NovelToon NovelToon
My Hot Personal Driver

My Hot Personal Driver

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:842k
Nilai: 4.7
Nama Author: Erna Surliandari

Lyra akan memberi sebuah kejutan ulang tahun untuk kekasihnya. Yang bahkan ia akan memberikan mahkota yang telah ia jaga selama ini untuk sang pria yang sudah Tiga tahun bersamanya. Namun ketika hari itu datang, justru ia yang dikejutkan dengan pemandangan panas didepan matanya.
Sang kekasih hati rupanya tengah bermbu bahkan di appartemen miliknya sendi yang tengah ditempati sang kekasih.

Dalam semua kesedihannya itu, ia melampiaskan semua pada sang supir pribadi yang sudah bersama menemaninya Satu tahun belakangan ini.
"Mereka saja bisa melakukan itu, maka aku juga bisa melakukannya. Denganmu,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Galaunya Vian

Vian langsung masuk dan meraih tubuh pak bambang yang sudah tergeletak begitu lemah di lantai rumahnya. Lyra yang ada dibelakangnya saat itu lantas menghubungi polisi untuk membantu mereka mengevakuasi jasadnya saat itu karena sudah dipastikan jika ia telah meninggal dunia.

Vian mengepalkan tangannya dengan begitu kuat, andai ia lebih cepat pasti setidaknya pak Bambang tertolong meski keadaannya begitu kritis.

"Dia memiliki serangan jantung selama ini." Lyra yang sempat mengetahui lantas menceritakannya pada vian mengenai riwayat Kesehatan sepuh di mall milik keluarganya itu. Ia selama ini bahkan sudah banyak menjalani pengobatan bahkan hingga ke luar negri untuk penyakitnya. Maka dari itu ia pension dini dari mall yang telah ia bangun bersama papi lyra dan beberapa rekan lainnya..

Para petugas segera datang kerumah itu dan segera mengambil alih jasad pak bambang. Duda beranak satu itu sudah tinggal terpisah jauh dari anak dan mantan istri yang ada di luar kota, dan memang sebatang kara di rumahnya.

Mereka semua melakukan outopsi atas jasad pria paruh baya itu, dan memberikan penyebab sementara kematiannya pada vian dan lyra yang sejak tadi menunggunya disana.

"Menurut riwayat kesehatan, pak bambang terkena syok hingga jantungnya kambuh. Apalagi ia tinggal sendiri hingga telat mendapatkan pertolongan," terang sang petugas pada keduanya. Dan kemungkinan lain akan menyusul karena vian meminta mereka untuk mengecek semuanya karena insting vian mengatakan ada yang berbeda.

Hingga sebuah mobil mewah datang menyusul, dan tak lain adalah papi lyra bersama demian. Lyra mencebik kesal melihat sang papi yang begitu lengket dengan pria itu saat ini. "Kenapa tak bergandengan saja supaya tampak semakin mesra," sindir kesal lyra pada keduanya.

"Tuan," tunduk vian melihat bosnya datang kesana.

"Ada apa kau datang kemari?" tanya papi seno.

"Ada... Keperluan dengan beliau," jujur vian padanya, tapi papi seno lantas menatapnya penuh curiga.

"Kita selesaikan dirumah, nanti." Vian mengangguk mendengar titahnya saat itu, meski lyra melirik papinya tajam agar tak menekan vian kali ini.

"Dia bukan anak kecil yang pantas kau lindungi," balas sang papi padanya.

"Ini bukan perkara anak kecil atau yang lain. Papi lihat sendiri jika ia sangat tertekan saat ini,"

"Kau sudah mulai memperdulikan orang lain? Siapa yang mengajarkanmu?"

"Yang jelas, bukan papi." Lyra dengan wajah datarnya menatap sang papi yang berdiri tepat didepan matanya saat ini.

Papi membalas tatapan itu, tersenyum miring melihat gelagat sang putri yang menurutnya aneh saat ini. Biasanya lyra apatis dan tak perduli apapun yang ada disekitar kecuali dirinya sendiri. Terlebih lagi selepas kepergian sang mami yang menambah rasa sakit diinti hatinya yang terdalam kala itu

"Bela dia semampunmu, Lyra. Hingga kau akan tahu semuanya, dan hanya tinggal memberi keputusan bagaimana terhadapnya nanti," ujar papi yang menyulut rokoknya saat itu.

Lyara hanya mengerenyitkan dahi dan menatap sang papi pergi dari hadapannya. Lantas ia kembali menghampiri vian yang terduduk lemah diatar kursi panjang yang ada, menatap seluruh rumah itu telah dipasangi garis polisi saat ini.

Ia gamang. Fikirannya tak tahu lagi akan mencari kemana orang-orang yang sempat bekerjasama dan pernah menjadi sahabat ayahnya. Ia hanya tahu pak bambang karena ia yang terdekat saat itu, dan ia melihat pak bambang hadir dan menangis di pusara keluarganya..

Papi lyra juga disana, tapi saat itu papi seno hanya diam terus menatap pusara sahabatnya tanpa berbicara apapun disana. "Siapa yang bisa aku cari lagi setelah ini?"

1
Lisa Halik
hapoy ending thor
Lisa Halik
wow vian beruntung
Lisa Halik
jackpot untuk vian
Lisa Halik
keren thor,saya mampir yaa..semangat
Hilda Naning
cerita yg memuaskan singkat padat jelas..
Hilda Naning
🤗🤗🤗
Tanti Berliant
Kecewa
Tanti Berliant
Buruk
Apalah Arti Sebuah Nama
bagus ceritanya ga bertele" ringkas & ga terlalu banyak episode nya👍👍👍 jdi ga bosan bacanya
Alenalexa
Kecewa
Alenalexa
Buruk
Sylvia Lestari
ceritanya bagus /Good/
zahra ou
aku kalo jd lyra juga bakal shock n marah. temen yg sll ada buat kita tiba2 jd emak kita. mrasa dkhianati kpercayaan sbg teman
Lisa Halik
Alhamdulillah happy ending&cerita bagus
Lisa Halik
sedap ke maya mainan java,rasakan
Lisa Halik
apakah salsa adiknya vian
Lisa Halik
kok lyra mau terus vian
Lisa Halik
sedap ke lyra mainan vian
Lisa Halik
huhuh..penasaran ni thor
Lisa Halik
apakah kematian keluarga vian ada kaitan sama papinya lyra@vian dendam sama keluarga lyra terus ditinggal lyra&lyra hamil anak vian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!