NovelToon NovelToon
BIDADARI BESI

BIDADARI BESI

Status: tamat
Genre:Mafia / Kebangkitan pecundang / Anak Yatim Piatu / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:437k
Nilai: 5
Nama Author: Arlingga Panega

Leona harus menghadapi cobaan hidup yang berat sejak usia dini. Ketika berusia lima tahun, orangtuanya, yang merupakan sepasang perwira yang teguh, tewas dalam pembantaian mengerikan karena ikut mengusut sebuah kasus besar yang terjadi di kota X.

Ditinggalkan tanpa keluarga, Leona harus belajar bertahan dan menghadapi kehidupan yatim piatu. Meskipun begitu, kekuatan batinnya yang luar biasa membantu Leona melawan rasa kehilangan dan kesepian. Pada usia enam tahun, hidupnya berubah secara tak terduga ketika dia diadopsi oleh seorang pria kaya bernama Willson Smith.

Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama ketika Leona mengetahui bahwa Willson Smith sebenarnya adalah seorang ketua mafia yang kuat dan berpengaruh di kota C. Terpapar oleh dunia gelap kejahatan, Leona harus menemukan keberanian dan keteguhan untuk menjaga integritasnya sendiri.

Sanggupkah dia menemukan pembunuh kedua orang tuanya dan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arlingga Panega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta Restu

Willson Smith baru saja tiba di Kota J dengan menggunakan jet pribadinya. Seperti biasanya, kedatangannya disambut dengan gemerlap dan antusiasme. Dengan langkah mantap dan berwibawa, Willson melangkah keluar dari jet dan langsung bergegas menuju mobil mewahnya yang telah menanti dengan siap di samping landasan.

Meskipun aura kemewahan dan kesuksesan tampak begitu kentara di sekelilingnya, hati Willson sebenarnya tak pernah berhenti berdebar-debar. Hari ini adalah momen yang amat ditunggu-tunggu olehnya. Kedatangannya ke kota ini memiliki tujuan yang sangat jelas, yaitu mendatangi kediaman besar milik Calvin Steward, orang tua dari wanita yang telah mencuri hatinya, Liora.

Perjalanan menuju kediaman milik Calvin Steward membutuhkan waktu sekitar 20 menit, Willson terlihat sangat gugup, keringat mulai keluar dari dahinya, meskipun AC mobil itu terasa dingin tetap saja tak bisa mendinginkan perasaan Willson yang saat ini tengah dilanda rasa gugup dengan degup jantung yang terus berdebar-debar.

Sampai di depan gerbang megah kediaman Calvin Steward, Willson tetap mencoba menyembunyikan gugupnya di balik wajah percaya diri. Ia mengetuk pintu dengan penuh kehati-hatian dan mengenakan senyuman yang tulus. Tak butuh waktu lama, pintu terbuka dan sosok tua yang terhormat, Calvin Steward, muncul di hadapannya.

Dengan penuh sopan dan hormat, Willson memperkenalkan diri dan menyatakan maksud kedatangannya. Ia ingin meminta restu dari Calvin Steward untuk menikahi putri kesayangannya, Liora. Meski telah berhasil mencapai banyak hal dalam hidupnya, namun momen ini terasa paling menentukan dan penuh tantangan.

Calvin Steward menyambut kedatangan Willson dengan hangat. Ia mengundang Willson masuk ke dalam kediaman yang megah, tempat kehangatan keluarga dan kebahagiaan terasa begitu kental. Willson dan Calvin Steward duduk berhadap-hadapan, dan Willson dengan tulus menceritakan tentang cinta yang mendalam dan tulusnya terhadap Liora, putri Calvin.

Dalam percakapan yang berlangsung, Willson memaparkan rencananya untuk masa depan bersama Liora, tentang bagaimana ia akan selalu mencintai dan menjaga putri mereka, serta berusaha memberikan kebahagiaan dan masa depan yang gemilang. Ia menunjukkan tekadnya untuk menjadi sosok yang setia dan tangguh, yang pantas menjaga dan menyayangi Liora seumur hidup.

Calvin Steward mendengarkan dengan perasaan campuran. Di satu sisi, ia merasa terharu melihat kesungguhan dan kebaikan hati Willson. Namun di sisi lain, sebagai seorang ayah yang peduli, ia juga ingin memastikan bahwa putrinya akan bahagia dan dilindungi sepanjang hidupnya.

"Jadi bagaimana? Apakah anda bersedia memberikan restu untukku menikahi Liora?" tanya Willson.

Tak lama terlihat beberapa orang pelayan berdatangan, menyajikan berbagai macam cemilan dan juga teh. Kedatangan Willson benar-benar disambut dengan sangat baik oleh seluruh penghuni kediaman besar itu.

Tap...

Tap...

Tap...

Carina melangkahkan kakinya menuju ruang tamu, dia baru saja diberitahu oleh salah seorang pelayannya, bahwa saat ini kediaman besar milik mereka telah kedatangan seorang tamu agung, Willson Smith, seorang pengusaha sukses yang berasal dari kota C.

Willson dan Calvin melirik bersama-sama ke arah wanita yang saat ini baru saja sampai di ruang tamu, Calvin segera berdiri, kemudian memperkenalkan istrinya kepada Willson.

"Dia istriku, Carina." ucapnya.

Carina segera menyodorkan tangan, kemudian disambut oleh Willson, dia menunjukkan tatapan penuh hormat meskipun sebelumnya Liora telah menceritakan tentang siapa Carina itu. Tapi saat dia melihat keberadaan wanita itu, entah kenapa Willson merasakan bahwa sebenarnya Carina tidaklah seburuk yang diduga oleh Marlina maupun Liora, wanita itu terlihat sebagai sosok yang lembut dan juga perhatian, bahkan dia penuh kasih sayang.

Akhirnya ketiga orang itu pun kembali mendudukkan diri mereka di kursi, Calvin terlihat menunduk, entah apa yang harus dikatakannya saat ini, tentang status sang putri yang memiliki seorang anak berusia 6 tahun, padahal statusnya masih lajang. Antara malu dan segan di hadapan pria terhormat yang kini tengah duduk di hadapannya itu.

"Pa.." Carina menggenggam tangan Calvin, seolah tengah menguatkan pria itu agar berterus terang, tentang keadaan putrinya. Walau bagaimanapun, Carina tidak ingin jika sampai Liora dipandang sebelah mata. Apalagi setelah pria itu mengetahui status yang disandangnya.

"Maaf, saya tahu jika seharusnya tidak ikut campur dalam permasalahan yang menyangkut Liora, hanya saja ada satu hal yang harus anda ketahui sebelum benar-benar melangkah menuju jenjang selanjutnya." Carina menghentikan ucapannya, dia menelan salivanya dengan susah payah, seolah apa yang akan diucapkannya itu sangatlah berat.

"Apakah anda sudah mengetahui tentang status Liora dan juga putranya yang bernama Kendrick?" tanya Carina dengan sangat hati-hati.

Willson menganggukkan kepalanya, saat ini dia juga mengalami sedikit masalah. Haruskah dia mengatakan bahwa sebenarnya pria brengsek yang telah menodai Liora saat itu adalah dirinya?

Carina menarik nafas panjang, hingga akhirnya sebuah kalimat meluncur dari mulutnya. "Liora adalah gadis baik-baik, hanya saja dia memiliki nasib yang tidak beruntung. Hampir 7 tahun yang lalu, saat dia bekerja sebagai seorang office girl di sebuah hotel yang berada di kota A, dirinya telah dilecehkan oleh seorang pria, hingga akhirnya dia memiliki seorang putra dan membesarkannya sendirian. Jangan berpikir jika saat ini aku sedang menyarankanmu untuk mundur, hanya saja aku tidak ingin jika suatu saat nanti putri cantikku mendapatkan masalah, apalagi jika sampai kau mengetahui permasalahan ini dari orang lain."

Calvin tertunduk, dia tak bisa berkata-kata di depan Willson Smith, hatinya saat ini seakan teriris, bagaimanapun sebagai seorang ayah dia telah lalai sehingga membiarkan putrinya mendapatkan begitu banyak kepedihan dalam 25 tahun terakhir.

Sementara Willson berusaha menguatkan hatinya untuk bisa berterus terang di hadapan kedua orang calon mertuanya itu. "Maafkan aku.. Akulah pria brengsek yang telah menodai putrimu. Bukan aku tidak ingin bertanggung jawab, bahkan aku telah memberikan kartu nama beserta sebuah Black Card yang bisa digunakan oleh putrimu, jika dia menuntut pertanggung jawaban. Hanya saja hingga 7 tahun penantianku, dia bahkan sama sekali tidak menghubungi, Black Card yang kuberikan tak pernah dia gunakan, sehingga aku kehilangan jejaknya."

Willson tertunduk, sementara Calvin saat ini langsung berdiri, dia mempergunakan tangannya untuk memberikan pelajaran kepada pria yang saat ini mendatanginya, tanpa ragu-ragu Calvin segera melayangkan tamparan dan juga pukulan ke arah Willson, sementara pria di hadapannya saat ini hanya terdiam, menerima dengan sepenuh hati semua pukulan yang diberikan oleh Calvin. Sedikitpun tak terbersit dalam pikirannya untuk melawan pria tua itu, dia sadar bahwa apa yang diperbuatnya di masa lalu benar-benar tidak termaafkan.

"Maaf.." cicit Willson dengan suara yang sangat perlahan, sementara amarah Calvin semakin meninggi, dia terus saja melancarkan serangan kepada Willson, seolah saat ini dirinya tengah melampiaskan seluruh amarahnya, atas penolakan yang dilakukan oleh Liora tempo hari.

"Pa..! Cukup pa! Jangan pukuli dia lagi! Apa yang menimpa Liora tak hanya merupakan kesalahan pria itu, dalam hal ini kita berdua juga memiliki kesalahan yang sama besar, karena telah mengabaikan gadis itu selama 25 tahun. Andai saja saat itu papa memberikan perlindungan, mungkin Liora tak harus hidup dalam kesulitan. Bahkan dia tidak akan mengalami pelecehan." ucap Carina, dia merasa begitu kasihan melihat Willson yang sudah babak belur akibat dihajar oleh suaminya.

"Pa..! Restui mereka, berikan kesempatan pada pria itu untuk membahagiakan putri kita, Liora. Mama yakin dia pasti sanggup memberikan perlindungan yang seharusnya kita berikan sejak dulu." ucap Carina dengan sangat bijaksana tangannya mengusap bahu sang suami untuk menguatkannya.

Akhirnya Calvin pun luluh, dia mewanti-wanti kepada Willson agar bersikap baik terhadap putrinya, dia tak ingin Liora mengalami nasib buruk untuk yang kedua kalinya. "Jika kau sudah bosan atau tidak mencintai putriku lagi, maka kembalikan dia padaku dengan cara yang baik, sebagaimana kau memintanya saat ini. Ingat satu hal, jangan pernah menyakiti Liora, dia belum pernah merasakan kebahagiaan, bahkan sebagai seorang ayah, aku telah gagal memberikan kasih sayang dan perlindungan terhadapnya."

"Aku berjanji akan memberikan kebahagiaan yang sempurna untuk putrimu," ucap Willson dengan penuh tekad.

Setelah pertemuan yang panjang dan penuh makna, Calvin Steward akhirnya memberikan restunya. Ia melihat kualitas luar biasa dalam diri Willson, dan merasa percaya bahwa Willson adalah pria yang tepat untuk Liora. Namun, Calvin juga menegaskan bahwa pernikahan adalah komitmen besar, dan Willson harus selalu berusaha untuk menjadi suami yang baik dan ayah yang penuh tanggung jawab.

Dengan perasaan lega dan bahagia, Willson meninggalkan kediaman Calvin Steward. Langkahnya kali ini lebih ringan, dan senyuman di wajahnya begitu lebar. Ia tahu bahwa tak hanya mendapatkan izin, tetapi juga rasa percaya dari calon mertuanya. Kini, ia memiliki lebih banyak alasan untuk melangkah maju dalam rencana cintanya bersama Liora, wanita yang mencuri hatinya dan memberikan arti baru dalam hidupnya.

"Tunggu..!"

1
kriwil
knp jadi benci si will kaena sok dekat sama ayah laknat dan ibu tiri edan itu ya
kriwil
emang pantes si will datang minta restu orang calvin aja ga pernah mbiayai dan nlantarin liora
kriwil
ngapain kau minta restu sama bapak kurang ajar itu will demi membahagiakan bini baru dia rela menelantarkan anak lainya dan membuang istri sah dan memisahkan anak kembarnya demi wanita baru
kriwil
dan aneh nya ngapain si willson akan menemui si celvin bapak ga tangung jawab sama liora minta restu 🤣🤣
kriwil
siap siap ketmu anak kandung mu willson 😀
kriwil
nah yang pantas jadi anak si wilson itu si leona bukan anak lembek kek kendrick
kriwil
masa bibit seorang willson cengeng malah pantas si leona yang jadi anak si willson
kriwil
semoga cepat mendapat karma sekalian sama bini ke 2 nya
kriwil
bukanya su liora pas habis di tiduri wilson dia di kasih 2 atm masa iya bisa hidup susah miskin gitu
kriwil
kasih vido nya ke emak mu wil biar matanya kebuka lebar tuh kelakuan calon mantunya
kriwil
bisa bisa seorang nyonya sherly yang kaya raya bisa ketipu buntalan jalang 🤣
kriwil
berarti bapak nya leona yang mati itu cuma bertangung jawab nikah in perempuan yang di hamili wilson ,kasian sekali si perwira yang baik hati
kriwil
skip 10thn atau 15thn kemudian tour biar ga kelamaan perang nya
kriwil
tunggu beberpa tahun kedepan susan suami mu paati akan di bantail sama keponakan tirinya😀
kriwil
anak pungut dan anak tiri kenpa selalu mempunyai hati busuk selalu iri dan dengki apa memang di takdirkan begitu😀
❄️ sin rui ❄️
si arra arra 🤣
❄️ sin rui ❄️
thor aku baca baru nyampe bab ini, tapi thor apakah di akhir willson bakal jadi musuh wilona? aku sih berharap nya tidak ya thor, gak apa2 wilsoon keras mendidik wilona, asal di akhir mwreka gak jdi musuh
Aize Ze🗝️🥀°_°
kok gk ad thor
lovely
anjay kocak jg🤣neh bocil😭
lovely
kasihan sekali leona🥺🥺ditinggal sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!