Season 1[END]
Season 2 [END]
Sequel Me VS Boss: Yes! We Are Twins [Ongoing]
Ini adalah kisah seorang boss besar yang selalu melakukan pertengkaran dan perdebatan kecil bersama sekertarisnya.
Chelsea Nolla Bravani, harus ekstra sabar menghadapi sikap bosnya yang sangat mudah berubah-ubah itu. Kadang bisa bersikap tegas, dingin atau bahkan bertingkah konyol dan menyebalkan. Satu hal yang Chelsea benci dari sosok bosnya itu,- Kenan Jiran Bagaskara
Dia sangat benci jika bosnya sudah terlanjur menjahilinya dengan segala cara. Hingga akhirnya, perdebatan dan pertengkaran diantaranya sering terjadi. Terkadang, salah satu dari merekalah yang harus menyerah dan meminta maaf. Namun, terkadang juga mereka berdua sama-sama keras kepala, dan tak ada yang memulai percakapan.
Lalu, akankah Chelsea kuat menghadapi tingkah konyol dan menyebalkan yang sudah melekat penuh pada diri bosnya itu?
Mudahkah bagi Chelsea untuk segera meninggalkan Kenan, sang Boss Besar yang kadang suka pamer, angkuh, dan murah senyum itu.
What?
Murah senyum?
Tidak salah?
Iya, murah senyum! Bahkan ketika Chelsea sedang ditimpa kesialan bertubi-tubi pun, ia akan menjadi orang pertama yang tersenyum licik dan menertawainya.
Sungguh murah senyum bukan?_-
Kisah mereka berawal disini....
Start: 23/08/19
Finish: 03/03/20
Beberapa episode sedang di revisi!
masih seorang penulis amatiran! mohon maaf bila terlalu banyak kesalahan!🙏
DILARANG PLAGIAT!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 27
"Halo..?"
Akhirnya, telfon dari Kenan pun di jawab oleh seseorang di seberang telfon yg bisa di pastikan orang tersebut adalah Chelsea.
"Ka--"
"PAK BOSS!!!" teriak Chelsea dari seberang telfon yg langsung membuat Kenan menjauhkan ponselnya.
"Pak boss gimana sih? Pake bohong segala sama mama saya, kalo Pak boss ini pacar saya! Gimana kalo kebohongan ini sampai tersebar coba!" cerocos Chelsea di seberang telfon yg membuat Kenan refleks menggaruk belakang kepalanya yg tidak gatal.
"Biasa aja dong ngomong nya, gak usah ngegas!"
"Gimana gak ngegas? Nanti kalo mama saya minta yg aneh-aneh, seperti minta cepet-cepet nikah! Gimana? Pak boss mau tanggung jawab?"
Kenan menghembuskan nafasnya panjang. Ia baru tahu jika berurusan dengan wanita akan seperti ini. Kenan sangat menyesal, namun ia begitu juga ada alasannya!
"Iya iya, maaf. Saya terlalu gegabah! Seharusnya saya rundingin dulu sama kamu"
Chelsea mengerutkan keningnya tidak mengerti, "maksud Pak boss apa?"
"Gini nih ya! Saya butuh seorang wanita yg bisa di ajak kerja sama untuk pura-pura jadi pacar saya" ujar Kenan dengan suara yg pelan sambil menjeda sebentar. "Saya gak mau si Jessica terus gangguin saya kalo saya gak punya pacar!"
"Oh. Jadi pak boss mau jadi in saya sebagai tameng?"
"Ck. Saya belum selesai ngomong! Saya minta kamu begini juga gak gratisan, gimana?" tawar Kenan berharap dirinya bisa membujuk wanita yg berada di seberang telfon.
"Maksudnya?"
"Gini nih ya, kalo kamu bisa bersandiwara bersama saya dimana pun dan kapanpun. Saya naikin gaji kamu jadi dua kali lipat gimana!?"
"Hah?"
"Gak kedengeran? Ok, saya ul---"
"Bukan bukan. Saya cuma heran, kenapa cewek yg bapak pilih itu saya? Kan banyak cewek di luaran sana! Cewek yg namanya Jessica juga cantik, kenapa Pak Boss gak suka sama cewek kayak dia!?"
Kenan berdecak sebal saat mendengar ocehan dari seberang telfon yg menurutnya itu sangat tidak penting.
"Karena kamu beda!"
Chelsea SIDE
"Karena kamu beda!"
Chelsea terperangah saat mendengar ucapan manis dari seberang telfon. Jika dirinya di katakan baperan? Ya, sekarang dirinya sudah termakan buaian Kenan. Namun, jika dirinya di katakan benci? Tidak, sesungguhnya Chelsea sangat senang dengan kerja sama begini. Atau mungkin lebih tepatnya sebuah kesepakatan.
"Be-beda apa nya!?" tanya Chelsea berharap jawaban kali ini bisa membuatnya paham dan tidak untuk berharap lebih.
Berharap lebih?
Emangnya, Chelsea jatuh cinta sama Kenan?
Entahlah! Dirinya tidak tahu, namun yg pasti, Chelsea suka berdekatan dengan Kenan. Apalagi dengan tingkah romantis yg akhir-akhir ini sering Kenan lakukan padanya.
"Yaa... Beda! Susah mau nyari calon istri yg cantik sama pinter masak kayak kamu."
Chelsea terkejut dengan jawaban dari seberang telfon tersebut. Jantungnya juga berdetak tak karuan. Chelsea jadi bingung, apa benar dirinya menyukai boss nya yg teramat menyebalkan itu? Tapi, apakah---
"Maksud saya tuh, susah buat nyari cewek yg kayak kamu buat di ajak kerja sama gini. Jangan salah paham dulu!"
Chelsea menghembuskan nafasnya panjang, seolah dirinya sangat kecewa dengan perkataan yg baru saja terdengar di telinganya. Hatinya juga terasa sesak, seperti telah di tusuk oleh beberapa jarum. Namun setidaknya, dirinya harus tahu diri. Bahwa ini hanyalah sandiwara.
"Gimana, Chel? Mau kan? Pliss, mau yah! Saya gak mau di gangguin si Jessica mulu"
*ealaah... Dasar boss penakut-_- author
"Ehem. Gimana kalo kita bahas besok di kantor aja?" kata Chelsea dengan taut wajah yg sudah memucat.
"Oh, ok. Saya harap, besok saya akan mendapat jawaban memuaskan dari kamu!"
Chelsea mengangguk tanpa di ketahui Kenan. Tak lama kemudian, Chelsea menutup sambungan telfonnya sepihak.
Setelah menutup panggilan telfon tersebut, Chelsea beringsut duduk di atas tempat tidur miliknya sambil terus menghembuskan nafas gusar.
"Gue kenapa sih? Masa iya, gue suka sama si boss nyebelin itu?" gumam Chelsea kemudian beranjak dari tempat tidur lalu berjalan menuju kamar mandi.
****
Triing...
Triing...
Triing...
Suara alaram berbunyi nyaring menunjukkan waktu pukul 5 pagi.
"Hoaam..." Chelsea menguap untuk memulai kesadarannya. Setelah dirasa cukup sadar, ia pun membenarkan posisi nya dengan terduduk di atas tempat tidur.
"Berisik! Hoam..." dengan kasar, Chelsea membanting alaram nya dengan kasar. Kini, wanita itu mulai menapakkan kakinya ke lantai yg hanya di lapisi lapisan marmer. Langkah kakinya berjalan menuju kamar mandi untuk segera melaksanakan ibadah sholat subuhnya.
Disisi lain, Kenan nampak masih tertidur dengan pulasnya sembari memeluk erat guling di pelukannya. Selimut yg tidak sepenuhnya menyelimuti tubuhnya dan pakaian yg terlihat acak-acak an, membuat siapa saja yg melihat pemandangan tersebut akan tertawa. Di tambah lagi dengan rambut yg terlihat sangat acak-acak an.
Kreet.
Pintu kamar Kenan terbuka dan menampilkan sesosok wanita paruh baya yg mengenakan mukena berwarna putih di tubuhnya.
"Bangun, Ken. Sholat subuh dulu, ayok!" wanita paruh baya tersebut nampak mengguncangkan bahu putranya mencoba untuk segera membangunkan nya.
"Lima menit lagi, Chel!" gumam Kenan dengan suara serak khas bangun tidur.
Wanita paruh baya yg di ketahui adalah mamanya, mengernyitkan keningnya tidak mengerti.
"Siapa itu Chel? Michelle?"
"Hm, masa nama sendiri gak tahu! Dasar Chelsea tua!" gumam Kenan lagi sambil menampilkan senyum manis di wajahnya.
Chelsea tua?
Jadi Kenan pacaran sama tante-tante!?- pikir mama Lucy seakan tidak pernah berpikir bahwa putra satu-satunya ini akan jatuh cinta pada orang yg lebih tua darinya.
"Ken. Bangun ah! Jangan ngigo yg aneh-aneh deh, siapa Chelsea!?" celoteh mama Lucy. Seketika bola mata Kenan membuat sempurna saat nama seorang wanita yg berada di mimpinya itu di sebut secara terang-terangan oleh sang mama.
"Mami!?" Kenan berlonjak kaget kemudian ia segera membetulkan posisinya menjadi terduduk.
"Kamu barusan mimpi apaan sih? Heran mami sama kamu! Chelsea tua, jangan-jangan kamu udah gak suka sama gadis perawan lagi? Atau jangan-jangan, kamu pacaran sama tante-tante!? KENAANN!!!"
"Aduh aduh aduh... Sakit mih, sakit..." pekik Kenan saat sebelah telinganya di tarik tiba-tiba oleh mama Lucy.
"Keterlaluan kamu! Perawan masih banyak, pacaran malah sama tante-tante! Mau ngerusak nama baik keluarga kita, hah?" cerocos mama Lucy masih terus menarik telinga putranya.
"Ih, siapa juga yg pacaran sama tante-tante? Ogah banget!" setelah mendapat pernyataan dari Kenan, langsung saja mama Lucy melepas tarikan pedas di telinga Kenan.
"Lah terus? Tadi kamu ngigo tentang tua, maksud nya apa?"
Kenan berdecak sebal dengan tingkah mamanya baru-baru ini. Sebentar baik, sebentar jahat, sebentar mengoceh, sebentar melemah lembut.
Kenan menghembuskan nafasnya terlebih dahulu sebelum memulai pembicaraan.
"Dia sekretaris aku, namanya Chelsea Nolla Bravani. Usia dua puluh tujuh tahun, masih single. Sering aku ejek tua. Calon menantu mami"
To be continue...
Update dua eps sekaligus!
Seperti kemarin.
Oh iya, author sekarang punya hobi baru nih. Yaitu, bikin cerita eps menggantung😁
Biar kalian nya tambah penasaran.
Gitu aja sih, gak ada tambahan nya.
Bye bye!
Jan lupa ketuk tombol like sebanyak-banyak nya supaya author makin rajin update nya:)
See you next chapter:*