Elias merupakan sosok lelaki idola di kampus, dan ia adalah seorang playboy.
Cyara adalah mahasiswi baru di UI Kediri. Mereka bertemu saat Masa Orientasi Siswa baru. Cyara jatuh hati pada Elias.
Elias menjadikan Cyara kekasihnya, namun tidak lama kemudian putus setelah Cyara mengetahui bahwa semuanya adalah settingan.
Setelah putus dari Cyara, Elias baru menyadari jika dia menyukai Cyara yang juga masih memendam rasa untuknya. Mereka bertemu lagi di Rumah Sakit karena Elias terinfeksi corona virus. Akankah Elias sembuh, dan apakah dia menyadari kesalahannya di masa lalu, bisakah ia menaklukkan kembali hati Cyara dan bersaing dengan Fandy untuk mendapatkan hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.27 Terinfeksi Covid-19
Pagi hari di kantor, Elias sibuk mengecek data di akhir bulan. Ia ingin menelpon Cyara sekedar menyapa saja, namun masih belum sempat. Ia kembali menatap monitor untuk merekap laporan akhir bulan perusahaan.
Pukul sebelas siang, Elias telah selesai merekap semua laporan keuangan.
Ia mengeluarkan ponsel dari saku jasnya.
"Kira-kira Cyara sedang break apa bekerja ya...,ah, aku akan menelponnya saja, aku ingin mendengar suaranya." kata Elias memencet nomor Cyara dan menunggu di angkat.
"Tidak di angkat, apa dia tidak mau menerima telpon ku, ataukah sedang bekerja, aku akan mengulanginya lagi." kata Elias kembali menelpon Cyara dan masih belum di angkat.
"Ini yang terakhir kalinya." Elias kembali menelpon kemudian menaruh ponselnya di atas meja dengan raut muka kecewa.
Elias pergi ke Cafe Raja Pedas diseberang kantornya untuk mengusir rasa kecewanya. Ia meninggalkan ponselnya di laci kerjanya.
"Mau pesan apa, Den ?" tanya pramusaji.
"Teh tarik saja, Pak ?"
"Iya, Pak, nanti jika lapar, saya pesan makan."
Beberapa saat kemudian pramusaji mengantar teh tarik pesanan Elias.
"Terima kasih, Pak." kata Elias menerima teh tarik dari pramusaji kemudian meminumnya pelan-pelan.
Cyara sedang merawat pasien yang sakit, seorang anak laki-laki korban kecelakaan. Dia membersihkan luka yang cukup lebar pada paha anak itu. Dia men silent ponselnya selama bekerja, dan baru mengangkatnya setelah keluar dari ruang pasien.
setelah Cyara selesai membelit kan perban pada paha anak itu, ia keluar ruangan dan membuka ponselnya.
"Ada apa Elias menelpon ku sampai tiga kali... di saat aku sudah bisa melupakannya, dia datang lagi dalam kehidupanku. Sebaiknya bagaimana, jika aku mengabaikannya, dia pasti tersinggung. Aku haris bersikap dewasa sekarang, masa lalu ku dengannya sudah berakhir." kata Cyara kemudian menelpon Elias dan menunggu dia mengangkatnya.
Cyara menelpon dua kali namun Elias tidak mengangkat nya, kemudian ia mengirim pesan.
"Maaf, aku masih memasang perban saat kau telpon. Aku menelpon mu balik, namun kau tidak mengangkatnya." kata Cyara membaca pesan yang ia ketik kemudian mengirim pesannya.
Cyara menunggu pesan masuk, namun sudah sepuluh menit tak ada balasan dari Elias juga, kemudian ia kembali menaruh ponsel ke sakunya.
Elias kembali ke kantor, dan duduk di depan meja kerjanya. Ia membuka laci dan mengambil ponselnya.
"Cyara meneleponku balik, kenapa tadi aku tinggalkan ponselku," kata Elias kemudian membaca pesan dari Cyara dan membalasnya, "aku ingin bertemu dengan mu, kapan kau ada waktu luang Cyara ? Maaf aku tadi masih repot dengan pekerjaan di kantor."
Elias menunggu balasan dari Cyara, namun tidak ada pesan masuk, "mungkin saat ini dia kembali bekerja." kata Elias menaruh ponsel ke saku jasnya dan kembali bekerja.
Beberapa saat kemudian istirahat makan siang, Cyara membuka bekal makan siangnya di pantry Rumah Sakit. Ia membuka ponsel, ada pesan masuk dari Elias.
"Hari ini aku off jam tiga sore." kata Cyara kemudian mengirim pesannya.
"Mungkin dia masih sibuk, jadi lama membalas nya. Kira-kira apa yang mau dibicarakan dengan ku nanti. Sebenarnya aku masih trauma bertemu dengannya. Tapi mau sampai kapan aku lari dan terus bersembunyi darinya, kali ini aku akan menemuinya. Aku harap dia sudah berubah tidak punya maksud buruk terhadapku lagi."
Elias tengah bersiap melakukan perjalan. ke luar negeri, ia melihat ponselnya, ada pesan dari Cyara.
"Aku jam tiga akan berangkat ke Wuhan, ada kunjungan bisnis ke klien. Mungkin besok atau lusa sepulang dari sana, aku baru bisa menemui mu." kata Elias kemudian mengirim pesannya.
Sore jam tiga kurang dua puluh menit. Cyara baru membaca pesan dari Elias, lalu membalasnya, "ke Wuhan... di sana sekarang sedang ada wabah virus berbahaya, covid-19, virus tak kasat mata, mirip dengan virus SARS namun lebih berbahaya lagi, dan belum ditemukan vaksinnya, aku sarankan kau tunda kunjungan bisnismu."
Elias sudah sampai di bandara, ia membuka ponsel membaca balasan dari Cyara yang mungkin belum sempat ia baca.
"Aku tahu sedang ada wabah di sana. Semoga saja aku selamat dari serangan virus itu, besok aku pulang, tunggu aku." kata Elias mengirim balasan pada Cyara kemudian mengaktifkan mode pesawat dan masuk ke pesawat.
Elias mencoba duduk di pesawat dengan tenang, di satu sisi ia merasa senang karena ternyata Cyara sudah mau berbicara dengannya, namun, disisi lain dia takut pada teror virus yang sedang mewabah di Wuhan. Ia telah menyiapkan masker dan juga hand sanitizer dalam kopernya.
Ia menenangkan pikirannya dengan mengingat Cyara selama perjalanan, memikirkan kalimat apa yang akan dia ucapkan saat bertemu dengannya.
Elias akhirnya tertidur dengan wajah tersenyum. Delapan belas jam kemudian ia tiba di bandara Wuhan. Ada pegawai dari mitra perusahaan yang menjemputnya dan membawa ke lokasi.
Setiba di lokasi ia mengikuti meeting yang sedang berlangsung. Meeting membahas manajemen ekspor impor. Peserta meeting tidak hanya dari Tiongkok, namun dari negara-negara lain yang ingin bermitra.
Selama meeting berlangsung, semua peserta meeting mengenakan masker dan di beri hand sanitizer oleh perusahaan.
Tiga jam kemudian meeting selesai, setelah semua peserta menandatangi kontrak perjanjian. Perusahaan menyediakan hotel untuk mereka menginap.
Elias memilih untuk tidak menginap dan meminta izin untuk kembali ke Indonesia, karena dia sudah memesan tiket perjalanan balik jauh-jauh hari sebelumnya. Dan staf kantor mengantarkan Elias sampai ke bandara.
Elias duduk di pesawat dengan mengenakan masker dan menyemprotkan hand sanitizer di tangannya. Delapan belas jam kemudian ia sampai di bandara Juanda. Di Sana sudah ada sopir pribadi yang menunggunya.
Mobil menghampiri Elias dan membawanya pulang kembali ke rumah.
Elias tiba di rumah jam sebelas siang. Ia tidak ke kantor, namun ke rumahnya. Ia merasa kelelahan dan demam.
Elias tidur di kamarnya, setelah bangun tidur ia merasa tidak nyaman pada tenggorokan, dan batuk. Ia mengambil ponsel di sebelah nya dan menelpon, "Mama... sepulang dari Wuhan aku merasa kurang fit, apakah aku sebaiknya ke Rumah Sakit untuk memeriksakan diriku ?"
Mama Elias datang ke kamar Elias setelah menutup ponselnya. Ia melihat Elias nampak tak sehat.
"Apa yang kamu rasakan ?"
"Aku merasa demam dan lemas."
"Kita ke Rumah Sakit saja sekarang." kata Mama Elias memanggil sopir pribadinya dan berangkat bersama menuju Rumah Sakit Sentra Medika.
Setibanya di Rumah Sakit, perawat membawa Elias ke ruang UGD kemudian mengambil darahnya untuk di cek.
Perawat memanggil Mama Elias ke ruangan untuk menjelaskan hasil tes darah Elias.
"Ibu, hasil tes putra Ibu sudah keluar, dan hasil nya reaktif covid-19."
Bagai tersambar petir mendengar diagnosa dari perawat, Ibu Elias lemas setelah mendengarnya.
"Apa... Elias terinfeksi covid-19 ?"
"Belum bisa dipastikan Ibu, kita tunggu hasil tes swab yang sebentar lagi akan keluar." kata perawat menunggu hasil tes dari laboratorium.
Beberapa saat kemudian petugas laboratorium datang dan menyerahkan hasil swab dan membacakan hasilnya.
"Dari hasil swab, anak Ibu positif terinfeksi gejala covid-19, walaupun masih tahap awal. Biasanya virus akan menginfeksi lima sampai enam hari setelah masuk ke tubuh seseorang. Beruntung putra Ibu masih tahap awal dan berusia muda, jadi peluang sembuhnya besar."
Mama Elias lemas dan tidak bisa bicara mendengar diagnosa yang dibacakan barusan.
Beberapa saat kemudian, perawat membawa Elias dan memindahkan ke ruang isolasi khusus untuk pasien yang terjangkit covid-19.
kok Elyas sama Cyara blom sampai pelaminan
maksud,y hubungan orang.
cerita,y keren 👍 semakin menegangkan
Penuh arti dan juga makna
Semua karyaMu kan kagumi
Jika memberi kesan sempurna
maaf ya Author cerita,y ku suka dan pengen kejutan. biar berasa nyata.
gemessss😁
👍
_ _ _
pikiran ku terhantut.
hrus,y kn klo cinta bahagia mlihat seseorang yg d cintai,y bahagia.
_ _
ak aj bahagia pdahal ak salah satu mantan Elyas🤫
🤫