Kila gadis yang cantik, baik dan memiliki sifat keibuan. menikah dengan seorang pria yang memiliki 3 orang anak
"saat ini kau memang istriku tapi jangan pernah berharap dan berfikir aku bisa mencintaimu karena cinta ku hanya untuk istriku sinta! " Richo
" aku tau kamu takkan bisa mencintaiku tapi aku mencintaimu dengan tulus , aku janji aku akan selalu ada di sampingmu hingga menutup mata." Kila
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NN sy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1.28
flashback
pagi pagi Juna dan tuan Malik pergi kerumasakit karena nenek yang sudah beberapa hari ini dirawat di rumasakit.
saat melewati taman rumasakit tuan Malik melihat seorang wanita yang sangat dikenalnya bersama seorang suster tengah duduk di atas kursi roda dengan memakai baju khas rumasakit.
tuan Malik pun menghentikan langkahnya dan menatap wanita itu penuh kerinduan.
"ayah kenapa berhenti disini?" tanya Juna memicingkan matanya.
" tidak ada apa apa ayo masuk nenekmu pasti sudah menunggu kita" jawab tuan Malik berjalan mendahului Juna.
sesampainya didalam tuan Malik langsung memeluk ibunya.
" ibu cepatlah sembuh aku tidak bisa melihat ibu sakit seperti ini " tuan Malik memeluk ibunya dengan sayang
" ibu tidak sakit Malik kamu jangan khawatir"
" nenek kata ayah benar nenek harus sembuh"
" nenek akan sembuh jika kamu memberikan nenek cicit" ucap nenek sambil tersenyum.
" bagaimana Juna memberikan cicit kalau pacar saja tidak punya" Juna menggaruk kepalanya cengengesan.
" mangkanya kamu itu harus cari pacar jangan menguntit ayah terus" cibir tuan Malik
" uh ayah, aku kan menguntit ayah ada alasannya supaya ayah tidak terus menerus memandang satu wanita saja dan tidak bisa muve on dari cinta pertama ayah"
" dasar anak nakal" tuan Malik memukuli Juna dengan sebal.
" ayah ampun sakit hahah" Juna senang sekali setiap kali meledek ayahnya itu
yatuhan berikanlah sedikit kebahagian untuk putraku dia sudah terlalu lama menderita hamba mohon kabulkan lah keinginan hambamu ini. batin nenek
tak terasa hari sudah siang Juna dan tuan Malik berpamitan pada nenek untuk kekantor
di koridor rumasakit tuan Malik teringat dengan seorang wanita yang ia lihat ditaman
" Juna kamu kekantor saja dulu nanti ayah akan menyusul" perintah tuan Malik pada Juna .
" ayah mau kemana? tanya Juna menatap tuan Malik menyelidik.
" ayah ada sedikit urusan kamu berangkat saja dulu"
" baik lah kalau ayah butuh bantuan cepat hubungi ku"
" ya " jawab tuan Malik singkat kemudian mereka berpisah.
tanpa disadari oleh tuan Malik Juna mengikutinya dari belakang dan tidak pergi kekantor.
" permisi nona pasien atas nama Gita Adijaya dirawat diruangan mana ya" tanya tuan Malik saat ia sudah ada didepan meja resepsionis rumasakit.
" sebentar ya tuan saya akan cek dulu" ucap penjaga resepsionis dengan ramah.
" silahkan nona"
penjaga resepsionis itu mengotak Atik komputer setelah apa yang ia cari ketemu dan segera memberitau tuan Malik.
" pasien atas nama Gita Adijaya dirawat diruangan VVIP yang ada dilantai 6 tuan "
"baiklah terimakasih"
tuan Malik naik ke lift menuju lantai 6 . setelah sampai di lantai 6 tuan Malik segera masuk keruangan VVIP yang ditempati oleh nyonya Gita . kebetulan saat itu nyonya Gita sedang tertidur .
tuan Malik melihat nyonya Gita yang kurus dan pucat merasa sedih.
ingin rasanya ia memeluk dan menggenggam tangan nyonya Gita tapi ia tak memiliki keberanian untuk melakukannya.
setelah puas memandangi nyonya Gita tuan Malik pergi meninggalkan ruangan itu dan mencari dokter yang merawat nyonya Gita dan kebetulan sekali tuan Malik bertemu dokter yang merawat nyonya Gita di lorong rumasakit.
" permisi dokter apa anda dokter yang merawat nyonya Gita Adijaya."
" iya benar , ada apa?"
" boleh saya berbicara dengan Anda sebentar saja "
" mari tuan kita bicara diruangan saya supaya lebih nyaman"
tuan Malik dan dokter itu pun pergi keruangan prakteknya.
" silahkan duduk tuan , oh iya perkenalkan saya dokter Amel " dokter Amel mengulurkan tangan pada tuan Malik untuk berjabat tangan tuan Malik pun menyambut uluran tangan dokter Amel.
" saya Malik dok" ucap tuan Malik
" apa yang ingin anda bicarakan ?"
" saya hanya ingin menanyakan nyonya Gita , sebenarnya beliau sakit apa dok"
" ginjal nyonya Gita rusak dan harus segera mendapat kan donor ginjal jika tidak nyawa nyonya Gita tidak akan bisa bertahan ."
tuan Malik yang mendengar penjelasan dari dokter Amel tiba tiba nafasnya sesak dan hatinya sakit mengetahui kenyataan bahwa orang yang selama ini dicintai sakit parah dan tak berdaya.
" apa sudah ada pendonornya dok"
" selama ini belum ada ginjal yang cocok untuk nyonya Gita."
" kalau begitu biar saya saja yang menjadi pendonor untuk nyonya Gita dok"
" apa anda yakin?"
" saya yakin dok"
baiklah kalau begitu saya akan memeriksa ginjal anda cocok atau tidak dengar nyonya Gita"
" baik dok dan saya ingin merahasiakan ini dari siapapun termasuk nyonya Gita sendiri"
"baiklah jika itu keinginan anda saya akan merahasiakan identitas anda ."
"terima kasih dok"
"sama sama tuan"
diluar ruangan Juna mendengar semua pembicaraan antara tuan Malik dan dokter Amel . Juna hanya bisa terdiam ia tau ayahnya sangat mencintai wanita itu dan ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya.
saat membuka pintu tuan Malik merasa kaget ketika melihat Juna ada diluar ruangan dokter Amel
" Juna ngapain ada disini?"
" aku sudah mendengar semuanya ayah"
" apa kamu marah sama ayah karena ayah ingin mendonorkan ginjal ayah"
" tidak tapi Juna takut terjadi apa-apa dengan ayah"
" ayah akan baik baik saja kamu tidak perlu mencemaskan ayah dan jangan cerita dengan siapapun termasuk nenek mu"
" baik ayah aku janji , tapi ijinkan Juna mendampingi ayah disini"
tuan Malik menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
setelah ginjal tuan Malik cocok untuk didonorkan dokter pun segera melakukan transplantasi ginjal.
flashback end
" Juna lepaskan pelukan mu ayah bisa mati jika kamu memeluk ayah seperti ini "
" maaf ayah" ucap Juna sambil melepaskan pelukannya.
" Juna selama ini ayah tidak perna meminta apa apa dari mu tapi hari ini bisakah ayah meminta sesuatu padamu nak?" tuan Malik menggenggam tangan Juna
" ayah mau apa katakan saja , apa ayah mau Juna belikan mobil baru atau ayah mau berangkat haji atau ayah mau Juna membelikan rumah baru , aku pasti akan mengabulkannya ayah"
" ayah tidak meminta semua itu "
" lalu apa yang ayah minta "
" ayah hanya meminta kamu menjauhi mereka dan tidak mengusik kebahagian mereka . ini adalah permintaan ayah yang pertama dan yang terakhir kalinya setelah ini ayah tidak akan meminta apa apa lagi. "
Juna hanya terdiam mendengar permintaan tuan Mali .
melihat Juna diam membuat tuan Malik bangkit dari duduknya dan duduk berlutut dihadapan Juna.
" nak apa permintaan dari lelaki tua renta ini terlalu berat untuk mu sehingga kamu diam dan tidak ingin mewujudkannya. " tuan Malik menatap Juna sendu.
" ayah bangun lah jangan seperti ini aku sayang sama ayah dan aku janji tidak akan mengusik dan berhubungan dengan mereka " Juna memeluk tuan Malik
" terimakasih nak" tuan Malik mengusap punggung Juna demga lembut dan Juna pun melakukan hal yang sama.
ayah sangat menyayangi mu nak . hanya kamulah milik ayah satu-satunya yang ayah punya setelah nenekmu meninggal dan semoga saja Gita tidak melaporkan mu kepolisi atas kecelakaan itu . batin tuan Malik.
bersambung......
untuk semuanya,dukung novel saya dong please,biar makin semangat.🙏🙏🙏