NovelToon NovelToon
FLOWER IN MY HEART (FIMHE)

FLOWER IN MY HEART (FIMHE)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Sarah Mai

{Tokoh Utama di ambil dari tokoh figuran Novel LONACA;

Bunga Ariella ~ Robin Chandra}

♡♡♡

"Daratan sudah ku lewati, Lautan sudah ku arungi.

Banyak Bunga telah ku dekati,
hanya ada satu bunga yang harumnya menusuk sampai ke hati.

Takdir membuat aku dan dia hidup bersama hingga kami berpisah. Namun, takdir pula yang mempertemukan kami kembali di lain waktu.

Saat kami bertemu, entah mengapa terselip rasa rindu hingga berubah menjadi cinta yang luar biasa, semua berubah, dadaku terasa bergetar hebat, aku salah tingkah! namun sayang dia tak mencintaiku."

♡♡♡

Dilarang keras Plagiat karya sarahmai.
Jadilah seorang penulis sejati bukan seorang penjiplak!

♡♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27

Akhirnya Bunga dengan rasa bahagia berhasil menuntaskan pekerjaannya hari itu dan bergegas mengayuh sepeda lalu pergi menuju rumah kakaknya.

.....

.....

Ruang Kantor Robin.

"Tlilit...tlilit"

(Percakapan dalam bahasa Inggris mix malaysia)

"Hello! Nek" jawab Robin mengangkat telpon dari neneknya.

"Mengapa sekarang! kamu jarang pulang sayang! Nenek merindukanmu!"

"Iyah nek! Masih ada yang Robin kerjakan di Bandung!"

"Bagaimana kondisimu! Apakah sehat?"

"Sehat sekali, nenek ku sayang juga harus menjaga kesehatan yah!"

"Iyaah, kapan cucuku yang cakep ini bisa bertunangan?

"Heheheh, Nanti Nek, kalau Robin sudah dapat waktu yang pas! Robin pasti akan kabarin," jawab pria itu dengan santai.

"Kalau sudah cocok! jangan di tunda, usia kamu sudah pantas menikah!"

"Hemmm, Baik nenek!"

"Ya sudah jaga kesehatan."

"Siap nenekku sayang..."

Jawab Robin manja, sekaligus mengakhiri percakapan mereka.

...

...

Robin merahasiakan pernikahan siri kepada keluarganya. karena Ia akan di jodohkan dengan pilihan keluarga, untuk memperkuat sayap bisnis Vlad Rus sang kakek dan Ayahnya. Hal ini yang membuat Robin sangat marah kepada Bunga.

....

"3 Bulan lagi aku akan berpisah dengan Bunga dan bertunangan dengan keylin...

"Huuuuufft (menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya)" kata Robin dalam hati terselip rasa bimbang.

Robin merasa mulai nyaman tinggal bersama Bunga, tubuhnya lebih sehat dan kesehatannya lebih terjaga. Wanita itu sangat lembut dan perhatian melayani Robin, sosok istri yang tidak pernah lupa dan lelah memberi vitamin untuk sang suami yang selalu merasa lelah dalam bekerja.

Ketika ada jadwal kosong ia lebih memilih rehat di rumahnya bersama Bunga daripada pulang ke Kuala lumpur seperti biasanya.

....

....

Rumah Anggun

"Kakak!" Panggil Bunga langsung memeluk Anggun di dalam kamarnya, terlihat kondisi wanita yang cukup memprihatinkan, dulu ia memiliki fisik sangat Indah menawan dan digemari para pria, kini berubah kurus tak berdaya dengan kepala yang hampir botak, jelek jauh dari kata menarik.

Wajah yang semakin tirus dan tampak lebih tua dari usianya. Virus ganas yang menyerang Anggun sangat cepat melemahkan dirinya.

Melihat kondisi Anggun, Bunga hanya bisa menangis.

"Terima kasih sayang! Kamu sudah mau datang, Apakah Robin mengetahuinya?" Tanya Anggun dengan nada suara lemah.

Bunga mengangguk.

"Ia mengizinkan?" Tanya Anggun.

Bunga mengangguk kembali.

"Tolong jangan menangis sayang, kakak menyuruhmu datang kesini bukan untuk menangis, tapi ingin melihat senyum keceriaan mu!" Pinta Anggun.

Bunga menatap kakaknya dan langsung menidurkan diri di sebelah kakaknya.

Anggun mengelus manja rambut halus Bunga.

Sosok adik yang sangat butuh sandaran.

"Apa Robin masih suka marah kepadamu?"

"Sudah tidak lagi kak!" Jawab Bunga dengan wajah lesu.

"Syukurlah!" Respon Anggun.

"Rasanya sudah tidak sabar lagi menunggu 3 Bulan ini" kata Bunga dengan wajah sendunya.

"Kalian akan bercerai?"

"Iyah!"

"Maafkan kakak yah Bunga. Kakak tau kamu sangat tersiksa."

Bunga hanya diam saja tak bersemangat.

"Kamu memikirkan Hery yah!"

"Dia akan segera menikah, sebaiknya tidak perlu diganggu!"

Anggun merasa semakin bersalah.

Melihat wajah sedih Adiknya itu.

Melihat wajah Anggun

Bunga bangkit dan kembali ceria.

keduanya saling menguatkan dalam keadaan terpuruk.

"Baiklah! adikmu ini akan membawakan beberapa tembang lagu indah yan akan membuat wajah kakakku berseri-seri," kata Bunga dengan senyum manis di bibirnya.

Bunga pun bernyanyi layaknya penyanyi papan atas dan biduan kampung yang bergoyang bebas, di hadapan kakaknya.

Dengan gerakan lucu-lucu an membuat Anggun tertawa bahagia. Ia juga merekam video adik kesayangannya itu.

"Ahahahaha!" Tawa kecerian dari kamar berukuran kecil.

Bunga juga menyuapi makan Anggun dengan penuh kasih sayang.

Saat semua orang tidak perduli, kini hanya Bunga yang ikhlas dan selalu menemani Anggun.

....

....

"Bunga! kakak sudah tidak takut lagi, terima kasih yah!"

Sang adik hanya tersenyum manis.

"Oh! Iyah, setelah kasus kematian Roy selesai. Kakak memutuskan untuk menjual rumah mama dan hal ini sudah disetujui olehnya. Semua uangnya sudah di transfer ke rekening kamu.

Bunga! kelak jika kakak telah tiada, tinggallah di rumah ini bersama ibu atau jika kalian ingin berpindah, sebaiknya di jual saja!"

("Apakah ini ciri-ciri kakak akan pergi selamanya" Gumam Bunga dengan mata yang memerah?

Tak terasa tetasan airmata itu membasahi pipi Bunga)

"Jangan menangis!" Anggun mengusap lembut pipi adiknya yang basah.

"Bunga! Kakak percaya meski itu bukan Hery ataupun Robin, suatu hari nanti kamu akan menemukan pria yang tulus mencintaimu, apa adanya! Pilihlah pria yang rela melakukan apapun untuk bisa bersama kamu dan benar-benar menghargai kamu! kamu berhak untuk bahagia sayang!" Nasihat Anggun.

Bunga mengangguk.

"Kamu mau kan memaafkan kakak?"

Bunga mengangguk lagi

"Benar dari hatimu! terdalam"

"Iyah kak!"

Anggun langsung memeluk Bunga.

"Tubuhmu sangat kurus!" Gumam Bunga.

Tampak Anggun begitu tegar dan ikhlas menjalani sakitnya.

....

....

Waktu terus berjalan.

Anggun tidur dalam pangkuan Bunga. Istri siri Robin itu mengelus manja rambut kakaknya yang hampir habis, sambil menyanyikan kecil lagu-lagu pengantar tidur.

Derai airmata terus mengalir, ia benar-benar tak mampu membendungnya.

"Kamu merasakan rasa sakit yang luar biasa kak, demi meninggalkan harta untukku, kamu itu sangat hebat," gumam Bunga.

Bunga terus memandangi jam dinding yang terus berjalan menuju angka 6 sore hari.

Muncul rasa malas ingin pulang ke rumah Robin tapi ia harus kembali.

Setelah melihat Anggun benar-benar terlelap tidur, Bunga merapikan kamar kakaknya.

Wanita itu berpamitan dengan perawat yang mengurus Anggun lalu pergi dengan mengayuh sepeda...

....

....

Hari mulai gelap dan mendung, wanita itu mempercepat gerakan kakinya mengayuh sepeda.

"*****!" Suara kuat klekson dari mobil seseorang...

Sontak Bunga terkejut dan bergegas menepi, ia buru-buru karena waktu sudah pukul 6 sore.

Sebuah mobil baru melaluinya.

kemudian mobil itu berjalan sangat lambat di depan Bunga.

"Haduh! apa in sih mobil ini" gerutu Bunga.

Mobil yang melaju sangat lambat.

merasa tidak sabar, Bunga mempercepat laju sepedanya untuk melewati mobil itu.

Tanpa di duga mobil itu kembali mempercepat jalannya sehingga membuat Bunga semakin jengkel.

"Huuufft! semakin banyak saja orang kaya yang aneh, ini mau pamer mobil atau gimana sih!"

Bunga kembali melambat, mobil itupun otomatis ikut melambat. Wanita itu langsung curi start mempercepat lari sepedanya.

"Woi!" panggil seseorang membuka kaca mobilnya.

Bunga menoleh sedikit dan berkata dalam hatinya;

"Si Tuyul ternyata, pantas menjengkelkan, pasti dia mau pamer mobil baru."

Bunga otomatis berhenti merapatkan sepedanya ke mobil tepat di posisi duduk Robin.

"Wow🤩, Raden mobil baru ternyata, pantas aku tidak mengenali mobilnya, hehehe!"

"Hemm..." jawab Robin dengan gaya coolnya.

"Apa tidak sayang Den, mobil sekeren ini jalan di area pedesaan!" tanya Bunga.

"Kan ada kamu yang membersihkannya!"

"Oouu atau Raden mau jemput aku yah!" Ledek Bunga menggoda Robin.

"Hahaha, di perkotaan macet jadi aku lewat sini!"

"Ooouh! bercanda kog Den! hati-hati yah Den!" teriak Bunga kembali mengayuh sepedanya dengan cepat dan berbelok arah ke jalan kecil yang tidak bisa di lalui mobil (jalan singkat menuju Rumah Robin)...

"Eh🤨🤨🤨!" Ekspresi Robin yang memiliki kepercayaan tinggi. Ia pikir Bunga akan meminta tumpangan.

....

1
Mmh'a Azam Yasmien
othut debes bikin aku nangiss 😭😭😭
Mmh'a Azam Yasmien
sedih 😭😭😭😭
Mmh'a Azam Yasmien
😭😭 sedin tor
rena
luar biasa
Nurlailan Fadilah
lama2 jadi kesal sama si bunga ini 😔
Nurlailan Fadilah
anunya bolong 😅😅
Nurlailan Fadilah
😭😭😭😭😭
Nurlailan Fadilah
😭😭😭😭
Nurlailan Fadilah
😁😁😁
Hijrah
si Hary sama Zaky gmna kak🥺
Hijrah
terkejut liat fotonya makk🤣🤣
Hijrah
widihhhhh si hary.pulang² bawak bini🤣.
Hijrah
bener ngakak bangett🤣
Hijrah
tulis banget si kakak.
love beut anggun 🥰😭🤧
Nyai iteung
belum di baca cuma di tandain dulu aku mau nyuci piring tar sambil rebahan baca nya 🤣🤣🤣🤭🤭
liaBaelah
cerita yang sangat menarik 🥰
᥉ᴇᴍᴘʀᴏɴᴋ
Semangatt
Ayrie
haisshhh....bunga...ada² aja luu neng...yaa kalee periksa ambyen ...🤣
Yolanda Tahalea
lah pegimana cepwt bnr berubaynya hebatnya kekuatan DUIT yah 😎
Yolanda Tahalea
lah ya kaliii selama ini ga punya tabungan sampe begitu pisah sama yg nyokong datang blek ga punya apa2 sampe makan aje sama tahu doang 🤦🤦🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!