NovelToon NovelToon
Su Yu Memberontak Takdir

Su Yu Memberontak Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Action / Epik Petualangan
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Dia bukan siapa-siapa di keluarganya sendiri. Dihina, dipukul, dan dianggap sampah oleh adik kandungnya sendiri, Su Yu hanya punya satu harga diri tersisa: kepatuhan. Ketika ia diperintahkan masuk ke Hutan Kelabu yang mematikan untuk mencari Tanduk Rusa Malam, ia tidak punya pilihan selain menurut.

Namun di dalam hutan, ia menyaksikan pertarungan antara dua makhluk dahsyat yang seharusnya tidak pernah ia lihat. Ketika seorang peri cantik terjatuh tak berdaya di hadapannya, Su Yu dihadapkan pada pilihan sederhana: pergi menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawanya untuk orang asing.

Ia memilih yang kedua.

Tanpa disadarinya, satu tindakan kecil itu akan mengubah takdirnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Pedang Roh dan Latihan Teknik

Su Yu menoleh ke arah Xioutian yang terbang di sampingnya. "Kau pilih apa?"

Xioutian menyentuh dagunya dengan ujung sayap kanan. "Sepertinya aku lebih cocok untuk senjata, Tuan."

Pemuda itu mengangguk sambil menunjuk sisi kanan altar. "Pergilah."

Xioutian mengangguk, lalu terbang ke arah senjata-senjata yang melayang. Ketika tiba di sana, kedua matanya menyapu satu per satu dengan tatapan tajam, seolah sedang menilai kualitas setiap bilah dan mata tombak yang memancarkan cahaya keemasan.

Pria tua itu mendekat ke samping burung kecil tersebut, lalu menunjuk pedang di sisi kiri, tepatnya dua posisi dari yang terakhir.

"Itu sangat cocok untukmu. Ada roh pedang di dalamnya. Meskipun tidak bisa berbicara dan tidak memiliki wujud, dia bisa mengenalimu dan mudah diajak bekerja sama."

Xioutian mengangguk kecil. "Ya sudahlah, aku ingin memulihkan diri secepatnya."

Pria tua itu tersenyum tipis. Pada saat itulah pedang tersebut luruh tanpa suara, berubah menjadi aliran cahaya keemasan yang langsung memasuki dada kecil Xioutian.

"Ugh, apa ini..."

Burung itu tersentak. Kedua sayapnya mengembang lebar, bulu-bulunya berdiri tegak, sementara matanya membelalak sebesar mungkin. Seluruh tubuhnya memancarkan kilau keemasan selama beberapa tarikan napas sebelum akhirnya meredup dan kembali seperti semula.

Xioutian terhuyung di udara, lalu mendarat dengan canggung di atas altar.

"Aku merasa ada benda asing di dalam tubuhku," keluhnya sambil mematuk-matuk dadanya sendiri.

"Benda asing itu adalah roh pedang yang sedang menyesuaikan diri dengan jiwamu," jelas pria tua itu. "Dalam beberapa hari ke depan, kau akan mulai bisa memanggilnya keluar."

Xioutian mendengus pelan. "Semoga saja ini tidak membuatku semakin lemah."

Sementara itu Su Yu sudah berjalan mendekat dan mengamati kondisi burung kontraknya. Setelah memastikan tidak ada yang berbahaya, ia duduk bersila di atas altar dan mengatur napasnya.

"Senior, kami akan beristirahat dulu."

"Silakan. Aku akan berada di sini sampai kalian siap melanjutkan."

Pria tua itu mengangguk pelan, lalu sosoknya memudar seperti kabut yang terseret angin, meninggalkan keduanya di atas altar yang kini sunyi.

Su Yu memejamkan matanya dan mulai menenangkan pikiran. Energi spiritual di dalam dantiannya telah terkuras cukup banyak selama ujian pertama. Ia membiarkan aliran itu bergerak pelan melalui meridian-meridian yang terbuka, menarik energi dari udara di sekelilingnya secara perlahan.

Xioutian berjalan mendekati Su Yu, lalu meringkuk di dekat kaki tuannya dengan kedua sayap terlipat rapat. Tidak butuh waktu lama bagi burung itu untuk tenggelam dalam tidurnya yang pulas.

Waktu berlalu tanpa terasa.

*****

Dua hari kemudian.

Su Yu membuka matanya perlahan. Begitu kesadarannya kembali, ia menoleh ke kiri dan ke kanan, mengamati keadaan di sekelilingnya. Xioutian masih tidur nyenyak di tempat yang sama, bulu-bulunya bergerak pelan mengikuti napasnya.

"Aku tidak merasa lapar..." gumam Su Yu sambil menyentuh perutnya sendiri.

Perasaan kosong yang biasa muncul setelah berhari-hari tanpa makan tidak ada sama sekali. Energi di dalam tubuhnya terasa penuh dan stabil, seolah-olah aktivitas bermeditasi saja sudah cukup untuk menggantikan kebutuhan makan.

"Mungkin ini efek dari kota ini, atau pengaruh energi spiritual di tempat ini yang begitu pekat," batinnya.

Ia memilih untuk tidak memikirkan hal itu terlalu lama. Setelah memastikan Xioutian masih tertidur lelap, Su Yu bangkit dan berjalan beberapa langkah menjauh dari burung tersebut.

"Lebih baik aku mulai memahami teknik yang kuterima."

Su Yu berdiri di sisi altar yang lapang. Ia membuka kedua kakinya selebar bahu, lalu mengulurkan tangan kanannya ke depan dengan telapak tangan terbuka. Posisi itu ia pertahankan selama beberapa tarikan napas.

"Telapak Arus Dalam..."

Su Yu menutup mata dan membiarkan kesadarannya menyelami ingatan tentang kitab tersebut.

Teknik ini bekerja dengan mengumpulkan energi spiritual ke telapak tangan, lalu melepaskannya ke depan dalam bentuk telapak tangan raksasa yang terbentuk dari energi murni. Di tingkat Pendekar Besi, ukurannya hanya satu meter. Di tingkat Pendekar Perak, bisa mencapai dua meter. Sedangkan di Pendekar Emas, ukurannya mampu membesar hingga lima sampai enam meter, atau sekitar satu sampai dua zhang.

Kesulitan teknik ini terletak pada pengendalian energi. Semakin besar telapak tangan yang dibentuk, semakin banyak energi yang dibutuhkan, dan semakin sulit pula mempertahankan bentuknya agar tidak hancur sebelum dilepaskan.

Su Yu membuka matanya.

"Coba dulu."

Energi biru mulai berkumpul di telapak tangan kanannya. Aliran itu keluar dari dantian, melewati meridian lengan, lalu menyembur keluar dari telapak tangannya. Di udara, satu meter di depannya, energi itu berusaha membentuk telapak tangan spiritual.

Namun bentuknya kacau.

Energi biru itu berputar-putar tanpa arah, menggumpal di beberapa titik, lalu menipis di bagian lain. Jari-jari yang terbentuk bengkok dan tidak seimbang, telapaknya pun terlalu tebal di satu sisi. Dalam tiga tarikan napas, telapak tangan spiritual itu pecah dan menghilang seperti asap tertiup angin.

"Masih terlalu liar."

Su Yu menurunkan tangannya dan mengatur napas. Ia tidak menyerah. Setelah beberapa saat, ia mengulurkan tangannya lagi dan mencoba membentuk telapak tangan spiritual untuk kedua kalinya.

Hasilnya masih sama. Energi biru yang keluar dari telapak tangannya tidak mau membentuk wujud yang sempurna. Kali ini hanya bertahan lima tarikan napas sebelum akhirnya buyar. Dia terus mencoba berulang kali, tidak pernah putus ada apalagi menyerah meskipun selalu gagal.

"Aku butuh kendali yang lebih halus nanti. Sekarang pulihkan dulu energi spritual yang hampir habis."

Ia segera duduk bersila dan mulai bermeditasi. Energi spiritual di dalam dantiannya sudah berkurang banyak. Su Yu menarik napas dalam-dalam, membiarkan tubuhnya menyerap energi dari udara di dalam aula tersebut.

Satu jam kemudian, ia bangkit lagi.

Su Yu berdiri dengan posisi yang sama. Tangan kanannya terulur ke depan, telapak tangan terbuka. Energi biru mengalir dari dantiannya dan berkumpul di telapak tangan.

Satu meter di depannya, energi itu mulai membentuk telapak tangan spiritual. Kali ini bentuknya sedikit lebih baik. Jari-jarinya sudah terlihat jelas, meskipun masih goyah di bagian pergelangan. Tapi telapaknya masih terlalu lebar di satu sisi.

"Terlalu banyak energi di sisi kanan."

Su Yu mengurangi aliran di bagian itu dan menambah di sisi kiri. Telapak tangan spiritual tersebut mulai stabil, tetapi baru bertahan tujuh tarikan napas sebelum akhirnya hancur.

"Lebih baik dari sebelumnya."

Ia terus melakukannya berulang kali, kemudian menghentikan latihan dan kembali duduk bersila. Siklus itu menjadi siklus yang berputar terus-menerus: membentuk telapak tangan spiritual, gagal, lalu memulihkan energi. Setiap kali gagal, Su Yu mempelajari kesalahannya dan menyesuaikan aliran energinya.

Empat hari kemudian.

Su Yu berdiri tegak di atas altar. Kedua kakinya menapak kuat, sementara tangan kanannya terulur lurus ke depan dengan telapak tangan terbuka. Energi biru mengalir dari dantiannya seperti arus deras yang menemukan jalannya sendiri.

Satu meter di depannya, energi itu berkumpul dan membentuk telapak tangan spiritual berwarna biru transparan. Bentuknya sempurna. Lima jari terlihat jelas, telapaknya rata, pergelangannya kokoh. Telapak tangan spiritual itu melayang beberapa jengkal dari lantai altar, memancarkan aura biru yang berdenyut pelan.

"Bagus."

Su Yu tersenyum tipis, lalu mendorong telapak tangannya ke depan.

WUSSS!

Telapak tangan spiritual itu melesat lurus ke depan, membelah udara dengan kecepatan tinggi. Bentuknya tidak hancur selama melaju, tetap utuh seperti saat pertama kali terbentuk. Di ujung sana, telapak tangan spiritual itu menghantam dinding aula dan menghilang tanpa suara, meninggalkan bekas cahaya biru yang memudar perlahan.

Su Yu menarik napas panjang, lalu menatap telapak tangannya sendiri.

"Sekarang tinggal penyempurnaan."

Teknik itu telah tertanam di dalam tubuhnya. Kemampuan untuk membentuk telapak tangan spiritual yang stabil sudah ia kuasai sebagian besar. Yang tersisa hanyalah meningkatkan ukurannya seiring dengan naiknya tingkatan kultivasi.

Ia menoleh ke arah Xioutian yang masih tertidur pulas. Burung itu tidak bergerak sedikit pun sejak enam hari yang lalu, seolah sedang menjalani pemulihan mendalam di dalam tidurnya.

"Aku harus kembali memulihkan energi, sebelum melanjutkan ujian kedua."

Su Yu duduk bersila kembali, menutup kedua matanya, dan mulai memulihkan energi spiritualnya. Setiap tarikan napas terasa lebih dalam, setiap aliran energi terasa lebih deras. Pikirannya terfokus pada satu tujuan: bersiap menghadapi ujian kedua.

Di kejauhan, suara pria tua itu berbisik pelan di dalam kesunyian aula. "Anak muda ini berkembang dengan baik. Bahkan terlalu cepat untuk seseorang tanpa bimbingan."

1
iwakali
berenang dalam tanah
septian arista
👍👍👍👍👍
septian arista
malu nggak tuh😀😀😀
AAAAAA: Hehe/Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
septian arista
👍👍👍
septian arista
untuk mengelabuhi musuhnya Kenapa nggak lompat ke sungai terlebih dahulu baru masuk ke dalam tanah
AAAAAA: Sungai dibelakang musuh. Nanti lari ke musuh dong.
total 1 replies
septian arista
semoga novel ini benar-benar tamat sampai episode terakhir enggak kaya novel-novel yang sebelumnya
AAAAAA: Ya semoga aja/Grievance/
total 1 replies
septian arista
semakin bagus ceritanya
AAAAAA: Terimakasih/Determined/
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
septian arista
benar-benar menarik
Fajar Fathur rizky
bikin jika su yu sudah kuat bantai klan su sampai ke akar akarnya thor bantai tetua keempat yang menendang suyu itu dengan cara paling kejam pajang tubuhnya yang tidak bernyawa itu
Fajar Fathur rizky: thor bikin su yu tubuhnya yang baru tubuh lamanya hancur jiwanya masuk ke dalam tubuh baru yang menyimpan rahasia seperti novel sebelumnya thor tolong di jawab
total 2 replies
septian arista
apa novel yang satunya lagi nggak dilanjutin
AAAAAA: Enggak. Nanti mau di pindahkan ke tempat lain.
total 1 replies
septian arista
mau seperti apapun dia harus ingat istrinya yang sudah berjanji menunggu dia di benua Tengah
AAAAAA: Santay aja, aman/Smile/
total 1 replies
Agus Rose
Hmmm selalu ada aj perempuan muda yang belom apa2 sudah mengarah ke su yu ,semoga tidak ada kata "merah merona,menggigit bibir" karena kalo ada itu tanda2 😍❤️
AAAAAA: Enggak lah/Facepalm/
total 1 replies
septian arista
ini para pembaca yang lain ke mana ya
biasanya novel karyamu selalu mendapatkan atensi yang banyak🤔🤔🤔
septian arista
Ayo Terus lanjut👍👍👍
Fajar Fathur rizky
thor bikin su yu mendapatkan teknik untuk membuat klon thor bikin nanti yang ketemu istri peri cangle ketemu tubuh klone su yu
septian arista
semakin seru dan menarik Sayang kalau novel ini nggak sampai tamat
AAAAAA: Kita lihat nanti/Sweat//Cry/
total 1 replies
septian arista
ini berarti burung biru itu akan menjadi mentor bagi dia
AAAAAA: Aman itu. Nanti dapat teknik dia/Determined/
total 3 replies
septian arista
Kenapa istrinya tidak memberikan teknik beladiri kepada suaminya walaupun sedikit saja sebagai bekal
AAAAAA: Si Peri Cangle dari keluarga kelas SSS. Jadi dia gak punya teknik dasar yang normalnya manusia dana di benua Ming. Kalau author buat Cangle kasih teknik, cerita jadi gak menarik akibat Su Yu terlalu mudah nantinya. Jadi ini keputusan author aja sih. Nanti juga si Xiaotian sedikit banyaknya yang bimbing. Jadi santuy/Determined//Determined/
total 1 replies
septian arista
semoga dua novel yang baru ini nggak berhenti di tengah jalan atau dihapus lagi🥺🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!