NovelToon NovelToon
Tawanan Tuan Mafia

Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Anggi Bia

Aleksander Smith seorang pria berusia 35 tahun,
Ia merupakan seorang bos mafia yang ditakuti dinegara Indonesia. Kekejian dan kekejamannya membuat ia paling ditakuti di dunia Mafia.
____
Agatha Leonor wanita cantik yang selalu terlihat ceria dan periang, namun keceriaan itu seketika hilang ketika tanpa sengaja dia harus berurusan dengan Aleksander Smith dan berakhir menjadi tawanannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Bia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ban 26

Saat subuh, Leonor terlebih dahulu bangun, ia ikut bu martin membereskan box makanan yang akan diantar pagi-pagi ke pelanggan, yang memesan nasi kotak dengan nya.

"Saya sakalian ikut iya Pak!"

"Lah, mau kemana non, bukannya sekarang kamu lagi dikejar-kejar sama orang."

"Iya buk..saya tidak bisa lama-lama disini, aku takut kalau mereka menemukan nomor taksi bapak," Kata Leonor, ia tidak ingin ikut melibatkan orang lain kedalam masalahnya, karena ia tahu alex kalau sudah marah tidak ada ampun.

"Baiklah, tapi biarkan bapak mengantarkan mu"

Leonor segera pamit pada istri Pak martin, wanita itu sangat ramah, dia memperlakukan Leonor dengan sangat baik.

Pak martin mengantar Leonor ketempat yang dia minta.

"Saya turun disini saja Pak, diluar komplek kosannya, saya akan berpura-pura olahraga dulu sebelum masuk kedalam, takut ada yang curiga melihat ku"

"Baiklah nak...semoga berhasil, Hati-hati kalau kamu ada ponsel nanti hubungi bapak, ini nomor bapak."

Lelaki paru baya itu pergi meninggalkan Leonor setelah memberikan kartu nama istrinya.

Komplek kosannya Leonor sudah dibuka pagi itu, karena banyak warga yang melakukan olahraga pagi melewati komplek kosannya, saat ia datang, terlebih dahulu mengantisipasi tidak ada yang melihat nya, ia datang memakai pakaian olahraga, jadi saat tiba didepan security tidak ada yang menyadari dan curiga padanya, ia sengaja berlari hingga tiba didepan pintu kosannya.

"Aku pulang! ..apakah tidak ada yang merindukan ku? Setidaknya menyambut ku dan memberikan ku pelukan hangat," kata Leonor dengan nyaris berbisik.

Suasana kosannya gelap, garis polisi masih terpasang didepan pintu rumahnya, ia berputar masuk lewat belakang rumah, ia tidak mau tetangga ada yang melihat, bahkan kunci pintu belakang nya masih dia temukan ditempat biasa, yaitu di bahwa batu yang sengaja ditindis.

Ia masuk kedalam rumah suasananya tidak ada yang berubah dari waktu dia meninggalkan rumah ini, kembali ke sini mengingatkan akan banyak kenangan pahit dan manis yang sudah ia lewati, tempat dimana dia menghabiskan waktunya dirumah ini.

Ia Melihat isi dalam rumahnya tidak ada yang berubah, hanya bingkai foto dirinya berdiri di tepi pantai yang terjatuh dilantai menyebabkan kaca pecah, ia mengambil foto itu melihat bayangan sendiri didalam sana.

Flashback on

Sehari sebelum Leonor disekap oleh Alex, ia pulang sore dari tokoh bunga.

Namun tanpa disadari oleh Leonor budi mengikutinya, sampai di tepi pantai. Ia memantau Leonor dari jauh tanpa ingin mendekatinya, ia menghadap kelautan dengan senja yang tanpak indah.

Lama kelamaan ia melihat bahu Leonor terguncang, lelaki itu tahu bawa Leonor menangis terlihat dari tangannya yang mengusap air mata.

Budi mengumpulkan nia untuk mendekati Leonor.

"Leonor!"

panggil Alex, berjalan mendekati Leonor disana.

" Loh, Pak budi buat apa disini?" tanya Leonor, segera mengusap air matanya.

"Kebetulan saya tidak sengaja lewat sini, pas lihat kamu disini saya mampir"

Ngomong-omong kamu buat apa disini?”

"Kalau pulang dari tokoh, saya sempetin untuk duduk sejenak menikmati megic hour disini" kata Leonor kembali menghadap kelautan.

"Hmm...terlihat kamu begitu menyukai megic hour ini"

"Sangat menyukai nya, karena disinilah keajaiban dunia itu terjadi didepan mata saya" jawab Leonor memejamkan mata menikmati hembusan angin.

Terlihat budi begitu gelisah sedari tadi, terlihat seperti ada yang mau dia ucapkan pada Leonor, terlihat beberapa kali ia meremas tangannya.

"Ahm....Leonor...?" panggil budi, suara itu terdengar sangat merdu di telinga Leonor.

"Iya.."

"Ada yang mau saya bicarakan sama kamu,"

"Iyaa..apa itu, jangan membuat ku penasaran?"

Ia terkekeh melihat budi yang tanpa begitu gelisah.

"Aku mau bilang itu..."

"Iyaa itu apa"

"Ahmm, saya..saya..saya jatuh cinta sama kamu" ucap budi dalam satu kali tarikan nafas, mengela nafas lega atas apa yang sudah ia ucapkan.

Saya jatuh cinta sama kamu pada pandang pertama, saat kamu sudah bekerja jadi karyawan saya ditokoh, saya selalu mengawasi kamu dari jauh...."

Leonor kaget mendengar apa yang diucapkan oleh budi, apa ia tidak salah dengar budi menyukai nya? Rasanya dia seperti bermimpi.

Jujur ia juga menyukai budi dalam diam, tapi ia malu untuk mengakui perasaan nya pada budi.

"Kamu kenapa diam saja?"

"Saya hanya wanita biasa, sampai kapanpun tidak akan pantas bersanding dengan pak budi,"

Jawab Leonor pelan.

"Aku tidak peduli dengan orang lain, aku maunya kamu Leonor."

"Tapi kit-...."

"Please,..aku sangat mencintai kamu...!"

Ujarnya budi, mengenggam tangan Leonor menyakinkan gadis tersebut.

"Tapi aku tidak bisa jawab sekarang, besok bagaimana?"

"Baiklah, aku akan tunggu kamu ditempat ini,"

"Iya baiklah, sampai bertemu besok"

Mereka pun kembali kerumah masing-masing karena hari sudah sore.

Selama perjalanan pulang Leonor terus saja tersenyum mengingat budi, dulu ia hanya bermimpi budi menyukai nya juga, tapi sekarang ini menjadi kenyataan budi mencintai nya.

Memikirkan besok ia akan bertemu lagi dengan budi membuat nya tidak sabar.

Flashback off

Tiba-tiba ia mengingat budi, iya budi lah yang diam-diam mengambil gambar dirinya di tepi pantai, saat dirinya sedih, tertekan, dan menangis ia selalu ke pantai, merupakan tempat ternyaman untuk dirinya bercerita walapun tidak ada yang mendengar, ia hanya bercerita sambil menikmati indahnya megic hour ditepian dermaga.

Ia duduk menahan sesegukan kesedihan, terkadang ia berfikir bahwa apa yang ia alami hanya mimpi balaka, ia selalu bermimpi suatu saat ia berkeluarga dan punya rumah tempat untuk pulang, disambut anak-anak dengan keceriaan menanti kepulangannya.

Leonor tersadar bahwa ia tidak bisa berlama-lama disana karena alex bisa saja menemukannya, saat ini ia hanya perlu uang.

Tapi saat ia membuka lemari barang-barang miliknya tidak ada disana, celengan miliknya hilang dan dompetnya, tidak ada yang tersisa lagi semuanya hilang.

"Siapa yang sudah mengambil uangku, apa tidak cukup dengan menyebarkan berita buruk diluar sana tentang ku untuk mendapatkan uang juga." Leonor terduduk lesu putus asa, karena apa yang ingin ia ambil benar-benar tidak ada lagi.

'Tapi alex tidak mungkin melakukan ini, dia bukan orang yang kekurangan uang' batin Leonor.

Saat ia mengobrak-abrik lemari miliknya, ia sangat berharap menemukan sedikit uang, untuk membantunya dalam pelarian, tapi lagi lagi dia sangat kecewa saat pakaian miliknya kosong semua, ia duduk selonjoran dipintu dengan putus asa.

Ia berdiri lagi menuju kebawah ranjang, ia mengingat pernah menyelipkan sedikit uang disana walapun nominalnya tidak banyak tapi setidaknya buat pegangan, itulah harapan satu satunya saat ini, buru buru ia kembali namun baru melangkah terdengar suara pagar rumah itu dibuka, dengan hati-hati ia menunduk, mengintip alex bersama dua orang security komplek tadi.

"Ya ampun dia tahu kalau aku ada disini, aku harus bisa lari dari nya bagaimana pun caranya" Leonor bersembunyi karena tidak sempat lagi untuk berlari.

"Nanti suruh orang untuk segera membersihkan ini, aku akan segera menempatinya" Pinta alex.

Leonor masuk kedalam boks besar penyimpanan barang bekas.

Alex memasuki kamar Leonor, menemukan foto Leonor diatas meja, mengambilnya menyelipkan didalam jasnya.

Alex seakan tahu bahwa Leonor ada didalam boks itu.

Ia tersenyum sinis menatap boks tersebut.

'Dasar anak kecil,...dalam boks itu saja tubuh kamu muat' alex menatap boks warna hitam itu.

Karena tubuh Leonor mungil ia muat dalam boks itu, tapi saat buru-buru masuk ia tidak menyadari bahwa rambut panjangnya menyambul keluar.

Ia meringkuk kecil dalam kotak itu seperti ular, keringat mulai membasahi tubuhnya, karena ia tidak mendapat pasokan udara didalam boks.

***bersambung***

1
Nuraini Nuraini
ceritanya hampir sama dengan nasip ku,,aku bacanya sambil nangis 😭😭😭
makasih thorr cerita mu sgt bagus
Anggi Bia: aduhh mohon maaf Nuraini, mungkin karya saya sedikit menyinggung perasaan kamu, tapi sama sekali tidak ada niatan yah☺
tetap semangat juga yah, akan ada akhir yang indah untuk proses yang rumit😇
total 1 replies
Maya Sari
Semangat kk…
Anggi Bia: terimakasih 🤗
total 1 replies
kalea rizuky
MC terlalu bodoh dan muterWL2 gk jelas. terlalu kejam jd kesannya wanita oon di injak terus
Anggi Bia: mohon maaf,tapi mohon bersabar dan ikuti alur cerita nya ajaa, puji Tuhan akan happy end🙏
total 1 replies
kalea rizuky
skip cerita menderita trs g usa bkin novel lu percumangk ada yg baca karena MC terlebih tolol bgt
kalea rizuky
knp g kena HIV laki bejatt
kalea rizuky
pantes sepi like MC nya lemah woy
_senpai_kim
Asyik banget bacanya!
Giselle Bustamante
Hebat deh penulisnya!
Anggi Bia: heheh aku masih harus bnyak belajar kaka gisell, maaf kalau ada teks yang masih berantakan ☺😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!