NovelToon NovelToon
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Astirai

Langkah yang ku tempuh sudah terlalu jauh, tetapi sepertinya tidak berujung...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astirai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

“Ya udaahhh.... mas gak

janji, tapi sekarang Sasa yang minta..... gimana...????” Tanya Sasa sambil

mengangkat-ngangkat alisnya dan tersenyum.

“Isshh..... bilang aja

kalau mau malakin mas Bram, dasar kancil, banyak akalnya!!!”Jawab Bram sedikit

sewot dengan adiknya. Renata tersenyum melihat mimik lucu Bram.

“Sooo.... are you agree

brother..???” Tanya Sasa sambil menggoyang-goyangkan lengan kakaknya.

“Iyaaaa... bawell!!!” Jawab

Bram sambil mencubit pipi Sasa, dan tiba-tiba Sasa mencium pipi kakaknya tanpa

malu-malu, padahal di tempat umum.

“Makasihhhh....” Jawab

Sasa sambil tertawa cerah. Renata menggeleng-gelengkan kepalanya melihat

keakraban Bram dan Sasa. Dia jadi merindukan kakaknya yang di Kalimantan.

Keduanya juga sangat akrab dan saling menyayangi.

“Gimana Ren... ni anak bawel

mau beli sesuatu...?” Tanya Bram dengan tidak enak karena harus memenuhi permintaan

adiknya.

“Ayuukk aja, kan kita

juga gak ada acara kemana-mana...” Jawab Renata tersenyum.

“Makasih ya mbak....” Kata

Sasa sambil mencium pipi Renata. “Mbak Rena gak cuma cantik, tapi baiiikkkk....

dech. Sasa jadi ngerasa punya kakak perempuan lagi..!!!”

“Diiihhh.... kalau ada

maunya jadi imut dech...” Bram meledek adiknya.

“Biarin...!!!”

Kemudian bertiga

meneruskan jalannya untuk mencari barang yang dimauin Sasa. Terlihat Sasa menggandeng

terus tangan Renata. Bram jadi merasa dicuekin karena Sasa mendominasi Renata.

Mereka berjalan keliling mall, mencari barang-barang yang mau dibeli Sasa.  Setelah menemukan barang-barang yang dicari,

mereka pulang, dan terlebih dahulu mengantarkan Renata ke rumah.

Sampai di depan rumah,

Renata turun dari mobil yang diikuti Bram dan Sasa.

“Oke makasih ya sudah dianter...”

“Mbak Rena sory ya....

jadi nemenin Sasa...”

“Gak papa Sa... mbak

seneng kok..” Jawab Renata dengan lembut.

“Kapan-kapan kita jalan

lagi ya mbak, tapi gak usah sama mas Bram...”

“Oke... kapan Sasa mau,

kontak mbak aja ya...”

“Sasa pamit ya mbak... sampai

ketemu..”

“Oke. Mas makasih ya...”

“Sama-sama Ren. Aku balik

dulu. Besuk aku jemput ke gereja pagi ya...”

“Iya mas..”

Setelah mobil Bram

berjalan, Renata masuk ke dalam rumahnya. Setelah mengganti pakaiannnya dan

membersihkan dirinya, Renata merebahkan tubuhnya di kasur. Dia tersenyum

mengingat pertemuannya dengan Sasa. Gadis yang menyenangkan. Renata

membayangkan seperti apa wajah ke dua orang tua Bram, kalau anaknya saja ganteng

dan cantik. Pasti maminya juga cantik dan papinya ganteng.

Sementara itu, di jalan,

diam-diam Bram tersenyum. Dia senang hari ini Renata lebih banyak tersenyum dan

tertawa., tidak seperti kemarin-kemarin, yang lebih banyak memperlihatkan wajah

sendunya dan sorot mata yang terluka. Renata... aku akan membuat kamu selalu

tersenyum, bahkan tertawa. Aku janji akan membuatmu bahagia selamanya. Kata

Bram dalam hati.

Hari Minggu pagi, seperti

yang dijanjikan, jam tujuh  pagi Bram

sudah sampai di rumah Renata. Mereka akan beribadah di gereja tempat biasa Bram

beribadah. Meskipun jadwal ibadah jam 9, tapi karena Bram bertugas, maka harus

datang lebih pagi. Setelah sampai di gereja, Bram memarkirkan mobilnya di dekat

gerbang, karena memang parkiran masih kosong.

“Yuk... kamu duduk di

sebelah sini saja ya, aku dapet tugas bareng Sasa...’ kata Bram sambil

menunjukkan kursi tempat duduk Renata. Kemudian Bram berjalan ke arah piano, dia

bertugas mengiringi pujian, sedangkan Sasa yang belum datang bertugas sebagai

Song Leader. Kemudian Bram mengisi kekosongan waktu dengan memainkan piano yang

mengalun lembut lagu-lagu pujian. Jari-jarinya sangat lincah menekan tust-tust

piano, bahkan sesekali Bram memperdengarkan suara merdunya.

Renata mengagumi Bram. Di

tengah-tengah kesibukannya, dia masih memberikan waktunya untuk aktif di gereja.

Ah.... mas Bram.. seandainya... Tiba-tiba Renata dikejutkan oleh orang yang

mencubit bahunya. Ketika menoleh ke belakang, ternyata Sasa sudah nyengir

sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami Renata yang kemudian cipika

cipiki.

“Pagi mbak cantik... muaah...”

Kata Sasa sambil mencium pipi Renata.

“Eh... pagi Sa. Sama siapa...?”

Tanya Renata.

“Tuh papi sama mami, tapi

masih ngobrol di luar. Mbak udah tadi..? Soalnya tadi mau bareng mas Bram, pagi

banget jalannya.”

“Belum lama kok...”

“Ya udah... Sasa ke depan

dulu ya mbak, ntar mas Bram sewot tuh.....”. Renata mengangguk.

Tak lama ibadah dimulai.

Bersama satu orang temannya lagi Sasa bertugas. Di tengah peribadahan, tiba giliran

Bram dan Sasa duet menyanyikan sebuah lagu pujian. Ternyata suara Bram dan Sasa

sangat pas dan bagus untuk  berduet.

Renata tambah mengangumi keduanya. Renata tidak menyangka kalau ternyata

Bram  memiliki suara yang bagus juga. Dan

dari tempat duduknya, Renata tidak berkedip memandangi Bram dan Sasa yang

bernyanyi dengan merdu. Sesekali Bram menoleh ke arah Renata duduk, dan saat

kedua mata pandangan mereka bertemu, Renata salah tingkah.

Ibadah selesai. Bram dan

Sasa berjalan menghampiri Renata yang masih duduk menunggu. Bram dan Sasa

menyalami Renata saling mengucapkan selamat hari minggu.

“Suaramu bagus mas, gak nyangka.

Sasa juga....” kata Renata memuji. Bram tersenyum, memang dari sejak remaja dia

sudah aktif di grup paduan suara gereja. Hanya sekarang dengan kesibukannya

yang sangat padat,dia tidak seaktif dulu lagi.

“Makasih kalau kamu

suka...” Jawab Bram.

“Yuk keluar, ketemu papi

sama mami. Kebetulan ada mbak Erina juga.” Ajak Bram.

Renata memandangi Bram

dengan diam. Dia merasa salah tingkah karena akan dikenalkan dengan keluarga

Bram.

“Kenapa Ren..??” Tanya

Bram karena melihat ketegangan di wajah Renata.

“Tenang aja....orang tuaku

nggak galak kok...” Kata Bram bercanda, untuk menghilangkan ketegangan Renata.

“Ayooo mbak. Papi sama

mami nunggu di luar..” Kata Sasa sambil menggandeng tangan Renata. Bram mengikuti

di belakangnya. Dan benar, orang tua Bram terlihat sedang mengobrol dengan dua orang

yang terlihat sebagai sepasang suami istri. Renata ragu-ragu melangkah

mengikuti Sasa yang masih menggandeng tangannya.

“Pi...mi...ini kenalin

teman baru Sasa...” Kata Sasa

“Pagi om...tante.. saya

Renata..” Kata Renata sambil mengulurkan tangannya menyalami ke dua orang tua

Bram, dan juga suami istri yang rupanya kakak Bram, Erina beserta suaminya,

Andi. “Pagi...juga.. Oooo..ini Renata...Waaahh...kenapa Sasa malah yang kenal

duluan..?” Tanya mami Bram menggoda. Renata tersenyum sambil menoleh ke arah

Bram, tapi Bram malah mengangkat kedua bahunya. Mami Bram terkesan dengan wajah

cantik Renata dan sangat sopan.

“Baru pertama ibadah di

sini..?” Tanya papi Bram dengan ramah.

“Iya om. Saya biasanya di

gereja yang di jalan Sudirman.” Jawab Renata dengan sopan. Tiba-tiba...

“Ommmm.....!!!” Suara anak

kecil memecahkan obrolan mereka.

“Hai..Noel... udah

selesai...?” Tanya Bram sambil mengangkat Noel tinggi-tinggi.

“Kenalin dulu nih..sama

tante cantik..” Kata Bram sambil menyodorkan badan Noel ke arah Renata.

“Hai...ganteng...siapa namanya...?”

Tanya Renata sambil mengulurkan tangannya. Noel diam, menoleh ke arah Bram,

seolah-olah bertanya, ini siapa.

“Ayoooo...mana tangannya

kenalan dulu..” Kata Bram lagi. Noel mengulurkan tangannya

“Siapa namanya jagoan

ganteng..??” Tanya Renata lagi sambil tersenyum dan memegang tangan Noel.

“Noel tante...tante siapa

namanya...?”Tanya Noel dengan berani.

“Tante Renata, tapi Noel

boleh panggil tante Rena. Tante boleh cium...??”

1
Amarantha Chitoz
makasihhhh
Amarantha Chitoz
lanjutin....
Amarantha Chitoz
sasa bisa aza....
Amarantha Chitoz
selamat
Amarantha Chitoz
smoga lancar
Amarantha Chitoz
lanjuttt
Amarantha Chitoz
hati2
next
Amarantha Chitoz
siippp next
Amarantha Chitoz
positif
Amarantha Chitoz
hamil....????
Amarantha Chitoz
jangan2 hamil ya, mudah2an
Amarantha Chitoz
sedih kannnn
Amarantha Chitoz
next yaaaaaa
Amarantha Chitoz
up.....
Amarantha Chitoz
ribet
Amarantha Chitoz
sembuh ya...
Amarantha Chitoz
stop lebay
Amarantha Chitoz
siiiipppp.. lanjut
Amarantha Chitoz
next lah
Amarantha Chitoz
ayo mulai pelan2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!