NovelToon NovelToon
Kukira Kau Cinta

Kukira Kau Cinta

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:753.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: dtyas

Berkisah tentang Janela Arsana (Our Love Story) yang harus menikah dengan Keenan Sanjaya (Menikahi Pamanmu) karena berada pada situasi yang tidak sengaja dan disaksikan oleh orangtua masing-masing. Juga nasib Kyra Sanjaya adik dari Keenan Sanjaya, yang melakukan one night stand bersama Jeff karena mabuk.

Janela harus melewati hari-hari pernikahan dengan pria yang lebih dewasa dan tanpa cinta. Sedangkan Kyra harus rela jika Jeff ada hubungannya dengan masa lalu sang Ayah.

“Pak Keenan, cangkir itu bekas bibir saya. Ini sama saja kita melakukan ciuman tidak langsung,” ujar Janela dengan polosnya membuat Keenan menyemburkan kopi yang sedang dia minum.

***

“Aku harus tanggung jawab?” tanya Jeff lalu terbahak. “Kyra sendiri yang datang padaku dengan keadaan mabuk dan merayu layaknya perempuan jal*ng. Lalu kalian berharap aku akan bertanggung jawab. Tidak akan pernah.”

Bagaimanakah kisah pernikahan Keenan dan Janela dan sedramatis apa hubungan Jeff juga Kyra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Ulahku

Sudah tiga hari ini Kyra tidak beraktivitas seperti biasanya. Masuk angin yang diyakini semakin meyakinkan karena keluhan yang dirasa memang timbul tenggelam. Menjelang pagi sampai siang kembali Kyra merasakan mual hebat bahkan menyebabkan perutnya bergejolak hingga muntah. Membuat Kyra lemas tak terkira tapi anehnya lewat siang hari perlahan dia akan merasa lebih baik dan menginginkan makan yang aneh-aneh.

Seperti saat ini, dia sudah berada di dapur meminta Bibi masak sesuatu yang berkuah asam dan pedas. Wajah pucatnya dan rambut yang dicepol asal-asalan, hanya memakai piyama. “Nanti bawa ke kamar ya Bi,” pinta Kyra sambil membawa botol air mineral.

Kediaman Elang terlihat sepi, karena Kayla bolak-balik Rumah Sakit mendampingi Oma Meera yang diopname. Kyra sudah kembali ke ranjangnya, berbaring malas dengan remote TV di tangan. Terdengar pintu diketuk, “Kak Kyra,” panggil Nana yang kepalanya menyembul di balik pintu yang terbuka setengah.

“Masuklah!”

“Kak Kyra sakit apa?” tanya Nana yang masih saja memanggilnya Kakak. Padahal jelas-jelas dia adalah kakak Ipar dari Kyra. Mungkin karena umurnya memang lebih muda dari Kyra jadi terbiasa dengan panggilan itu.

“Nggak ngerti juga aku, mungkin kecapekan.”

“Hm.” Nana duduk di tepi ranjang Kyra, “Aku mau ke kantor Abang, nanti sore rencana jenguk Oma. Kakak mau ikut?”

“Nggak dulu deh, ngebayangin bau khas rumah sakit aja udah bikin aku mual.”

“Iya, tadi juga Mama ingetin aku untuk lihat Kakak dan ajak kalau mau ke sana. Nanti aku bilang Kak Kyra masih kurang sehat aja ya,” ucap Nana.

“Hm. “Eh, Sekretaris Kak Keenan katanya dimutasi ya?” tanya Kyra sebagai pembuka karena ingin bertanya lebih jauh tentang Jeff, siapa tahu Nana bisa memberikan informasi.

“Iya, jadi resepsionis. Aku sih nggak ada saran apapun, kembali ke Abang dan itu keputusannya. Padahal nggak enak dengan Om Eltan, karena Bunga itu sekretarisnya bahkan sudah lama kerja.”

“Senior tapi kurang ajar buat apa, kalau aku pasti rekomendasi pecat aja ngapain masih dipertahankan. Terus sekarang siapa sekretaris Kak Keenan.”

Nana terlihat berpikir dengan memiringkan kepalanya, “Sepertinya belum ada deh, karena aku nggak lihat ada pegawai lain yang sering keluar masuk ruangan Abang selain Pak Jeff.”

“Pak Jeff jadi sekretaris Kak Keenan?”

“Bukan, diakan aspri Abang. Kalau jadi sekretaris berarti turun jabatan dong,” jawab Nana.

Kyra hanya menganggukan kepalanya.

“Tapi Pak Jeff aneh,” cetus Nana. Kyra pun menoleh, penasaran dengan ucapan Nana barusan.

“Aneh gimana?”

“Nggak ngerti deh, yang jelas menurutku aneh aja. Kita tuh nggak bisa baca raut wajah dia, apa sedang marah, sedih atau senang. Kek, datar gitu aja. Beberapa hari yang lalu ketemu di Mall juga begitu, padahal Pak Jeff sedang diapit sama Ibu dan pacarnya mungkin. Tapi raut wajahnya tuh bener-benar datar aja. Aku pikir kalau di luar kantor akan beda taunya sama aja.”

Pacar? Apa perempuan yang difoto itu ya? Batin Kyra.

“Eh, malah ngegosip Pak Jeff,” ujar Nana lalu tertawa. “Kak Kyra beneran nggak masalah aku pergi, butuh sesuatu atau ditemani?”

“Nggak apa-apa, udah enakan kok. Cuma masih mager aja,” sahut Kyra.

“Hm, oke. Aku tinggal ya.”

Kyra hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum, agar Nana yakin jika dirinya bukan dalam kondisi mengkhawatirkan.

...***...

Esok hari.

Kyra kembali merasakan hal yang sama, mual dan muntah. Masih belum menyadari ada yang berbeda dengan kondisinya, bahwa yang dirasakan adalah gejala dari satu hal. Kayla dan Elang masih bergantian dengan Rika menemani Oma, tidak ada yang menyadari keluhan dari Kyra.

Sudah beberapa hari ini dia tidak datang ke galery, hanya mengarahkan lewat telepon. Bahkan sejak muntah tadi pagi, Kyra hanya tidur. Selain keluhan yang muncul setiap pagi, Kyra merasa kedua matanya tidak bisa diajak kompromi. Sangat mudah terpejam dan tubuhnya terasa lemas seperti yang mengantuk parah karena begadang.

Menjelang sore dia memaksakan untuk mandi dan berencana ke rumah sakit. Oma Meera sangat dekat dan sayang pada semua cucunya, apalagi semenjak kepergian Opa Kevin, Oma tinggal dengan Tante Rika dan sering sakit-sakitan.

Ternyata, Oma ditemani tante Rika. Mama baru saja pulang, sepertinya berselisih jalan dengan Kyra. “Kamu katanya sakit?” tanya Rika.

“Iya tante. Maaf Oma, aku baru bisa jenguk Oma.”

Meera hanya tersenyum, tangan keriputnya diusap oleh Kyra. “Oma sehat dong, biar kita bisa kumpul lagi.”

“Oma sehat kok, ini karena Mama dan Tante kamu yang berlebihan. Oma mengeluh sedikit langsung di bawa ke sini.” Rika hanya menggelengkan kepalanya mendengar keluhan Meera.

“Oma kangen Om Reka ya?” tanya Kyra. Meera kembali tersenyum tapi tidak menjawab.

“Reka sedang tidak ada di Surabaya, dia sedang urus kantor cabang baru. Nanti kalau sudah beres langsung ke Jakarta,” jelas Rika.

“Tuh, Oma dengarkan. Om Reka pasti datang.”

“Iya, Oma tahu anak-anak sudah dewasa dan sibuk. Tapi Oma bahagia, akhirnya Reka bisa meneruskan perjuangan bisnis Papih.”

Kyra pamit pulang saat jam sudah menunjukan pukul delapan malam. Dia ingin menemani  Tante Rika tapi khawatir jika nanti pagi keluhannya datang lagi. “Om Eltan kapan datang?” tanya Kyra.

“Sebentar lagi juga datang, kamu pulang aja ini udah malam,” titah Rika. Sebelum pulang, Kyra menatap oma yang sudah terlelap.

Berjalan di koridor rumah sakit yang sudah terlihat sepi, tidak menyangka dia akan berpapasan dengan pria itu meskipun secara tidak sengaja.

Sempat menghentikan langkahnya, termasuk Jeff yang berada tidak jauh di depannya. Kyra menarik napas untuk meredakan detak jantungnya yang tidak karuan. Yang dirasa saat ini sudah tidak terkira, entah rasa benci tapi ada rasa senang jauh di lubuk hatinya.

Kyra, nggak usah aneh-aneh. Dia laki-laki yang akan mengingatkan kamu pada malam kelam, nggak usah buka hati untuk laki-laki yang tidak mau hadir, batin Kyra.

Kembali melangkah dan bersikap seolah tidak mengenal Jeff. Setelah melewati Jeff, Kyra berbalik. “Ah, Pak Jeff.”

Jeff pun menoleh. “Kebetulan sekali kita bertemu di sini, aku ingin menyampaikan sesuatu.”

“Maaf, saya sibuk dan Ibu saya sudah menunggu,” tolak Jeff. Kyra ingin sekali menghardik laki-laki dihadapannya.

“Aku juga tidak punya banyak waktu. Jangan lagi mengirimkan fotomu, dengan tujuan apapun. Mau itu kamu sedang berbahagia atau pun berduka.”

“Foto. Foto apa maksudmu?”

Kyra berdecak lalu mengeluarkan ponselnya. Menggeser pelan layar ponselnya lalu menunjukan dihadapan wajah Jeff. Jeff mengernyitkan dahinya melihat foto dia bersama seorang wanita yang dijodohkan dengannya. Merasa tidak pernah mengirimkan hal tersebut pada Kyra dan nomor ponsel yang mengirim gambar pun bukan nomor kontaknya.

“Itu bukan ulahku.”

“Terserah. Entah Anda sendiri, atau wanita di foto ini atau orang lain aku tidak peduli.” Kyra pergi meninggalkan Jeff yang masih tampak berpikir siapa yang mengirimkan fotonya pada Kyra. Artinya orang itu tahu masalah Kyra dan Jeff dan bermaksud membuat Kyra marah dengan adanya foto itu.

“Yang tahu masalahku dengan Kyra hanya ….”

 

\=\=\=\=\=\=

 

1
Hearty 💕
Jeff sadar akan hal itu.... minta mama mu bertobat
Hearty 💕
Manta Kyra
Hearty 💕
Nana, kamu baik sekali..... sampai Sena berfikir kamu cocok untuk Jeff
Hearty 💕
Nana kayaknya kamu mah udah hamil deh..... sakit dibawah perut itu salah satu tanda loh
Hearty 💕
Kamu yang terlalu pede Jeff
Hearty 💕
Wah tetap apa yang ada di kepala saya; mantap Kyara
Hearty 💕
Kalau hati sudah dikuasai dendam sangat berbahaya
Hearty 💕
😄😄😄
Hearty 💕
Nah nah gimana bisa nggak Kyra
Hearty 💕
Duh polosnya Nana
Hearty 💕
wiih 😄😄😄
Hearty 💕
Duh ..... GR amat yaaa
LikCi Vinivici
bodo banget ya janela?? pantes aja klo papanya ngomel2, sdh paham siap a janela
LikCi Vinivici
nyimak nihh
christo arindito
😄
Senja
dibuat ngakak trs smpe mulut ngilu..
nana ooh nana...
konyolnya kyk janu
Erna Suryani
Luar biasa
Mihra Fitri
cerita yang bagus 👍
Doffeer Zaliaan
Luar biasa
guntur 1609
mampus kau jep
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!