NovelToon NovelToon
Love My Enemy

Love My Enemy

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Menikah dengan Musuhku / CEO / Nikah Kontrak / Romantis / Cinta setelah menikah / Enemy to Lovers
Popularitas:97.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: N Afriyan

Selama 21 tahun hidup, Lera merasa baik-baik saja, tidak ada satupun kesusahan yang ia lami sampai dimana sang Nenek datang untuk menyita semua asetnya, kartu ATM juga diblokir oleh Nenek dan Ayahnya.

Kesialannya bertambah ketika hidupnya digenggam oleh Stephano Bian Atmaja. Entah kesalahan apa yang sudah Lera perbuat pada pria itu, yang pasti pria itu tidak bisa membuatnya melarikan diri.

"Kau pikir aku menikahimu karena aku mencintaimu?" bisik Bian tepat ditelinga Lera.

Lera mengepalkan tangannya, "Aku tidak akan membiarkanmu merusak keluargaku, Bian! Tidak akan!"

Bian tersenyum, "Maka tetaplah disisiku untuk mengontrol apa yang boleh dan tidak boleh aku lakukan pada mereka."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N Afriyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 Satu rencana sudah terwujud

"Bian sialan, brengsek, tidak tahu diri, kurang ajar, tidak tahu terimakasih, bajingaaan!"

Lera mengakhiri umpatannya dengan sebuah tendangan keras pada sebuah samsak berwarna biru di depannya. Demon sang empunya samsak hanya bisa menonton dari ambang pintu, dia tidak bisa menyelamatkan samsaknya dari amukan Lera kecuali dirinya yang menjadi pengganti samsak tersebut. Tiga jam mendapat pukulan dan tendangan dari gadis itu, Demon bisa membayangkan seberapa parah luka-luka yang akan ia dapat.

Dan gadis itu pada akhirnya tumbang juga, mungkin tenaganya sudah terkuras habis.

"Aku sudah mengirim pesan kalau Oma akan datang ke tempatmu pagi ini." Demon memberitahu, ia kemudian menyerahkan minuman elektrolit pada Lera. "Memangnya kau tidak baca?" tanyanya kemudian.

Lera menerima minuman tersebut setelah membuka sarung tinju yang membungkus tangannya. Mengenai pesan yang Demon katakan barusan, Lera sama sekali tidak menerima maupun membacanya karena ponselnya rusak. Kalian ingat bagaimana si gila —Bian— itu membanting ponselnya beberapa minggu yang lalu? Sampai saat ini Lera tidak mendapatkan ponsel pengganti dari pria itu, bahkan mengatakan kata maaf saja tidak!

"Brengsek!" Lera kembali mengumpat saat mengingat banyak file penting, nomor handphone sang Ayah dan juga koleksi foto Kenan —yang ia dapatkan susah payah— di dalam memory ponselnya itu.

"Memangnya apa yang kalian lakukan sampai Oma memaksa kalian untuk segera menikah?" Demon bertanya penasaran karena dia tahu bagaimana karakter sepupunya tersebut. Lera bukan gadis murahan yang mau tidur dengan sembarang pria.

"Tidak ada! Kami tidak melakukan apa-apa!"

Demon membuat ekspresi kaget, dia menutup mulut dengan satu tangan. "Kami? Jadi ... kau dan Bian yang itu benar-benar tidur bersama? Wow, Lera, aku tidak tahu kalau kau mempunyai sisi nakal. Jantung Om Adi pasti kambuh saat mendengar kabar bahwa anak gadisnya—"

"Emo tutup mulutmu! Kau sama sekali tidak membantu!" omel Lera.

Demon terkekeh, melihat Lera yang seperti ini membuatnya cukup terhibur. Well, kapan lagi mendapati seorang Lera Neurasasta Aditama yang biasanya sok tegar kini hancur juga. Bukannya Demon jahat, dia hanya ingin Lera terbuka, tidak melulu melampiaskan masalahnya dengan cara menghambur-hamburkan uang.

"Jadi? Apa yang sebenarnya terjadi?"

Lera meremas botol minuman yang isinya sudah kosong tersebut sampai benar-benar tak berbentuk. "Aku tidak tahu harus menceritakannya dari mana. Semalam Bian tiba-tiba saja datang, dia terlihat seperti sampah. Aku tidak tega membiarkan sampah itu tergolek di depan pintu makanya aku bawa ke dalam dan membersihkannya.

Setelah itu aku pergi tidur dan tidak ingat apapun. Saat pagi tiba, laki-laki sinting itu sudah ada di ranjangku, dia tidur sambil melilit perut dengan tangannya yang berotot. Lalu tiba-tiba saja Oma menerobos kamarku dan melihat kami yang seperti itu."

Benar, ada bagian cerita yang sengaja Lera hilangkan. Dia tidak bisa menceritakan secara detail, dadanya serasa mau meledak setiap kali teringat kejadian ekstrim tadi pagi.

"Bian masuk ke dalam kamarmu padahal sudah ada tulisan peringatan di depan pintu?"

"Eung!"

Demon bertepuk tangan seraya tergelak, "Wow, dia cukup punya nyali."

"Emo!" seru Lera karena sepupunya tersebut justru sedang terkesan atas sikap bajingan Bian. Sesama bajingan memang tidak bisa diharapkan. Lera menyesal karena ia memilih tempat yang salah untuk bercerita. "Lihat aku, Em, bekerja dalam pengawasannya saja sudah membuatku menderita, bagaimana jika menikah dengannya? Kau bisa bayangkan betapa sengsaranya aku sampai tua nanti!"

"Kau tidak bisa menilai seseorang hanya dari satu sisi."

"Dilihat dari sisi manapun dia adalah yang terburuk." sanggah Lera, dia tidak mau kalah dalam argumen bodoh mereka berdua.

"Menurutku dia cukup bisa diandalkan mengingat bagaimana sikapmu. Selain itu dia adalah sosok pekerja keras dan cukup tampan. Memangnya kau mau cari pria yang seperti apa lagi?"

"Aku hanya mau menikah dengan seseorang yang aku cintai. Itu saja, memangnya tidak boleh? Dan aku rasa tidak ada wanita yang mau menghabiskan sisa hidup mereka dengan orang yang tidak mereka cintai." ucap Lera seraya melirik Chika yang sedang menata makanan di meja.

Demon mengikuti arah pandang Lera, ia tahu perkataan itu adalah sindiran untuk mereka berdua, untuk rumah tangganya. "Antara menikahi orang yang kau cintai tapi tidak bisa membahagiakanmu atau menikahi orang yang tidak kau cintai tapi bisa memberikan apapun yang kau mau, kau akan pilih yang mana?"

Pertanyaan itu ... untuk siapa? Lera sedikit berpikir apakah itu ditujukan untuknya atau untuk Chika?

"Aku ingin menikahi orang yang aku cintai dan mencintaiku dan memberikan segalanya untukku, tidak hanya tubuhnya tapi juga hatinya."

Dan tak disangka pernyataan itu keluar dari mulut seorang Chika. Damn it, Lera mengacungkan kedua jempol sambil memberikan tatapan penuh simpati.

"Kau dengar Em, tidak semua wanita memandang sebuah hubungan dari harta saja." ujar Lera kemudian memberikan sebuah tepukan pada bahu tegap sang sepupu sebelum ia melangkah pergi ke meja makan. Asal kalian tahu, saat ini Lera membutuhkan banyak asupan nutrisi untuk berpikir seribu cara membongkar wajah asli Bian di depan keluarganya.

.

.

.

Jika tahta tertinggi dari sebuah perjalanan cinta adalah rumah tangga, lalu kenapa ada perceraian?

Bian tahu bahwa ikatan yang terjalin antara dua orang itu —Ibu dan Ayahnya— bukan lah cinta, melainkan sebuah balas budi. Namun bukan berarti hal itu membenarkan perlakuan semena-mena dan penghianatan sang Ayah terhadap Ibunya.

Bian kira ... dengan melepas Frike untuk tinggal dengan sang Ayah adalah pilihan terbaik. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa petaka itu akan terjadi. Jika saja ia tahu, demi apapun dia akan mempertahankan adiknya tersebut walau ia harus mengorbankan dirinya sendiri.

Kejadian pahit itu terjadi 15 tahun lalu namun lukanya masih membekas hingga saat ini. Sejak kejadian itu pula Sonia —sang ibu— berubah menjadi sosok yang tidak Bian kenal. Sonia selalu murung dan tidak pernah mau lagi menggunakan pita suaranya, dia juga tidak pernah mau menggunakan kakinya untuk melakukan aktifitas apapun karena menurutnya ... dia sudah tidak punya arah dan tujuan untuk hidup.

Bian tentu saja sangat terpukul, kehadirannya seolah-olah tidak berarti dan tidak diinginkan oleh sang Ibu. Seolah-olah hanya wanita itu yang berduka atas kehilangan Frike.

Semenjak itu Bian sangat berambisi untuk menggulingkan Atmaja dan merebut kembali apa yang sudah tua bangka itu ambil dari ibunya—semua aset kekayaan yang diwariskan sang kakek, membuatnya jatuh miskin seperti dulu tepat sebelum dia menikah dengan ibunya. Bian ingin Atma berlutut dan bersujud di kaki wanita itu untuk meminta maaf karena sudah memberikan banyak luka.

Dan untuk mewujudkan ambisinya itu, Bian rela melepaskan masa remajanya untuk belajar, belajar dan belajar. Ia tidak mengenal dunia luar selain buku yang ada di sekelilingnya. Usahanya tidak sia-sia karena pada akhirnya dia mendapatkan beasiswa di luar negeri.

Enam tahun lalu dia kembali dari negeri jam Bigben dan membuka usaha sendiri berbekal ilmu dan pengalaman di negeri orang. Bian tidak menyangka kalau perusahaan kecilnya berkembang pesat namun hal itu belum cukup untuk bisa membuat Atma Group jatuh.

Keberuntungannya kemudian bertambah dua kali lipat saat bertemu Lera, sejak awal dia sudah tertarik pada gadis itu namun siapa sangka kalau dia adalah cucu perempuan dari pemilik Estan Holding Company yang tersohor. Mungkin dengan mendekati Lera, akan menambah peluangnya untuk bisa menggulingkan perusahaan Atma ke jurang terdalam.

Ya, anggap saja Bian orang paling jahat di dunia ini, tapi mau bagaimana lagi? Bian terlanjur benci pada mereka yang sudah membuat orang-orang yang berarti dalam hidupnya hancur.

“Aku harus menikahi Lera, bagaimanapun caranya karena hanya dengan begitu aku memiliki kekuasaan dan kekuatan untuk membuat Atma hancur berkeping-keping."

1
forain
Gamau dilanjut nih thor, seru bgt ini 😻😻
Yuni: nanti aku lanjut tapi bukan di sini say
total 1 replies
Hilma Rizqina
lanjut dong kaaa
Salwa
lanjutt kakk
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
woooo,, slow kenan 😂😂
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
yg usil memang bikin kangen ya Le 🤭
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
makasih updatenya thor 🤗
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
laahhh B boong dong, katanya dirumah 😛
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
muat Lee.. muaatt kok 🤭🤭
Salwa
lanjut aja kak cerita alur ceritanya bagus kak
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
dikenalin atuh pelan² ama Lera ularmu Bi 😂😂
Yuni: wkwkw nggak bahaya tah?
total 1 replies
Salwa
lanjut kak
Salwa: jangan lama" kak update aku nungguin kyk nunggu kepastian wkwkwk
total 2 replies
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
poor Bian 🥲
Bagus, alurnya rapi dan enak dibaca. Karakter tokohnya juga hidup, jadi pengen nampol si Bian ini
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
cerita yang menarik
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
jiiaahhh.... gumusshh gak sih mereka berdua ini 😃
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
gak mungkin lah Bi kamu metong secara kamu pemeran utamanya, yaa paling babak belur lagi sedikit 😂
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
savage 😂😂
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
poor keenan 😥
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
tom en jerry gak tuh mereka berdua 😁😁
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
jiiaahhh... preman kok pingsan sih 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!