NovelToon NovelToon
OBSESI DAN CINTA

OBSESI DAN CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: renita april

Follow IG : renitaria7796
Sequel dari Novel TERPAKSA MENIKAHI MANTANKU.

Maxim Sylvestone harus merendahkan dirinya jika ingin mendapati seorang gadis kecil bernama Liora Putri Alexander. Seorang wanita kaya yang membuatnya jatuh cinta, bahkan ketika gadis itu baru bisa berjalan.

Sayangnya, Liora sudah dijodohkan kepada anak sahabat orang tuanya. Apakah Liora menerima perjodohan itu? Lalu, bagaimana Maxim merebut kembali cintanya? Apa ia harus mengungkapkan siapa ia sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon renita april, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERTEMU VINO DAN JO

Brian tengah menunggu kedatangan Vino. Mereka sudah janjian untuk bertemu di sebuah restoran. Brian tengah duduk di kursi yang sudah dia pesan.

Dia melirik jam di pergelangan tangannya. Sudah 10 menit berlalu namun Vino belum menampakkan batang hidungnya.

Vino keluar dari dalam mobil. Dia masuk ke dalam restoran dan mencari meja Brian. Setelah menemukannya, langsung saja Vino berjalan menghampiri Brian.

"Maaf, aku sedikit telat," ucap Vino.

"Duduklah, aku sudah memesan minuman untuk kita berdua," kata Brian.

"Ada apa kamu ingin bertemu? Biasanya kamu langsung ke kantorku." Vino sedikit merasa heran. Pasalnya, saat dia menerima telepon, dari nada suara Brian, terdengar ingin mengatakan sesuatu hal yang penting.

"Ini berhubungan dengan masalah Maxim," kata Brian.

Vino semakin tidak mengerti. "Kenapa dengan Maxim?"

"Dia berada di dalam penjara. Alex yang menjebloskannya ke dalam sel tahanan," ungkap Brian.

Vino terkesiap. "Apa Maxim berbuat salah? Apa dia masih mencintai Tasia?"

Vino hanya tahu jika Maxim dulunya mencintai Berli. Dia tidak tahu menahu kalau Maxim menyukai Liora. Karna memang Vino tidak dekat dengan Maxim.

"Dia mencintai Liora," ungkap Brian.

Vino terlonjak kaget. "Apa ... Maxim mencintai Liora? Yang benar saja, Brian."

Brian mengangguk. "Itu memang kenyataannya. Mereka berdua saling mencintai."

Vino geleng-geleng kepala. Dia masih tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Ini benar-benar kejutan untuk Vino.

"Lalu, kamu mau apa dariku?" tanya Vino.

"Aku sudah mengatakan jika Maxim dan Liora saling mencintai. Apa kamu masih ingin melanjutkan perjodohan ini?" tanya Brian.

Vino menghela napas. "Aku akan bicara kepada Varo dan Alex."

"Baguslah kalau begitu. Katakan juga kepada Alex untuk membebaskan Maxim," ujar Brian.

Vino mengerutkan dahinya. Brian yang berada di hadapannya seperti bukan sahabatnya. Melainkan orang lain saja.

"Brian, apa kami masih sahabatmu?" tanya Vino.

"Tentu saja, Vino. Kalian sahabat terbaikku," jawab Brian.

"Kamu seolah membenci Alex. Ada apa denganmu?"

Brian memutar sedotan dan meminum jus. Dia beralih menatap Vino. "Aku hanya tidak suka dengan sikap Alex. Dia bersikap semaunya saja."

Vino terdiam mendengar ucapan dari Brian. Dia akui Alex memang tidak pernah berubah. Selalu saja bersikap semaunya. Perjodohan Varo juga Alex yang menginginkannya.

"Aku akan bicara pada Varo dan membatalkan perjodohan ini. Kamu tenang saja," ucap Vino.

Brian melirik jam di pergelangan tangannya. Dia beranjak dari kursi dan menepuk pelan pundak Vino. "Aku tunggu kabar darimu secepatnya."

Setelah mengatakan itu, Brian melangkah keluar dari restoran. Dia meninggalkan Vino yang masih duduk di dalam sana. Brian masuk ke dalam mobil dan berlalu dari restoran.

Vino juga beranjak dari kursinya setelah membayar minuman pesanan Brian. Seperti biasa, sahabatnya itu memesan minuman dan selalu para sahabatnya yang membayar.

Vino keluar dari restoran menuju mobilnya. Dia masuk ke dalam mobil, menghidupkan mesin dan berlalu dari sana.

Brian melajukan mobil menuju cafe tempat janjiannya bersama Jo. Hari ini Brian di sibukkan dengan permasalahan Maxim. Demi sahabatnya, Brian akan melakukan apa pun untuk menolong Maxim.

Jo sudah berada di dalam cafe. Dia lelah menunggu Brian yang tidak kunjung datang. Sudah hampir 30 menit, Jo duduk di dalam cafe. Minumannya saja hanya tinggal setengah.

Mobil sampai di depan cafe. Brian keluar dari dalam mobil. Dia bergegas menuju pintu masuk cafe. Brian mengedarkan pandangannya mencari Jo.

Dia menghampiri Jo yang tengah duduk seorang diri dengan wajah di tekuk. Brian langsung saja duduk di kursi berhadapan dengan Jo.

"Nggak usah datang saja sekalian," sindir Jo.

Brian terkekeh. "Maaf ... aku barusan bertemu Vino."

"Aku akan membantu Maxim untuk bebas dari sel. Tapi, aku akan memakai nama orang lain, bagaimana?" tanya Jo.

"Terserah kamu saja, asal Maxim cepat bebas," jawab Brian.

"Aku sudah mengurusnya. Besok pagi kita akan menjemputnya dari sel tahanan." Jo menyesap minumannya.

Brian terkekeh. "Biarkan saja Maxim menginap semalam lagi di sana. Aku ingin lihat, apakah wajahnya masih tetap tampan setelah berada di sana?"

"Lebih baik kita biarkan Maxim di sana selama seminggu. Aku yakin sekali, wajah halusnya itu bakal jadi kusam," ucap Jo.

Jo bisa saja mengeluarkan Maxim saat ini juga. Tapi dia ingin mengerjai Maxim terlebih dahulu. Jo akan membiarkan sahabatnya itu sedikit lebih lama mendekam di sel tahanan.

"Itu terlalu lama." Brian menghela. "Hah ... aku tidak sangka, Max benar-benar menepati janjinya untuk menikahi Liora."

"Kamu benar ... apa selama di luar negeri, dia tidak punya kekasih?"

Jo juga heran dengan Maxim yang sudah menghilang tidak ada kabar. Lalu, setelah kembali, Max malah memberi berita yang mengejutkan.

Brian mengedikan bahu. "Entahlah, aku juga tidak tahu."

Jo melirik jam di ponselnya. Sudah sore dan dia harus segera pulang ke rumah. "Aku mau pulang. Besok pagi kita sama-sama menjemput Maxim."

"Aku juga harus pulang. Besok aku akan menunggumu di sana," ucap Brian.

Keduanya keluar dari dalam cafe. Mereka menuju mobil masing-masing. Jo membunyikan klakson mobil dan berlalu dari sana. Begitu juga dengan Brian, dia melajukan mobil menuju kediamannya.

...****************...

Liora meringkuk di dalam kamarnya. Gaun pesta pertunangannya sudah siap. Tinggal dua hari lagi, pertunangannya akan di selenggarakan.

Dia masih memikirkan Maxim yang berada di dalam sel tahanan. Liora tidak bisa keluar dari rumah. Dia di kurung di dalam kamar dan di jaga oleh beberapa pengawal.

Itu semua atas perintah dari kakeknya Tuan Wiliam dan juga Alex. Liora juga di larang untuk memegang ponsel.

Berli dan Alex sedang terlibat perang dingin. Sejak semalam, Berli tidak menegur suaminya. Alex sudah berkali-kali membujuk sang istri. Namun Berli tetap marah kepadanya.

Alex mengetuk pintu kamarnya. "Tasia ... buka pintunya. Aku mau masuk sayang."

Berli membuka pintu kamar. Alex masuk, namun Berli keluar dari dalam kamar. Alex menarik tangan istrinya.

"Masalah Liora tidak ada sangkut pautnya dengan hubungan kita," ucap Alex.

"Kamu bilang tidak ada sangkut pautnya? Tentu saja ada, Alex," pekik Berli.

Berli hendak melangkah pergi namun Alex memeluknya dari belakang. "Tasia ... aku hanya ingin yang terbaik untuk Liora. Percayalah, Varo yang terbaik untuknya. Kamu sendiri tahu, ayahku tidak menyetujui hubungan Liora dan Maxim."

"Al ... apa semua keluargamu hanya memandang derajat saja? Maxim juga dari kalangan atas," ucap Berli.

Alex mengeleng. "Keluargaku dan keluarga Vino sudah berteman baik. Kami juga dari kalangan atas. Sedang Maxim dari biasa menjadi kaya."

"Terserah kamu, aku lelah meminta pengertian darimu."

Berli melangkah ke kamar Liora. Dia meninggalkan Alex yang masih mematung di depan pintu kamar. Berli kesal dengan suaminya yang sangat menyanjung derajat sosial.

TBC

Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

1
mbak mimin
bc lg seru
rarr
part yang paling suka bgt di momen ps max bawa selena si, dsitu liora lgsung prgi ke danau kenangan di ama max..suka bgtt si,,,ada ga ya max di duniaa nyata🙏😭
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
rarr
ooh oke, dia perempuan samaran liora
rarr
durhaka km alex😭🤣
Novano Asih
Walah ternyata Brian dan Jo mknya aku heran kok Black punya istri 😃😃
Novano Asih
apa mungkin bukan Liora yg bersama Ricardo??masa Max membolehkan istrinya disentuh orang lain
Novano Asih
😂😂😂
Novano Asih
😃😃😃
Novano Asih
Wah keren kepintaran Jo turun ke anknya Jason
Qaisaa Nazarudin
Bijak Maxim,Cepatan Nikahin Lioranya,Bias gak ada yg bisa ngerebut dia dari kamu Termasuk Alex dan Varo sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Mampos kau,anak kau udah kabur Noh.. Varo juga udah ditolak berkali-kali masih aja.ngenyel,Dan sekarang tanggung aja patah.hati dan malu sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Alex memaksa banget,Dah jatoh ya sekarang malah memalukan diri sendiri,Walau gimanapun kamu mencoba utk memisahkan.mereka,Kalo emang udah JODOH pasti akan bersatu jua...
Yuni Harti
Luar biasa
Yuni Harti
betiul max. ..aku mendukungmu
Yuni Harti
enak ya JD orang kaya
🟡Ney Maniez
aran black
Novie Cherly Tololiu
Kecewa
Novie Cherly Tololiu
Buruk
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Ney
🤗🤗🤗🤗
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Ney
😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!