NovelToon NovelToon
Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Pengganti / CEO / Ibu Pengganti / Cintapertama
Popularitas:38.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alin Aprilian04

Follow ig aku yah buat liat visualnya @author_alin

Seorang wanita yang rela menikah dan mengandung buah hati sang majikan demi untuk membuat hidup orang tua beserta saudaranya lebih baik. Namun baru empat bulan kehamilan, Azizah memilih pergi menjauh dari kehidupan Arga karena ia takut sang anak akan di bawa oleh pria yang berselisih umur 12 tahun dengannya itu.

Dan empat tahun kemudian, saat sang anak sudah besar, Arga kembali menemuinya di saat yang tak sengaja. Lalu Arga ingin kembali bersamanya, namun Azizah tidak sudi kembali lagi berumah tangga dengan pria itu. Kebencian Azizah semakin menjadi pada Arga, setelah ia tahu bahwa Arga adalah penyeban meninggalnya kedua adiknya.

"Aku mohon, kembalilah padaku. Ayo buka lembaran baru kembali. Kita mulai dari awal lagi semua ini."

"Pergilah, aku sudah tidak ingin ada urusan lagi dengan mu. Kamu sudah menghancurkan hidupku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alin Aprilian04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rindu

Seorang wanita kini sedang marah di ruang kerjanya. Wanita cantik yang berprofesi sebagai model itu tampak mengamuk dengan mengacak-acak barang-barang yang ada di meja kerjanya. Para bawahannya begitu takut, termasuk Leo, asisten pribadinya itu tampak menundukan kepalanya takut.

"Sial, Bagaimana bisa Arga menemukan pembantu itu!" Teriak Elsa. Sifatnya tak secantik wajahnya. Elsa wanita pemarah dan keras kepala.

"Saya tidak tahu, Nyonya. Tapi pada saat saya menyelidikinya, ternyata Tuan Agam pun sedang berada disana. Beliau mendirikan Rumah Sakit disana. Sepertinya semua ini tidak di rencanakan, Nyonya. Mereka bertemu secara tidak sengaja," ucap Leo.

"Tidak, mereka tidak boleh bersatu. Aku tidak sudi melihat si pembantu itu bersama Arga. Aku tidak mau mereka bahagia."

"Leo, lakukan apa saja yang dapat membuat mereka berpisah. Sekalipun harus mengorbankan nyawa lagi!" ucap Elsa dengan amarahnya yang memuncak.

"Nyonya tapi... "

"Tidak ada tapi-tapian Leo. Aku tidak ingin melihat mereka bahagia. Pastikan jangan ada jejak dalam apapun yang kamu lakukan agar tidak tercium oleh kepolisian."

"Baik, nyonya." ucap Leo tak bisa membantah apa yang di katakan majikannya. Mengingat Elsa begitu berjasa atas kehidupannya selama ini. Wanita itu telah menyelamatkannya dari kemiskinan juga kesengsaraan hidup.

"Lakukan secepatnya. Tapi ingat, jangan sampai Arga terluka. Aku hanya ingin Azizah dan anaknya yang bahkan hilnag dari dunia ini."

"Baik, Nyonya. Saya akan melakukannya segera mungkin."

Leo keluar dari ruangan itu. Sudah hampir 3 tahun ia berpisah dengan Arga dan tidak pernah bertemj kembali dengan pria itu. Rasa penyesalan bahkan masih menghantuinya sampai saat ini. Andai ia tak menyia-nyiakan pria baik seperti Arga, mungkin ia tak akan seperti ini. Elsa pun di pisahkan dari sang anak karena keputusan pengadilan yang memutuskan hak asuh jatuh kepada Arga karena dirinya memiliki penyakit Bipolar yang merupakan gangguan kejiwaan yang membuat penderitanya tak mengalami perubahan emosi yang dratis. Jika marah, Elsa akan senantiasa mencurahkan segala kemarahannya dan sampai tak bisa mengontrol dirinya sendiri. Dan itu berakibat fatal jika mengasuh anak balita karena bisa berdampak menyakiti.

"Aaaarrrgghhh!" Teriak Elsa di kamar mandi pribadi ruang kerjanya seraya mengguyur tubuhnya du bawah shower. Ia menangis sesegukan disana. Semenjak Arga menceraikannya bahkan mentalak tiga kali, Elsa tidak bisa move on sampai sekarang. Ia tidak bisa mencintai pria lain selain Arga. Mungkin ini adalah karma baginya karena dulu ia sangat menyia-nyiakan Arga dan malah mendua dengan pria lain.

"Arga, aku tidak akan membiarkan kamu menikah dengan wanita lain selain aku. Kamu harus menjadi milikku lagi. Bagaimana pun caranya."

***

Pagi hari yang sunyi dan sejuk. Suara burung berkicauan meramaikan hari yang tampak sunyi. Embun pagi yang segar menumbuhkan semangat para pejuang kehidupan. Begitupun dengan Arga yang kini tengah bersemangat menyiapkan sarapan untuk istri tercinta dan juga putra tersayangnya. Ia ingin menghidangkan suatu makanan yang di buat oleh tangannya sendiri. Mengingat Azizah belum bangun dari tidurnya karena baru saja kembali tidur jam 4 setelah melaksanakan shala subuh. Begitupun juga dengan Zio, jagoan kecilnya itu masih terlelap dalam mimpi indahnya dalam pelukan sang bunda.

Brak

"Oh my god!" ucap Arga spontak karena kaget. Ternyata Agam yang menggebrak meja makan.

"Shiittt... Menyebalkan!" Kesal Arga. Namun kini ia lebih memilih melanjutkan masaknya dari pada meladeni sahabat usilnya itu.

"Serius amat, Lu. Lagi ngapain?" tanya Agam seraya menghampiri Arga.

"Lagi bikin sarapan buat istri tercinta lah!"

"Sombong, Lu!"

"Minggir Lo kalau cuman gangguin sana!" Usir Arga.

"Gue mau dong di bikinin, Ga."

"Bikin aja sendiri."

Arga membawa makanan untuk sang istri lalu melewati Agam begitu saja. Agam mencibik kesal sahabatnya itu.

Arga kini sudah berada di kamar Azizah yang letaknya di lantai dua rumah itu. Di lihatnya Azizah masih tertidur dengan lelap bersama anaknya. Arga menyimpan makanan itu di atas meja kecil di pinggir ranjang. Lalu ia memberanikan diri mendekati Azizah lalu mencium keningnya penuh cinta. Setelah mencium sang istri, Arga menghampiri Zio lalu mencium pipinya gemas. Lengkap sudah bahagianya saat ini. Anak dan istrinya sudah kembali bersamanya meski Azizah belum sepenuhnya menerimanya.

Drrttt drrttt

Tiba-tiba handphone yang berada di saku celananya bergetar. Dilihatnya kini panggilan dari Putri. Anak perempuannya yang lahir dari rahim Elsa.

Arga kini keluar dari kamar, lalu menuju taman rumah untuk mengangkat video call.

"Halo Tuan Putri tersayang!" ucap Arga melambaikan tangan dan juga menyematkan senyuman pada sang anak.

"Halo Ayah, Ayah kenapa gak pulang-pulang? Putri kangen sama Ayah!" ucap anak menggemaskan itu dengan mata yang berkaca-kaca.

"Tunggu Ayah beberapa hari lagi yaa, sayang. Ayah janji akan pulang. Tapi sekarang Ayah masih banyak kerjaan disini. Ayah akan segera menyelesaikan semuanya dan bertemu dengan putri kecil Ayah!" ucap Arga. Namun ia melihat kesedihan di raut wajah putrinya itu. Hingga tak lama kemudian, Putri menangis kencang lalu memeluk baby sitternya yang sudah ia anggap sebagai Ibu sendiri karena telah mengasuhnya sejak kecil.

"Maafin Ayah yaa, sayang. Sudah jangan menangis yaa cantik," ujar Arga membujuk. Terlihat suster Rini menenangkan Putri agar behenti menangis.

"Sus, tolong jaga Putri yaa. Kemungkinan saya akan pulang beberapa hari lagi."

"Iya, Tuan."

"Putri sayang sudah jangan sedih yaa. Ayah mau kerja lagi Nak. Maaf yaa Ayah tinggal dulu, sayang. Bye Putri!" Arga melambaikan tangannya. Tapi Putri tetap menangis di pangkuan sang pengasuh.

"Kiss dulu, baby." ucap Arga. Namun Putri tetap tidak merespon. Arga mengerti, mungkin Putri masih sedih dan merindukannya.

"Yasudah, Ayah matiin yaa. Dadah sayang, nanti kita Video call lagi."

Arga memencet tombol merah di handphonenya. Lalu duduk di kursi taman seraya menghela nafas. Sebenarnya ia tak tega, tapi saat ini ia harus menyelesaikan dulu masalahnya dengan Azizah. Ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.

"Ayaahhh!"

Tiba-tiba terdengar suara Zio memanggilnya. Di lihatnya kini Zio memanggilnya dari jendela kamarnya. Arga pun tersenyum, menatap jagoan kecilnya yang memanggilnya dengan penuh kerinduan. Arga segera melangkahkan kakinya menuju kamar Azizah. Lalu sesampainya disana, Arga langsung memeluk Zio dan mengangkatnya tinggi tubuh anak menggemaskan itu.

Azizah terbangun mendengar suara yang cukup terdengar nyaring di telinganya. Azizah terenyuh melihat pemandangan indah di pagi hari ini. Akhirnya sang anak mendapatkan sosok seorang Ayah yang selama ini di rindukannya. Tanpa di sadari, air matanya mengalir begitu saja melihat betapa bahagianya Zio saat ini. Mendapatkan kebahagiaan yang tidak pernah bisa ia berikan selama ini pada jagoan kecilnya itu.

Aziziah baru melihat raut wajah bahagia Zio yang sesungguhnya, kini wajah putranya itu terlihat ceria dan mendadak menjadi sosok yang periang. Apa aku harus belajar menerima Mas Arga kembali?

Arga kini melihat ke arah Azizah yang ternyata sudah terbangun, ia menghampiri wanita cantik dan lemah lembut itu.

"Kenapa menangis, sayang?"

Azizah menggeleng pelan. Ia terlalu gengsi untuk mengatakan yang sebenarnya.

1
😍nox cek😍
tegang bgt kk author semangat terus
budak jambi
tu pasti org suruhan anjing elena...semoga azizah selamt dan karma hampiri elena kl perlu menderita t anjing betina si elena
😍nox cek😍
wah ada rasa rasa yg mulai tumbuh nih..awas dokter Azizamasih milik y Arga... semangat terus author
budak jambi
kasi pelajaran t elsa..buat berita jg yg menghancur kn karir ny..seorg ibu yg tdk mengakui ank yg di kandung jg tega tunggali ank ny demi kaarir
Mimi Ilham
dasar somprett
lo elsa
budak jambi
dasar elsa gila...dak sadar diri wanita jalang apa yg di bangga kn dr elsa yg seorg artis tp dak punya hati ibu yg tinggal kn ank ny
Alin Aprilian04
temen-temen buat kalian yang mau liat visualnya Azizah dan Arga bisa liat di ig @author_alin yaa...
jangan lupa like sama comment nya yaa biar author makin semangat nih nulisnya🥰
Mimi Ilham
betul itu zah, jgn mau anakmu di ambil
Alin Aprilian04
Halo temen temen, makasih banyak yaa udah baca ceritaku, jangan lupa vote, like sama comment nya yaa biar author semangat nulisnya😂❤️
Sania Putri
goood
Marietje Marhaeny Uguy
gimana ni baru aja bab 23 kok sdh tdk dilannutkan
Marietje Marhaeny Uguy
lanjut dong
aisyah firsya
cukup bagus
Sukemis Kemis
Sampai begadang buat baca ini, terbayang-bayang sampe pagi.😍
Aishi OwO
Berkesan banget!
bea ofialda
Menakjubkan!
Yuzuru03
Ditunggu cerita baru selanjutnya ya, thor ❤️
Candela Antunez
Kepayang
L3xi♡
Ngakak guling-guling
yukio_gchs
Wow! Menghancurkan! 😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!