NovelToon NovelToon
Madu Untuk Amira

Madu Untuk Amira

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:609.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aina syifa

Setelah usia lima belas tahun pernikahan, Farhan suami Amira berpaling ke lain hati. Dia berniat untuk menikah lagi.

Amira tak ada pilihan lain selain mengizinkan suaminya menikah lagi. Dia yakin kalau suaminya akan berlaku adil pada ke dua istrinya.

Namun poligami tak seindah apa yang Amira bayangkan. Setelah menikah dengan gadis itu, Farhan berubah. Dia lebih mengutamakan istri ke duanya itu. Apakah Amira sanggup menjalani kehidupan rumah tangganya yang sekarang. Atau dia lebih memilih hidup sendiri dengan membawa anaknya pergi dari kehidupan suaminya.

.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aina syifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi ke istri ke dua

Setelah shalat isya, Farhan kembali pulang ke rumahnya. Sesampainya di teras depan rumahnya, Farhan mengetuk pintu rumahnya

Tok tok tok...

"Assalamualaikum," ucap Farhan.

"Wa'alaikumsalam," ucap Laila dari dalam rumah.

Laila membuka pintu untuk ayahnya. Setelah itu dia tersenyum pada Farhan.

"Abi udah pulang?" tanya Laila yang langsung mencium punggung tangan ayahnya.

"Umi kamu udah makan?" tanya Farhan.

"Udah Bi. Tadi Tante Novi udah nyuapin dia," jawab Laila.

"Umi kamu udah minum obat?" tanya Farhan lagi.

"Udah Bi. Dan sekarang Umi udah tidur di kamarnya," jelas Laila.

"Oh. Kalau Tante Novi? dia kemana?"

"Tante Novi juga udah masuk ke kamar Bi."

"Oh."

Setelah menutup pintu, Laila dan Farhan kemudian masuk ke dalam rumahnya. Mereka melangkah ke ruang tengah.

Ring ring ring...

Suara ponsel Farhan tiba-tiba saja berdering.

Farhan menatap ke sekeliling.

"Handphone Abi mana ya La?" tanya Farhan pada anaknya.

"Oh. Itu Bi ada di dekat tivi. Bukannya Abi ya yang sudah meletakkannya di situ."

"Oh iya, Abi lupa."

Farhan bangkit dari duduknya. Dia kemudian mendekati televisi untuk mengambil ponselnya yang sudah dia tinggal beberapa jam.

Farhan tersenyum saat melihat panggilan dari Zia.

"Siapa Bi?" tanya Laila.

"Ini, Mbak Zia yang nelpon," jawab Farhan datar.

Laila tersenyum kecut saat mendengar ucapan ayahnya.

Jadi dari tadi hape ayah bunyi, ternyata Mbak Zia yang nelpon. Kenapa sih, dia nelpon-nelpon terus. Nggak tahu Abi lagi repot ngurusin Umi apa.

Laila tampak kesal saat tahu kalau Zia yang sejak tadi menelpon Farhan.

Farhan kemudian mengangkat panggilan dari Zia.

"Halo. Assalamualaikum Mas."

"Wa'alaikumsalam."

"Kamu sudah ada di rumah Mas?"

"Udah Zi."

"Kamu mau ke sini nggak? katanya kalau kamu udah pulang, kamu mau ke rumah aku."

"Iya Zi. Aku mau ke rumah kamu."

"Kapan Mas?"

"Insya Allah malam ini."

Laila terkejut saat mendengar ucapan ayahnya.

Apa! Abi mau ke rumah Mbak Zia. Lalu, bagaimana dengan Umi. Siapa yang mau ngurusin Umi, batin Laila.

Setelah memutuskan saluran telponnya, Farhan kemudian menatap Laila.

"Laila, Umi kamu udah tidur kan?" tanya Farhan pada Laila.

"Udah Bi," jawab Laila singkat.

"Kalau begitu, bilang sama Umi kamu ya kalau dia bangun. Malam ini, Abi nggak bisa temani Umi kamu. Karena Abi mau ke rumah Laila."

"Tapi Bi. Umi kan baru pulang dari rumah sakit. Siapa nanti yang akan ngurusin Umi. Kalau tiba-tiba Umi bangun dan minta ke kamar mandi? masa Laila yang harus gotong Umi."

Farhan tersenyum.

"Kan kamu nggak sendirian. Ada Mbak Novi juga kan. Lagian, rumah Mbak Laila juga dekat, cuma lima menit aja pakai motor. Kalau ada apa-apa sama Umi kamu, kamu bisa telpon Abi. Nanti Abi langsung pulang deh."

"Jadi Abi mau nginap di rumah Mbak Zia?"

"Iya. Soalnya Abi udah janji sama dia kalau Abi mau ke sana. Dan malam ini, Abi juga akan nginap di sana."

"Tapi Abi nggak kasihan sama Umi."

"Ya kasihan dong. Tapi Umi kamu kan sudah dua minggu Abi temani. sementara Mbak Zia, Abi abaikan begitu saja. Kasihan kan dia. Sekarang gilirannya untuk Mbak Zia dong malam ini."

Ih, Abi jadi ngeselin banget sih. Masa dia mau ninggalin Umi demi Mbak Zia. Harusnya kan dia temani Umi dulu untuk malam ini. Karena Umi kan baru pulang dari rumah sakit.

"Ya udahlah, terserah Abi aja. Kalau Abi mau ke rumah Mbak Zia, ya udah sana pergi aja." Laila bangkit dari duduknya. Dia yang merasa kesal, buru-buru melangkah ke kamar ibunya.

Laila menatap ibunya lekat.

Kasihan Umi. Kenapa Abi harus nikah lagi sih. Kenapa Abi jahat banget sama Umi.

Beberapa saat kemudian, Farhan masuk ke dalam kamar Amira. Dia kemudian menatap Laila lekat.

"Abi mau ambil jaket. Soalnya udara malam ini dingin. Sekalian Abi mau ambil baju ganti satu setel untuk besok pagi," ucap Farhan.

Dia kemudian melangkah ke lemari dan mengambil jaket dan satu setel baju untuk ganti besok di rumah Zia.

"Laila, malam ini, kamu tidur di kamarnya Umi ya. Abi mau ke rumahnya Zia."

"Iya."

Setelah itu, Farhan pun pergi meninggalkan Amira. Dia melangkah ke luar dari rumahnya. Setelah itu Farhan pun ke rumah Zia dengan mengendarai motornya.

Setelah Farhan pergi, Amira tiba-tiba saja mengerjapkan matanya. Dia menatap Laila yang saat ini masih duduk di sisinya.

"Laila," ucap Amira.

Laila tersenyum saat melihat ibunya bangun.

"Umi, Umi bangun.

"Laila, Umi haus. Umi pengin minum," ucap Amira.

"Tunggu ya Umi. Laila ambilin di dapur. Laila tadi lupa mau bawa air ke sini."

"Iya."

Laila bangkit dari duduknya. Setelah itu dia melangkah keluar dari kamar ibunya untuk mengambil minum di dapur.

Laila mengambil gelas dan menuang air putih sampai satu gelas penuh.

Beberapa saat kemudian, Novi menghampirinya.

"Laila, kamu belum tidur? Tante fikir, kamu udah tidur di kamar kamu."

"Aku mau tidur di kamar Umi malam ini Tan."

"Lho, kamu mau tidur sama Umi dan Abi kamu? kan Umi kamu lagi sakit. Dan kamu juga udah gede, nggak malu tidur sama orang tua."

"Abi pergi tadi."

Novi mengernyitkan keningnya.

"Mas Farhan pergi? pergi ke mana?"tanya Novi.

"Katanya dia mau nginap di rumah istri barunya."

"Apa!" pekik Novi. Dia terkejut bukan main saat mendengar ucapan Zia.

"Kamu yakin La?" tanya Novi

"Orang tadi Abi pergi. Udah izin sama Laila kalau dia mau ke rumah Mbak Zia."

"Terus, kamu ngizinin? kamu nggak bilang, kalau Umi kamu masih sakit dan belum bisa bebas bergerak. Siapa nanti yang mau ngurusin Umi kamu."

"Kata Abi, kalau ada apa-apa sama Umi, Abi bisa langsung pulang. Dan Laila di suruh untuk nelpon Abi, kalau Umi kenapa-kenapa."

"Halah, mana mungkin. Kalau Umi kamu malam-malam minta ke kamar mandi, terus kamu telpon Abi kamu. Apa mungkin dia mau tengah malam datang ke sini. Secara dia udah nyenyak tidur sama istri barunya," ucap Novi yang tampak kesal dengan ucapan Laila.

Dia sudah tidak percaya lagi sekarang dengan Farhan kakak iparnya itu. Sepertinya Novi semakin benci saja dengan Farhan.

"Tapi tadi Abi bilang gitu."

"Tapi Tante nggak percaya dengan ucapan Abi kamu."

"Ya udah Tan. Aku mau ke kamar Umi dulu. Aku mau antar air minum dulu untuk dia. Dia tadi minta minum. pasti sekarang dia udah nungguin."

"Umi kamu bangun?"

"Iya Tan. Baru aja dia bangun."

"Ya udah, kamu duluan aja ke kamar Umi kamu. Nanti Tante nyusul. Tante lagi ngerjain tugas dari kampus. Belum kelar."

Laila mengangguk.

"Iya Tan. Aku pergi dulu ya."

"Iya."

Laila kemudian pergi meninggalkan tantenya di dapur. Setelah itu Laila pun berjalan sampai ke kamar Amira dan langsung masuk ke dalam kamar Amira.

1
falea sezi
hmm uda lah amira lu aja jg gatel cari suami. yg tua dikit. lu itu uda punya anak perawan woy
falea sezi
gatel jg ne bocah q kira apa an larang emaknya nikah ma gus ehh tau nya
falea sezi
mending ma Galih sih agak sangsi ma gus gus itu tp gmna layla emakmu uda gatel pengen yg muda an/Curse/
Evy
penghasilan tidak mencukupi....tapi berpoligami... gimana ini ustadz...
Evy
wah...Mas Galih.. walaupun sudah cerai tapi kan masih ada anak yang jadi tanggung jawabnya...masa setengah gaji dikasih sama ipar..jatah anak kandung mu lho juga harus...
Evy
Zia kok jadi serakah... pingin miliki suami bersama sendirian..
YUANLU
Luar biasa
Linda Yohana
thoor ceritanya udah tamat belum
masih nunggu karena ceritanya gantung
semangat ya thoor
Qilla
terlalu naif
Qilla
balasan madunya semanis kurma ,ada istri kehilngan suami dan anak kehilangan ayah balasanya tak sebading
Widi Widurai
wkakak ealaa eala anake naksir to. makane ga boleh 😅
Widi Widurai
iyaalah pas mreka terpuruk, galih ada buat laila.
Widi Widurai
najong syekali
Widi Widurai
soalny lagi apes. coba aja toko dia ga bangkrut, anaknya ga mati, zianya ga gila. mana inget dosa dia. malah mungkin mau nambah lowongan cewe yg mau di"bantu"
Widi Widurai
sok sok an. tp ga liat dompet. slama ini dah bsa nyenengin istrinya belum, so so an nambaj
Dewi Shalomytha
Hidup masih kere aza so poligami,, berkedok ustad cm nyalurin hasrat adohhh mlh darah tinggi bacanya ini 😂
Imas Siti Rokayah
lanjut thor...
up...up
Xzip_92
LANGSUNG MASUK KAMAR AJA JANDA KALO MEMEKNYA UDAH TERLANJUR GATAL
Xzip_92
HAUS BELAIAN SI JALANG LANCAR BANGET NGOMONG LUPAIN BERONDONG TERCINTA
Xzip_92
PREEET. NGOMONG APA SI TANTE GIRANG HAUS BELAIAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!