NovelToon NovelToon
MATI RASA

MATI RASA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: nazwa talita

Pertama kali kau menyakitiku aku, aku menangis dan memohon padamu agar kau tetap disisiku, kedua kalinya kau menyakitiku, aku kembali memohon kepadamu agar kau tidak meninggalkanku. Ketiga kali dan keempat kalinya kau kembali menyakitiku, aku memaafkanmu dan selalu saja memaafkanmu. Namun, setelah berkali-kali kau terus saja menyakitiku, akankah aku masih bisa bertahan?


"Pergi dari sini sejauh mungkin, karena aku muak melihatmu!"Bian berteriak keras.

"Tapi aku istrimu! aku mencintaimu!" Alea berteriak sama kerasnya

"Tapi aku tidak pernah mencintaimu!"

"Tapi bukan berarti kau bisa seenaknya membawa perempuan itu ke rumah ini Bian, ini rumahku!"


Alea sangat bahagia saat pria yang sangat di cintainya dari masa SMA tiba-tiba melamarnya dan menikahinya seminggu kemudian. Tapi kebahagiaan Alea hanya berjalan sebentar, karena sebulan setelah pernikahannya, suaminya justru membawa perempuan lain ke dalam rumahnya. Sanggupkah Alea terus bertahan dengan kesakitan yang terus ia rasakan?



Mohon siapin tisu yang banyak,karena novel ini bakalan banyak menguras air mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27 Ciuman

Selesai makan malam, Alea langsung menuju kamarnya dan langsung tertidur karena kelelahan. Bekerja di tempat Kenzo sungguh melelahkan, tapi hanya itulah yang membuat Alea senang saat ini, karena dengan bekerja, ia bisa melupakan kesedihannya, meski cuma sebentar.

Bian dan Amara langsung pulang ke rumah setelah selesai makan malam di restoran. Sesampainya di dalam kamar, Amara langsung melucuti pakaian Bian dan mencium suaminya itu dengan penuh gairah.

Entah mengapa, semenjak dirinya hamil, gairahnya seolah meningkat dari sebelumnya, membuat Bian terkadang merasa kewalahan sekaligus puas.

Amara mendesah panjang setelah mendapatkan kepuasannya. Ia tersenyum puas ke arah Bian sambil menetralkan deru nafasnya yang memburu. Bian membalas senyuman Amara, kemudian mengecup lembut kening perempuan itu sebelum akhirnya beranjak dari atas tubuh polos yang baru saja memberinya kepuasan itu.

Bian mengatur nafasnya yang tersengal, keringat membanjiri seluruh tubuh polosnya. Ia melirik Amara yang sudah memejamkan matanya karena kelelahan.

Bian beranjak dari tempat tidurnya. Memakai kembali celana pendek yang berserak di lantai, kemudian ia menuju balkon. Menyalakan rokok, dan menghisapnya pelan.

Pikirannya menerawang, entah apa yang sedang di pikirkannya saat ini. Tapi wajah cantik Alea terlintas di kepalanya. Ia mendesah panjang, kemudian kembali masuk ke kamar dan menuju kamar mandi.

Selesai mandi, Bian memperhatikan Amara yang tertidur pulas, membenarkan selimutnya, kemudian beranjak keluar dari kamar. Bian melangkahkan kakinya menuju kamar Alea. Saat ia baru saja menutup pintu, tubuhnya terpaku sejenak, saat melihat ranjang yang dua hari ini kosong akhirnya kembali terisi oleh sang pemilik.

Bian dengan perasaan senang langsung melangkah mendekati ranjang, kemudian dengan pelan memeluk tubuh ramping Alea dari belakang. Bian tersenyum senang, kemudian ikut memejamkan matanya di samping Alea.

Saat pagi tiba, Alea mendorong kuat tubuh Bian yang memeluknya. Ia sangat kaget karena saat bangun tiba-tiba ada orang yang memeluknya erat.

Bian mengaduh kesakitan saat tubuhnya mendarat di lantai lumayan keras.

"Kau ... kenapa kau mendorongku!" teriak Bian kesal sambil mengusap- usap bokongnya.

"Kenapa kau tidur di sini?"

"Aku suamimu Alea, kenapa aku tidak boleh tidur dengan istriku sendiri?"

"Istri?" Alea mencibir.

"Giliran sekarang saja, kau menyebutku istri. Dari dulu kemana aja?" Bian langsung terdiam, tak bisa menjawab.

"Kapan kau pulang?"

Tapi tidak ada jawaban yg kuat dari mulut Alea.

"Alea! aku bertanya padamu."

"Aku baru pulang semalam." sahut Alea acuh, kemudian segera beranjak menuju kamar mandi dan menutupnya keras.

Bian menggusar rambutnya kasar.

Perempuan ini benar-benar ...

Bian menatap pintu kamar mandi yang tertutup, tercetak seringai di wajahnya. Tapi saat ia mendapati pintu itu terkunci dari dalam, seringainya pun lenyap. Ia lupa, kalau Alea bukanlah Amara yang tidak pernah mengunci kamar mandi di saat ia sedang mandi. Akhirnya dengan wajah kesal, Bian keluar dari kamar Alea.

Amara baru saja selesai mandi saat Bian baru saja masuk ke kamarnya.

"Kau dari mana?" Bian menatap Amara yang baru saja dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi bagian tubuh atasnya dan setengah paha mulusnya.

Melihat Amara yang begitu seksi membuat Bian menelan salivanya. Gairah yang tadi sempat membara karena melihat Alea yang tidur di pelukannya, namun langsung menghilang gara-gara sikap Alea, kini kembali naik ke ubun-ubun.

Bian langsung mendekati Amara dan langsung menerkamnya saat itu juga.

*****

Alea baru saja selesai sarapan saat kedua sejoli itu keluar dari kamarnya dan turun dengan bergandengan tangan sambil saling tersenyum mesra.

Alea yang melihat kemesraan mereka hanya bisa mengepalkan tangannya. Namun, tidak dengan raut wajahnya yang terlihat datar tanpa ekspresi.

Bian menatap Alea yang sedang membereskan piringnya.

"Kenapa tidak menungguku dan Amara, biar kita bisa sarapan bareng?" Bian menatap Alea yang terlihat cantik hari ini. Entah kenapa, Alea terlihat sangat cantik di matanya sekarang.

"Kau pikir sekarang sudah jam berapa? aku bahkan sudah satu jam lebih menunggu kalian duduk di sini." sahut Alea kesal.

"Kau mau kemana?" Bian meraih tangan Alea yang ingin beranjak.

"Aku mau ke taman." Alea dengan kasar melepaskan pegangan tangan Bian.

"Alea! kau tidak ...."

"Sudahlah! jangan pedulikan dia, kita harus segera sarapan, karena kita sudah terlambat ke kantor." potong Amara cepat.

Bian menghembuskan nafasnya, kemudian menuruti ucapan Amara untuk segera menyantap sarapannya.

Mbok Sumi segera melangkah menuju taman saat mobil Bian dan Amara sudah melaju meninggalkan rumah.

"Mereka berdua sudah berangkat Non." Alea melangkah mendekati Mbok Sumi.

"Terima kasih Mbok, aku berangkat dulu ya, "

"Iya Non, hati-hati."

Alea tersenyum, kemudian mengacungkan jempolnya pada Mbok Sumi.

Alea memutuskan berangkat ke tempat kerjanya setelah Bian dan Amara pergi. Karena ia tidak mau Bian dan Amara mengetahui kalau dirinya bekerja sekarang, apalagi, pekerjaannya hanya seorang kasir di restoran, pasti mereka berdua tidak akan berhenti mentertawakannya.

Hari-hari Alea berjalan seperti biasanya, bersikap masa bodoh pada Bian dan Amara, dan bekerja tiap hari di restoran Kenzo. Sementara Bian, semakin hari semakin bertambah menyebalkan. Ia terus mendekati Alea, tapi Alea terus saja menolaknya dan menjaga jarak dengannya.

Hingga pada suatu hari, Alea tak menolak saat Bian menciumnya. Alea sengaja tak menolak saat ia melihat ada Amara yang sedang berdiri di belakang Bian tanpa sepengetahuan Bian.

Pada saat Bian sedang mencium Alea, tiba-tiba Amara langsung menarik Bian hingga ciuman mereka terlepas, kemudian tanpa basa-basi Amara langsung mendorong tubuh Alea hingga terjatuh.

"Amara!"

.

.

.

Jangan lupa like n koment juga Votenya ya 🙏🙏🙏

1
Gintania nia
menarik
Nani heri Upitarini
belibet y,Alea mestix belajar dr masa lalu yg riweh...
Anonim
Bian masih hidup
Wahyu Kasep
saya kecewa dengan penuki

harusnya 😊 bian amarra
Kenzo Alea
biar bisa capel ter the best
Wahyu Kasep
Alea akan jadi fatnher tetap Kenzo
biar bisa jadi ' real capel
Isranjono Jono
orang tua yang kau salah kan padahal kau sendiri yang bodoh
Yokelin Ririhena
duuh,Alea...jangan " kumat" lagi pingsannya
Yokelin Ririhena
harus,kuat non...jngan kasih tempat lagi si "kampret" dihatimu
Yokelin Ririhena
Si "kampret". ..muncul!,sikat Ken,jangan sampe dia rebut Alea,iih gemess
Nina Priyantina
ale kenapa kamu jadi cewek kok lemah naget kamu kaya orang tua mu punya kuasa tinggalin tu bian si cowok mokondo
Nina Priyantina
ale kenapa kamu jadi cewek kok lemah naget kamu kaya orang tua mu punya kuasa tinggalin tu bian si cowok mokondo
Sri surya
gebeg al seret kekamar mandi si kenzo,cuci mandiin dia pake mama lemon yg banyak gantian al,sambil kosre pake kaki,masih sakit ati ketika al di seret le kamar mandi
Sri surya
ya smpun aliya kena belayan dikit udah pasrah,seengganya bikin kenzo nyesel udah mamdiin lo dngan kasar numpajin sabun cair banyak seolah lo najisnya,ih najis!
Sri surya
bego bgt si kenjo,maen seret aja harusnya lk lknya yg di tanya,gedek tinggalin al sama aja bikin terhina setan!
Sri surya
yah kenapa mesti dp dulu
Mamah Ica De
satu kata untuk perempuan yg bernama ALEA T....... L
Husni
iya, menggambarkan Alea perempuan lemah.
Maria Magdalena Indarti
aku cari belum ada penjara hati
Maria Magdalena Indarti
wah.... ada season 2 ya
Maria Magdalena Indarti
pasti Bian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!