NovelToon NovelToon
Mantan Pemilik Sistem

Mantan Pemilik Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kairon04

"Aku sudah menaklukkan ribuan dunia, menghancurkan dewa-dewa kuno, dan memimpin pasukan bintang. Sekarang? Aku hanya ingin memastikan sawiku tidak dimakan ulat."

Zhou Ji Ran adalah legenda yang terlupakan—secara harfiah. Setelah menyelesaikan misi terakhir dari "Sistem Penguasa Multisemesta" yang mahakuasa, sistem tersebut hancur dan menghapus setiap jejak keberadaan Zhou Ji Ran dari memori seluruh makhluk di multisemesta. Dia bebas. Tanpa beban, tanpa misi, dan tanpa musuh yang mengejarnya.

Kini, ia hanya seorang pemuda 25 tahun yang hidup santai sebagai petani di pinggiran Desa Jinan yang terpencil. Baginya, kebahagiaan adalah melihat matahari terbit dan menyeruput teh pahit di teras rumah kayu sederhananya.

Namun, kedamaian "pensiunnya" hancur saat seorang murid jenius dari sekte besar, yang bersimbah darah dan ketakutan, mendobrak pintunya dan memohon perlindungan.

apakah sang penguasa akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Enam

Embun pagi di Desa Jinan tidak lagi sekadar tetesan air bening yang mendinginkan ujung-ujung daun sawi. Sejak kehadiran Teratai Salju Purba di Telaga Selatan, setiap butir embun yang menempel pada tanaman kini memiliki rona keperakan yang tipis, membawa esensi es yang murni namun tetap ramah terhadap pertumbuhan hayati. Sinar matahari yang baru saja memanjat puncak-puncak pohon bambu di sisi timur desa menciptakan bias cahaya yang menyerupai pelangi di atas jembatan logam abadi yang sedang dikerjakan oleh Huo Fen. Suasana damai ini seolah-olah mengabaikan getaran mencekam yang dilaporkan oleh Yan Fei semalam, namun bagi mereka yang memiliki kepekaan spiritual tingkat tinggi, udara terasa sangat berat, seolah-olah ada beban tak terlihat yang menekan pundak dunia.

Huo Fen, sang Dewa Tungku, berdiri di tepi sungai dengan apron kulitnya yang dipenuhi noda jelaga. Tangan kanannya menggenggam palu tempa yang masih membara kemerahan, sementara tangan kirinya mengarahkan aliran esensi Inti Matahari untuk menyatukan dua balok baja purba. Di seberangnya, Jenderal Lu Xing dan para prajurit zirah emasnya tampak sangat sibuk memegang penyangga jembatan agar tetap stabil selama proses pengelasan energi berlangsung.

"Tahan di sana, Lu Xing! Jangan biarkan energinya miring satu inci pun! Jika struktur ini tidak simetris, Tuan Zhou akan memintaku membongkarnya kembali, dan aku tidak ingin melakukan itu untuk ketiga kalinya!" teriak Huo Fen dengan suara yang menggelegar, namun nada bicaranya kini jauh lebih santun daripada saat pertama kali ia datang.

"Aku menahannya dengan seluruh basis kultivasiku, Huo Fen! Cepatlah! Energi api milikmu ini mulai membakar sarung tangan pelindungku!" balas Lu Xing sambil menggertakkan gigi.

Pemandangan ini sungguh surreal bagi penduduk desa yang lewat untuk pergi ke pasar. Dua sosok yang seharusnya menjadi legenda di Dunia Atas kini bekerja keras seperti kuli bangunan, hanya untuk memastikan jembatan penyeberangan bagi gerobak logistik Qian Fugui bisa selesai tepat waktu. Sementara itu, di Kedai Teh Kedamaian, Zhou Ji Ran duduk dengan posisi favoritnya: menyandar di kursi goyang dengan satu kaki ditekuk di atas lutut yang lain. Ia memegang sebuah pipa bambu kecil yang ia gunakan untuk meniup gelembung sabun ke arah kebun sawinya—sebuah aktivitas yang ia klaim bisa membantu "melatih pernapasan" tanaman.

"Tuan, apakah benar-benar tidak apa-apa jika kita mengabaikan laporan Yan Fei tentang entropi itu?" tanya Lin Xiaoqi sambil meletakkan nampan berisi roti gandum madu di atas meja. "Wajah Yan Fei tadi pagi sangat pucat, ia bahkan tidak bisa memegang nampan dengan stabil."

Zhou Ji Ran menghentikan aktivitas meniup gelembungnya sejenak. Ia menatap gelembung sabun terakhir yang melayang pelan menuju kebun sawi, lalu pecah dengan suara *plup* yang lembut. "Xiaoqi, dalam berkebun, kau akan belajar bahwa hama itu ada dua jenis. Ada hama yang memakan daun, dan ada hama yang memakan akar. Hama daun bisa kau usir dengan air sabun atau predator alami. Tapi hama akar... kau harus membiarkan mereka masuk ke dalam tanah terlebih dahulu sebelum kau bisa menangkapnya."

"Maksud Tuan, kita sengaja membiarkan entitas primordial itu masuk ke wilayah desa?" tanya Bai Ling yang baru saja muncul membawa sekeranjang buah pir dingin.

"Jika dia terus berada di luar sana, dia akan terus mencoba 'menggunting' realitas kita dari jarak jauh. Itu akan membuat kualitas udara di sini menjadi kering dan tidak sehat," jawab Zhou Ji Ran santai. Ia mengambil sepotong roti gandum, mengunyahnya dengan nikmat. "Biarkan dia datang. Aku ingin melihat apakah 'sang pemangsa akar' ini cukup kuat untuk menjadi sistem pengolah kompos bawah tanah kita. Kita butuh cara yang lebih efisien untuk mendaur ulang energi negatif menjadi nutrisi tanah."

Tiba-tiba, percakapan mereka terputus oleh suara yang sangat aneh. Bukan suara ledakan, bukan pula suara teriakan. Melainkan suara kesunyian yang absolut. Secara perlahan, warna-warni di sekitar Desa Jinan mulai memudar. Langit yang biru menjadi abu-abu pucat, air sungai yang berkilau menjadi kusam, dan bahkan bunga-bunga melati di Pohon Memori kehilangan pendarannya. Segala sesuatu seolah-olah sedang dihisap ke dalam sebuah lubang hitam yang tidak kasat mata.

Mo Ye, sang juru taman, seketika berhenti memangkas. Ia menatap gunting tamannya yang kini mulai retak dan berubah menjadi debu halus. "Peringatan: Struktur atom objek mengalami dekomposisi. Hukum keberadaan sedang dibatalkan dalam radius lima ratus meter."

Dari tengah-tengah jalan setapak desa, sebuah bayangan muncul. Bayangan itu tidak memiliki bentuk tetap; ia terus berdenyut, mengembang dan mengempis seperti paru-paru yang sedang bernapas. Di pusat bayangan tersebut, terlihat sepasang mata yang tidak memiliki warna—hanya lubang kosong yang memancarkan ketiadaan yang tak berujung. Inilah Gui Xu, entitas yang dikenal sebagai "Pemangsa Akar", manifestasi murni dari entropi primordial yang dikirim oleh para Pencetus Sistem untuk membersihkan anomali Zhou Ji Ran.

Gui Xu melangkah maju, dan setiap tempat yang dilewatinya seketika menghilang. Bukan hancur, bukan terbakar, melainkan benar-benar tidak ada lagi. Tanah di bawah kakinya lenyap, menyisakan kekosongan hitam yang mengerikan.

"Zhou... Ji... Ran..." suara Gui Xu terdengar seperti gema dari ruangan yang sangat luas dan kosong. "Keberadaanmu... adalah... kesalahan... Aku... adalah... penghapusan... segalanya... akan... kembali... ke... nol..."

Para penghuni desa, termasuk Jenderal Han dan Pangeran Long Wei, seketika merasa tubuh mereka menjadi sangat ringan, seolah-olah mereka sedang berubah menjadi uap yang akan segera hilang ditiup angin. Ketakutan yang murni merayap di dalam jiwa mereka—sebuah ketakutan primordial bahwa mereka tidak akan pernah ada lagi dalam sejarah mana pun.

Namun, di tengah-tengah kepanikan massal tersebut, Zhou Ji Ran tetap duduk tenang di kursi goyangnya. Ia bahkan tidak meletakkan roti gandumnya. Ia hanya menatap Gui Xu dengan pandangan yang lebih mirip seperti seorang tuan rumah yang melihat tamu tidak diundang membawa lumpur ke dalam rumahnya.

"Kembali ke nol, ya?" Zhou Ji Ran berdiri perlahan, membersihkan remah-remah roti di bajunya. "Itu adalah konsep yang sangat romantis bagi orang-orang yang tidak punya pekerjaan. Tapi bagi seorang petani, nol artinya tidak ada hasil panen. Dan aku sudah bekerja keras selama berbulan-bulan untuk memastikan ladang ini tidak berakhir di angka nol."

Gui Xu mengangkat "tangannya" yang berupa gumpalan asap hitam. Seketika, sebuah gelombang kehampaan meluncur ke arah gubuk kayu Zhou Ji Ran. Gelombang itu mampu menghapus seluruh konsep "bangunan" dalam jalurnya.

Zhou Ji Ran tidak menghindar. Ia justru berjalan maju satu langkah dan mengangkat tangan kanannya. Di telapak tangannya, muncul sebuah titik cahaya putih yang sangat kecil, namun intensitasnya begitu padat hingga ia seolah-olah menarik seluruh realitas kembali ke tempatnya.

*BZZZZZT!*

Saat gelombang kehampaan itu menghantam telapak tangan Zhou Ji Ran, terjadi sebuah fenomena yang sangat aneh. Kehampaan itu tidak menghapus Zhou Ji Ran; sebaliknya, kehampaan itu justru "terisi" oleh keberadaan Zhou Ji Ran. Seolah-olah Zhou Ji Ran adalah tinta yang sangat pekat yang sedang mewarnai kertas kosong.

"Kau pikir kau adalah ketiadaan?" ucap Zhou Ji Ran dengan suara yang kini terdengar sangat berat dan bergema di seluruh dimensi. "Kau lupa bahwa ketiadaan hanya ada karena ada 'keberadaan' yang mendefinisikannya. Dan akulah yang menulis definisi tersebut sepuluh ribu tahun yang lalu sebelum sistem kalian menjadi sombong."

Zhou Ji Ran mengepalkan tangannya.

Seketika, bayangan Gui Xu yang tadinya tidak berbentuk mulai terkompresi secara paksa. Entitas primordial itu menjerit dengan suara yang tidak bersuara, tubuhnya ditarik ke dalam sebuah bola padat berukuran sebesar buah kelapa. Seluruh energi entropi yang ia bawa, yang seharusnya bisa menghapus sebuah planet, kini dipaksa untuk menyusut dan memiliki massa.

"Kau ingin memakan akar?" Zhou Ji Ran berjalan mendekati bola hitam yang terus bergetar hebat di udara tersebut. "Baiklah. Aku punya akar yang sangat kuat untuk kau kelola. Dan karena kau sangat mahir dalam mengurai struktur materi, kau akan sangat berguna di bawah tanah."

Zhou Ji Ran menjentikkan jarinya ke arah bola hitam tersebut.

*Wuuusss!*

Bola hitam itu meluncur ke bawah tanah, tepat di bawah sistem akar utama Padi Surgawi dan kebun sawi primadonanya. Zhou Ji Ran menanamkan sebuah segel "Konversi Energi" di sekeliling bola tersebut.

"Mulai hari ini, tugasmu adalah menjadi 'Sistem Kompos Primordial'. Setiap sampah organik, setiap energi sisa yang tidak terpakai, dan setiap kotoran hewan di desa ini akan dialirkan kepadamu. Tugasmu adalah mengurai semuanya kembali menjadi energi murni tanpa bentuk, lalu menyalurkannya kembali ke akar tanaman sebagai nutrisi pertumbuhan," perintah Zhou Ji Ran mutlak.

Warna-warni Desa Jinan seketika kembali. Langit menjadi biru lagi, bunga melati kembali bersinar, dan bahkan gunting taman Mo Ye kembali utuh. Gui Xu, sang penghapus realitas, kini telah terkubur jauh di bawah tanah, berubah menjadi mesin pengolah sampah paling canggih yang pernah ada di multisemesta. Ia tidak bisa lagi menghapus realitas; ia hanya bisa menghapus sampah.

Suasana mencekam itu hilang secepat ia datang. Jenderal Han dan yang lainnya menarik napas lega, tubuh mereka kembali terasa padat dan nyata.

"Tuan... apakah itu tadi benar-benar entitas primordial?" tanya Lu Han sambil mencoba menenangkan detak jantungnya yang berdegup kencang.

"Hanya gumpalan debu kosmik yang lapar, Lu Han. Jangan terlalu dipikirkan," jawab Zhou Ji Ran sambil kembali ke kursi goyangnya. "Panggil Qian Fugui. Katakan padanya, sekarang kita punya sistem pembuangan limbah terpadu di bawah gudang. Dia tidak perlu lagi repot-repot membuang sisa hasil panen yang busuk ke sungai."

Wu Tie segera mencatat aset baru tersebut di buku besarnya menggunakan kuas emas. "Unit Pengolah Limbah: Gui Xu. Efisiensi Penguraian: Seratus persen. Nilai Tambah Lingkungan: Maksimal. Biaya Operasional: Nol."

Sore harinya, pembangunan jembatan selesai dengan sangat sempurna. Berkat energi api Huo Fen yang stabil dan struktur logam abadi yang dipasang oleh Lu Xing, jembatan itu tampak sangat megah, menghubungkan pusat desa dengan area perkebunan baru di seberang sungai. Zhou Ji Ran sendiri yang memotong pita peresmian menggunakan gunting taman milik Mo Ye.

"Jembatan ini akan kita beri nama Jembatan Pertumbuhan," ucap Zhou Ji Ran singkat di depan kerumunan penduduk desa yang bersorak gembira.

Malam itu, Desa Jinan merayakan selesainya pembangunan jembatan dengan pesta kecil-kecilan. Chen Long memasak berbagai hidangan lezat menggunakan bebek panggang yang dimasak dengan api Inti Matahari milik Huo Fen. Rasanya benar-benar luar biasa, lemak bebeknya meleleh di mulut dengan aroma yang sangat kaya, membuat siapa pun yang memakannya merasa seolah-olah meridian mereka sedang dibasuh oleh kehangatan musim semi.

Huo Fen duduk di pojok restoran bersama Lu Xing, keduanya memegang gelas berisi bir gandum dingin. "Kau tahu, Lu Xing... aku tidak pernah menyangka bahwa membangun jembatan bisa memberikan rasa puas yang sama dengan menempa pedang dewa," ucap Huo Fen sambil tertawa kecil.

"Aku juga tidak menyangka bahwa aku akan lebih bangga dengan jembatan ini daripada dengan kemenangan perangku dulu," sahut Lu Xing sambil menyesap birnya.

Zhou Ji Ran memperhatikan mereka dari kejauhan. Ia merasa bahwa misinya untuk menciptakan domain kedamaian ini semakin mendekati kesempurnaan. Namun, ia juga tahu bahwa "Sang Pemangsa Akar" hanyalah permulaan. Para Pencetus Sistem tidak akan tinggal diam melihat salah satu unit penghapusan terbaik mereka dijadikan pengolah kompos.

"Ji Ran," suara Gu Lao memecah lamunannya. "Kau baru saja memberikan penghinaan terbesar bagi mereka. Menjadikan entropi sebagai pupuk... itu benar-benar gila."

"Dunia ini butuh kegilaan semacam itu, Gu Lao. Jika tidak, segalanya akan tetap kaku dalam aturan mereka," jawab Zhou Ji Ran. Ia menatap ke arah kebun sawinya yang kini tampak lebih hijau dan bercahaya dari sebelumnya, tanda bahwa sistem kompos bawah tanah yang baru sudah mulai bekerja dengan efektif.

Tiba-tiba, Yan Fei mendekat dengan wajah yang masih tampak sedikit khawatir. "Tuan Zhou... kotak hitam saya mendeteksi adanya anomali baru. Tapi kali ini bukan energi negatif. Ia adalah sebuah sinyal undangan... dari tempat yang disebut 'Paviliun Takdir Abadi'. Sepertinya ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda untuk bernegosiasi, bukan untuk bertarung."

Zhou Ji Ran menguap lebar. "Negosiasi? Itu biasanya hanyalah cara halus untuk membuang-buang waktu dengan kata-kata manis. Katakan pada mereka, jika mereka ingin bicara, mereka harus datang ke sini dan membawa benih tanaman langka sebagai tiket masuk. Aku tidak menerima tamu yang hanya membawa mulut."

Yan Fei mengangguk, lalu segera mencatat instruksi tersebut.

Malam di Desa Jinan kembali menjadi tenang dan damai. Di bawah lantai kedai, Han Bing terus menjaga suhu air, sementara jauh di bawah tanah, Gui Xu bekerja keras menguraikan setiap butir debu menjadi energi kehidupan. Zhou Ji Ran memejamkan matanya di teras rumahnya, menikmati kebebasan yang ia bangun dengan tangannya sendiri.

Tanpa perintah sistem, tanpa misi yang memaksa, ia sedang menjalani kehidupan yang paling indah. Setiap hari adalah penemuan baru, setiap musuh adalah pegawai baru, dan setiap tantangan adalah cara untuk membuat desanya menjadi lebih baik. Ia bukan lagi sang legenda yang memimpin pasukan bintang; ia adalah Zhou Ji Ran, sang petani yang memastikan dunianya tumbuh dengan subur.

"Esok kita akan mulai menanam bibit anggur di lereng barat," bisik Zhou Ji Ran pada angin malam.

Masa pensiun ini memang sangat produktif. Dan ia tidak akan pernah menukarnya dengan tahta manapun di multisemesta. Kehidupan di Desa Jinan terus mengalir dengan lambat, penuh makna, dan penuh dengan kebahagiaan yang nyata. Satu hari lagi telah berlalu, dan setiap detiknya adalah kemenangan bagi sang mantan pemilik sistem.

Malam semakin larut, dan di bawah sinar rembulan yang jernih, Desa Jinan tertidur dengan lelap. Sang petani legenda telah menemukan ritmenya, dan ia siap untuk menyambut hari esok dengan cangkul di tangan dan ketenangan di hati. Semuanya berjalan sesuai dengan kehendaknya, bukan kehendak sistem. Dan itu adalah keajaiban yang paling murni dari segalanya.

"Selamat tidur, kawan-kawanku. Sampai jumpa di fajar berikutnya," gumam Zhou Ji Ran sebelum akhirnya ia terlelap dalam tidurnya yang paling nyenyak.

Dan di kegelapan dimensi yang jauh, para Pencetus Sistem hanya bisa terdiam melihat bagaimana entitas primordial mereka kini sedang sibuk mengolah limbah dapur di sebuah desa terpencil. Mereka mulai menyadari bahwa mereka tidak sedang berhadapan dengan seorang mantan pemain, melainkan dengan pencipta hukum baru yang tidak bisa mereka sentuh. Perjalanan ini masih sangat panjang, namun di setiap jengkal tanah Jinan, kedamaian telah menang. Kehidupan memang benar-benar luar biasa.

1
anggita
pernah baca novel terjemahan yg ceritanya mirip ini di platform lain. tapi lupa judulnya🤭. dukung like👍, 2iklan☝☝.
anggita: oke👌Thor.
total 2 replies
anggita
Zhou Ji Ran.... joss 💪😊. moga lancar novelnya.
anggita
cerita yg cukup menarik..👍☝👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!