Khayrani Pratiwi seorang wanita muda yang selalu menjadi no.2. Di dalam keluarga,dalam pergaulan maupun dalam percintaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Episode 28
Cincin berhiaskan batu berlian biru yang sangat indah diberikan Alex pada Khayrani dalam suasana yang romantis pada malam hari disaat berdua memandang laut biru.
" Sangat indah ," bisik Khay pelan dan ia memberikan tangannya kemudian Alex memasang kan dijari manisnya .
" Kau adalah belahan hati dan cintaku Khay ,"bisik Alex sambil memberikan ciuman mesra di dahi istrinya .
Khay sangat terharu dengan apa yang dilakukan Alex, dengan pelan ia mendekatkan bibirnya untuk menyentuh bibir Alex.
" Berikan aku kesempatan untuk lebih mengenal dirimu , karna aku bukanlah wanita yang mungkin tidak pernah ada dalam duniamu yang glamor, penuh kemewahan serta selalu dapat menikmati apa yang diinginkan setiap wanita tanpa harus bekerja keras," ucapnya pelan setelah mencium mesra bibir Alex.
" Aku tahu itu Khay , dan jadilah dirimu sendiri karna aku menyukai wanita yang mengerti kekuatan yang dimiliki tanpa harus menjadi lemah agar mendapatkan perhatian ," Alex merasakan bahwa Khay masih belum mempercayai dirinya meskipun ia sudah memberikan dan melayani dirinya untuk memenuhi kebutuhan biologis suaminya.
Sebagai pasangan suami istri mereka baru merasakan kebersamaan sekarang ini. Khay sebagai seorang istri tidak ingin menuntut untuk meminta jawaban yang dia sendiri tahu Alex tidak akan memberikan jawaban seperti yang diinginkan, dan itulah salah satu sebab yang membuat dirinya nyaman karna ia tidak perduli Alex ada atau tiada sampai dengan kemarin.
" Apakah kamu mau kembali sekarang, udara sudah semakin dingin ," Alex memeluk erat Khayrani .
Rasa bahagia memenuhi hati mereka saat kembali kedalam rumah'.
Dengan mengetuk pelan pintu kamar, khay membuka pintu kamar dan ia melihat Lastri tertidur dilantai beralas karpet tebal dan empuk sementara di sekeliling Alessia dipenuhi bantal sebagai pelindung agar Putri majikannya tidak terjatuh.
Belum lagi Khay membangunkan nya Lastri segera terjaga dan yang pertama dilihatnya adalah Alessia dan memeriksa sekitar tempat Alessia tertidur sebelum menyadari majikannya sudah berada didalam.
" Maaf Nyonya, saya tertidur ," ucapnya menunduk merasa bersalah saat melihat Khay tersenyum.
" Terima kasih ya sudah menjaga Alessia, " ucap Khay tersenyum.
" Saya balik ke kamar dulu Nyonya Tuan , " katanya permisi untuk kembali ke kamarnya dan Alex maupun Khay hanya mengangguk kan kepalanya.
"Aku mandi dulu ya pih, " ucap Khay pada Alex yang sedang duduk sambil membuka handphone nya.
" He eh, aku jaga Alessia," jawabnya sambil mengedipkan sebelah matanya.
Khay keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang basah dan terlihat sangat segar serta menggoda walaupun ia sudah memakai mantel mandi yang cukup tebal.
Alex menghampiri nya dan memeluk pinggang nya sambil memberikan ciuman di lehernya tapi segera di dorong oleh Khay .
" Sudah pih, mandi dulu. kalau engga aku ga ijinkan dekat dengan Alessia," ancam Khay sambil tertawa geli karna tangan Alex yang nakal.
" Okey sayang , aku juga ga mau istriku kurang tidur dan masuk angin " ucapnya tertawa.
" Masa?," goda Khay genit.
" Jangan memancing Khay !," ancam Alex sambil mendekati Khay kembali tapi istrinya langsung menghindar sambil menunjuk Alessia yang tidur.
Masih tertawa kesal Alex masuk kamar mandi, dan Khay sendiri naik ke tempat tidur serta memperhatikan Putri kecilnya yang berumur 18 bulan seminggu lagi.
" Alessia, kamu adalah putri kecil mami yang cantik, mami sangat bahagia memiliki dirimu. jadilah kebanggaan kami dan juga sumber kebahagiaan kami sebagai orang tua, " ucap Khay pelan dan ia pun memberikan kecupan ringan dikedua pipi chubby putrinya .
Alex sudah keluar dari kamar mandi dan melihat istri nya sudah terlelap disebelah putrinya .
Dengan langkah pelan Alex keluar kamar dan menuju ruang santai dan ia membuka jendela sedikit hingga angin laut masuk kedalam ruangan kemudian membaca pesan yang masuk di handphone nya.
Alexander Sioulus dapat bersikap lunak dan mengalah hanya pada keluarganya yang sangat dilindungi tetapi untuk orang yang bertindak menyinggung nya maka mereka harus siap tersingkir.