv
" sama sama gung. tante juga bahagia karena bisa merasakan puncak kenikmatan lagi ." jawab tante Ida.
malam ini kita benar benar menikmati malam berdua seperti selayaknya pasangan suami istri yang sudah lama tidak bertemu. sebelum tidur kita saling bertukar cerita apa saja yang kita lalui selama enam bulan ini.
Tante Ida menceritakan bahwa sebenarnya dia kesepian dalam pernikahannya dengan suaminya. Suaminya memang baik dan selalu mencukupi segala kebutuhan materinya . tapi bukan hanya materi yang tante ida butuhkan. Dia juga ingin batinnya tercukupi. dan menurut tante ida hanya gue yang bisa mencukupi kebutuhan batinnya.
Gue juga menceritakan kalau sekarang gue sudah punya pacar yaitu Sindi. gue juga bilang kalau kemungkinan besar sindi adalah perempuan yang akan gue nikahi.
Respon tante ida sungguh di luar dugaan gue. ternyata dia tidak keberatan dan tidak mempermasalahkan kalau gue punya pacar. karena dia sadar kalau dia tidak mungkin mendampingi gue selamanya.
" sampai kapan kita akan seperti ini terus gung ? tanya tante Ida
" maksudnya apa tan ? " tanya gue balik
" ya mau sampai kapan kita berhubungan seperti ini ? " jawab tante ida menjelaskan
" Agung juga tidak tahu tan ! " jawab gue yang juga bingung dengan pertanyaan tante Ida.
" tapi tante mau jujur sama kamu . walaupun tante tidak bisa memiliki kamu. tapi tante tidak ingin kehilangan kamu " kata tante ida lagi.
" sama tan. Agung juga sudah terlanjur sayang sama tante . susah untuk melupakan tante " jawab gue.
Malam ini kita sama sama sepakat kalau kita akan terus berhubungan sampai keadaan tidak memungkinkan lagi. karena kita sadar suatu saat keadaan akan berubah tidak akan selamanya seperti ini. kita juga berjanji kalau kita kita tidak akan pernah meninggalkan pasangan masing masing hanya karena keegoisan kita berdua. karena kita sama sama percaya kalau kita memaksakan keinginan kita pada akhirnya tidak akan mendapatkan apa apa.
Setelah obrolan kita yang cukup panjang akhirnya kita tidur dengan saling memeluk satu sama lain. gue tersenyum bahagia sebelum akhirnya tidur malam ini.
...----------------...
" Hai selamat pagi "
Gue terkejut ketika gue membuka mata sudah ada tante Ida di hadapan gue. Gue belum menyadari kalau semalam gue tidur di rumahnya tante ida.
.
" Hai selamat pagi tan " jawab gue denhan suara khas bangun tidur
" bagai mana tidurnya nyenyak.? " tanya tante ida lagi.
" Nyenyak sekali tan " jawab gue lalau mendaratkan ciuman di kening tante Ida lalu turun ke bibirnya . Gue tidak peduli dengan aroma khas bangu tidur yang ada pagi ini gejolak di dalam tubuh gue bangkit lagi. tanga gue kembali lincah menyusuri seluruh bagian tante Ida . Kalau semalam gue yang full beraktifitas sekarang giliran tante Ida yang mulai lincah kesana kesini menyusuri semua bagian tubuh gue termasuk senjata tempur gue. Akhirnya pagi ini kita sama sama mencapai puncak lagi . Senyum bahagian kita tidak bisa disembunyikan karena memang kita sangat bahagia dan ini adalah yang kita rindukan .
Jam sembilan ketika gue melihat jam yang ada di layar hp gue. tapi gue belum ada niatan untuk keluar dari rumah ini. Rumah ini terlalu nyaman ,apalagi yang punya rumah selalu memberikan kenyamanan .
Sebelum gue pulang kita makan bersama dengan masakan spesial yang di pasak langsung oleh tante ida. setelah pami pulang akhirnya gue meninggalkan rumah tante ida dan pemiliknya yang masih melihat ke arah gue. Setelah semua dirasa aman dengan cepat gue keluar dari pintu gerbang rumah tante ida. Ketika gue nengok ke belakang dia senyum sambil memberikan senyuman perpisahan termanis yang dia punya.
demi ortu mu kamu tega sm kami, kmu nikah lagi, aq dan 2 anak mu trlantar Gung,, uuuhhg kalo inget masa" itu pingin tak.bejek" kamu Guuunggg... hadeeeuuuhh