NovelToon NovelToon
AndaiKata

AndaiKata

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Slice of Life
Popularitas:207
Nilai: 5
Nama Author: Elegi223

Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Acara Pentas dan Lomba pt 2

Seseorang yang sangat Gua kenal berlari kecil ke arah Gua, matanya... rambutnya... sangat Gua kenal itu Annie, dia bilang pada Gua kalo ia akan pulang ke Indonesia tapi ia bilang bulan depan. Annie ini sih... gila banget dulu yang Gua anggap anak imut dan super absurb ini menjelma jadi model dadakan di sini, tinggi 175 cm dengan rambut yang sangat mencolok yaitu warna blonde, yang bikin orang iri itu rambutnya itu di sapu badai pun tetap lurus, apa lagi matanya yang memikat siapa aja.

"LANAAAA I MISS YOU SO MUCH"ucap Annie dengan suara kerasnya yang masih tak berubah meski tubuhnya ini udah kelihatan dewasa,

"oh my god Annie, jangan teriak! duh kayaknya abis ini kerumah sakit"ucap Gua sambil mengusap telinga Gua yang terasa mau meledak.

Annie hanya tersenyum lalu memeluk Gua dengan perbedaan tinggi yang sedikit, namun aku merasa ada yang mengganjal di dada, buset anak ini ukurannya kayaknya melebihi Gua. Setelah pelukan rindu tersebut Gua mengajak Annie untuk berkeliling mengenalkan SMP 33 Palembang padanya, meski Gua ngerasa SMP dia pasti yang terbaik, tetap saja ini kewajiban Gua sebagai siswi di SMP ini. Banyak pasang mata menatap Annie yang begitu mencolok namun ia merasa acuh, sama halnya dengan Gua yang sehari-hari jadi bahan cuci mata anak laki-laki di sekolah. Di perjalanan Gua bertemu Ghina yang bingung dengan siapa orang baru di sebelah Gua, mereka kenalan yang awalnya canggung jadi besti, emang ngeri Annie ini.

ANNIEEEE KAMU KOK NGGAK NGABARIN AKU SIH"ucap Yura yang berlari kecil sambil berteriak, Gua baru ingat kalo mereka berdua bersatu maka dunia ini akan di buat hancur oleh mereka.

"AHH MY YURAA, COME HERE, I MISS YOU TOO BESTIE"ucap Annie yang ikut berteriak lalu memeluk Yura, Gua hanya bisa pasrah melihat tingkah dua orang gila ini

"Yura!!! jangan teriak!! ini acara sekolah! kau... eh Annie kok kamu nggak ngabarin kalo mau dateng sih!"ucap Erin memarahi Yura namun pandangan ia beralih ke Annie, seketika amarah yang ia keluarkan semuanya hilang di telan bumi.

"Suprise! hehehe aku balik ke indo denger kalian ada acara di sekolah, katanya orang luar boleh dateng, aku kangen kalian... disana semua orang pada munafik"ucap Annie mengeluarkan semua isi hatinya.

Setelah itu Kami mengobrol sebentar sebelum giliran Yura tampil untuk, namun sebelum ia tampil ia sempat membisikan sesuatu pada Annie. Gua melihat reaksi Annie berubah drastis, tadinya ia senang liat Yura tampil, sekarang wajahnya berubah tanpa emosi menatap sudut tempat duduk Alvin. Apa Yura sedang menyampaikan sesuatu terkait hubungannya dengan Alvin?

"mari kita sambut perwakilan SMP 33 Palembang, Yura Talita!"ucap Pembawa acara lalu perlahan Gua melihat Yura yang naik ke panggung dengan gitar yang ia bawa dari rumah.

Aula lapangan SMP 33 yang tadinya riuh mendadak hening saat Yura naik ke panggung sambil membawa gitarnya. Di pojokan dekat dengan sanggar Seni lukis, Gua, Erin, Ghina, Annie duduk dengan kursi plastik yang disediakan oleh Erin.

Gua bisa liat Alvin yang duduk di pojok dekat kantin sekolah SMP 33 palembang sambil menatap kosong Yura, ia tak menyangka kalau candaan Yura beberapa waktu lalu, ia wujudkan sekarang. Biasanya Yura akan nyanyi sendiri agar menarik perhatiannya, tapi ia tak menyangka kalau Yura yang ia kenal ini naik ke panggung acara.

"Tess... hallo semuanya. Lagu ini... khusus untuk seseorang yang udah lama ada di hidupku tapi, nggak pernah bisa ku gapai"ucap Yura lirih di balik mikrofon.

Gua dan Erin saling pandang, mungkinkah lagu ini ada kaitannya dengan hubungannya dengan Alvin? musik mulai mengalun lambat dari petikan gitar Yura yang penuh emosional. Suara Yura yang benih namun penuh luka mulai masuk, membelah keheningan lapangan.

[Verse 1]

"Terakhir kutatap mata indahmu... Di bawah bintang-bintang... Terbelah hatiku..."

Yura bernyanyi menatap lurus penonton tapi sebenarnya pandangannya tertuju pada Alvin. petikannya benar-benar lambat sehingga penonton terhanyut dalam suasananya.

[Chorus]

"Ku cinta padamu... namun kau milik sahabatku... Dilema hatiku... Andai ku bisa berkata sejujurnya... Jangan kau pilih dia... Pilihlah aku yang mampu mencintamu lebih dari dia... Bukan ku ingin merebutmu dari sahabatku... Namun kau tahu... cinta tak bisa, tak bisa kau salahkan..."

Seketika atmosfer di barisan penonton berubah kaku, otak mereka terasa konslet mendengar lirik "Kau Milik Sahabatku", raut wajah Alvin yang menatap kosong Yura berubah jadi tengang. Matanya refleks menatap Gua. Alvin berfikir keras, ia berasumsi kalau lagu ini murni menyindirnya yang mengejar Gua secara ugal-ugalan, padahal ada cinta yang tulus yang sedang menantinya. Ia tak menyangka kalau Yura selama ini memendam perasaannya dan merasa tersakiti secara diam-diam. hal ini membuat Annie geram ia menatap dingin Alvin yang menurutnya telah menyakiti sahabatnya.

Delvano menatap tak percaya Alvin begitu juga Max yang tersenyum puas, entah itu senang atau apalah. Di panggung Yura kemudian memejamkan matanya, berusaha memendam emosi yang menguasi dirinya, Gua bisa meliha jelas ia nampak menahan air mata yang sudah lama tumpah.

"siapa sih orang itu pengen gua tampol rasanya"

"padahal banyak loh yang suka sama Yura, cewek sehebat ini malah di sia-siain"

"bodoh banget sih cowoknya, mending sama aku saja Yura"

"Yura ku sama aku saja tinggalin cowok brengsek itu"

Sorak sorai penonton membuat atensi panggung terasa panas, Gua bisa melihat Alvin yang seperti merasa bersalah atas tindakannya, pembawa acara serta para penyelenggara acara menenangkan penonton yang riuh.

"Lan... kamu harus jujur sebenarnya apa yang terjadi?? kenapa aku merasa... setelah aku pergi semua nampak berubah?"ucap Annie dengan tatapan serius menatap ke arah Gua,

"entar Gua ceritain, kita harus amanin Yura dulu. ia butuh sandaran"ucap Gua lalu kembali melihat Yura.

Petikan gitar Yura sedikit bertenaga, seolah-olah semua yang ia rasakan selama beberapa tahun ini, mulai dari rasa sukanya pada Alvin, di tolak tiga kali, kemudian harus berpura-pura merasa senang atas apa yang Alvin lakukan demi Gua. Semua itu dapat Gua liat dari alunan musik yang ia mainkan.

"Bukan ku ingin merebutmu dari sahabatku... Namun kau tahu... Cinta tak bisa, tak bisa kau salahkan... ooh..."

Lampu panggung agar remang, menyisakan sorot lampu kuning yang fokus mengarah ke Yura, nafasnya terasa berat sebelum ia menutup lagunya dengan penutup paling menyakitkan.

"Tak bisa kau salahkan... Tak bisa kau salahkan..."

Lagu pun berakhir dengan akhir yang sangat menyakitkan, tanpa ia sadari setetes air mata jatuh di pipi Yura tepat saat ia menurunkan gitarnya.

"Yura... lo hebat kok, bisa melepas rasa yang harusnya lo lepaskan"

nyahoo sampai sini dulu sampai jumpa di bab selanjutnya makasih udah baca cerita ku sejauh ini see you MUACH

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!