Apakah perceraian harus menjadi jalan satu-satunya saat rumah tangga tertimpa masalah? Jika benar seperti itu, maka tidaApakah perceraian harus menjadi jalan satu-satunya saat rumah tangga tertimpa masalah? Jika benar seperti itu, maka tidak akan ada ucapan sakinah mawadah warahmah, dalam pernikahan.
Bertahan dalam pernikahan yang memberi tangis kesedihan bukan hanya bentuk kebodohan, tetapi bentuk dari perjuangan dalam mencapai pernikahan yang bahagia. Karena tidak ada pernikahan yang berjalan mulus tanpa masalah. Begitu juga pernikahan antara Zaara dan suaminya–Arjuna.
Malam pertama pernikahan yang harusnya memberikan Zara kebahagiaan, justru memberikan luka yang begitu menyakitkan untuk Zara, saat Zara mengetahui jika suaminya mencintai wanita lain.
Apakah Zara memilih menyerah? Tidak. Karena Zara mencoba bertahan dan berjuang untuk pernikahannya.
Apakah perjuangan Zara akan berbuah manis? Entahlah.
Ikuti ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Laura merasa sangat kesal saat Juna mengabaikannya terlebih karena Zara, wanita yang Laura anggap sebagai saingannya.
Kecantikan yang Zara miliki tentu saja membuat Laura merasa tersaingi. Jika Laura harus berdandan untuk terlihat cantik, tetapi tidak untuk Zara yang terlihat cantik apa adanya tanpa perlu berdandan.
Selama mereka berpacaran, tak pernah sekalipun Juna mengabaikannya. Namun hari ini Juna mengabaikannya. Laura memperlihatkan kemarahannya dengan harapan Juna akan membujuknya seperti biasa, tetapi yang terjadi justru berbanding terbalik dari apa yang Laura harapkan. Sampai saat ini jarum jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, tetapi Juna belum juga datang ataupun sekedar menghubunginya.
Laura yang mulai merasa takut, dengan cepat menghubungi Juna. Tiga panggilan darinya sama sekali tidak mendapat tanggapan dari Juna dan itu semakin membuat Laura merasa takut.
"Tidak. Aku tidak boleh mengabaikan Juna. Aku harus selalu bersamanya dan menguasai hatinya, karena jika tidak, maka wanita itu pasti akan merebut Juna dariku. Aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi," gumam Laura.
***
Juna manatap datar pada ponselnya. Sedari tadi ponsel Juna terus saja berdering. Kekasihnya–Laura terus saja menghubungi Juna, tetapi Juna tidak berniat untuk menjawabnya.
Hatinya tengah kalut memikirkan Zara. Juna akui jika dia merindukan Zara. Memikirkan bagaimana caranya agar dapat menghubungi Zara membuat Juna frustasi. Juna bisa saja meminta nomer Zayan ataupun Zavier pada pelayan di kediaman orang tua Zara. Namun Juna merasa takut untuk menghubungi kedua saudara istrinya tersebut.
Meskipun Juna pikir kedua saudara Zara tidak mungkin mengetahui apa yang terjadi dalam pernikahan mereka, tetapi entah mengapa Juna tetap saja merasa takut. Tanpa Juna sadari jika rasa bersalahnya lah yang membuat Juna takut pada Zayan dan Zavier.
"Apa yang harus aku lakukan? Kenapa kamu tidak berpikir untuk menghubungiku, Za? Apa kamu tidak merindukanku?" ucap Juna kembali membuka foto profil kontak Zara.
Satu jam telah berlalu. Juna yang saat ini tengah berdiri menatap langit malam di balkon kamarnya, dibuat terkejut saat mendengar pintu kamarnya di ketuk.
"Ada apa, Bi?" tanya Juna setelah membuka pintu.
"Tuan, di bawah ad...."
"Juna!" suara teriakan dari wanita yang amat Juna kenal memotong ucapan Ina. Juna seketika mengerti apa yang telah terjadi dan bergegas turun ke bawah.
Juna dengan cepat berlari menghampiri Laura yang tengah berdiri menatap marah padanya sembari memegang foto pernikahan Juna dan Zara yang telah Laura turunkan dari dinding. Belum sempat Juna tiba di depan Laura, foto pernikahannya sudah lebih dulu di banting oleh Laura sehingga pecah berkeping-keping berserakan di lantai.
"Apa yang kamu lakukan?" bentak Juna merasa marah.
"Aku yang harusnya bertanya. Apa yang kamu lakukan? Kamu menikmati semua ini? Kamu menikmati pernikahanmu tanpa memikirkan perasaanku?" tanya Laura balik pada Juna sembari melepaskan alas kakinya.
"Sakit. Rasanya sangat sakit, lebih sakit dari luka-luka ini. Saat pria yang sangat aku cintai mengabaikanku untuk wanita lain," ucap Laura menangis sembari menginjak pecahan kaca yang berserakan di lantai.
‘Yang kamu sebut wanita lain, itu istri sah Tuan Juna. Zara lebih tersakiti daripada kamu,’ ucap Ina dalam hati.
Ina dan beberapa pelayan yang bekerja di sana menyaksikan semua itu, sosok Laura jelas sudah mereka kenal. Namun mereka tidak menyangka jika atasan mereka masih berhubungan dengan Laura, kecuali Ina yang mengetahui itu semua. Apa yang mereka lihat sekarang seakan menjawab sudah pertanyaan mereka selama ini tentang Juna yang selalu pulang larut malam.
Juna yang melihat kaki Laura berdarah, dengan cepat menggendong Laura, membawa Laura menuju sofa dan merebahkannya di sana. Juna berteriak meminta pelayan membersihkan kekacauan yang terjadi, serta mengambilkan kotak obat.
"Kamu sangat jahat, kamu tidak mencintaiku. Kamu bohong mengatakan jika kamu mencintaiku," ucap Laura masih saja menangis sembari membiarkan Juna membersihkan serta mengobati kakinya.
"Kamu salah paham, Sayang. Aku mencintaimu, hanya mencintaimu. Aku tidak bermaksud mengabaikanmu, tetapi aku benar-benar sibuk dengan pekerjaanku setelah kamu pulang lebih awal tadi. Aku juga merasa sedikit pusing, karena itu aku memilih beristirahat di rumah," ucap Juna mencoba memberikan pengertian pada Laura dengan alasan palsunya.
"Kamu tidak bohong?" tanya Laura menghentikan tangisnya.
"Aku tidak mungkin membohongimu. Aku mencintaimu," jawab Juna.
"Baiklah, aku percaya. Aku juga minta maaf," ucap Laura lagi.
"Tidak perlu meminta maaf, kamu tidak bersalah," jawab Juna mengecup dahi Laura setelah mengobati luka di telapak kaki Laura.
Semua pelayan yang diam-diam menajamkan pendengaran mereka merasa kecewa pada sikap Juna. Mereka ingin sekali mengkritik itu semua, tetapi apalah daya mereka hanya pelayan yang bekerja di sana.
"Aku ingin menginap di sini," ucap Laura membuat Juna dan semua pelayan yang turut mendengar langsung menatapnya.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like, vote dan komentar. Biar mamie makin semangat updatenya
Perfect deh.....
ada season kedua kah???
ternyata selama itu kamu pergi , gimana keadaan papa Emir juga Juna sekarang....