NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

Menjadi editor sebatang kara itu membosankan, tapi dirampok sampai pingsan dan pindah ke dunia novel? Itu diluar nalar!

Lin Xia Yi bertransmigrasi menjadi Lin Xia Mei, wanita yang akan tewas karena cinta buta suaminya, Wei Zhu Chen. Untuk bertahan hidup, ia harus menurunkan tingkat rasa suka Wei Zhu Chen dari 99% ke 20%.

Bersama sistem berwujud kucing imut bersayap bernama Bao, Lin Xia Yi akan memulai misi demi kembali ke dunianya serta membawa pulang hadiah yang menggiurkan.

Hadiah menggiurkan menanti, tapi nyawa taruhannya. Siapkan camilan favoritmu dan temanilah Lin Xia Yi sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

027~Bunga Segar

"Berapa poinku, Bao?"

Bao menampilkan layar transparan dengan informasi tingkat rasa suka Wei Zhu Chen ada pada angka 52% dan poin di toko sistem sudah terkumpul sebanyak 110 poin.

Lin Xia Mei melanjutkan langkahnya, menyusuri taman yang lumayan luas, senyumnya merekah ketika melihat danau terbentang dihadapannya, tidak terlalu besar namun cukup sejuk karena dikelilingi pohon rindang di tepi danau.

Ia menunduk, menatap pantulan dirinya di atas permukaan danau. Ia memegangi pipinya yang dirasa lebih tirus. Wajah Lin Xia Yi dan Lin Xia Mei asli agak mirip namun memiliki perbedaan, wajah Lin Xia Yi di dunia aslinya memiliki tahi lalat dibawah mata kirinya, sedangkan Lin Xia Mei di dunia Novel tidak memiliki tanda lahir maupun tahi lalat di wajahnya, mata Lin Xia Yi sedikit lebih lebar daripada Lin Xia Mei.

"Tubuh Lin Xia Mei terasa lebih kurus, sepertinya karena aku tertekan selama menempati raganya." gumamnya pelan.

Melihat rumput di tepi danau yang padat, ia memilih duduk sambil menekuk lulut, kebetulan siang ini pengunjung tidak terlalu banyak, hanya beberapa saja dan jarak mereka cukup jauh.

Angin sepoi-sepoi menerbangkan beberapa helai ujung rambutnya, sejuk dan menenangkan.

"Sepertinya ayah dan anak itu tidak menyusulku. Tapi biarlah, aku ingin menikmati waktuku sendirian, menjadi diriku sendiri tanpa berakting jahat."

Bip. Bao muncul, ia duduk di bahu Lin Xia Mei.

"Inang, apakah kau menyesali kesepakatan ini?" tanya Bao.

"Tidak, Bao. Orang mana yang akan menolak jika hadiahnya begitu menggiurkan?"

"Inang, apakah Inang sudah tidak marah pada Bao?"

Lin Xia Mei menggeleng pelan.

"Awalnya aku kesal, tapi aku menyadari sesuatu. Tentang alasan mengapa aku yang terpilih dalam misi ini."

"Wah menarik, kau sangat pintar Inang, menyadari sesuatu tanpa menunggu diberitahu." puji Bao.

"Di duniaku, aku terlalu sering diam pasrah dan mengalah, membiarkan diriku terdoktrin bahwa aku hanya orang kecil dan tidak pantas bersuara, hanya bisa menangis dan menangis saja ketika aku direndahkan. Tidak berani melawan dan akhirnya menjadi sasaran empuk penindasan. Bahkan aku pun tidak tega berbagi beban dengan orang tuaku, memilih hidup mandiri dan menanggung kesedihan seorang diri. Rasanya sudah seperti sebatang kara."

Ingatannya memutar kenangan di dunianya sendiri, lebih tepatnya kenangan buruk. Tidak berasal dari keluarga berada, berjuang keras masuk perguruan tinggi namun tidak memiliki keberanian. Ia tidak menyangka ketika di dunia pendidikan tingkat tinggi pun masih ada manusia yang suka menindas. Jangankan memiliki seorang kekasih, teman baik pun ia tidak punya, terlalu menutup diri dan hal ini membuatnya tidak disukai teman angkatannya.

"Setelah menerima misi ini aku merasa sedih namun ada sedikit rasa puas, Bao. Bisa melawan meskipun perlawanan itu demi poin, tapi perlahan aku mulai bisa lebih lega."

Bao tersenyum lalu mengacungkan jempol.

"Bao tidak salah memilihmu Inang, hihi. Hatimu terlalu culun jika diam saja seperti di duniamu, orang seperti itu akan mudah hancur. Sabar itu bagus, namun Sabar dan bodoh itu berbeda tipis."

Lin Xia Mei tersenyum tipis, memejamkan mata, merasakan aroma air danau yang terkena teriknya sinar matahari.

"Inang, karena pikiranmu lebih terbuka, bahkan Inang masih bisa mempertahankan hati nurani meskipun misinya menjadi jahat, Bao akan memberi hadiah kecil."

"Apa itu?" tanya Lin Xia Mei, ia langsung membuka mata dengan cepat.

"Bao akan memberikan poin tambahan untukmu, ini bukan bon tapi pemberian, bagaimana?"

"Wah lumayan, setara dengan 20 orang hahah. Baiklah, terima kasih Bao."

"Dan lagi... Hadiah akan ditambah satu juta Yuan."

Refleks Lin Xia Mei ternganga dengan wajah sumringah, ia membungkam mulutnya dengan tangannya sendiri saking bahagianya.

"W-Wow! "

"Bao! Kau yang paling baik di dunia ini! Terima kasih!!!"

"Tapi dengan syarat misi harus selesai dalam 30 hari mulai besok."

Senyum Lin Xia Mei langsung pudar dalam kurang satu detik, ia menatap Bao dengan tatapan malas.

"Dari semua orang di dunia novel ini, kau yang paling pandai mengacak-acak hatiku, Bao." ucap Lin Xia Mei dengan nada malas.

Bao tertawa kecil.

"Tapi hadiahnya lumayan kan? Inang bisa menganggur dalam beberapa bulan dengan jumlah uang hadiah, hihi."

"Bao, apakah kau bisa memadatkan ragamu?" tanya Lin Xia Mei.

"Maaf inang, Bao belum bisa mencapai tahap itu. Memadatkan raga adalah tingkatan yang hampir mustahil."

"Ohhhhh."

"Memangnya kenapa, Inang? Apakah inang ingin memeluk dan merasakan bulu lembutku ini?" goda Bao.

Lin Xia Mei menjawab dengan cepat, "Tidak. Aku ingin menendang dan menenggelamkanmu ke dasar danau ini."

Bao tertawa sambil berguling-guling di udara.

10 menit berlalu dan Bao masih asik tertawa melihat komuk Inangnya yang sedang kesal padanya.

"Bao, berhentilah tertawa. Kau sudah tertawa selama 10 menit tanpa jeda, aku tidak ingin disinkronkan dengan sistem stress."

Mendengar itu, bukannya berhenti tetapi Bao malah semakin tertawa.

"Bao, aku serius....."

"Baiklah, hehe." Bao pun duduk manis di udara dan menatap intens Lin Xia Mei yang sedang menatapnya dengan muka malas.

Mereka saling menatap beberapa saat hingga akhirnya tawa Lin Xia Mei lepas karena Bao terus menatapnya dengan senyum imut bahkan tanpa berkedip.

Bosan hanya duduk saja, Lin Xia Mei merebahkan tubuh diatas hamparan rumput.

"Bao, apakah kau tidak mendeteksi kehadiran Wei Zhu Chen?" tanya Lin Xia Mei.

Bao ikut duduk disamping kepala Lin Xia Mei.

"Hmmm, inang. Jujurlah pada Bao, kau sedang merindukannya, kan?"

"Fitnah. Aku tidak menunggunya, aku hanya penasaran saja."

Bao menjentikkan jari dan muncullah layar transparan lagi yang berisi informasi tingkat rasa suka Wei Zhu Chen dan Lin Xia Mei.

"Kyaaa! Jangan munculkan informasi memalukan itu, Bao."

Bao tersenyum licik.

"Inang, kau bisa menutupi perasaanmu dari orang lain tapi tidak berlaku pada Bao."

Lin Xia Mei menutupi wajahnya, tidak ingin terlihat oleh Bao.

"Inang, kehadiran tokoh utama pria terdeteksi, sedang menuju ke arah sini."

"Hooo, sepertinya dia menyusulku." kata Lin Xia Mei, ia memejamkan mata dan menyamankan posisinya.

"Aku pura-pura tidur saja lah, nanti aku terbangun karena dia dan aku akan marah, hahahah."

"Kau memang tidak pernah kehabisan ide, Inang." puji Bao.

"Tentu, aku berencana akan meludahinya."

"Ehem." Wei Zhu Chen berdehem, namun tidak digubris oleh Lin Xia Mei.

"Ehemmm." Lin Xia Mei berakting kesal, ia duduk dengan mata masih terpejam seolah-olah baru bangun tidur.

"Siapa mahluk sialan yang mengganggu tidur siangku?!"

Lin Xia mei membuka mata dan menoleh ke belakang, Bao juga ikut menoleh ke belakang.

"Ehhh..." Bao terkejut.

Lin Xia Mei terpaku melihat Wei Zhu Chen dan Wei Ji Xiang yang berdiri sambil membawa buket bunga segar yang indah.

Hati Wei Zhu Chen terasa nyeri saat Lin Xia Mei menyebut dirinya 'Mahluk sialan'. Rasa sukanya pun ikut turun.

1
SENJA
aaaah bawang 😌
SENJA
aaah pelit lu , itu udah sampe jadi public enemy poin ga nyampe 1000😌😤
SENJA
waaah panen poin lagi 🤣
SENJA
wakaka ga bisa mantau🤣
SENJA
wakaka sadis jawabannya🤣
SENJA
bapak lu ke rumah sakit
SENJA
susah juga ya, agak psikopat nih cowo😳😤
SENJA
bucin banget dia 😤
SENJA
heh! lu jangan bikin gw bete lu pelit 🤮🤮
SENJA
baik banget 🤭
SENJA
addduh 😑
SENJA
addduh jangan luluh 🤣 jahatin anak itu sarana nurunin rasa suka 🤣
SENJA
yaaaah lumayan lah
SENJA
yayaya. .sabar sama bodoh itu betissss banget🥺
SENJA
jadi tontonan kaya gitu cuma 20 poin ciiih
SENJA
provokator tapi pelit lu 😤
SENJA
lama2 kok kesel ama bao kok pelit banget poin ihhh gila kali
SENJA
yaelaaah cuma 1 persen 😤
SENJA
lu pasti bakal diomelin terus deh 😅
SENJA
pasti ngeselin deh 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!