Menceritakan seorang gadis yang berusia 22 tahun yang bernama ASKIA PUTRI HUMAIRA, seorang muslimah cantik yang hidup dengan kesederhanaannya, memiliki sifat yang ceria dan ramah pada setiap orang.
Kehidupannya berubah saat dirinya dijodohkan dengan seorang pria yang tak pernah menganggap dirinya sebagai tempatnya pulang.
Berharap Cinta setelah menikah, malah poligami yang ia dapatkan.
Tiada hari tanpa Air mata.
Akankah dirinya bisa bertahan dengan pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter-27
Askia POV
Restourant
HM'RESTO
Aku duduk di dalam ruangan ku yang ada di lantai dua sambil memeriksa omset pengeluaran bulanan,
setelah selesai aku keluar dari ruanganku dan turun kebawah,
seperti biasa aku berkeliling untuk melihat keadaan restourant ku,banyak pengunjung yang sudah mengenalku menyapa ku dengan ramah dan aku membalas setiap saapan mereka.
Setelah berkeliling di beberapa tempat aku duduk di sebuah kursi yang ada di pojokan ruangan ini,
seorang karyawan membawakan coklat dingin padaku, aku menatap keluar dinding restourant ku yang memang terbuat dari kaca transparan.
sesekali aku menyesap minumanku, hingga sebuah suara yang selama ini telah ku lupakan datang menghampiriku.
"Assalamu'alaikum Askia"
Sejenak tubuhku membeku, jantung ku berhenti berdetak, tangan ku mulai gemetar aku melihat ke asal suara yang menyebut namaku.
Deg
Jantungku kembali berpacu saat melihat sosok di hadapanku.
"Mas Farhan" gumamku.
Aku berdiri hendak pergi dari sana, namun suara nya mencegah diriku.
"Tunggu, apa kita bisa berbicara sebentar Kia??" tanya Farhan.
"Hanya sebentar" sambung nya lagi.
Aku tak menjawab, tapi aku kembali menduduk kan diriku di tempat semula, ia juga ikut duduk tepat di hadapanku.
beberapa menit kami hanya saling diam dan tenggelam dalam pikiran masing masing, hingga dia memulai pembicaraan nya.
"Maaf" ujar nya.
Sontak aku mendongak kan wajahku yang sempat tertunduk ke arah nya.
ku lihat tatapan itu penuh dengan penyesalan, penuh dengan rasa bersalah, tatapan itu menunjukkan rasa yang tulus.
Namun dengan segera aku memutuskan tatapan itu, karna bagaimana pun dia bukan lagi suami ku, tangan ku yang berada di bawah meja ku genggam erat erat, bayangan bayangan dan kenangan dulu kembali merasuki pikiran ku,
sungguh saat ini aku sangat gugup dan takut.
namun segera aku buang semua perasaan itu, aku harus kuat semua ini hanya masa lalu.
"Aku kemari ingin minta maaf sama kamu Kia, atas semua yang telah aku lakuin, aku jahat aku bodoh"
Ku tarik nafasku dalam dalam, "Sudahlah mas, itu semua sudah berlalu"
"Tapi aku sudah terlambat menyadari nya Kia, aku terlambat menyadari perasaan ku sendiri, aku baru sadar ternyata aku mencintai mu setelah kamu pergi Kia"
Kembali jantung ku hampir berhenti mendengar pengakuan mas Farhan.
"Kamu memang terlambat mas, kenapa baru sekarang?? di saat mas sudah menceraikan kia " ucapku lirih.
"Mas, Kia udah maafin mas kok, bahkan jauh sebelumnya, tapi jika mas ingin kia kembali, maaf Kia tidak bisa mas, lagian mas sudah punya Nara dia sekarang tanggung jawabmu mas"
"mas dengan Nara udah piasah Kia"
"Kenapa mas??" tanya ku penasaran, sebenarnya aku sedikit terkejut.
"Dia tidak mencintai mas, tapi dia hanya mencintai harta mas" katanya lirih.
Ku hela nafas ku untuk kesekian kali nya.
"Mas yang sabar, mungkin ini sebuah hikmah untuk mas, tapi jika mas kesini hanya untuk meminta maaf, Kia sudah memaafkan mas dengan ikhlas, namun jika mas kemari untuk meminta Kia kembali, maaf Kia tidak bisa mas" ucap ku.
Ku lihat ia menundukkan kepalanya, entah apa yang dia pikirkan setelah ini.
"Baiklah Kia, mas tidak akan memaksamu, mas tau ini kesalahan mas dan terimakasih karna kamu udah memaafkan mas, mas harap kamu akan bahagia bersama seseorang yang nantinya akan menjadi suami mu, kamu berhak bahagia bersama orang pilihan mu."
Meski mungkin saat hari itu aku akan merasakan sakit yang mendalam.
"Terima kasih karna mas sudah mau mengerti, Kia juga akan mendoakan agar suatu hari nanti mas bisa mendapatkan seorang wanita yang tulus mencintai mas dan menerima mas dalam keadaan apa pun itu" ujar ku tersenyum.
______
Jam sudah menunjukkakn pukul 4 sore, setelah pembicaraan itu dengan mas Farhan, entahlah rasanya beban semua nya hilang begitu saja.
Aku berjalan jalan di sebuah taman yang dekat dengan restourant ku, karna capek aku duduk di salah satu kursi yang ada di sana menikmati angin di sore hari.
Tiba tiba ponsel ku berbunyi menandakan masuk nya sebuah pesan,
ku ambil ponsel yang ada di saku baju ku,
Tuan tampan
sedang apa nona cantik?
Aku tersenyum saat melihat siapa pengirim nya, ya dia adalah Dimas dan entah sejak kapan pula nama nya bisa berubah menjadi seperti itu.
^^^Anda^^^
^^^Nona ini hanya sedang bersantai.^^^
Tuan tampan
Oohh.. benarkah??
apa nona cantik tidak memiliki kesibukan??
apa boleh tuan muda tampan ini menemaninya😉
^^^Anda^^^
^^^tidak, tuan sendiri apa tidak memiliki kesibukan? hingga bisa menggoda nona ini?^^^
Tuan tampan
Hei, tuan ini serius, jika nona mau maka sekarang juga tuan ini akan ada di sana
^^^Anda^^^
^^^Baiklah, baiklah terserah tuan saja😊^^^
Aku tergelak sendiri saat membaca pesan nya yang terkesan lucu itu ya.. akhir akhir ini kami sering berbalas chat, aku tidak membalas nya lagi, ku sandarkan tubuhku di kursi lalu ku tutup kedua mataku aku kembali menikmati suasana sore hari, sinar matahari masih setia menerpa wajah ku.
Namun entah kenapa wajah ku yang terkena sinar matahari tidak terasan panas, malah terkesan seperti ada sesuatu yang menghalanginya,
kedua alisku mengerut lalu ku buka kedua mataku, aku bisa melihat sepasang tangan sedang melayang di atas wajahku.
dengan cepat kulihat siapa itu.
"Dimas??" ujar ku.
"Hai nona cantik" ujar nya tersenyum lalu duduk di sebelahku.
"Kenapa kau di sini??" tanya ku mulai gugup.
"Bukannya sudah tuan ini katakan jika tuan tampan ini akan menemani nona cantik" ucap nya kembali tersenyum dan menunjukkan gigi gigi putihnya dan menambahkan kadar ketampanannya.
Aku langsung memalingkah wajahku yang sepertinya sudah memerah.
"Hei nona kenapa wajah mu merah seperti kepiting rebus?? apa nona malu,,??" goda nya membuat ku semakin merasa malu.
"Dimas jangan menggodaku" ujarku menutup wajah ku dengan kedua tangan ku.
Apa dia tidak malu, Kenapa dia begitu terang terangan menggoda ku, apa dia tidak tahu saat ini jantung ku sudah bagaikan lari maraton.
"Kia"
"Iya"
"Kia"
"iya"
"Calon istri"
"Iya calon sua... iihh Dimas kau sengaja ya??" ujarku sambil memukul lengan nya.
"Hahaha, kau sungguh lucu jika sedang kesal begitu" aku semakin kesal saat melihat ia tertawa seperti itu.
"Wah wah nona ku ternyata bisa ngambek juga??" ucap nya.
"Ngak lucu Dimas" sahut ku.
"Kia" panggil nya lagi namun aku tak menjawab.
"Askia, apa kau mau menjadi istri ku??"
"Aku tidak akan tergoda lagi dengan candaan mu itu Dim" jawab ku masih kesal.
"Aku tidak bercanda Kia, aku serius" ujar nya.
"Askia lihat aku??"
Aku melihat kearah nya, ku tatap kedua matanya.
"Kia apa kau tahu?? selama ini aku sangat mengagumi mu, tidak sejak kita masih sekolah dulu saat pertama kali aku melihat mu aku sudah mengagumi sosok dirimu, aku suka melihat mu saat kau sedang tersenyum, maka dari itu dulu aku mendekatimu dengan cara berteman dengan mu, awal nya aku hanya mengagumi mu karna kamu beda dengan gadis gadis yang lain, di mana di saat para gadis mencoba mendekati ku kamu malah menjuh di mana saat para gadis lain berlomba lomba ingin bersama ku kamu malah tidak peduli, namun lama kelamaan kekaguman itu berubah menjadi rasa suka dan rasa suka itu berubah menjadi rasa cinta dan cinta itu berubah menjadi rasa sayang, namun rasa itu ku simpan saat aku tahu dari Nia jika kamu adalah anak dari seorang ustad dan kamu tidak di perbolehkan untuk berpacaran, dan saat kita telah lulus nanti aku ingin mengatakan perasaanku, walau aku tahu saat itu mungkin kamu tidak akan menerima ku, namun saat itu ternyata aku malah di suruh pergi ke rumah nenek ku yang ada di luar negara dan melanjutkan pendidikan ku di sana, sejak hari itu aku mempercepat kuliah ku agar aku bisa cepat kembali kesini untuk bertemu dengan mu dan memberi tahu mu akan perasaanku dan meminta mu pada kedua orang tuamu, namun saat hari itu tiba aku mendapat kabar jika kamu sudah menikah" dia menghentikan ucapannya, ku lihat ia menghela nafas.
"Di saat itu pula hati ku hancur, harapan, impian dan cinta selama bertahun tahun yang telah aku pendam ternyata tidak bisa ku raih, saat itu aku mulai mundur, dan saat itu aku berfikir kalau aku akan kembali ke rumah nenek ku" ia kembali berhenti dan sekarang ia melihat kearah ku.
Ya Allah perasaan apa ini, kenapa ada rasa bahagia saat mendengar pengakuannya, ternyata dia mencintai ku sudah selama itu
"Apa kau tahu?? kenapa aku masih disini?? tanya nya pada ku.
Aku menggeleng kepala ku.
"Karna aku mendengar pernikahan mu dengan suami mu dulu tidak bahagia, maka dari hari itu juga aku mulai bertekat kembali menunggumu, aku bertekat jika suatu hari nanti aku bisa mendapatkan dirimu, dan hari itu telah tiba Kia" ucap nya menatap ku, aku bisa merasa tatapannya itu sangat tulus, tidak ada kebohongan di sana.
"Jadi ASKIA bisakah aku memiliki mu??" tanya nya lagi.
Aku terdiam, rasa nya aku ingin menagis, sungguh aku sangat bahagia, ternyata selama ini ada seseorang yang begitu tulus mencintai ku dan menunggu ku selama bertahun tahun.
"Dimas," aku menatap kearah nya."Bagaimana jika kita mulai perlahan lahan??" lanjut ku.
Ku lihat ia kembali tersenyum, "Iya mari kita mulai perlahan dan sekarang kamu harus memanggilku mas" ucap nya kembali dengan mode yang menyebalkan itu.
Aku tersenyum, "Iya, baikalah mas Dimas " ujar ku sedikit canggung.
BERSAMBUNG......
jangan lupa tinggalkan jejak kalian sayang sayangku 😘 😘 😘 TERIMAKASIH
Humaira yg Sabar yah...
Lanjuuut Thooor..