NovelToon NovelToon
Kau Milikku Sayang

Kau Milikku Sayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Single Mom
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"siapa namamu?"
xavier menatap lekat bocah 5 tahun itu yang melotot marah kepadanya, bocah laki-laki dengan rambut gondrong ikal sebahu, memegang sebuah rubrik di tangannya.
mata bocah itu mengingatkan xavier pada wanita itu, wanita sialan yang pergi begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tiga puluh tiga

"silahkan oma!" diandra meletakkan segelas air putih di depan wanita sepuh itu, yang segera menatapnya.

Diandra duduk dengan anggun, tersenyum manis.

"apakah kamu sudah selesai melayani pelangganmu di depan?"

Diandra mengangguk, "ada mbak-mbak yang bantu di depan" sahutnya.

Kepala nyonya wina mengangguk tipis, " killian sekolah?"

Lagi-lagi diandra mengangguk, senyumnya masih saja tersemat tipis di ujung bibir.

"oma mau bicara denganmu, diandra!"

"panggil di, saja oma!"

"baiklah di" angguk nyonya wina, wanita sepuh itu menegakkan tubuhnya.

"oma ingin bicara hal yang sangat serius denganmu"

Diandra mengangguk, namun helaan nafasnya terdengar berat. Matanya menatap omanya xavier itu serius.

"kamu tahu kan kalau xavier dan geraldine bertunangan?" mata tua itu menelisik, menatap tanpa berkedip sama sekali.

Diandra mengangguk lagi, namun ia juga hanya diam menanti nyonya wina menjelaskan lagi.

"oma tahu kalau xavier sangat mencintaimu, dia sangat mencintai kamu, di..."

Diandra mengerutkan alisnya, ucapan oma wina menggantung dan diandra tahu wanita sepuh itu sedikit ragu.

"oma tidak menentang hubungan kalian, oma menyetujui, tapi..."

Mata oma wina berpendar penuh harap, " xavier harus tetap menikahi aldine, di"

"oma tahu kamu pasti kamu bingung" angguk wanita sepuh itu, " oma juga tahu mungkin saat ini kamu akan membenci oma, tapi...di"

Oma wina meraih jemari diandra dan menatap lekat matanya. "kalau xavier menolak menikahi aldine, posisinya di grup pratama akan terancam di, dan tentunya akan berpengaruh untukmu dan juga lian kan?"

"maksud oma?" tanya diandra bingung, kenapa pula killian dan dirinya bisa kena imbasnya.

"di..." panggil nyonya wina mengenggam jemari diandra hangat.

"ijinkanlah xavier menikahi aldine, bukankah di agama juga berpoligami itu halal"

Diandra mengernyitkan alisnya tak percaya, permintaan oma wina benar-benar di luar nalar.

"demi killian, di. Dia penerus pratama, dia yang akan meneruskan grup ini, jadi kita harus bisa memastikan grup pratama harus baik-baik saja, sampai killian cukup dewasa"

Diandra merasa sesak, mengapa ia merasa dibebankan urusan keluarga xavier jadinya. Mengapa diandra merasa oma memanfaatkan dirinya dan killian.

"kalian tetap bisa menikah, setelah xavier menikahi aldine, gimana?"

"oma, maaf" ujar diandra sedikit beringsut.

"aku tidak mau dimadu. Kalau xavier harus menikahi aldine, silahkan! Tapi jangan sangkut pautkan aku dan putraku dengan masalah keluarga pratama"

Alis nyonya wina tertaut, terlihat sorot mata tuanya sedikit tersinggung.

"aku tahu oma, kalau menikah dengan xavier hanyalah sebuah mimpi, dan aku tak pernah percaya kalau keluarga konglomerat bisa menikahi orang miskin seperti aku"

"diandra..!" suara oma wina berubah, dingin dan yah sepertinya tersingung.

Diandra menggeleng cepat, "silahkan xavier menikahi tunangannya, aku tak keberatan dan tak punya hak untuk itu, aku sadar siapa diriku oma, hanya kuharap jangan sangkut pautkan killian dengan keluarga pratama..."

"tapi killian putra xavier..!"

"secara biologi iya, tapi killian putraku" mata diandra menatap nanar, walau ada air mata yang coba ia tahan, namun diandra tak dapat menutupi suaranya yang bergetar.

"tapi, di.."

"kumohon oma, jangan buat aku tidak sopan pada oma. Sebelum kalian hadir dalam hidup kami,hidupku dan killian baik-baik saja, jadi tolong oma katakan pada xavier, berhenti datang ke rumah ini, dan lupakan kami"

Diandra beranjak, begitu selesai mengucapkannya, meninggalkan nyonya wina yang tertegun.

Ada rasa bersalah menyelinap ke dalam hatinya, ia merasa dirinya sedikit kejam pada diandra dan xavier. Tapi jika ia membiarkan xavier membatalkan pertunangannya dengan aldine, maka grup pratama dalam bahaya.

Matanya menatap sendu, ke arah pintu kamar yang sudah menutup. Dia tahu, hati tuanya ini tahu, kalau diandra pasti sedang menangis di dalam sana.

Nyonya wina memahami perasaan diandra, siapa juga perempuan yang rela dimadu. Perlahan wanita sepuh itu beranjak dari duduknya, sebelum pergi matanya sekali lagi melirik ke arah kamar yang tertutup rapat itu.

<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>

Diandra duduk termenung sembari menemani putranya belajar mengaji, hari ini diandra menutup warungnya cepat.

Malu rasanya melayani pembeli dengan mata sembab, diandra melirik jam dinding, sudah jam 7 malam, dan sepertinya tidak ada tanda-tanda xavier akan datang malam ini.

Diandra menyerapahi hatinya yang murahan ini, tadi dengan lantangnya ia meminta pada oma wina untuk melarang xavier datang kemari.

Tapi hati yang nggak tahu diri ini, sudah merindukan pria itu. Hatinya mengharapkan kedatangan xavier, berulangkali matanya melirik ke arah pintu, berharap pria itu berdiri di sana, di kusen pintu dengan kakinya yang menyilang.

"om xavi kenapa belum datang?" tiba-tiba pertanyaan killian yang bernada keluhan, menyadarkan diandra dari lamunannya.

Diandra sedikit tersentak, tangannya meraih bocah itu dan menangkup pipinya.

"mulai sekarang lian harus terbiasa kalau om xavi nggak akan kemari lagi yah!"

"kenapa..?"

Diandra tersentak kaget, menoleh ke arah pintu. Pria itu, pria yang sedang dirindukannya, yang sedang membuat kepalanya pusing 7 keliling, berdiri menatap ke arahnya dengan alis yang naik sebelah.

Diandra menghela nafasnya cukup keras, killian sudah berlari menyambut xavier riang.

Walau sesak yang ia rasakan masih menggumpal di dalam dadanya, namun jujur hatinya bahagia karena kehadiran pria itu.

Walau rasa kesal juga berkecamuk, mengapa dia sebodoh ini. Mencintai pria yang sudah jelas-jelas tak bisa digapainya.

Diandra tidak berdiri menyambut, ia tetap duduk menekuri meja makan.

"kenapa kamu ngomong begitu, tadi?"

Xavier yang sudah duduk di sisinya menatap curiga, wajah tampan pria itu penasaran.

"kan kamu sendiri yang ngomong tempo hari, kalau bakalan jarang datang kemari untuk menyelesaikan semua masalah kamu!"

Bola mata kebiruan itu berputar-putar, seakan mengingat-ingat. Senyum malu terlihat indah di wajah mempesona itu.

"oh iya...heheheh, aku lupa"

Diandra melengos jengah, suara tawa itu, mata kebiruan yang mengerjab malu itu, hampir membuatnya terpesona seperti orang bodoh.

"diandra!" panggil xavier, menyentakkan diandra yang kembali terdiam.

"kamu hari ini sedikit berbeda, sayang. Ada apa?"

Diandra menggeleng lemah, menatap lekat pria itu yang sesekali sibuk melayani ocehan killian.

Wajah tampan itu terlihat lelah, xavier sedikit kurusan dengan rahangnya yang semakin terlihat tegas.

Ingin rasanya diandra menceritakan tentang kedatangan omanya siang tadi, namun melihat kelelahan di wajah dan mata itu, rasanya diandra tak tega.

"kamu kenapa sayang?, heumm?" tangan xavier mengelus lembut lengan diandra.

"aku nggak kenapa-kenapa, xavi. Aku hanya kelelahan!"

Xavier menatap lekat, seakan ingin mencari kejujuran di jawaban diandra barusan.

" beneran cuma capek?"

Diandra mengangguk dan kini ia tersenyum, berusaha meyakinkan xavier yang masih terlihat tidak percaya.

"syukurlah.." ujarnya lega, ujung jarinya mengusap lengan diandra lembut.

"aku pikir kamu ikutan memikirkan masalah ini..."

"di!" panggilnya tiba-tiba seakan teringat sesuatu.

Diandra mengernyitkan keningnya,

"kalau ada yang datang kemari, siapapun yang berbicara tentang masalah kita, kumohon jangan kamu gubris yah!"

"kenapa?" tanya diandra penasaran.

"aku tak mau kamu ikutan pusing nantinya, yang perlu kamu pikirkan hanya aku dan killian saja, paham!"

Diandra masih diam, masih mengamati wajah kelelahan xavier yang berusaha terlihat riang di matanya.

"sabar sedikit lagi, di. Mudah-mudahan masalah ini akan segera terselesaikan—"

"kalau tak juga terselesaikan bagaimana?" tanya diandra menyela ucapan xavier cepat.

"apa maksudmu?"

"bagaimana kalau pernikahanmu dengan geraldine harus tetap terlaksana, karena kalau tidak maka grup pratama terkena imbasnya?"

Mata xavier membola, jelas pria itu terkejut mendengarnya, ucapan diandra barusan, seakan wanita ini mendengar pembicaraannya dengan oma beberapa hari yang lalu.

"kamu tahu dari mana di?, apakah oma menemuimu?" kedua tangan xavier mencengkeram pundak diandra, sorot mata pria itu menuntut jawaban jujur.

Namun dengan cepat diandra menggeleng dengan kepala menunduk.

"aku hanya menduganya, xavi. Dan ternyata dugaanku benarkan?"

"jangan bohong, di. Kamu pasti mendengarnya dari seseorang"

Nafas diandra tercekat di tenggorokan, suara cemas pria itu malah semakin membuat hatinya sedih.

Entah mengapa diandra yakin sekali, kalau xavier pasti akan menikahi wanita itu dan meninggalkannya.

Bersambung..

1
Sri S
lanjut 🙏
sutiasih kasih
memenangkn hati diandra... yg mmposisikn diandra mnjadi simpanan🙄🙄
sutiasih kasih
knapa harus mnunggu khancuran.... bru oma brubah fikiran...
🤔🤔🤔
sutiasih kasih
andai km dlu punya sikap yg tegas xavi.... smuanya tak akn kacau bgini....
Sri S
lanjut
Sri S: lanjut
total 1 replies
sutiasih kasih
knapa tak sedari dlu oma..... knapa bru sekarang oma mngijinkn xavi mnikah diandra....
jgn egois oma.... dlu dan skrg sdh brbeda....
🙄🙄🙄🙄🙄
sutiasih kasih
sepede itu km xavi....
klopun diandra msih mncintaimu.... ada elang.... laki2 yg tak prnah mnempatknnya di posisi yg kedua...
saling cinta tak mnjajikn diandra mnjadi prioritasmu bukan... km tetap lbh memilih perusahaan jga posisimu...
& untuk oma.... di msa akn datang... jgn dech datang memohon diandra untuk kmbali dgn xavi.... saat nnti xavi benar" trpuruk & hncur...
jdilah oma yg tau diri... krna tak smua yg oma mau... hrus sll trwujud🙄🙄🙄
sutiasih kasih
diandra mau mnikah dgn siapun itu bukan urusanmu xavi...
dan ingat km yg memilih mnikahi geraldine dan km tau artinya km khilangan diandra....

untuk km geraldine.... tak usah km seniat itu mnjatuhkn diandra.... km jga akn slmnya khilangan xavi.... krna nyatanya km tukang selingkuh saat msih mnjadi istri xavi....
falea sezi
lanjutt nunggu si bangke Xavier liat diandra menikah🤣🤣 seru kayaknya nangis darah dia kayaknya
sutiasih kasih: pasti pol seru kak.... diandra jga boleh dunk bebas mnentukn pilihan....

klo xavi harus hancur krnA khilangan diandra.... itu pilihan dia sndiri kn...
dlu diandra sdh prnh bilang g mau mnjdi yg kedua.... tpi apa coba knyataan yg diandra terima... xavi ngotot tetap maunya diabdra dia jdikn istri kedua...
cinta apa yg xavi berikan.... hny luka dan luka...
total 1 replies
falea sezi
kasih diandra jodoh kaya raya donk😒 biar bisa rebut kilian
falea sezi
oma tua bangka g tau diri😒 dia lahirin cicit mu eh mau lu tendang 🤣 mati aja lu oma g guna
sutiasih kasih
smoga elang & diandra jodoh....
setidknya elang dri awal sll mngutamakn diandra....
sutiasih kasih
tau gitu dlu km mmprtahankn & mnomor satukan diandra,xavi....
🤣🤣
Sri S
lanjut kn seru🙏
Sri S
lanjut kn seru🙏
sutiasih kasih
lnjutkn hidupmu di..... jgn km trperangkap dgn bualan cinta xavi...
klo dia mncintaimu... dia pasti lbh mngutamaknmu... & tak akn mnukarmu & mnmpatknmu dgn posisi yg kedua....

tak ada salahnya km mnata hidup jga hatimu di..... bukalah hatimu untuk org yg sll mngutamknmu... bukan yg sll mnnpatknmu dposisi kedua...
trkadang prlu untuk tak peduli dgn org yg tak mau mngertimu....
sutiasih kasih
smog diandra segera move on.... & mnikah & bahagia dgn keluarga yg baru....
biar mereka yg sll menekan diandra untuk sll mnngrti & sll diposisikn ditmpat yg sll harus mngalah.... mnyesal krna waktu yg disia"kn... tak kn bisa mmbuat diandra kmbali....
😅😅
Mei TResna Rahmatika
pliss kak jangan nyampe Xavi tergoda sama Geraldine,kasian diandra😭
sutiasih kasih: biarin aja kak..... toh xavi jga jdi laki" g ad tegasnya & otaknya g mikir....
mna mau diandra dijdikn yg kedua.... ttp slmanya jdi istri simpanan....
untuk apa diandra bersanding tpi harus sll trsmbunyi.... untuk apa hidup lgi dan lagi posisnya sll harus paling mengalah... dan harus paling mngerti...

biar tau rasa tuh si oma & xavi... klo diandra nnti akhirnya memilih bahagia dgn laki" yg lain....
total 1 replies
sutiasih kasih
perempuan mna yg sudi... didikn yg kedua xavi??
nyata2 km lbh memilih mnjadikn diandra mnjadi yg kedua🙄🙄
sutiasih kasih
cinta tpi km mnomor duakan harga diri diandra jga killian....
cinta macam ap yg km berikan xavi??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!