"Aku pelacur. Jangan jadikan aku makmummu!" Delisha mundur, menjauh dari Danish.
"Setiap orang punya masa lalu. Siapa yang sangka kalau masa laluku juga buruk?" Danish meyakinkan. "Bahkan tidak ada yang bisa menjamin manusia alim sekali pun masuk surga. Karena tingkat tertinggi level manusia adalah akhlak dan taubatnya."
Danish pergi, meninggalkan Delisha yang tak mau menerima lamarannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Shock
Tubuh Nora ambruk, jatuh ke lantai setelah beberapa menit dia terdiam memandangi kepergian Danish.
Semuanya terkejut. Beberapa orang menghambur mendekati Nora lalu membopong tubuh Nora ke kamar. Dibaringkan ke kasur.
Di sisi lain, Danish membawa Delisha masuk ke kamar. Pria itu berdiri menghadap kepada Delisha, menatap intens.
“Kamu yang sabar. Ini adalah jalanmu menuju hijrah pada kebaikan. Semua pasti ada rintangannya. Aku percaya kau akan sanggup menghadapi ini.”
Delisha sebenarnya masih ingin melanjutkan tangisannya. Tapi batal karena motivasi dari Danish. Dia mengusap air matanya sendiri dengan jari lentiknya.
“Aku wanita yang buruk,” lirih Delisha.
“Tidak. Semua orang punya masa lalu, semua punya keburukan dan masalah. Hanya saja, Tuhan menutup aib mereka. Sudah! Jangan dipikirkan lagi!” Danish meraih pundak Delisha, merangkulnya. Lelaki itu agak canggung melakukannya. Gerakannya kaku dan sedikit risih. Namun ia tetap mendekap tubuh kecil istrinya.
Hati Delisha basah mendengar perkataan Danish. “Kenapa kamu begitu percaya kepadaku? Kamu belum lama mengenalku. Bahkan proses perkenalan kita baru sebentar. Bagaimana kamu bisa percaya kalau aku bisa menjadi istri yang baik untukmu? Bahkan kamu juga sudah dengar pengakuanku sendiri, bahwa aku bukan wanita baik- baik.”
“Aku melihat keinginanmu untuk hijrah pada yang baik.”
“Hanya dengan melihatku lalu kamu yakin itu?” Alis Delisha terangkat sempurna.
“Ya. Aku mengikuti kata hatiku. Mungkin Tuhan memberiku petunjuk melalui suara hatiku. Dan aku mengikuti kemana arah hatiku berlabuh.”
“Jadi… Kamu mencintaiku?” Delisha sedikit gugup.
“Mencintai karena Allah.”
Semakin hati Delisha basah. Jika saja Danish tidak membela dan mendukungnya dengan sederet kata- kata seperti sekarang ini, Delisha pasti sudah menyerah.
Tatapan Delisha kini tertuju pada Selina yang tidur pulas di kasur.
“Aku nanti akan memindahkannya,” ucap Danish yang mengikuti arah pandangan Delisha.
“Tidak perlu. Biarkan dia tidur di sini. Biar aku yang tidur di kamar lain.”
“Jangan. Ini malam pertama kita. Seharusnya aku menyenangkanmu. Aku tidak mau kau terganggu.”
“Tapi aku tidak mau Selina terganggu. Dia masih belum mengerti. Aku tidur di kamar lain saja,” ucap Delisha.
“Jangan sampai orang- orang menduga kau pindah kamar karena masalah tadi. Aku tidak mau semua orang memandang miring.”
Ya ampun, ternyata sejauh itu Danish memikirkan perasaan Delisha. Makin kagum saja dengan pria tampan berbadan atletis ini. Jantung Delisha berdebar- debar ditatap seperti sekarang. Posisi mereka masih berpelukan. Duh.
“Mas Danish. Ibu, Mas. Ibu pingsan. Cepetan!” teriak sepupunya Danish dari luar.
Danish terkejut. “Aku keluar dulu. Kau tunggu di sini saja.” Danish berpamitan pada Delisha dan diangguki oleh istrinya itu.
Bergegas Danish melangkah keluar kamar.
“Ibu dimana?” tanya Danish mengikuti sepupu laki- laki yang masih remaja.
“Di kamar tamu.”
Danish melangkah lebar menuju kamar yang disebutkan. Beberapa orang tampak mengelilingi Nora yang kini dalam keadaan tak sadarkan diri.
“Semuanya, kuharap keluar dulu. Kasian ibu. Biar aku yang tangani!” ucap Danish.
Seperti mendapat perintah pimpinan, semua orang keluar kamar, kecuali Surya, ayahnya Danish.
Danish langsung mengambil langkah untuk memberikan penanganan pada orang yang pingsan sesuai anjuran medis.
“Ibu hanya sedang shock saja. ini akan membaik,” ucap Danish tenang.
“Kau yakin hanya shock saja? bukan karena terkena serangan jantung atau hal lainnya?” tanya Surya cemas.
“Tidak.”
Tangan Nora bergerak seiring dnegan kelopak matanya yang terbuka.
Bersambung ...
Klik like dulu sebelum next. 😁😁🥰