NovelToon NovelToon
Pernikahan Beda Usia

Pernikahan Beda Usia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Endang

Hanya cerita pasaran yang mengisahkan suatu pernikahan beda usia dikarenakan adanya sebuah perjodohan. Diperankan oleh Alvian Gilang Dirgantara seorang CEO muda dari sebuah perusahaan besar PT. Agung Dirgantara, usianya 24 tahun dengan gadis remaja yang baru berusia 17 tahun. Merupakan anak dari sopir pribadi keluarga Dirgantara yang meninggal dunia karena berusaha menyelamatkan ayah dari Gilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#PERNIKAHANBEDAUSIA_26 (REVISI)

#Pernikahan Beda Usia

Part 26

......

Gilang tersenyum ketika melihat istrinya masih saja asyik bergelung dengan selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya hingga sebatas leher. Ia pun menaruh nampan berisikan makanan dan minuman di atas nakas meja kemudian naik ke atas tempat tidur. Mutiara terlihat sangat lelah, membuat Gilang merasa tidak tega jika harus membangunkannya.

Gilang menyandarkan punggungnya pada sandaran ranjang, menutup mata barang sekejab. Ia berpikir apakah semua ini hanyalah mimpi baginya? Ia menikah dengan seorang gadis remaja yang masih lugu. Dan pagi ini...Ia bahkan sudah berhasil mengambil mahkota berharga dari gadis yang menyandang status sebagai istri sahnya.

Gilang mengulurkan tangan, mengusap lembut puncak rambut istrinya. Ia merasa beruntung dan berterima kasih kepada kedua orang tuanya karena sudah menjadikan Mutiara bagian dari hidupnya. Baru kali ini Gilang merasakan ketulusan dari seorang wanita yang benar-benar mencintainya tanpa pamrih. Sekali lagi ia menyesal karena sudah pernah berlaku tidak adil pada istrinya.

Gilang malu karena harus bercermin pada sosok Mutiara yang masih belia. Istrinya begitu sabar dalam menghadapi sikapnya yang angkuh dan arogant. Meskipun ada rasa takut, akan tetapi Mutiara masih setia bertahan disampingnya dengan modal keikhlasan dan kesabaran yang cukup tinggi.

*Unggghhh...

Mutiara melenguh kecil karena merasakan adanya usapan lembut di kepalanya, sehingga mengusik tidurnya. Mutiara membuka mata kemudian membalikan badannya. Ia tersenyum kecil melihat suaminya sudah terbangun.

"Morning mas" cuit Mutiara, Gilang menautkan alisnya

"Morning...? Ini sudah siang sayang, lihatlah kesana!" tangan Gilang menunjuk ke arah jam dinding.

Pukul 12.00 WIB

Mutiara membulatkan kedua mata, ia tidak percaya jika dirinya sudah tertidur terlalu lama. Ia pun segera beranjak untuk bangun.

*Auwww

Mutiara meringis karena merasakan ngilu diarea bawah sana.

"Kamu kenapa yank?" Gilang panik.

Mutiara membisu, merasa tidak percaya dengan pendengarannya. Apakah benar jika suaminya baru saja memanggil dirinya dengan sebutan "Yank"

"Yank... Kamu kenapa? Apa ada yang sakit?" tanya Gilang sekali lagi.

Mutiara tidak menjawab, ia hanya bisa menggelengkan kepala. Rasa ngilu pada bagian tubuh bawahnya kini terganti sudah dengan rasa kebahagiaan ketika suaminya tiba-tiba mamanggilnya "Yank "

"Mas tadi panggil aku apa?" cuit Mutiara hanya ingin memastikan bahwa ia tidak salah dengar.

"Yank... Mulai sekarang aku akan memanggilmu yank dan kamu pun juga harus memanggilku seperti itu!!" ucap Gilang.

Mutiara mengangguk cepat, ia merasa sangat senang karenanya.

"Makasih ya yank... karena kamu sudah mau bersabar dalam menghadapi sikapku yang terkesan sangat arogant serta suka mengintimidasi" cicit Gilang.

Mutiara menyenderkan tubuhnya pada headboard ranjang, dengan kedua tangan yang masih memeluk selimut agar tidak merosot ke bawah.

"Mas...eh...Yank...Kamu tidak perlu berterima kasih, karena itu sudah menjadi tugasku sebagai seorang istri untuk mengerti bagaimana sifat dari suamiku" tutur Mutiara.

Gilang lagi-lagi dibuat kagum oleh istri kecilnya. Hatinya yang lapang membuat jiwanya seakan bergetar. Andai saja dulu ia bisa seperti itu? Mungkin saat ini tidak akan ada orang yang terluka karena ulahnya. Gilang merangkul tubuh Mutiara, membawa gadis itu masuk ke dalam dekapannya.

"Sekali lagi terima kasih dan I Love You" Gilang mengecup puncak kepala istrinya berkali-kali.

Sedangkan Mutiara kembali membeku, jantungnya bergemuruh kencang. Ini merupakan pertama kalinya bagi Gilang mengatakan kata I Love You untuknya.

"I Love You too" lirih Mutiara, tanpa terasa air matanya merembes melalui setiap sudut dari matanya. Suasana menjadi hening. Mereka saling meresapi perasaan masing-masing.

"Yank, kamu mau makan dulu atau mandi dulu?" tanya Gilang memecah kesunyian.

Mutiara mendongak, ia lupa jika mereka belum makan apapun sejak pagi.

"Maaf yank...Aku lupa kalau kita belum makan apapun" cuit Mutiara,

"Ya udah begitu aku mandi dulu, setelah itu baru masak" cicitnya lagi seraya mengecup pipi suaminya.

Mutiara ingin beranjak dari tempat tidur, tapi tiba-tiba rasa nyeri dibagian bawah tubuhnya kembali muncul.

Auwwwss

Mutiara hanya bisa meringis kesakitan saat berusaha memaksa turun dari ranjang. Gilang yang melihat hal itu lansung sigap. Ia membopong tubuh istrinya.

"Maaf karena sudah membuatmu seperti ini?" lirih Gilang.

"Kenapa harus minta maaf? Inikan sudah menjadi tugasku yank" wajah Mutiara kembali merona, ia teringat dengan kejadian panas pagi ini.

Gilang hanya terkekeh melihat tingkah istrinya yang dirasa sangat menggemaskan ketika merasa malu. Ia segera membawa istrinya masuk ke dalam kamar mandi sebelum keinginan gilanya merasuk ke dalam jiwanya lagi.

🔹

🔹

Usai mandi Mutiara hendak keluar dari kamar, tapi dicegah oleh suaminya. Ia tidak menyangka ternyata Gilang sudah memasak nasi goreng untuk mereka. Bahkan saat ia mandi, Gilang pun sudah meminta pelayan membuatkan lagi susu dan kopi yang keburu dingin gara-gara menunggunya bangun.

"Gimana yank...enak nggak?"tanya Gilang dengan raut yang lucu.

"Enak kok yank...ternyata kamu jago masak juga ya" puji Mutiara sambil mengunyah makanan yang sudah ada di dalam mulutnya.

"Iya donk...siapa dulu orangnya... Alvian Gilang Dirgantara githu loh," cicit Gilang menyombongkan diri.

"Ikh...kumat lagi dech sombongnya!" dengus Mutiara.

"Tapi kamu cintakan?" Gilang menaik-turunkan kedua alisnya untuk menggoda istrinya.

Mutiara mendengus lagi, bibirnya dibuat mengerucut. Gilang terkekeh saja, ingin rasanya ia meraup habis bibir sang istri yang terlihat seperti gula baginya. Gilang dan Mutiara segera menghabiskan makanan mereka.

🔹

🍁

🔹

Hari semakin sore, Gilang dan Mutiara hanya menghabiskan waktunya untuk bersantai ria di Villa saja. Mereka belum berniat untuk berjalan-jalan, atau berkunjung ke suatu tempat. Apalagi keluarga mereka belum juga sampai di Villa.

"Yank..." panggil Mutiara mulai merasa bosan karena sejak tadi hanya di kamar sambil nonton tv.

"Hmmm"

"Kamu lagi ngapain sih?" Mutiara menghampiri suaminya yang sedang duduk di sofa kamar.

Gilang masih asyik berkutat dengan laptop yang sering dibawanya kemana pun ia pergi.

"Oh...Ini lagi ngecek email yang masuk dari kantor" jawab Gilang.

Mutiara berengut kesal, katanya liburan? Tapi masih saja memikirkan kerjaannya. Gilang mengerti kemudian menutup laptopnya. Dan menarik tubuh istrinya untuk duduk di pangkuannya.

"Maaf yank...bukan maksud untuk nyuekin kamu" lirih Gilang mulai mengendus leher istrinya.

"Yank...geli," cicit Mutiara

Bukannya berhenti tapi malah semakin menjadi. Gilang sendiri tidak mengerti kenapa bisa begitu?? Tubuh istrinya seakan menjadi candu tersendiri baginya. Gilang tidak akan bisa berhenti jika sudah menyentuhnya.

*Tin...Tin...Tin....

"Yank...itu pasti mereka" cuit Mutiara menghentikan tingkah suaminya yang mulai menggila.

Gilang berhenti, menjauhkan wajahnya dari curuk leher sang istri. Sudah ada beberapa tanda merah yang tertinggal disana. Gilang mengurai rambut istrinya, agar bisa menutupi jejak keliarannya. Bisa berabe jadinya kalau nanti maminya sampai melihat tanda merah yang ia buat.

🔹

🔹

Gilang dan Mutiara keluar dari kamar, menuruni setiap anak tangga dengan tangan saling bergandengan satu sama lainnua. Mereka ingin menyambut kedatangan pak Bayu beserta yang lainnya.

Bu Meisya yang melihat putra sulungnya langsung memberikan sebuah tatapan yang tajam. Gilang bergedik ngeri. Ia sadar sudah membangunkan induk macan dari tidurnya.

"Kali ini papi tidak bisa menolongmu! Mamimu sudah bertanduk sejak berangkat dari rumah" bisik pak Bayu pada Gilang.

Gilang hanya bisa menyengir kuda, ia menggaruk tekuknya yang tidak gatal.

"Maaf Mi...kami kan hanya ingin sekedar menikmati suasana pagi hari di Villa hanya berdua tanpa ada gangguan" cicit Gilang.

"Terus ngapain kakak ngusulin buat liburan bareng sama kita? Mendingan kakak ajak aja Mutiara pergi honeymoon, dengan begitu kan tidak ada pengganggu" tukas Elvina kesal.

"Usul elo bagus juga! Nanti dech kakak bakal atur jadwal pergi honeymoon berdua dengan istri kecil kakak ini" cuit Gilang seraya mengecup singkat pelipis istrinya.

Bu Meisya semakin dibuat melotot oleh kelakuan putranya. Ia tidak menyangka jika Gilang sudah berani secara terang-terangan bersikap mesra dengan sang istri di hadapan semua orang. Apalagi menantunya kini bersikap biasa saja. Malah wajahnya bersemu merah akibat menahan rasa malu mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya.

Bu Meisya segera menarik Mutiara, membawa menantunya masuk ke dalam sebuah ruangan.

"Mi...mau dibawa kemana istriku?" seru Gilang sedikit cemas.

"Yang jelas mami tidak akan menganiaya menantu mami sendiri" sahut bu Meisya.

Elvina dan Kelvin hanya bisa mengangkat bahu mereka saat melihat kelakuan ibu dan anak. Mereka tertawa kecil saat melihat wajah frustasi kakaknya.

"Tanang kak...mami tidak akan tega menyakiti menantu kesayangannya" cuit Kelvin.

"Gue tahu itu! Tapi habis ini pasti gue yang bakal kena ocehan dari mami!" ketus Gilang mengusap wajahnya dengan kasar.

Ia takut jika istrinya berkata jujur persoalan apa yang sudah mereka lakukan pagi ini.

Kelvin dan Elvina memicingkan mata, mereka seolah sedang menerka adanya sesuatu yang salah.

"Apa kakak sudah berbuat sesuatu pada Mutiara?" tebak Elvina.

"Emang salah ya kalau melakukan sesuatu pada istri sendiri?" ujar Gilang dengan nada kesal, ia pun pergi meninggalkan kedua adiknya dengan wajah frustasinya.

🔹

🔹

Mutiara menunduk, tangannya meremas-remas ujung kaos yang ia kenakan. Ia merasa ngeri saat melihat tatapan dari mami mertuanya. Terlihat sangat mengintimidasi.

Bu Meisya menghela nafas panjang lalu mengeluarkannya dengan kasar. Ia menyingkap rambut menantunya yang tergerai panjang. Sebuah desahan lolos dari bibirnya, ia bisa melihat ada beberapa jejak merah disana. Bu Meisya yakin itu adalah ulah dari putranya.

"Jadi kalian sudah melakukannya?" selidik bu Meisya hanya ingin memastikannya saja.

Mutiara mendongak, lalu menunduk lagi karena takut.

"Iya mi" jujur Mutiara.

"Aku hanya tidak tega melihat mas Gilang terus berjuang keras demi menahan keinginannya untuk menyentuhku" cuit Mutiara lagi.

Bu Meisya duduk disamping Mutiara, ia akui putra sulungnya banyak berubah. Bahkan orang kepercayaannya pun sudah memberikan info kepadanya mengenai perubahan drastis yang ditunjukan oleh Gilang semenjak menikahi Mutiara.

Gilang tidak pernah lagi mencari wanita dari luaran sana hanya untuk memuaskan dirinya. Ia lebih sering menghabiskan banyak waktunya bersama sang istri. Mutiara sudah berhasil membuat Gilang jatuh hati kepadanya.

Bu Meisya mengusap puncak kepala menantunya.

"Mami tidak akan melarang kalian untuk melakukan hubungan suami istri, itu hak kalian. Apalagi sekarang Gilang sepertinya sudah mulai mencintaimu" ucap bu Meisya.

Mutiara mendongak, ia pun menantap mami mertuanya dengan mata berbinar.

"Mami benar, mas Gilang sudah menyatakan cintanya padaku pagi ini" ucap Mutiara dengan polos.

Bu Meisya terkekeh kecil, ia tidak salah sudah memilih gadis itu sebagai menantunya. Keluguan yang ia miliki mampu membuat orang di sekitarnya merasa gemas.

"Kalau begitu kamu bisa segera memberikan mami seorang cucu kan" bu Meisya mengedipkan mata, ia senang bisa menggoda sang menantu.

Wajah Mutiara memerah seperti udang rebus. Jujur saja ada rasa takut untuk menjadi seorang ibu di umurnya yang terbilang masih sangat muda. Tapi ia pun tidak ingin mengecewakan keluarga suaminya.

"Insyaallah ya Mi" jawab Mutiara malu-malu.

Bu Meisya tertawa lagi. Ia menoel dagu Mutiara lalu membawanya ke dalam dekapan hangatnya.

*

**©

®

*

Author sudah up lagi ya, maaf kalau sedikit geje atau lebay

jangan lupa untuk kasih votenya🙏🙏😘😘😍😍**

1
mbak i
ya Allah sudah berapa purnama ini😄😄
Yeti Karniati
belum ada lanjutannya kah ?
Bunga Setyaningrum/endang: sudah dilanjut kk
total 1 replies
Yeti Karniati
lanjut
Eka Novariani
ceritanya seru, imbang antara percintaan dan konflik yg harus diselesaikan... membuat aku larut dlm ceritanya 😀
Sri Idayu
ceritanya bagus, aku suka 😊
Ernha Ciuss
masak sama adik nya jahat kasian..
Ernha Ciuss
kasihan hidup claisa di usia yg terlalu muda harus ngejalani hidup yg susah.
ceryimut
iya allah ikut ke bawa perasaan sampai ikutan nangis... 😭😭😭😭
Nurma sari Sari
loh kok bisa saudara kembar Clarisa dan mutiara sedangkan Clarisa sdh kuliah beberapa tahun yg lalu GK mungkinkan kalau sampai mutiara tinggal kelas sampai beberapa tahun tinggal kelas, coba dibikin jadi saudara kandung aja gk usah saudara kembar jadi gk nyambung karena GK sesuai sama mutiara yg masih SMA jauh kejadian hubungan Gilang dan Clarisa dengan mutiara yg masih SMA dibolak balik kearah manapun gk akan nyambung kalau Clarisa saudara kembar mutiara, kalau tetap menjadi saudara kabar berarti mutiara adalah anak yg bodoh karena sekolahnya yg naik kelas sampai beulang2 kali, sedangkan dlm cerita ini mutiara itu anak yg pintar. kan jadi GK nyambung kalau dijadikan saudara kembar. mf Thor terlalu janggal dan gk masuk di akal 🤔🙄🤦
Nurma sari Sari
mutiara lebatnya minta ampun, gk perlu sok akrab sama orang yg dulu pernah membuli kamu, untuk apa juga kamu berbisik sama Helena mengatakan kalau suami kamu galak jadi terlihat gimana gitu jadi norak, seharusnya kamu jaga jarak dengan Helena karena kamu pernah dibuli, nah itu baru sikap yg wajar, kenapa malah membisikii Helena mengatakan kalau suaminya galak, untuk apa ?????? baru kemudian sadar dan takut karena sdh mengatai Gilang, berulang kali kejadian seperti itu, jadi kesannya lebay, jadi terlihat kebaikan mutiara seperti dibuat2. gk usah terlalu berlebihan bersikap dibuat seperti natural dan sewajar2nya aja.
Nurma sari Sari
sepertinya intan itu saudara mutiara bukan kembaran mutiara, sedangkan Clarisa pacaran dengan Gilang selama 3 th kemudian bubar karena Clarisa selingkuh dengan saudara Gilang disaat Clarisa masuk kuliah, sedangkan Mutiara saat ini masih SMA., wajah dan postur tubuh yg serupa tapi bukan kembar. tapi herannya kenapa Gilang awalnya mengira mutiara adalah Clarisa, sedangkan Clarisa kan sdh kuliah dan mutiara masih sekolah. kok jadi eror si Gilang mati2an membenci mutiara tanpa alasan 🤦🙄
Nurma sari Sari
mutiara kan masih sekolah, kok selama menikah blm ada ceritanya masuk lagi ke sekolah, apa gurunya gk marah, sekalipun sekolah itu milik orang tua Gilang, tetap aja peraturan sekolah semua sama pada muridnya.
Nurma sari Sari
mf ya Thor sedikit komen, kata Lo gue itu kaya gimana gitu, soalnya Gilang itu seorang CEO jadi kurang wibawa kalau ngomong pakai kata Lo gue dengan siapapun, karena Gilang orang yg berpendidikan jadi gk pantas kalau pakai kata Lo gue, mf Thor hanya sekedar saran biar kita yg baca bisa lebih menikmati ceritanya dan enak untuk meresapinya, karena ceritanya bagus, sayang kalau sedikit gk enak karena pakai bahasa gaul Lo gue.
Ibn Muchsin
aku ada kritikan : maaf aku agak kurang suka dgn karakter Gilang yg posesif, bucin akut, dan pemarah... membuat tokoh ini terkesan tdk dewasa dan lemah khususnya tanpa Mutiara.

solusinya : mgkn aku bs kasih saran kalau buat karakter tokoh yg bucin silahkan, pemarah jg boleh... tp dgn syarat ada porsinya... jgn bucin akut atau over anger sampe' out of control kyk gt... Disini aku mlh lbh suka dgn karakter dr Kelvin... krn walaupun dia lbh muda dr Gilang tp akalnya lbh bijak dan sempurna... tdk implusif seperti Gilang yg bahkan dia adlh kakaknya yg seharusnya memberikan contoh yg baik bagi adik"nya
Arum
kliatan nya bagus baca scuelnya nanti deh qw baca
Linda Nitbanii
up dong
Ibn Muchsin
hello my home
Ibn Muchsin
kota Paris negara Perancis Thor😂😂😂
Jein Ntore
keren ceritanya
Mamat Anay
hemmm Gilang awas lo bucin ama mutiara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!