Karena sebuah pengkhianatan membuat Alvaro mabuk-mabukan namun siapa sangka ada yang menaruh sebuah obat untuk nya membuat dia melakukan kesalahan terbesar yaitu merenggut kesucian seorang gadis.
Alena yang harus merasa menjadi wanita kotor setelah kesucian yang ia jaga untuk suaminya kelak telah di renggut oleh orang yang dia tidak tahu.
Sialnya lagi ternyata ada kehidupan baru di dalam rahimnya, dia pun rela untuk di usir dari rumahnya karena ingin mempertahankan bayinya walau pun ayah dari bayi tersebut tidak tahu siapa.
Walaupun dia hadir dari sebuah kesalahan satu malam namun hadirnya bayi ini bukanlah kesalahan, hanya saja orang tuanya yang salah.
Bagaimana kelanjutannya???
Yukkk kepoinnnn ceritanya!!
🥕🥕🥕
Follow Instagram @lala_syalala13
Follow TikTok @Lala_Syalalaa13
Follow Facebook @Lala Syalala
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEM_BAB 27 (REVISI)
Tak terasa weekend pun tiba, sudah satu minggu setelah Alena mengunjungi kediaman orang tuanya.
"Sayang besok kamu ikut aku ya," ajak Alvaro saat mereka sudah berbaring di kasur membuat Alena mengerenyitkan dahinya karena tidak biasanya sang suami mengajaknya dadakan seperti ini.
"Ada apa mas?" tanya Alena.
"Udah kamu ikut aja." balas alvaro seperti menyembunyikan sesuatu entah Alena tak tahu itu apa.
Dan benar saja, pagi harinya Alena sudah siap dengan pakaian nya dan Alvaro pun begitu, mereka berdua pun keluar dan ternyata di sana Arsen juga sudah tampan.
"Bunda, papa!" pekik bocah kecil itu dan langsung berlari menuju ke arah Alvaro.
Segera Alvaro menggendong Arsen dengan semangat.
"Anak papa udah siap?" tanya Alvaro.
"Ciap!" teriak Arsen dengan senangnya karena dia berfikir bahwa papa dan bundanya akan mengajaknya liburan maklum ini kan hari minggu ya kan.
"Sayang kamu yang hati-hati ya, ingat kamu sedang hamil jadi jangan capek capek." ucap mama Ratna mengantar anak, mantu dan cucunya setelah memberikan wejangan sedikit tadi.
Alena bingung kenapa sampai mama Ratna memberikan nya semangat padahal menurut Alena seperti nya sang suami akan mengajaknya ke taman hiburan atau enggak cukup ke mall.
Selama perjalanan baik Alena, Alvaro dan Arsen saling bergurau bahkan Alvaro tak henti-henti nya menciumi wajah dan tangan sang anak.
"Mas udah kasihan tuh wajah anaknya jadi berantakan gitu," tutur Alena membawa Arsen ke pangkuannya dan membenarkan rambut sang anak.
Cukup lama berkendara Alena mulai merasa curiga karena jika ke mall maka bukan jalur ini yang harus di tempuh, dia tidak bodoh dengan jalur apa yang di lewati oleh mobilnya sekarang ini.
"Mas ini kita mau kemana?" tanya Alena mulai khawatir.
"Udah sayang kamu tidur saja ya, nanti kalau sudah sampai aku bangunin." ucap Alvaro.
Namun hati Alena sudah mulai gelisah dan takut, jikalau jikalau pemikirannya benar.
'Gak, ini gak mungkin jalan ke rumah bapak ibu kan?' gumam Alena dalam hatinya.
Namun ternyata dia salah, mobilnya malah mendekat ke arah gang tempat ibu dan bapaknya tinggal membuat Alena seketika menegang.
"Mas aku mohon kita balik ya," rintih Alena menggoyangkan lengan kekar sang suami.
Arsen sedang berada di belakang dengan mbk Ayu yang memang di bawa untuk menjaga sang anak, apa lagi Arsen sekarang sedang tidur.
Tak lama mobil berhenti tepat di depan rumah Alena pas membuat Alena menegang dan khawatir, dia belum siap untuk menampakkan dirinya.
Apa lagi di dekat rumahnya banyak orang karena jangan lupa bahwa hari ini adalah hari pernikahan nya Anya, Alena tidak lupa akan hal itu karena di undang.
"Aku dengar kamu di undang teman kamu, ayo keluar." ucap Alvaro yang akan membuka pintu mobil namun tangannya langsung di tarik oleh Alena.
"Mas aku mohon," pinta Alena memelas.
Kelakuan mereka berdua tak luput dari pandangan Jack yang berada di sebelah kemudi karena yang mengemudikan mobil adalah mang darto dan mbk ayu berada di jok belakang.
"Alena kamu percaya sama saya, apakah kamu akan terus menghindar?" tanya Alvaro bertanya kepada sang istri.
Alena langsung menggelengkan kepalanya karena jujur dia juga ingin semua ini selesai, dia tidak ingin menjadi orang pengecut namun dia juga takut.
Jangan lupa saat mobil mahal Alvaro sampai tadi, semua orang yang berada di sekitar sana pada melihat siapa orang di dalam sana.
mereka berfikir itu adalah tamu dari Anya, namun juga bertanya-tanya siapa di dalam sana yang tak kunjung turun juga.
Baru akan turun Alena bisa melihat bapak dan ibunya yang keluar dari rumah sederhana mereka.
Bertepatan dengan itu Alvaro pun turun dan membuka pintu untuk sang istri, membuat ibu Melly dan bapak Joni berdiam di depan pintu karena pintu mobil yang tiba-tiba di buka di depan mereka.
"Ayo turun sayang," ajak Alvaro menggenggam tangan sang istri.
perlahan Alena pun turun dengan badan gemetar, dan detik itu juga Alena menatap orang tuanya, begitu juga tatapan mata ibu dan bapaknya yang tertuju padanya tanda syok berat.
"Loh itu bukannya Alena ya?"
"Loh Alena itu ya? Dia sama siapa tuh, sama suami orang ya?"
"Alena yang hamil di luar nikah itu ya?"
Cemoohan dan tanya dari banyak tetangga yang melihat Alena datang pun bertebaran, bahkan Alena pun bisa mendengarnya namun dia abaikan.
"Ibu, bapak." lirih Alena dengan air mata yang mulai menggenang.
"Alena anakku," balas ibu Melly yang sangat merindukan sang anak.
Namun siapa sangka bapak Joni malah meninggalkan Alena dan memilih untuk kembali masuk ke dalam, jika di tanya rindu maka jawabannya iya, orang tua mana yang bisa berjauhan lama tak bertemu dengan anaknya gak ada, namun rasa malu akan cemoohan dari tetangganya juga membuat hati bapak Joni sakit.
"Ayo masuk dulu." ajak ibu Melly tidak ingin permasalahan keluarganya sampai ke ranah luar.
Sampai di ruang tamu yang sepi ibu Melly langsung memeluk sang anak, memeluk anak perempuan yang sangat dia rindukan.
"Nak akhirnya kamu kembali hiks hiks hiks hiks," lirih ibu Melly memeluk Alena erat sekali.
"Maafin Alena ya bu yang pengecut sekali tidak berani untuk datang dari dulu dan meminta maaf hiks hiks hiks hiks," balas Alena.
Alvaro hanya diam, dia ingin agar urusan istrinya dan keluarga mereka terselesaikan, dia akan meminta maaf juga karena perbuatanya dulu mengakibatkan hal yang sangat fatal.
"Bapak bu hiks hiks," lirih Alena yang sudah mulai tenang dan sudah tidak memeluk sang ibu.
"Sebentar ya sayang ibu panggilkan." ucap ibu Melly menuju ke kamarnya.
"Pak ayo keluar to, tuh ada anaknya loh. Kamu tuh kalau gak ada sedih banget pingin anaknya kembali, tapi pas udah kembali eh malah pergi!" ucap bu Melly menarik tangan sang suami.
Bu Melly sudah janji pada dirinya bahwa akan menyatukan anak dan bapak ini.
Setelah bapak Joni pun sampai di ruang tamu, beliau sudah duduk di kursi biasanya. Alena, ibu Melly dan Alvaro pun ikut duduk.
"Bapak," lirih Alena.
"Ada apa kamu ke sini?" tanya bapak Joni dengan nada kesalnya dan marah, namun dalam hatinya sebenarnya beliau sangat senang karena melihat sang anaknya yang baik baik saja.
Alvaro pun menggenggam tangan sang istri dan menguatkan, karena mereka datang ingin meminta maaf dan ingin menerima maaf dari orang tua Alena.
"Sebelumnya saya minta maaf buat bapak dan ibu, pertama perkenalkan nama saya Alvaro Gavril Adalvino," jeda Alvaro.
"Saya ingin meminta maaf akan kejadian empat tahun lalu, karena kelakuan saya Alena harus menanggung akibatnya." ucap Alvaro berlutut di depan ibu dan bapak Alena.
Perkataan Alvaro tadi membuat bapak Joni yang mendengarnya marah, beliau sudah sangat lama sekali ingin menghajar orang yang sudah berani menyakiti anaknya.
"Jadi kamu yang udah menghancurkan anak saya?!" tanya bapak Joni dengan nada marah bahkan urat-urat nya terlihat menandakan beliau sangat-sangat lah marah.
.
.
Bersambung.....
...FOLLOW IG @Lala_Syalala13...
...PENILAIAN NYA YA 🌟 🌟 🌟 🌟 🌟...
...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...
...VOTE 💌...
...LIKE 👍🏻...
...KOMENTAR 🗣️...
I like... ❤️❤️❤️❤️❤️