Di hari pernikahannya, seharusnya Leticia menikahi pria yang dicintainya, bukan pria yang terkenal memiliki sifat begitu kejam dan menyeramkan.
Dan Leticia baru menyadari, kalau semua ini permainan dari Ibu dan adik kembarnya yang sejak awal sudah memaksanya untuk memakai penutup mata saat pernikahan berlangsung.
Leticia harus menikahi calon suami sang adik kembar, dan adiknya… Leila menikahi pria yang sangat dicintai oleh Leticia.
Awalnya Letcia ingin mengajukan surat perceraian kepada Maximillan, tetapi pria itu tidak mau dan memaksanya untuk tetap mempertahankan pernikahan yang dari awal sudah salah.
Dan Leticia baru tahu kalau suaminya adalah seorang mafia kejam yang sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 02
Leticia membeku saat melihat tatapan Max yang jauh lebih menyeramkan, tanpa sadar Leticia menarik tubuhnya menjauh dari pria itu… tetapi dengan cepat Max menahannya dan menariknya kembali mendekat.
“Cerai? Belum genap sehari kita menikah, kau menginginkan cerai?” Tanya pria itu dengan nada rendahnya.
Leticia tidak mengerti kenapa Max terlihat sangat marah, bahkan dari nada suaranya saja sudah terdengar begitu menyeramkan.
“Pernikahan kita salah…”
“Tapi menurutku tidak salah, karena kedua orang tuamu dari awal menyebutkan nama Leticia,” potong Max yang membuat sang istri langsung terbungkam.
Max memang tidak salah, sebab Savanya dan Jackson tidak pernah menyebutkan nama Leila. Namun Leticia tidak mau menikahi pria yang tidak dicintainya, apalagi setelah mengetahui Ashvin ternyata mengkhianati perasaannya.
“Apa yang kau takutkan dari pernikahan ini? Aku menerimamu sebagai istriku, apa itu masih belum cukup?” Tanya Max yang semakin menurunkan nada suaranya.
Leticia menggelengkan kepalanya, “Aku hanya merasa pernikahan ini salah, karena aku tidak mengenalmu dan kamu juga tidak mengenalku. Bagaimana bisa dua orang yang tidak saling mengenal bisa menikah dan hidup bersama…”
“Apa salahnya untuk mencoba?” Max kembali memotong ucapan sang istri.
“Aku mengerti kalau kau sedang merasa sedih karena orang-orang di sekitarmu ternyata membohongimu. Tapi untuk pernikahan, aku tidak berniat untuk main-main. Jadi jangan menyebutkan kata cerai dengan mulutmu ini, atau aku akan merobek mulutmu agar tidak bisa bicara lagi!” Ancam Max yang sudah habis kesabaran.
Leticia tersentak kaget dan kedua mata hijaunya terlihat bergetar ketakutan, Max memejamkan matanya dan menghembuskan napas dengan kasar.
“Istirahatlah! Mungkin kau masih memerlukan waktu untuk menangkan diri, aku akan tidur di kamar sebelah!” Kata Max yang memilih untuk menjauhi istrinya, agar ia tidak kelepasan untuk menyakiti Leticia.
Setelah pintu kamar ditutup oleh Max, Leticia baru bisa mengambil napas. Sebab pria itu sangat menakutkan, dan kata-katanya juga sangat kejam.
“Jadi rumor itu benar? Max adalah orang yang sangat kejam?” Leticia mengusap wajahnya dengan kasar.
Tidak pernah dibayangkan dalam hidupnya akan menikah dengan pria kejam seperti Max.
Namun yang lebih mengejutkan lagi adalah Ashvin, pria yang selama ini dicintainya… ternyata mengkhianatinya.
“Semuanya direbut oleh Leila, perhatian kedua orang tuaku… teman-temanku dan sekarang calon suamiku, pria yang selama ini aku cintai,” Leticia terkekeh pelan dengan mata yang sudah basah.
Leticia merasa sangat bodoh, karena masih menganggap Ashvin begitu mencintainya.
“Menjijikkan! Aku sangat membenci kalian semua!” Mata Leticia memerah, amarahnya begitu besar dan ada perasaan dendam yang tak kalah besar.
Leticia langsung teringat dengan tawaran yang diberikan oleh Max, suaminya.
“Apa aku terima saja tawaran dari Max?” Leticia menatap foto Max yang begitu gagah dan menyeramkan itu.
“Aku juga tidak bisa melawan mereka dengan kekuatan yang seperti ini, bahkan uang pun aku tidak memiliki banyak. Tapi aku tidak mau memanfaatkan Max, meskipun dia suamiku,” Leticia sangat bimbang.
Namun penawaran dari Max begitu menggiurkan, jadi apa Leticia boleh memanfaatkan suaminya sendiri? Walau nanti Leticia masih ingin meminta cerai, sebab ia tidak mencintai Max dan pernikahan ini tidak mungkin berjalan dengan baik.
“Baiklah, aku akan menawarkan kontrak kepada Max. Sehingga Max tidak akan merasa rugi, karena sudah aku manfaatkan!” Putus Leticia yang sudah membulatkan tekadnya untuk membalas semua rasa sakit hatinya.
...***...
Leticia sudah berganti pakaian, di dalam walk-in closet sudah tersedia banyak sekali pakaian wanita yang begitu mahal dan bagus-bagus… juga sangat pas di tubuhnya.
“Nona menginginkan sesuatu?” Tanya wanita paruh baya yang memang menunggu Leticia keluar dari kamar utama.
“Sebelumnya perkenalan nama saya adalah Mabel, kepala pelayan di Mansion ini,” ujar wanita paruh baya tersebut.
“Aku ingin menemui Max, dia ada di mana?” Tanya Leticia.
“Saya akan mengantar Nona untuk menemui Tuan Max!” Kata Mabel yang kini berjalan lebih dulu.
Leticia mengikutinya, ternyata Max benar-benar berada di kamar sebelah dan saat pintu di buka… di dalam bukan hanya ada Max, tetapi ada seorang pria lain yang merupakan orang kepercayaan Max.
“Kita lanjutkan nanti, kau bisa kembali!” Kata Max kepada Elion Hunter, orang kepercayaannya dan sekaligus sekretaris pribadinya.
“Baik, Tuan Max.” Elion menundukkan kepalanya dengan penuh hormat.
“Mari, Nona Leticia,” Elion juga berpamitan kepada Leticia.
“Masuklah, Leticia!” Titah Max yang membuat Leticia bergegas masuk ke dalam kamar yang bernuansa hitam tersebut.
Mabel tidak ikut masuk, pintu juga ditutup agar tidak mengganggu pembicaraan Max dan Leticia.
“Aku ingin membuat perjanjian denganmu,” ucap Leticia yang berdiri di hadapan pria itu.
Max menarik tangan istrinya, membuat Leticia terpekik kaget saat dirinya terduduk di pangkuan sang suami.
“Perjanjian? Apa itu menguntungkanku?” Tanya pria itu dengan senyuman miringnya.
Sialnya, Max terlihat semakin tampan dan Leticia tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau sang suami memiliki paras yang benar-benar menawan… juga mematikan, bagi kaum hawa sepertinya. Namun Leticia berusaha terlihat tenang dan tidak terpengaruh oleh godaan tersebut.
“Aku akan menjadi istri penurut selama enam bulan! Kita buat kesepakatan selama enam bulan!” Kata Leticia yang tidak berani menatap wajah tampan suaminya.
“Tatap mata lawan bicaramu, Leticia!” Max menarik lembut dagu sang istri agar mau menatap wajahnya.
Leticia menahan napasnya, sebab wajah mereka begitu dekat. Mata hijaunya tanpa sadar terpaku pada bibir tipis Max yang tadi menciumnya.
Cup!
Kedua mata hijau Leticia membulat sempurna, ketika Max melayangkan satu kecupan ringan di bibirnya.
“Jika ingin dicium, katakan saja!” Bisik pria itu dengan suara seraknya.
Leticia kehabisan kata-kata, karena mendengarkan kalimat yang idak pernah dipikirkan olehnya.
“Max, aku sedang serius!” Leticia tidak bisa menahan kekesalannya, saat Max kembali menciumnya.
“Aku juga serius,” balas pria itu dengan senyuman yang begitu menawan.
Kedua pipi Leticia langsung memerah, ia memalingkan wajahnya ke arah lain agar tidak dilihat oleh Max yang sebenarnya memiliki tatapan begitu tajam.
“Aku ingin kau membantuku untuk membalas dendam, sebagai bayarannya aku akan tetap menjadi istrimu selama enam bulan. Setelah balas dendamku selesai, kita bisa bercerai—mmphh!”
Leticia tidak bisa melanjutkan kalimatnya, sebab bibirnya langsung dibungkam oleh ciuman kasar yang diberikan oleh suaminya.
“Jangan pernah menyebut kata itu lagi atau aku benar-benar membuatmu tidak bisa bicara lagi!” Ancam Max yang membuat Leticia ketakutan.
“Aku akan membantumu, tapi aku juga menginginkan bayaran darimu!” Pria itu menarik dagu sang istri agar tetap menatapnya.
“Apa yang kau inginkan?” Tanya Leticia yang tidak bisa menghindari mata biru yang menyorot tajam itu.
“Hatimu, selama enam bulan kau harus belajar mencintaiku!”
Bersambung!
🌹🌹🌹☺️