Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.
cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 TAWARAN TAK DISANGKA
Rumah tangga yang masih seumur jantung mulai berantakan, Meta yang ingin menguasai Pak Rudiansyah baik secara fisik maupun materi membuat Pak Rudiansyah tidak nyaman, sedikit demi sedikit ke egois gadis muda itu mulai nampak. Semua keinginan dan permintaan nya harus dituruti termasuk menjauhkan anak-anak darinya.
Entah apa yang membuat Pak Rudiansyah menyadari semua, Tiba-tiba kejadian yang menimpa Dut membuat matanya terbuka.Yang seolah menyadarkan dirinya dari mimpi kebodohan selama ini. Mata hati Pak Rudiansyah mulai terbuka akan kebenaran di keluarganya.
Meta yang mulai berbuat tingkah tak pernah. mengurus kebutuhan Pak Rudiansyah yang kini memiliki ART baru penganti Bik Ani, dia tak pernah memikirkan rumah tangganya. Sekarang ini tambang ATM nya ada didekatnya. Semenjak Para tetangga tahu, bahwa ternyata Pak Rudiansyah menikah dengan Meta secara Siri yang mengakibatkan Dinar pergi dari rumah tersebut Meta dan Nenek Aini menjadi seleb dadakan.
Sebelumnya tetangga curiga kenapa Nenek Aini tinggal bersama Meta dirumah Pak Rudiansyah, merekapun sempat dipanggil oleh ketua RT disana, yang pada akhirnya mereka membuka rahasia itu, bahwa Meta telah menjadi istri Rudiansyah, cemooh dan sindiran sering terjadi dan ini membuat kuping Nenek Aini tidak kuat mendengar"
Tujuan yang semula ingin menguasai harta Pak Rudiansyah ternyata semua atas milik Dinar, sejak itu mereka merasa salah sasaran dan Meta mulai berbuat ulah. Tapi sekarang biaya kehidupan mereka sangat tergantung kepada Pak Rudiansyah karena Nenek Aini tidak jualan lagi dan Meta tidak memiliki pekerjaan, kenapa semua rencana mereka seperti karma berbalik kepada mereka sekarang.
"Meta tolong kamu ubah tingkah kamu Pak Rudiansyah itu suami kamu saat ini dia. membiayai kehidupan kita dan kamu belum disahkan secara hukum jika dia muak dia bisa mengusir kita."
"Dia tidak akan bisa mengusir kita karena dia tidak akan berani macam-macam Nek" Aku akan mengambil semuanya ini dan mengusir bandot tua itu dari rumah ini, Nenek tenang saja"
***
Semetara esok harinya Dinar, Dut, Pak Sukri dan Bik Ani berangkat menunju rumah Bobby yang akan mengadakan syukuran atas kelulusan Bobby. Mereka nampak disambut dengan kebahagiaan oleh Papi dan Mami Bobby serta Chairani.
Nampak tamu sudah mulai berdatangan dari segala kalangan yang hadir,Dinar nampak duduk menikmati kue bersama Dut.
"Dinar... " Bobby menyapa Dinar yang baru keluar dari rumahnya." Maaf Dinar aku tadi didalam ada, beberapa orang dari rumah sakit datang, Kamu udah makan, ayo kita makan"
Bobby membawa Dinar menuju ruang tengah untuk makan, disana banyak tamu keluarga Bobby berkumpul. Bobby ikut makan bersama Dinar, Dut, Pak Sukri dan Bik Ani. Ketika Papi Bobby muncul dari luar dan melihat Dinar.
"Ini dia anaknya Pak Rogut, dia bernama Dinar" Dinar berhenti makan ketika Papi Bobby ada didekatnya dan menyalami Papi Bobby dan laki-laki di sampingnya Pak Rogut. "Dinar, Pak Rogut ini adalah teman Papi kebetulan dia mendirikan perusahaan cabang di sini dan dia ingin mencari sorang manager yang handal tenaga muda untuk perusahaan barunya, kebetulan Papi ingat kamu, kalau kamu berminat Pak Rogut ingin menawarkan jabatan ini untuk kamu, di Yauda group, perusahaan yang bergerak membuat dan menghasilkan Alat-alat kesehatan dan perlengkapan rumah sakit dari Jepang"
Dinar sangat kaget atas tawaran yang ada untuknya saat ini, selain itu ada tawaran lain dari kampus untuknya dari bank sebagainya manager disana. "Dinar ini kesempatan terbaik untuk kamu, kamu lulusan terbaik dan setiap tawaran pekerjaan akan datang padamu tanpa kamu harus melamar salah satunya ini dari teman Papi yang bergerak di usaha alat kesehatan dan perlengkapan rumah sakit, kalau kamu minat kamu bisa gabung dengan gaji yang lumayan fantastis dan fasilitas perusahan" Bobby berbisik ke telinga Dinar untuk mensupport nya.
"iya Pi Dinar akan mempersiapkan bahan untuk lamaran , Maaf Nona Dinar kami tidak butuh itu semua, jika kamu bersedia silakan besok datang ke perusahaan kami.Silakan pelajari semua, setelah anda rasanya nyaman dan suka anda sudah bisa langsung bergabung di perusahaan kami"
Dinar merasa setengah tak percaya bahwa perusahaan besar menawarkan kerjasama dengannya atas prestasi yang diraihnya. "Baik Pak Dinar bahagia ditawarkan atas pekerjaan ini. InsyaAllah besok pagi akan ke perusahaan Bapak"
"Benar saudari Dinar kami tunggu kedatangannya untuk bergabung di perusahaan kami" Merekapun bersalaman Pak Rogut pun minta izin pamit di acara itu. Papi Bobby sangat senang Dinar mau menerima tawaran itu, karena dia sangat tahu bagaimana kegigihan Dinar.
Dinar sangat senang Papi dan Mami Bobby melayaninya dengan baik, mereka keluarga yang sangat kaya tapi tidak sombong. Kegemasan melihat Dut di acara itu membuat semua orang tertawa. Kini mereka berdua telah lulus Bobby dan Dinar, dunia kerja adalah tujuan mereka berdua kini. meraih masa depan selamanya. Kebahagiannya muda-mudi ini kini telah jelas terbentang dengan prestasi mereka raih.
Sementara tidak dengan Meta kini rumah tangga yang dibina bersama Pak Rudiansyah tak seindah yang dibayangkannya dan tujuan yang ingin didapatnya dengan instan. Setiap hari pertengkaran dan berbagai tuntutan diajukan Meta kepada Pak Rudiansyah yang tidak bisa selalu dia penuhi. Meta terlibat pergaulan yang tidak senonoh dia yang kembali ke dunia model mulai. bertingkah mengoda para pria hidung belang kembali untuk mendapatkan uang dan kemewahan yang lebih dia dapat dari suaminya.
Kehidupan Pak Rudiansyah serasa Neraka kini, kehidupan yang pernah dia rasakan bersama Bunga dan anak-anak nya tak pernah dia dapatkan lagi. Setiap pagi Meta pulang pagi dengan laki-laki yang berbeda-beda mengantarnya. Ketika Pak Rudiansyah menegurnya Meta hanya melawan dengan keras.
Meta yang merasa sakit hati atas kejadian Pak Rudiansyah hadir di wisuda anaknya Dinar menaruh rasa iri dihati Meta, karena tujuan utamanya adalah menghancurkan kebahagian keluarga sahabatnya itu. Nenek Aini kini menerima hasil perbuatannya yang mendidik cucunya untuk menjadi jahat sebagai aset balas dendam nya kepada keturunan keluarga Ransano akhirnya kini malah cucunya yang melawannya kini.
"Saya sudah tidak tahan akan sikap Meta Nek kepada saya, saya tidak dianggap suaminya setiap hari pulang pagi dan bergonta-ganti laki-laki saya ini tidak dianggap suaminya" Pagi itu Pak Rudiansyah berbicara dengan Nenek Aini.
"Saya minta maaf Pak sabarlah Nenek akan menegur Meta Pak Rudi, mungkin dia sedih karena janji Bapak untuk menikahi dia secara sah belum terwujud makanya dia bertindak seperti ini" Nenek Aini yang licik mulai ingin memasukan perangkapnya lagi kepada Pak Rudiansyah.
"Pernikahan sah? Bagaimana akan sah jika perilaku Meta saja seperti ini, tidak mencerminkan istri yang baik, sedangkan belum saya sah kan saja seperti ini apalagi jika sah, dia tidak menjalani kebaikan sebagai istri, hobinya menghambur-hamburkan uang, dugem dan pergi ke diskotik"
"Maaf Nek saya menikahi Meta dulu karena dia hamil kalau sekarang saya masih bersama dia karena saya menghargai dia istri saya tapi ketika waktu itu datang jangan salahkan saya." Pak Rudiansyah meninggalkan Nenek Aini.
Sementara Nenek Aini kini mulai berpikir otak jahatnya agar Pak Rudiansyah tidak menceraikan Meta sebelum dia memiliki rumah itu dan semua aset Pak Rudiansyah, tapi bagaimana memindahkan nama aset ke nama Meta bukan lagi ke nama Dinar. Rencana ini sebaiknya aku jalani sendiri demi cucuku, maaf Pak Rudi seperti nya aku akan membuat kau seperti Bunga, mati berlahan-lahan tapi jika kau mati bagaimana kami, Sialllll keluarga sial, Si Bunga itu cerdik dia memindahkan semua hartanya kepada anak gadis nya, Ah.... atau aku bunuh saja sekalian anak perempuan nya itu."
Semua pikiran jahat Bergejolak dipikiran wanita tua yang tidak ingat bahwa dia sudah tua, dendam akan perilakunya sudah menghancurkan anak dan cucunya sendiri tapi masih belum menyadari semua.