Seorang Anak Desa yang sangat beruntung tersesat masuk ke dalam dunia kecil dan mendapatkan pemandu berupa system
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Philipus Nahaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tuan Muda Xu
Pagi harinya ketika selesai membersihkan diri dan sarapan, Xio Sin dan Mu Huanran sudah siap untuk melakukan perjalanan panjang mereka.
"Ran'er apa kamu sudah siap?" ucap Xio Sin lalu berjalan mendekati Mu Huanran dan merangkul nya teat di pinggang, setelah itu Xio Sin membawanya melesat terbang keudara setelah melapisi diri dengan Qi.
Menjelang sore sudah beberapa pulau terlewati , mereka akhirnya memutuskan untuk mencari desa atau kota untuk beristirahat.
Setelah beberapa saat, akhirnya mereka menemukan sebuah kota disebuah pulau yang lumayan besar.
Xio sin dan Mu Huanran turun didekat hutan agak jauh dari kota Tousan dan berjalan menuju gerbang kota.
Ketika tiba di gerbang, antrian lumayan panjang terjadi, hingga 30 menit kemudian barulah giliran Xio Sin dan Mu Huanran.
"Bisa tunjukan tanda pengenal Tuan Muda dan Nona dan biaya masuk 100 coin perak per orang" ucap prajurit penjaga gerbang.
"Ini" ucap Huanran menunjukan lencana Desa Pasir, setelah itu lalu Xio Sin memberikan 1 coin emas kepada Prajurit penjaga.
""Tuan muda sisanya" ucap prajurit penjaga memberikan sisa pembayaran
"Sisanya untuk kalian saja, sebagai tips kalian menjaga dengan baik keamanan kota" ucap Xio Sin
"Terima kasih tuan muda, kalau begitu silahkan masuk" ucap prajurit dengan sopan
Xio Sin dan Mu Huanran berjalan sambil mencari penginapan, tidak lama kemudian mereka menemukan penginapan dan berjalan menuju meja resepsionis.
"Kami pesan dua kamar terbaik, apakah masih ada?" tanya Xio Sin
'Woahh sangat tampan' batin pelayan
"Halo nona, apakah masih ada kamar kosong, kami pesan dua kamar terbaik" ucap Xio Sin mengulang pertanyaannya
"Ah, eh masih ada tuan muda, mau menginap berapa lama?" tanya pelayan gugup
"Hanya satu malam saja" balas Xio Sin
"Biayanya, 3 coin emas untuk 1 kamar jadi totalnya 6 coin emas" ucap pelayan lalu menyerahkan kunci kamar VIP dan menunjukan lokasi kamar yang berada dilantai 3.
Setelah masuk kekamar Xio Sin lalu membersihkan tubuhnya dikamar mandi penginapan.
30 Menit kemudian dia selesai membersihkan dirinya dan keluar dari kamar laku mengetuk kamar Mu Huanran yanh berada disebelahnya.
"Ran'er, apakah sudah selesai, mari kita kebawah untuk makan" ucap Xio Sin didepan pintu kamar Mu Huanran
Krieettt
Pintu kamar lalu terbuka dan menampakkan sosok gadis yang menggunakan pakaian warna Putih dan wajahnya yang ditutup cadar
"Sudah gege, mari kita makan di rumah makan yang berada diseberang penginapan" uxap Mu Huanran
Merekapun turun dari lantai 3 penginapan Angrek Salju dan berjalan menuju rumah makan lalu masuk dan memilih meja yang berada dipojom ruangan.
Setelah mereka memilih tempat, pelayanpun datang menghampiri meja mereka.
"Tuan muda dan nona mau pesan apa?" tanya pelayan lalu memberikan selebaran daftar menu makanan yang tersedia.
"Pesan 2 porsi makanan terbaik yang berupa daging dan makanan yang berupa sayuran, serta 2 teh terbaik disini" jawab Xio Sin
"Baik tuan muda, pesanan anda akan segera disiapkan, harap menunggu sebentar" ucap pelayan lalu pergi kedapur.
"Gege, apakah tidak kemahalan memesan makanan terbaik? tadi juga sudah pilih kamar VIP" tanya Mu Huanran.
"Tidak masalah, selagi ada kita nikmati saja, ini untukmu" ucap Xio Sin laku menyerahkan cinci penyimpanan yang berisikan 1 juta coin emas dan beberapa tanaman herbal langka penunjang kultivasi.
"Gege, sebaiknya gege saja yang pegang aku ikut saja" ucap Mu Huanran
"Kamu simpan saja dulu, siapa tahu ada yang kamu inginkan, aku masih ada persediaan untuk perjalanan kita nanti" ucap Xio Sin lalu menyerahkan cincin tersebut yang langsung dipakai oleh Mu Huanran.
"Apakah tidak kebanyakan gege?" tanya Mu Huanran
"Tidak, besom pagi sebelum melanjutkan perjalanan kita membeli beberapa helai pakaian dulu" ucap Xio Sin
"Baik gege" jawab Mu Huanran.
Ketika mereka sedang berbincang, pelayan mengantarkan makanan yang telah mereka pesan.
"Silahkan dinikmati tuan muda dan nona" ucap pelayan
Ketika mereka baru makan separuh dari pesanan mereka, datang satu rombongan yang terdiri dari 7 orang, satu orang berpenampilan sangat mencolok dengan pakaian yang begitu mewah.
"Semuanya, keluar dan tinggalkan rumah makan ini, Tuan Muda Xu akan mengadakan pertemuan dengan seseorang yang sangat penting" ucap salah satu anggota kelompok tersebut.
Para pengunjung rumah makan yang mendengar itu segera meninggalkan makanan mereka, walaupun dalam hati mereka ada rasa kesal serta marah tapi tidak ada yang berani melawan keluarga Xu.
Hanya sepasang kekasih saja yang masih menikmati makanan mereka dengan santai tanpa menghiraukan perkataan dari anak buah tuan muda Xu.
Tuan Muda Xu memang terkenal akan kearoganannya dan kesombongannya, serta suka menindas masyarakat yang kurang mampu.
Tuan Mida Xu sangay di sayang oleh Patriak keluarga Xu yaitu Xu Xinping, sehingga apapu,ln yang dilakukannya selalu dibela oleh patriak clan Xu yang merupakan Clan terkuat di kota Tousan bahkan walikota Tousan juga merupakan Bagian dari Clan Xu.
"Hey kau! Apa kau tuli! cepat keluar? " usir pengawal Tuan Muda Xu.
Xio Sin dan Mu Huanran masih bersantai menikmati makanan mereka tanpa memperdulikan ocehan pengawal tersebut.
"Bocah sialan, cepat pergi jika tidak, jangan salahkan kami berbuat kasar kepadamu" lanjut pengawal tersebut.
"Berisik, bisa menunggu sebentar tidak, sampai kami menghabiskan makanan ini" ucapnXio Sin masih melanjutkan makannya.
Mu Huanran yang mendengar itu hanya menuruti apa yang Di ucapkan oleh Xio Sin.
"badjingan kau Bocah" ucap pengawal lalu menebaskan pedangnya pada meja tempat makanan Xio Sin Dan Mu Huanran hingga terbelah dua dan makanan berserakah dilantai.
"Apa kau buta, meja lain masih banyak malah mengganggu waktu makan ku saja" ucap Xio Sin laku melesat dan memukul pengawal tersebut hingga terbang keluar dari rumah makan dan berhenti setelah menabrak bangunan penginapan Anggrek Salju lalu tak sadarkan diri.
"Bocah sialan, cepat berlutut dan patahkan kedua tanganmu, dan wanita itu akan menemaniku malam ini sebagai permintaan maafmu" ucap Tuan Muda Xu.
"Apakah ada anjing yang menggongong? " tanya Xio Sin pada Mu Huanran
"Dasar sampah, kaulah yang Anjing. apakah kau tidak tahu bahwa aku adalah Tuan Muda Xu!"
"Aku tidak peduli siapapun dirimu, kau hanya Tuan Muda, bahkan jika Rajapun aku tidak akan pergi" ucap Xio Sin lalu duduk kembali pada kursinya
"Sialan, cepat habisi dia dan bawakan perempuan tersebut padaku" ucap Tuan Muda Xu
Melihat lima orang pengawalyang maju menyerang Mu Huanran berdiri dan mengeluarkan pedangnya tapi ditahan oleh Xio Sin.
"Biar aku saja, ini urusan sesama pria, kau duduk manis saja" ucap Xio Sin laku melesat kearah para pengawal yang menyerang.
Boom
Boom
Boom
Boom
Boom
Lima pukulan disarangkan oleh Xio Sin kepada lima pengawan Tuan Muda Xu. kelimanya keluar dari rumah makan setelah di pukulan dan menabrak bangunan yang berada di seberangnya hingga tak sadarkan diri.
Setelah mengalahkan kelima orang tersebut, Xio Sin lalu berjalan mendekati Tuan Muda Xu.
"Ma...mau apa kau, jika kau berani menyerangku, kau akan berurusan dengan Clan Xu" ucap Tuan Muda Xu memberi ancaman disela ketakutannya
"Apa peduliku, seorang yang hanya mengandalkan keluarganya sama halnya dengan sampah tidak berguna" ucap Xio Sin lalu menarik tangan Tuan Muda Xu dan mematahkannya
Belum puas sampai disitu, lalu tangan yang satunya lagi pun dipatahkannya lalu memukul pelan tepat ke dantian Tuan Muda Xu hingga menyebabkan rusaknya dantian tersebut.
"Itu adalah basalan yang pantas untukmu, dan renungkanlah apa yang telah kau lakukan" ucap Xio Sin
"Cepat ergi dari hadapanku. oh iya tinggalkan cincin penyimpananmu" lanjut Xio Sin
Dengan penuh ketakutan , Tuan Muda Xu melepaskan cincin penyimpanannya dan keluar dari rumah makan
"Kau akan menyesali apa yang telah kau lakukan padaku, Ayahku akan membalasnya 100 x lipat dari yang kau lakukan padaku" ucap Tuan Muda Xu sambil pergi meninggalkan Rumah makan tersebut