NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan Bos

Sekretaris Kesayangan Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Perjodohan / CEO
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Jalur mature book, yang masih piyik jangan masuk 📌🙏🏻

Kenzo yang di khianati kekasih di masa lalu membuat dia tak mau dekat dengan wanita manapun. mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini.
Bagi Kenzo cinta adalah omong kosong, cinta cuma bisa di buktikan di atas ranjang, setelah itu tak ada ikatan apapun.

Kenzo Eko Armanta saat ini adalah sosok dingin, arogan, cuek, semaunya dan kejam.
Tiba-tiba saat seorang gadis bernama Vinda yang menjadi sekretaris baru masuk ke lingkungan hidupnya, gadis itu bisa memporak-porandakan kebekuan Hati Kenzo, saat itu lah dia baru sadar jika cinta itu masih ada.
Kenzo bisa kembali bersikap manusiawi dan mempercayai cinta lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Kemelut Cinta Dua Hati.

Banyak pelayat datang menyampaikan belas sungkawa. Soran dan suaminya menyambut semua tamu dengan ramah sekaligus menunjukkan kesedihan yang mendalam. Ibu mereka, meski duduk di kursi roda, tampak ikhlas menerima ucapan belas sungkawa di tempat peristirahatan terakhir mendiang Hardi.

"Kenzo? Masih di sini juga?" Acara pemakaman berakhir berjam‑jam lalu, tapi Kenzo masih betah duduk diam di bangku taman belakang rumah besar keluarga Armanta, setengah melamun. Soran yang khawatir mendekat.

"Di sini dingin. Sampai kapan kamu mau diam saja begini?"

"Kak… apakah aku anak yang buruk dan durhaka menurut kakak?"

"Kenzo?"

"Katakan saja jujur—apakah aku anak yang buruk dan egois?" Soran merangkul bahu adiknya yang mulai terisak, lalu menepuk punggungnya pelan.

"Sama sekali tidak. Kamu selalu jadi kebanggaan Daddy. Dulu dia sering bercerita pada teman‑temannya soal prestasimu, juara kejuaraan taekwondo, juara kamu ikutan olimpiade sains, atau juara kompetisi cover dance, beliau selalu bangga menceritakannya."

Kenzo menghela napas panjang. Benar kata orang, penyesalan memang selalu datang terlambat.

"Daddy pasti kesepian di sana… pasti dia juga merindukan kita semua." Soran menggeleng, menahan tangis. Sebagai anak sulung dia harus tetap kuat demi adiknya.

"Kamu harus tegar. Kamu penerus keluarga Armanta, sosok yang sangat diharapkan Daddy untuk memegang tampuk kepemimpinan nanti di perusahaan kita." Mendengar itu Kenzo mengangguk pelan. Dia sadar akan makin berdosa jika terus terpuruk dan melupakan tanggung jawab. Ayahnya sudah tiada, tak ada lagi yang jadi panutan dan memegang usaha membangun perusahaan LG indah group, Kenzo tak boleh kehilangan semangat hidupnya.

"Daddy menitipkan sesuatu untukmu."

Kenzo menoleh kaget. Soran merogoh saku jaket hitamnya lalu menyodorkan sebuah amplop.

"Saat rapat pemegang saham, Daddy berniat mengundurkan diri dari jabatan CEO agar dewan komisaris bisa memilih pengganti. Setelah rapat selesai, Pak Rey menemukan daddy sudah pingsan di ruangan kerjanya dan langsung dilarikan ke rumah sakit."

Soran melanjutkan cerita sambil menyerahkan amplop itu.

"Surat ini dia berikan padaku saat beliau sempat sadar sejenak, sebelum pingsan lagi dan akhirnya berpulang."

Jari‑jari Kenzo gemetar menyambut amplop itu, air mata makin deras jatuh membasahi kertas.

"Mungkin itu pesan terakhirnya. Bacalah pelan‑pelan ya." Soran mengusap bahu adiknya, lalu berdiri dan berjalan masuk ke dalam rumah.

"Jangan terlalu lama di luar, nanti kamu sakit."

Kenzo mengangguk pelan, membayangkan wajah ayahnya, wajah yang sangat mirip dengannya wajah duplikatnya, hanya beda usia.

"Daddy, maafkan aku…" Dia menengadah menatap langit malam. Bertahun‑tahun dia hidup dengan egois, memelihara kemarahan dan dendam pada orang yang telah melahirkannya.

Perlahan dia membuka amplop itu, membaca tulisan tangan ayahnya sambil air mata terus menetes.

***

Untuk Anakku Kenzo,

Saat surat ini kutulis, begitu banyak penyesalan yang kurasakan. Namun mungkin ini sudah terlambat, aku tak pernah berani bicara jantan di hadapanmu untuk meminta maaf.

Kenzo, sejak kamu lahir harapanku selalu ada padamu, begitu besar. Aku bahagia melihatmu tumbuh sehat dan banyak kemiripan denganku.

Tapi belakangan ini aku sedih karena kamu makin menjauh nak, bahkan membenciku. Mungkin sampai detik ini, mungkin kamu takkan sedih saat aku pergi.

Mungkin kamu menganggapku ayah yang buruk? Sejak kamu dewasa aku terlalu sibuk mengurus perusahaan, sering melukai hati Ibumu dan melupakan kalian, padahal kalian adalah harta paling berharga bagiku.

Maafkan Daddy Nak. Terlambat memang, tapi aku ingin kamu melepaskan rasa benci itu.

Soal Larasati, saat itu aku sama sekali tak tahu dia adalah kekasihmu. Aku memang bodoh karena menyakiti anak kandungku sendiri. Aku sengaja menceraikannya kemarin, supaya dia bebas menentukan masa depannya sendiri.

Kalau kamu ingin kembali padanya, aku tak akan melarang. Carilah wanita yang baik, sebaik dan sesabar Ibumu, saat kamu kelak menikah.

Tolong jaga Ibumu, Kak Soran, dan LG indah Group. Berjanjilah untuk kembali memimpin perusahaan kita, Nak.

Salam,

Ayahmu, Hardi Armanta 

****

"Daddy… hiks… Daddy…!!!" Kenzo berlutut di tanah, memeluk erat surat itu penuh penyesalan. Mengapa dia membuang waktu bertahun‑tahun hanya untuk membenci ayahnya? Kalau saja dia lebih lapang dada, lebih ikhlas dan tak melawan takdir, mungkin rasa sakit ini takkan seberat sekarang.

****

Gedung kantor LG indah group.

Sudah seminggu sejak pak Hardi berpulang, berita itu makin ramai di media. Publik penasaran, langkah apa yang akan diambil Kenzo demi perusahaan yang sedang goyah akibat skandal dirinya dan Larasati.

Siang ini dia memanggil wanita itu datang ke kantor pusat untuk menyelesaikan urusan penting, bagaimanapun janin dalam rahimnya adalah adik kandungnya, darah daging ayahnya.

"Ken, loe yakin dengan ini? Masalahnya bisa makin runyam lho." Dimas berbisik ragu sambil membaca pasal‑pasal dalam draf perjanjian di meja.

Larasati duduk di hadapan mereka, tersenyum sinis sesaat selesai membaca isi dokumen.

"Ada satu poin lagi yang harus ditambah sebelum aku setuju."

"Apa lagi? Bukankah sudah jelas? Aku akan menikahimu demi meredam skandal dan menyelamatkan nama baik perusahaan Armanta. Apa lagi yang kurang?"

Kenzo mendelik kesal. Pengacara Wirayudha ikut geleng‑geleng kepala melihat perdebatan itu.

"Sangat jelas kamu menikahiku cuma demi nama baik keluargamu dan perusahaan. Begitu aku melahirkan, anak ini harus tes DNA dulu baru kamu mau mengakuinya sebagai keluarga. Dasar tetap egois, Kenzo."

"Kalau tak mau, silakan saja keluar lewat pintu depan sana!" Larasati langsung menambahkan poin baru di atas kertas. Kenzo segera membaca kalimat itu.

"Selama pernikahan dan sebelum anak ku lahir, kamu harus bersikap selayaknya suami di depan siapa saja, penuhi segala kebutuhanku sebagai istri, tinggal satu atap, bahkan tidur sekamar. Kalau tidak, perjanjian batal dan aku akan bicara jujur ke semua media soal apa yang sebenarnya terjadi."

"Baik! Aku setuju!" Kenzo memotong cepat dan langsung membubuhkan tanda tangan di atas kertas bermeterai itu. Dimas sampai melongo tak percaya.

"Baiklah, kita sepakat. Mulai hari ini perjanjian berlaku. Aku akan bersiap untuk acara pernikahan kita minggu pagi." Larasati tersenyum puas, berdiri lalu berjalan anggun tanpa menunggu Kenzo.

"Bersiaplah memberi pernyataan resmi ke wartawan, pak Kenzo. Sampai jumpa, Sayang."

"Hei Kenzo! Kenapa mau saja terjebak permainan wanita licik itu?!"

"Lalu apa yang harus kulakukan?! Menurut loe?!" Dimas menghela napas gelisah, masih tak setuju dengan keputusan sahabatnya itu.

Berita pernikahan itu akhirnya sampai juga ke telinga Vinda. Semua orang membicarakannya di mana‑mana, kaget dan heboh seolah itu gosip paling dahsyat sepanjang masa.

Vinda hanya bisa diam dan menggeleng. Dia tak berani meluapkan sakit hatinya di depan umum. Rasanya ingin menyerah saja, dia sadar mendekati Kenzo sama saja seperti menggapai bulan di langit. Dua hari setelah Kenzo mengumumkan rencana menikah dengan Larasati, dia tak pernah lagi muncul menemui Vinda hingga seminggu ini.

visual Kenzo dan Vinda bisa di intip ke t1k tok aku : Kaynara 4469

1
Ananda Boy
kakk ini blm tamat kan
Ananda Boy
next
Ananda Boy
Bagus banget 😍
Ananda Boy
deg degan aku
Ananda Boy
bagus buku ini, semngat kakak author 😍
Ananda Boy
😍😍😍😍
Ananda Boy
kasian vinda
Ananda Boy
ini Novel bikin aku tadinya ketawa sekarang nangis 😭🤣
Ananda Boy
bikin emosi aj 😭
Ananda Boy
jahat banget si Laras 😭
Ananda Boy
next ka🤭
Ananda Boy
benci aku sama mantan nya Kenzo
Ananda Boy
vjnda km beruntung
Ananda Boy
next ka😍😍
Ananda Boy
wahh makin seru 😍
Ananda Boy
huhhh😭😭
Ananda Boy
lucu 🤣🤣
Ananda Boy
sabar pak Ken 🤣
Ananda Boy
beneran bikin ngakak, Vina itu lucu banget 😄🤣
Ananda Boy
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!