NovelToon NovelToon
Return Apocalypse Zombie

Return Apocalypse Zombie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Hari Kiamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alu feed

Rian seorang pemuda yang bertahan hidup di kiamat zombie di khianati oleh temannya yang selalu dia percayai , ketika tiba-tiba dia kembali ke masalalu.

dengan kekuatan dan pengetahuan dari masa depan ,aku ,akan membalas perlakuan semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alu feed, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KABUR DARI Monster YANG terlalu kuat !

Rian langsung menyadari situasinya.

Tatapannya tidak pernah lepas dari monster yang berdiri di depan mereka.

Kalau yang mereka lawan kemarin adalah zombie level 2 puncak, maka makhluk ini berada di tingkat yang sama sekali berbeda.

Seekor kadal yang telah berevolusi menjadi monster level 3.

Perbedaan kekuatannya terlalu besar.

Bahkan Rian yang memiliki pengalaman dari kehidupan sebelumnya tidak berniat bertarung sampai akhir.

Mereka masih terlalu lemah.

Ridho baru saja mencapai Tingkat 1 Menengah.

Sedangkan yang lainnya bahkan masih berada di ambang Tingkat 1.

Melawan monster level 3 saat ini sama saja dengan berjudi menggunakan nyawa.

"Kita mundur!"

Suara Rian terdengar tegas.

"Pergi! Cepat nyalakan mesin mobil!"

Ridho yang paling dekat langsung berlari menuju mobil.

Jantungnya berdetak kencang.

Untuk pertama kalinya sejak kiamat dimulai, ia melihat ekspresi setegang itu di wajah Rian.

Brummm!

Mesin mobil tua mereka langsung menyala.

Namun pada saat yang sama—

ROOOAAARRR!!

Kadal raksasa itu meraung keras.

Mata kuningnya menyala terang.

Seolah memahami bahwa mangsanya hendak melarikan diri.

Tubuh monster itu tiba-tiba mengembang.

Kemudian mulutnya terbuka lebar.

Kabut hitam pekat menyembur keluar seperti gelombang air.

Wuuusshhhh!!

Dalam hitungan detik, seluruh area pom bensin tertutup kabut.

Pandangan mereka langsung terganggu.

"Batuk!"

Nadia refleks menutup hidung.

Tubuhnya langsung terasa lemas.

"Ini racun!"

Rahma juga merasakan hal yang sama.

Kakinya terasa lebih berat dari biasanya.

"Masuk ke mobil sekarang juga!"

teriak Rian.

Ia menjadi orang terakhir yang mundur.

Pedang bayangan di tangannya terus berjaga-jaga jika monster itu mencoba menyerang.

Untungnya, tujuan kadal tersebut bukan langsung membunuh mereka.

Kabut itu digunakan untuk memperlambat pelarian mereka.

Saat seluruh anggota kelompok berhasil masuk ke dalam mobil, Rian langsung membanting pintu.

"Gas!"

Ridho tidak perlu diperintah dua kali.

Ban mobil berdecit keras.

Mobil tua itu melesat keluar dari area pom bensin.

Di belakang mereka, suara raungan monster masih terdengar.

Namun syukurnya, kadal tersebut tidak mengejar terlalu jauh.

Monster seperti itu biasanya memiliki wilayah kekuasaan sendiri.

Selama mereka keluar dari teritorinya, kemungkinan untuk selamat jauh lebih besar.

---

Perjalanan menuju arah Margonda berlangsung tegang.

Jalanan tidak lagi sesepi sebelumnya.

Semakin dekat mereka ke pusat wilayah Depok, semakin banyak penyintas yang terlihat.

Beberapa mendirikan barikade sederhana.

Beberapa lainnya bergerombol sambil membawa senjata rakitan.

Ada yang menggunakan pipa besi.

Ada yang menggunakan golok.

Bahkan ada yang membawa tombak hasil modifikasi.

Namun suasana tidak benar-benar aman.

Di sebuah persimpangan jalan, mereka melihat sekelompok penyintas sedang bertarung melawan beberapa monster mutasi.

Monster-monster itu tidak memiliki skill khusus seperti kadal level 3 tadi.

Tetapi kekuatan fisiknya tetap mengerikan.

Seekor anjing mutasi berukuran dua kali lipat dari ukuran normal menerjang seorang pria.

Pria itu mengangkat kapak dengan panik.

Brak!

Kapaknya menghantam kepala monster.

Namun karena kurang tenaga, serangan itu hanya membuat monster tersebut marah.

Untung saja beberapa penyintas lain segera membantu.

Mereka menyerang secara bersamaan.

Tombak menusuk dari samping.

Golok menghantam leher.

Kapak kembali diayunkan.

Barulah monster itu roboh.

Namun kemenangan mereka tidak berlangsung lama.

Dari arah lain muncul dua monster lagi.

"Tolong!"

"Jangan biarkan mereka mendekat!"

"Tahan garis depan!"

Teriakan terdengar di mana-mana.

Kekacauan menyelimuti jalan.

Budi yang melihat dari jendela mobil menghela napas panjang.

"Kalau kita tidak punya kemampuan, mungkin nasib kita juga seperti mereka."

"Tidak."

Rian menggeleng pelan.

"Nasib kita bisa lebih buruk."

Semua orang terdiam.

Karena mereka tahu Rian tidak sedang bercanda.

Di awal kiamat, sebagian besar manusia bahkan tidak sempat beradaptasi sebelum mati.

Mereka hanya lebih beruntung karena memiliki seseorang yang mengetahui banyak hal tentang dunia baru ini.

---

Mobil terus bergerak.

Namun semakin jauh mereka masuk ke wilayah Margonda, semakin banyak pertarungan yang terlihat.

Beberapa kelompok penyintas bahkan mulai saling berebut sumber daya.

Sebuah minimarket yang belum dijarah menjadi medan pertempuran kecil.

Dua kelompok manusia saling mengacungkan senjata.

Tidak jauh dari mereka, zombie-zombie berkeliaran seperti pemangsa yang menunggu kesempatan.

"Dunia benar-benar berubah..."

gumam Rahma.

Tidak ada yang membantah.

Karena itulah kenyataannya.

Hukum lama perlahan runtuh.

Digantikan oleh hukum baru yang jauh lebih sederhana.

Yang kuat bertahan.

Yang lemah tersingkir.

---

Di dalam mobil, Rian memandang keluar jendela dengan tenang.

Meski terlihat tenang, pikirannya terus bekerja.

Kemunculan monster level 3 tadi bukan pertanda baik.

Menurut ingatannya, monster seperti itu seharusnya muncul sedikit lebih lambat.

Artinya ada sesuatu yang berubah dibanding kehidupan sebelumnya.

Kemungkinan besar karena kemunculan dungeon lebih awal.

Atau mungkin karena pengaruh makhluk misterius yang turun dari alam tinggi semalam.

Apa pun alasannya, mereka harus menjadi lebih kuat.

Dan secepat mungkin.

Karena jika monster level 3 sudah mulai muncul sekarang...

Maka tidak akan lama lagi sebelum monster level 4 dan para penguasa dungeon mulai menampakkan diri.

Rian mengepalkan tangannya pelan.

Target berikutnya sudah mulai terbentuk dalam pikirannya.

Mereka harus mencapai Tingkat 1 secepat mungkin.

Terutama Nadia, Rahma, Indah, dan Budi.

Kalau tidak...

Perjalanan ke depan akan jauh lebih berbahaya daripada apa pun yang telah mereka hadapi sejauh ini.

1
Yofu
pendek banget babnya
Alu feed: tapi bagusan di panjangin apa nggak kak , kasih aku saran 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!