NovelToon NovelToon
Warisan Kitab Inti Jagat

Warisan Kitab Inti Jagat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Mahesa seorang OB culun dan miskin mendapatkan kitab sakti dan merubah hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Jebakan dari Teman Kerja

Keesokan harinya, Gedung Graha Subroto kembali beraktivitas seperti biasa di bawah terik matahari pagi Jakarta. Mahesa melangkah memasuki lobi samping dengan postur tubuh yang tetap sengaja dibikin merunduk dan agak membungkuk. Kacamata lamanya yang sudah dilepas lensanya bertengger pasrah di ujung hidungnya, menyembunyikan sepasang mata tajam yang kini sarat akan energi murni. Di dalam hatinya, ada kebahagiaan mendalam yang membekas sejak semalam, bayangan wajah Neneknya yang kembali segar dan bisa bernapas lega tanpa sesak terus menjadi bahan bakar semangatnya hari ini.

Setelah berganti pakaian seragam biru mudanya yang terasa makin ketat di bagian dada dan pundak macho-nya, Mahesa langsung menuju gudang logistik lantai dasar. Hari ini tugas utamanya adalah membersihkan koridor lantai delapan, area tempat para manajer dan jajaran eksekutif menengah bernaung.

Namun, di sudut lorong dekat ruang arsip lantai delapan, sepasang mata penuh kebencian dan keirihatian tengah mengawasi gerak-gerik Mahesa. Dia adalah Dodi, sesama office boy yang masuk hampir bersamaan dengan Mahesa. Sejak kemarin, Dodi merasa posisinya terancam karena beberapa kali mendengar Kurnia dan rekan senior lainnya memuji cara kerja Mahesa yang belakangan ini mendadak menjadi sangat cepat, rapi, dan tidak pernah mengeluh kelelahan sedikit pun.

"Cih, sok rajin banget itu anak semenjak kemarin. Pasti cari muka biar diangkat jadi karyawan tetap duluan sama Pak Bagus," bisik Dodi ketus dengan pandangan mata yang menyipit, meremas kain lap di tangannya dengan dongkol.

Dodi tahu, jika ingin menyingkirkan Mahesa, ia harus membuat kesalahan yang tidak bisa dimaafkan oleh manajemen gedung. Sebuah ide licik mendadak melintas di kepalanya saat melihat sebuah map jepit tebal berwarna merah marun tergeletak di atas meja kerja asisten manajer yang sedang kosong ditinggal rapat. Di sampul map itu tertulis dengan huruf kapital tebal: 'DOKUMEN ASLI AUDIT KEUANGAN TAHUNAN - RAHASIA PERUSAHAAN'.

Dodi menengok ke kiri dan ke kanan, memastikan koridor sedang sepi. Dengan gerakan cepat, ia menyelinap masuk ke ruangan kosong itu, mengambil map merah tersebut, lalu membawanya keluar menuju area pantry di mana Mahesa sedang bersiap mengisi ember pelnya.

"Eh, Sa! Sini sebentar deh, gua butuh bantuan lu banget ini!" panggil Dodi dengan nada suara yang dibuat seolah-olah sedang panik dan terburu-buru, melangkah cepat mendekati Mahesa.

Mahesa yang sedang memutar keran air menoleh, membetulkan letak bingkai kacamatanya yang melorot dengan jari tengah. "Ada apa, Dod? Kok kelihatan panik banget begitu?" tanya Mahesa dengan nada suara dicemprengkan seperti biasanya, tetap menjaga penyamarannya dengan profesional.

Dodi menyodorkan map merah marun itu langsung ke depan dada tegap Mahesa. "Ini, Sa, gawat banget! Ini map dokumen penting milik Pak Irwan, Manajer Keuangan. Tadi beliau nelepon gua dari ruang rapat lantai dua belas, katanya dokumen ini harus segera ditaruh di atas meja mesin penghancur kertas di ruang arsip ujung lorong sekarang juga! Beliau buru-buru mau ganti pakai draf yang baru katanya," bohong Dodi dengan ekspresi wajah yang sangat meyakinkan, lengkap dengan napas yang terengah-engah buatan.

Mahesa menerima map tebal itu dengan kedua tangannya, alisnya sedikit bertaut merasakan bobot kertas yang cukup berat di jemarinya. "Lho, ini beneran disuruh taruh di mesin penghancur, Dod? Bukannya dokumen audit kayak begini biasanya penting banget ya?" tanya Mahesa ragu, sepasang mata tajamnya di balik bingkai kosong mencoba menakar kebenaran dari ucapan temannya itu.

Dodi langsung mendengus kesal, sengaja memasang wajah gusar untuk menekan mental Mahesa yang ia kira masih se-penakut dulu. "Aduh, Sa! Lu jangan banyak nanya deh! Lu mau gua disemprot sama Pak Irwan gara-gara telat? Gua ini lagi kebelet perut melilit dari tadi, makanya gua minta tolong sama lu! Lu kan baik, tinggal jalan beberapa meter doang ke ruang arsip terus masukin ke mesin penghancur otomatis yang lubang atas itu. Beres kan?" gertak Dodi, sembari memegangi perutnya berakting kesakitan.

Mahesa yang pada dasarnya berhati polos dan selalu mengutamakan rasa solidaritas antar-rekan kerja, akhirnya luluh juga. Ia tidak menyangka sama sekali bahwa ada busuknya niat jahat yang sedang dirancang oleh Dodi di balik permintaan tolong tersebut. "Ya sudah, kalau emang bener itu perintah Pak Irwan. Sini mapnya, biar gua yang bawa ke ruang arsip," ujar Mahesa pelan, menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.

"Nah, gitu dong! Makasih banyak ya, Sa! Lu emang penyelamat gua hari ini! Gua ke toilet dulu ya, udah nggak tahan!" seru Dodi dengan senyuman lebar yang tersembunyi, lalu berbalik dan berjalan cepat meninggalkan Mahesa. Begitu membelakangi Mahesa, senyum Dodi berubah menjadi seringai kepuasan yang teramat sangat menjijikan. 'Mampus lu, Sa. Begitu dokumen asli itu hancur, lu bakal langsung dipecat secara tidak hormat dan dilaporin ke polisi karena merusak aset rahasia perusahaan,' batin Dodi bersorak girang di dalam hatinya.

Mahesa memandangi kepergian Dodi sejenak, lalu menatap map merah di tangannya dengan perasaan yang mendadak terasa kurang enak. Namun, karena tidak ingin membuang waktu dan menunda pekerjaan pel koridornya, ia segera melangkah menuju ruang arsip di ujung lorong lantai delapan dengan langkah yang diatur lambat dan diseret.

Ruang arsip pagi itu tampak sunyi dan dingin karena AC sentral yang menyala penuh. Di sudut ruangan, sebuah mesin penghancur kertas berukuran besar setinggi pinggang berdiri kokoh dengan lampu indikator hijau yang menyala, menandakan mesin siap beroperasi memotong apa pun menjadi serpihan kecil.

Mahesa mendekati mesin tersebut, membuka jepitan map merah marun itu, dan mengeluarkan seonggok dokumen tebal penuh dengan tanda tangan basah serta stempel resmi perusahaan di atas kertas bermaterai.

"Kok aneh ya... kalau mau dihancurin, kenapa tanda tangan aslinya masih lengkap begini?" gumam Mahesa lirih dengan dahi berkerut, menatap lembar demi lembar berkas di tangannya dari jarak dekat. Indra penglihatannya yang luar biasa tajam tanpa sengaja menangkap barisan angka-angka nominal miliaran rupiah di lembar pertama.

Tepat saat Mahesa mengangkat dokumen tersebut dan mengarahkannya ke bibir pisau pemotong mesin penghancur, pintu ruang arsip mendadak didorong terbuka secara kasar dari luar.

"Heii! Mahesa! Apa yang kamu lakukan di situ, hah?!" teriak sebuah suara melengking yang sangat familiar, sarat akan kemarahan yang meluap-luap.

Mahesa tersentak hebat, tangannya refleks menjauh dari mesin penghancur kertas. Ia menoleh ke arah pintu dan mendapati Pak Bagus, sang kepala supervisor OB, berdiri di sana dengan wajah merah padam dan mata melotot, didampingi oleh Dodi yang berdiri di belakangnya dengan ekspresi wajah yang pura-pura terkejut dan sedih.

"Astaga, Mahesa! Kamu beneran mau hancurin dokumen audit keuangan perusahaan?!" pekik Dodi dengan nada suara yang ditinggikan, menunjuk-nunjuk ke arah tangan Mahesa dengan akting yang sangat totalitas. "Pak Bagus, lihat sendiri kan? Untung saya tadi curiga waktu lihat Mahesa bawa-bawa map merah milik Pak Irwan ke arah sini, makanya saya langsung lapor ke Bapak!"

Pak Bagus melangkah maju dengan cepat, merebut dokumen tebal itu dari tangan Mahesa dengan kasar hingga lembarannya agak kusut. "Kamu ini bener-bener keterlaluan ya, Mahesa! Kemarin kamu numpahin kopi ke berkas penting, sekarang kamu mau menghancurkan dokumen asli audit tahunan?! Kamu tahu tidak, tindakan kamu ini bisa bikin perusahaan rugi besar dan kamu bisa dipenjara?!" bentak Pak Bagus dengan suara menggelegar, menatap Mahesa dengan pandangan penuh amarah dan kekecewaan yang mendalam.

Mahesa terpaku di tempatnya berdiri, matanya membelalak lebar di balik bingkai kacamata kosongnya. Gelombang keterkejutan dan rasa tidak percaya langsung menghantam batinnya saat menyadari bahwa dirinya baru saja masuk ke dalam sebuah jebakan mentah-mentah yang dirancang oleh rekan kerjanya sendiri. Ia melirik ke arah Dodi, yang kini sedang melemparkan tatapan mengejek penuh kemenangan dari balik punggung Pak Bagus, seolah-olah sedang berkata, 'Rasain lu, Sa. Habis ini lu angkat kaki dari gedung ini.'

1
anggita
ikut dukung like👍aja.
Dewa Naga 🐲🐉
pandai Mahesa bermain kata..kata...👍
Dewa Naga 🐲🐉
mantap..seru...👍👍👍
Dewa Naga 🐲🐉
seru...
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp....👍
Agus Susilo
💪💪💪💪
Agus Susilo
makin terkenal musuh makin banyak dan kuat Thor MC nya harusnya dibekali ilmu beladiri serta kekuatan magis untuk pengobatan kronis dan jaga diri dari musuh yg mengancam
Gege
kaaan...kaaan... ketebak Thor jalan ceritamu..🤣🤭..ulur teroos sampai ratusan episode Thor..💪
Gege
ceritanya menghibur mirip sinetron ikan terbang
Gege
aku ga kepancing Thor sama narasimu.. paling juga Alena mabok di club trus terjadilah adegan dewasa tanpa disengaja.. trus ada plot wanita lain menyukai Mahesa dan Alena cemburu.. tarik teruus sampe episode berjilid Thor..🤣🤣🤭
Gege
yaah gaji OB 4jt All in, dikalikan 20 baru 80jt Thor.. pikir ditawari gaji 200jt gitu si Sasa Mahesa...🤭🤣
Paksu82: sisanya buat author boskyu... 🤭🤭🙏
total 1 replies
Gege
apakah MC bakalan dapat gaji ratusan juta? yoooklah gass updatenya 10k kata thor
Paksu82: di bayar pakai cinta boskyu...🤭🙏
total 1 replies
Gege
pikir Mahesa mau jadi tukang pijet dengan keahlian kita warisan kuno, eeeh malah mau jadi tukang kawal a.k.a bodyguard...🤭🤣
Paksu82: 🤭 idenya tadinya dari film jetli boskyu, kemren lihat filemnya jadi aja keluar ide ini, semoga suka boskyu...
total 1 replies
Gege
bahas padi ada pepatah Thor dijaman sekarang. ilmunya seperti padi tapi berasnya import...🤣
Paksu82: beras lokal mahal boskyu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Hentri Gunawan
lanjut kn thor
Gege
Yoo gass lagi Thor..ide ceritanya keren ini... bikin enteng saja, yang penting ngalir Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!