Elara tumbuh sebagai putri tunggal dari pemimpin organisasi mafia paling kejam di negeri ini. Dididik dengan kekerasan dan dicengkeram doktrin psikopat oleh ayahnya, ia terpaksa mengenakan topeng apatis dan minim empati.
Saat berusia 14 tahun, dalam sebuah misi untuk menghabisi geng lokal, takdir mempertemukannya dengan seorang remaja laki-laki yang tengah dikeroyok.
Bukannya takut melihat aksi kejam Elara, pemuda itu justru jatuh cinta pada pandangan pertama dan dengan sukarela menawarkan dirinya untuk masuk ke dalam dunia hitam organisasi demi bisa bersamanya.
Tahun demi tahun berlalu. Remaja laki-laki itu kini telah tumbuh menjadi pengawal pribadi Elara yang paling tangguh dan tepercaya. Tanpa mengetahui rencana pengkhianatan Elara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26 : UMPAN UNTUK ANJING PENJAGA
Kaelen Cross pemuda bertato jangkar dengan luka sayat di pipi kiri itu tidak pernah bisa betah berlama-lama di dalam megahnya kediaman Ouroboros. Baginya, udara di rumah itu terlalu pekat oleh konspirasi dan bau parfum mahal.
Tempat Kaelen adalah di laut. Di dek kapal cepat atau di ruang kemudi kapal kargo yang membelah ombak.
Sejak mengambil alih faksi maritim milik mendiang Marcus, Kaelen melakukan perombakan total secara brutal. Protokol pelayaran Marcus yang lambat dan penuh birokrasi sampah langsung ia bakar. Kaelen mengeksekusi sendiri lima kapten kapal tua yang berani mempertanyakan otoritasnya di depan seluruh kru, lalu melempar jasad mereka menjadi pakan hiu di Selat Malaka.
Sejak hari itu, seluruh pelaut di bawah naungan Ouroboros tahu, Kaelen Cross adalah kapten baru mereka, dan perintahnya setara dengan lonceng kematian.
Kehidupan Kaelen di faksi maritim dipenuhi dengan adrenalin. Ia jarang tidur di kasur empuk, ia lebih sering terlelap di sofa ruang kemudi dengan botol rum setengah kosong di tangannya dan senapan serbu tergeletak di dada.
Di bawah kendalinya, armada maritim organisasi bermutasi menjadi kekuatan paramiliter laut yang menakutkan. Kapal-kapal kargo mereka kini dimodifikasi dengan pelat baja tersembunyi dan kompartemen bawah air rahasia yang tidak bisa dideteksi oleh sonar patroli laut.
"Aku tidak peduli jika Interpol mengerahkan kapal perang mereka," ujar Kaelen suatu malam, sembari mengisap rokok kretek di tengah terpaan angin laut. "Jika mereka menyentuh kargo Nona Elara, kita tenggelamkan mereka ke dasar laut terdalam."
Hubungan Kaelen dengan Elara memiliki dinamika yang paling unik di antara semua komandan baru.
Kaelen adalah pria yang jujur dalam tindakannya dan terang-terangan dalam ketertarikannya. Setiap kali ia harus kembali ke kediaman utama untuk menyerahkan laporan fisik, Kaelen akan menatap Elara dengan binar mata yang lancang, penuh tantangan sekaligus kekaguman yang liar.
Kaelen tidak takut pada watak psikopat Elara. Sebaliknya, pembantaian seratus orang yang dilakukan Elara di dermaganya justru membuat Kaelen melihat Elara sebagai satu-satunya wanita yang layak dihormati di dunia ini.
"Laporannya," ucap Kaelen dengan nada menyeret yang sengaja menggoda, melempar map kulit ke atas meja kerja Elara. Ia melangkah maju hingga menyisakan jarak yang sangat tipis dengan meja, menatap bibir Elara dengan senyum miring yang menantang bahaya. "Seluruh jalur maritim bersih. Aku bahkan membawakanmu beberapa botol wiski selundupan dari pasar gelap Rusia sebagai hadiah."
Elara menatap Kaelen dengan pandangan tajam. "Aku tidak butuh hadiahmu, Kaelen. Aku hanya butuh armada kapalmu tidak terlambat satu detik pun dari jadwal yang dibuat Ciel. Mundur tiga langkah dari mejaku sebelum aku menyuruh seseorang memotong lidahmu itu."
Kaelen terkekeh lepas, mengangkat kedua tangannya ke udara dan mundur tiga langkah dengan gestur santai. Ia sama sekali tidak sakit hati, ia justru menyukai ketajaman lidah Elara.
Namun, setiap kali Kaelen melancarkan aksi menggodanya, ia tahu ada satu harga yang harus ia bayar, murka Dante.
Ketegangan di antara Kaelen dan Dante adalah yang paling eksplosif di kediaman itu. Dante memandang Kaelen sebagai bajingan kurang ajar yang harus segera dieliminasi.
Setiap kali Kaelen berada di ruangan yang sama dengan Elara, Dante akan berdiri dengan tubuh yang tegang, memancarkan hawa membunuh hingga membuat bulu kuduk pengawal lain meremang. Tangan Dante yang terbungkus sarung tangan kulit hitam tidak pernah lepas dari gagang pisaunya, siap untuk menggorok leher Kaelen jika pria bertato itu membuat satu gerakan yang melewati batas.
Julian Vance yang sering memperhatikan interaksi ini dari sudut ruangan selalu tersenyum licik. Julian tahu Kaelen adalah sumbu pendek yang sempurna untuk meledakkan kestabilan emosi Dante.
Pernah suatu kali di koridor luar, Kaelen berjalan berpapasan dengan Dante. Kaelen sengaja menghentikan langkahnya, menatap luka di pundak Dante yang didapat dari duel dengan Julian, lalu berbisik dengan nada mengejek.
"Kau terlihat sangat lelah menjaga Elara setiap malam, Dante," cemooh Kaelen, menyemburkan asap rokoknya ke wajah Dante. "Hati-hati, jika kau lengah sedikit saja di laut, aku tidak keberatan menariknya ke dalam kabin kapalku untuk menjaganya dengan caraku sendiri."
Dalam hitungan milidetik, tangan Dante sudah mencengkeram rahang Kaelen dengan kekuatan yang sanggup meremukkan tulang, mengempaskan tubuh Kaelen ke dinding marmer koridor hingga retak. Moncong senjata Dante langsung menekan keras di bawah dagu Kaelen.
"Ulangi kalimatmu," desis Dante, matanya merah karena amarah yang pekat, "dan aku akan memastikan jasadmu menjadi pakan hiu di dermagamu sendiri malam ini."
Kaelen, meskipun napasnya tertahan dan rahangnya sakit luar biasa, justru menyeringai lebar, membiarkan darah menetes dari bibirnya yang pecah akibat tekanan tangan Dante. "Pukulan yang bagus, Anjing Penjaga... mari kita lihat siapa yang akan bertahan paling akhir di sampingnya."
Nggak bisa nebak endingnya 💪💪
qu rasa nanti hadir laki" yg melebihi mrk smua
juliaaan👍👍
takut nii
semangat kak💪💪
bikin penasaran
kenapa feeling ku bilang ini sad ending yaa🤔🤔
semangat kak💪💪
sebenarnya apa niat dia yaa 🤔
jangan bilang ini belum kemampuan elara yang sebnernya..