Roshan adalah seorang dokter anestesiologi berdarah Nepal, seorang pria dingin yang sulit membuka hati karena ia hanya mencintai satu orang wanita yang selalu ia lamunkan, yang ia kenal dengan baik namun tak berani ia temui. Dalam pikirnya tak ada satupun wanita yang sesempurna dia.
Dia adalah Aila seorang dokter bedah syaraf berprestasi berdarah sunda, wanita cantik berkulit sawo matang, tinggi semampai, berkerudung, dengan mata tajam dan hidung sampingnya, kecerdasannya, kebaikan hatinya membuat kecantikannya kian mengagumkan.
Roshan melihatnya sangat sempurna, segala cara ia lakukan agar ia bisa menjadi dokter di Indonesia.
Namun disanalah ia melihat kenyataan yang sebenarnya, bahwa wanita yang sempurna itu memiliki kisah pilu yang menyedihkan.
Hal ini membuatnya menyesal karena telah membenci dan menuduh hal yang tidak tidak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fakhrunisa aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan dengan Zain
Hari itu Aila pergi pagi pagi menuju kantor almarhum tuan yaser. Aila menitipkan aro pada bi mirna sebelum berangkat.
sesampainya di perusahaan Aila langsung memasuki ruangan CEO, ruangan yang sekarang adalah ruangan aila. didalam zain sudah menunggunya, "Assalamualaikum zain".
"Waalaikumsalam nona" zain tersenyum menyambut kedatangan Aila.
aila duduk bersandar di sofa, tanpa basa basi aila langsung menceritakan duduk permasalahannya.
"tapi nona 500 juta bukan uang sedikit" tolak zain terdengar keberatan.
"anak itu lebih penting dari uang 500 juta zain".
"aku mohon, buat perjanjian tertulis pernyataan bahwa perempuan itu tidak akan pernah bisa mengusik aro lagi, buatkan sanksi yang jelas jika sewaktu waktu dia berbuat licik dan melanggar janjinya!".
"tapi nona....." belum sempat zain meneruskan perkataannya aila langsung memotong perkataannya "aku mohon zain, aku ingin merawat anak itu sebagai anakku, biar bagaimanapun dia adalah anak dari andra!".
zain tidak dapat berkata apa apa lagi dan hanya bisa menuruti keinginan aila.
"satu hal lagi, buat mereka semua tidak bisa lagi berkutik dan mengancamku lewat aro!".
"baik nona akan saya jalankan" dengan terpaksa zain mengiyakan keputusan aila.
"baiklah aku pergi ke rumah sakit sekarang, oh ya aku hampir lupa, tolong urus akta lahir aro ya dan masukan dia kedalam daftar nama di kartu keluargaku".
zain benar benar kaget mendengar apa yang aila katakan terakhir sebelum ia keluar dari ruangannya.
apa anda tidak terlalu berlebihan nona? anda sudah terlalu banyak dirugikan tapi anda masih mau mengurusi anak itu!
****
zain memulai tugas yang diberikan aila, dia menemui kekasih andra disebuah cafe untuk memberikan sejumlah uang.
"selamat siang, sudah lama menunggu?" tanya clarissa dengan nada khas menggodanya. telinga zain seketika merasa sakit mendengar suaranya.
"saya tidak pernah bermaksud menunggu anda nona, duduklah saya ingin urusan saya segera selesai" zain tidak sedikitpun menatap wajah clarissa. membuatnya begitu kesal karena jiwa penggodanya tidak bisa menyentuh zain.
"ini yang kamu minta dan tandatangani semua dokumen ini" zain menunjukan satu koper berisi uang lalu menyodorkan beberapa berkas perjanjian. setelah melihat lembaran uang itu mata clarissa terlihat berbinar binar. dia langsung menandatangani setiap berkasnya tanpa membacanya sedikitpun.
"sudah" teriak clarissa dengan riang.
"anda tidak membacanya lebih dulu nona?".
"ahhhh tidak perlu paling cuma serah terima uang isinya, mana mana cepat uang saya!".
zain kemudian menyodorkan koper berisi uang pada clarissa.
clarissa langsung mengambilnya dan pergi meninggalkan cafe. zain memandang tingkah clarissa dari kejauhan, sambil tersenyum angkuh menandakan ada kemenangan.
dasar wanita ceroboh, bisa bisanya dia menandatangani sesuatu tanpa membacanya.
nona tugas sudah saya jalankan dokumen legal yang nona inginkan sudah ditandatangani, dan saya sudah dapatkan informasi data soal aro, besok salinan berkas yang nona minta sudah sampai dirumah
sebuah pesan terkirim dari zain untuk aila, "kerja bagus zain, saya suka cara kerjamu" balas aila.
aila kembali melanjutkan pekerjaannya di rumah sakit dengan tenang setelah mendapat kabar dari zain.
****
Atmajaya Group
Andra tiba tiba saja datang ke perusahaan milik aila. wajahnya yang sangat angkuh dan sombong menyiratkan dialah pemilik atmajaya group.
"antarkan saya ke ruangan CEO!" perintah andra dengan sombongnya pada salah seorang pegawai di meja resepsionis.
"emmm maaf pak, apakah bapa sudah punya janji sebelumnya?".
dengan kasar andra langsung menggebrak meja resepsionis.
braaaaaaaaaaaakkkkkkk
pegawai itu tersentak kaget, "saya tidak butuh janji!".
"ta... ta.... tapi pak nona aila sedang tidak ada diruangan".
"kamu tahu siapa saya hah? saya ini suaminya nona aila jadi saya juga pemilik perusahaan ini! mau saya pecat kamu sekarang juga?" andra membentak pegawai itu dan membuatnya tertunduk tidak bisa mengatakan apapun.
"cepat antarkan saya!"
dengan terpaksa pegawai itu mengantarkan andra menuju ruangan COE.
andra langsung masuk dan duduk dikursi milik aila, dia menaikan kedua kakinya diatas meja. "hahhhh akhirnya aku bisa menguasai perusahaan ini!" gumamnya sambil tersenyum licik.
sejak detik itu andra mulai mengacau diperusahaan, dengan arogannya dia memerinta para pegawai, mencaci , dan membentak mereka.
saat Zain datang seorang resepsionis menghampirinya.
"tuan tadi seorang pria mengaku sebagai suami nona aila datang dan mengacau disini".
zain terlihat kaget mendapat kabar seperti itu, "apa?".
"kenapa kamu tidak menelpon saya?".
"ma...maaf tuan" wanita muda itu menunduk merasa bersalah atas tindakannya.
"ahhh sudahlah akan saya temui orang itu". zain langsung terburu buru menuju ruang CEO.
zain lantas langsung membuka pintu ruang CEO tanpa mengetuknya dan melihat andra sedang bersantai di kursi utama milik aila.
"aaaaaah zain" senyum licik andra mengembang.
"selamat datang diruanganku! oh ya, kenapa kamu tidak sopan sekali? seharusnya kamu mengetuk pintu dan menunggu aku bilang masuk!" nada nada menyebalkan keluar dari mulut andra.
"saya tidak perlu melakukan itu!".
andra tersenyum lalu menepuk tangannya pelan "hebat sekali sekretaris tua bangka itu! apa dengan yaser kamu juga membangkang seperti ini? ah tapi sepertinya tidak, buktinya dia sangat mempercayaimu".
"untuk apa kau kemari?" tanya zain penuh rasa kesal.
"untuk memimpin perusahaan ini! kasihan istriku dia sudah sibuk dengan rumah sakit masih harus mengurus perusahaan jadi aku suaminya yang akan mengurus perusahaan ini. mulai sekarang akulah tuanmu jadi ikuti perintahku!".
"ciiiihhhh... aku tidak sudi mengikuti perintahmu. nona aila tidak pernah memberitahuku menguasakan jabatannya pada orang licik sepertimu!" timpal zain.
jadi aila tidak mengatakan apapun padanya, sial!
"aku suaminya, aku lebih berhak daripada dirimu!" nada suara andri mulai meninggi, dia terlihat mulai ditenggelamkan sisi temperamentalnya.
"hahahaha... kau serakah sekali andra, setelah kau banyak menghamburkan harta milik nona aila untuk kesenanganmu, kamu mendatangkan wanita murahan itu untuk memeras nona, dan sekarang kamu ingin menguasai perusahaan ini? bodoh sekali!".
braaaaaaaaaaaaaakkkkkk andra menggebrak meja dengan keras.
"jaga bicaramu padaku! aku adalah calon pemimpin perusahaan ini!".
"aku hanya butuh aila memerintahkanmu kan, kau tenang saja besok akan aku perintahkan istriku untuk memberikan wewenangnya padaku dan kauuuuu! kau tamat zain!" dengan percaya dirinya andra mengatakan hal sekonyol itu di hadapan zain.
zain hanya tersenyum menyiratkan sesuatu yang membuat andra marah seketika.
"silahkan saja!".
"asal kau tau andra, nona aila tidak memiliki sedikitpun wewenang untuk memutuskan apapun di perusahaan ini!".
seperti tersambar petir andra kaget bukan kepalang, dia tidak mengerti kenapa zain berkata seperti itu.
"kauuuuuuuu!" andra menarik kerah kemeja zain dengan penuh amarah dan zain hanya menanggapinya dengan senyuman enteng.
"yang harus kamu tahu nona aila hanya diberikan wewenang memegang rumah sakit tanpa wewenang untuk keuangan!".
"dan semua wewenang atas perusahaan ini, aku yang kendalikan, kamu tahu andra? siapa yang mengendalikan nona aila di perusahaan ini?".
"aku!" zain tertawa dengan puas, dan wajah andra seketika berubah merah padam, amarahnya seakan sudah berada di puncak.
"jadi dengan kata lain, kamu tidak bisa berbuat apa apa!".
sial!!! jadi ini rencanamu padaku yaser!!!! kurang ajar!!! akan kepastikan anakmu menderita bersamaku yaser!
"sial, aku bunuh kau!".
buuuuukkk
suara pukulan keras menghantam bagian perut zain, membuatnya sedikit terpental dan terjatuh.
"silahkan kau bunuh aku!".
"apa kau pikir dengan membunuhku akan menyingkirkan penghalangmu menguasai harta nona aila?".
zain mulai bangun dan berjalan sedikit terpapah papah. "kau salah! karena dengan kau membunuhku itu artinya dengan sukarela kau menyerahkan seluruh harta nona aila tanpa terkecuali untuk amal!".
andra hanya diam matanya memerah, wajahnya merah padam, nafasnya saling berburu.
"pergilah dari sini!" usir zain penuh kemenangan, walaupun sebenarnya perutnya terasa sangat sakit.
"awas kau!!! kau akan menyesal!" andra menunjuk wajah zain.
andra menendang meja diruang tengah dan menggebrak pintu membuat karyawan yang berada didepan ruangan itu terperanjat kaget, lalu tanpa berkata apapun dia pergi meninggalkan zain diruangan itu sendirian.