Kehidupan baru Kenzo dan Delima berubah setelah hadirnya buah hati mereka, dan jangan lupakan jika Delima kini berubah menjadi Mahasisiwi cantik yang siap dilirik oleh kaum laki laki.
Selain Kenzo dan Delima, disini juga mengisahkan orang orang yang belum move on dari masa lalunya, kecuali satu orang sang Duteng alias Duda Ganteng.
"Satu ditambah satu dua, kamu tau kan yank kalau aku tak akan menduakan mu"
"Cintaku bukan seperti es teh plastikan, jika habis langsung dibuang"
Yuk, yang penasaran kisah Kenzo sang mantan Casanova, Mario yang katanya Mafia tapi juga gagal move on, dan si Tata Surya yang sudah beristri tapi juga belum move on, atau si Duteng pendatang baru yang akan meramaikan kisah mereka.
Mengandung adegan 18+ dan 21+ , dibawah umur jangan coba coba baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gak Tau Malu
"Papah......Papah minggir deh" Lagi lagi Kenzo menarik Delima
"Jangan peluk peluk istri aku, aku bilangin Mamah loh" Entah mengapa Kenzo malam ini sangat sensi dan posesif sekali terhadap istrinya.
"Bilang aja, Papah gak takut" ledek Papa Erik
"Hem....awas aja"
"Mah...mamah mamah sini deh, ni loh Papah pelukin istri aku"
Bukannya marah, Mamah Nia dan Mamahnya Satria malahan menertawakan ulah Kenzo, dan mereka kemudian melihat ke perut Delima "Jangan niru papahmu sayang" Mamah Nia mengelus perut Delima
"Mamah.....jangan membisikkan yang aneh aneh pada anak anakku Mah"
Mereka yang tadinya tertawa mendadak diam "Anak anak??" tanya Mamah Nia yang tidak mengerti ucapan Kenzo
"Iya mah....mereka, anak ku ada 2 diperut istriku yang cantik ini"
Cup
Dengan sengaja Kenzo mencium pipi Delima "Abang ih malu..."
Mamah Nia tersenyum bahagia, bukan hanya satu tetapi dapat dua sekaligus "Bener sayank?"
Delima pun mengangguk "Iya Mah, kembar"
"Gimana, aku hebat kan, sekali tanam bisa dapat dua" ucap Kenzo bangga
Papah Erik geleng geleng kepala "Iya, kamu bikinnya nonstop tanpa iklan"
Tiba tiba Satria datang "Kalian mau ngobrol disini atau mau kesana" tunjuk Satria ke suatu tempat yang sudah ada keluarga calon istrinya dan juga penghulu.
"Ayok Del, ikut aku daripada keponakanku terkontaminasi oleh bapaknya"
Satria menggandeng Delima, tidak ada yang heran dengan kedua anak manusia itu. Apalagi keluarga calon istri Satria, mereka juga sudah kenal dengan wanita cantik bernama Delima ini.
Delima kemudian menyapa keluarga dari mempelai wanita
"Tante....apa kabar?" Delima salim lalu memeluk wanit yang seumuran dengan Mami dan Mamahnya itu.
"Tante baik sayank, tambah cantik malahan lagi hamil" puji Mamahnya Rima
"Tante bisa aja, cantikan tante kemana mana deh"
Delima beralih menatap mempelai wanita dan memeluknya "Cantik banget kamu Rim"
Rima, calon istri Satria tersipu malu "Lebih cantikan kamu, bener kata Satria, kamu tambah cantik, makanya Bang Kenzo gak betah kalau gak makan kamu"
Kedua wanita cantik itupun tertawa, hingga akhirnya suara dari penghulu mengagetkan mereka
"Sudah siap Mas Satria dan Mbak Rima?" tanya penghulu itu
"Siap" jawab Satria lantang
Dan acara Ijab Qabul pun berakhir dengan terdengarnya suara SAH.
Delima kini sedang bersama Kenzo, mereka berdua lagi asyik menikmati makanan yang ada didepannya tetapi belum ada yang dimakan, lagi pilih pilih, karena baik Delima maupun Kenzo sebenarnya bukan orang yang suka basa basi dengan seseorang
"Abang mau makan apa?"
"Makan kamu aja yank"
"Boleh, tapi jangan disini, ntar malam aja, sekalian duel ma Satria" jawab Delima asal dan juga ngawur.
"Ide bagus sayank" Kemudian Kenzo menyuapi Delima, ya mereka makan sepiring berdua, romantis.
Dari kejauhan nampak sepasang mata yang dari tadi memperhatikan dua sejoli yang sedang dimabuk asmara itu.
"Kenapa? Cemburu?" tanya Alenka kepada suaminya
Surya dan Alenka diundang Papah Erik malam ini, walaupun Surya sudah pernah mencelakai menantunya, tetapi hubungan Papah Erik dengan Pak Gunadi masih baik baik saja.
"Iya" jawab Surya cepat, tanpa mengalihkan pandangan matanya.
"Lihatlah Surya, apa kamu tega merusak rumah tangga mereka"
"Mereka berdua saling mencintai dan sangat bahagia" lanjut Alenka dengan tatapan matanya memandang ke arah Kenzo dan Delima yang tampak mesra.
Iri?? Iya Alenka iri, karena selama ini dia tidak pernah diperlakukan selayaknya istri oleh Surya, apalagi mengharapkan Surya bersikap romantis. Jangan mimpi Alenka....
"Tapi aku tidak bahagia, aku menderita" ucap Surya begitu lantang dan jelas ditelinga Alenka
Deg
Ingin rasanya Alenka menangis sejadi jadinya malam ini, pernyataan Surya membuat Alenka sakit hati.
Mata Kenzo dan mata Surya bertemu, mereka sama sama sedang mengibarkan bendera permusuhan
Cup
Dengan sengaja Kenzo mencium bibir manis Delima, kemudian melirik Surya dengan senyum kemenangan
"Sial....gak tau malu" Surya panas seketika melihat Kenzo mencium bibir Delima.