NovelToon NovelToon
Siapa Yang Kau Pilih, Suamiku

Siapa Yang Kau Pilih, Suamiku

Status: tamat
Genre:Poligami / Tunangan Sejak Bayi / Cerai / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:274.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Windii Riya FinoLa

Kata mereka, tidak akan menjadi wanita sempurna apabila belum juga hamil dan punya anak ketika sudah menjadi seorang istri. Seperti itu pula yang dirasakan wanita cantik dan soleha bernama Arsy. Semua anggota keluarganya memaksa untuk memberi izin suaminya, Haris agar menikah lagi. Dengan hati hancur Arsy memberi izin dan kenyataan yang baru diketahui ketika suaminya menikah lagi yaitu madunya Laila adalah wanita yang dicintai sebelum menikahi dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windii Riya FinoLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Siapa yang Kau Pilih Suamiku

Selama tinggal di rumah ayah Wahyu, Arsy lebih tenang. Tidak ada lagi para ibu paruh baya yang akan menekan batinnya. Tidak ada lagi kecemburuan yang dilihatnya. 

Arsy menghela nafas panjang saat mengingat bahwa Haris telah berpisah dengan Laila. Seharusnya, Arsy merasa lega dan senang karena telah menjadi istri satu-satunya Haris, kembali. 

Tapi, mengapa Arsy tidak merasakan hal itu? 

Ibu Jannah juga sering menelponnya, saling bertukar kabar dan bercerita. Sesuatu yang tak pernah didapatkan Arsy sejak sedari dulu, kini telah didapatkannya. Yaitu, sebuah perhatian dan bertukar cerita dengan seseorang yang dipanggilnya 'ibu'. 

Hati Arsy menghangat setiap kali ibu Jannah memberikan nasihat atau Sarah dan juga teguran saat menceritakan aktivitas serta makanan yang dimakan hari itu pula. Arsy juga merasa bangga terhadap ibu Jannah karena dapat memaafkan segala kesalahan ibu Sandra. 

Arsy mengambil pelajaran tersebut dan berusaha memaafkan kesalahan orang-orang yang telah menyakitinya. 

"Paket…" 

Arsy menoleh saat mendengar seorang kurir di depan pagar rumah ayah Wahyu. Senyumannya mengembang karena tahu pengirim tersebut. Ia pun membuka pagar dan sudah mematikan keran air sebelumnya.

"Dua paket, pak?" Tanya Arsy heran karena biasanya hanya satu paket yang dikirim oleh Jo.

Kurir tersebut melihat nama pengirim dua paket tersebut. "Disini nama pengirimnya Jo dan Haris, bu."

Arsy mengangguk mengerti kemudian menerima dua paket tersebut. Dibawa paket tersebut ke dalam rumah. Haris mengirim buket bunga dan Jo mengirim salad buah seperti biasanya. 

Suara dering ponsel membuat Arsy menoleh dan dilihat Haris menghubunginya. "Terimakasih, mas."

"Apa kamu suka bunganya?" 

"Ya, aku suka. Sekali lagi terimakasih."

"Iya. Kalau begitu, mas kerja dulu ya. Besok, mas akan jemput kamu untuk periksa kandungan."

Arsy memejamkan mata sejenak saat mendengar hal itu. Ia melupakan jadwal periksa kandungannya kali ini. "Iya, mas."

Setelah sambungan telepon itu berakhir, gegas Arsy membuka cup ukuran besar berisi salad buah. Memang, semenjak hamil nafsuu Arsy untuk makan nasi benar-benar berkurang. Apalagi saat pagi hari, Arsy lebih suka makan buah.

"Bunga dari siapa?" Tanya ayah Wahyu batu saja pulang dari lari pagi dan melihat buket bunga mawar di atas meja.

Arsy melirik buket tersebut. "Dari mas Haris, yah." Jawabnya pelan. "Arsy sudah siapin lontong sayur buat ayah di meja. Maaf belum bisa masakin ayah."

"Gak apa-apa. Ayah bisa buat sarapan sendiri, sebenarnya. Ayah mandi dulu, ya."

Arsy mengangguk sambil memandang punggung sang ayah hingga tak terlihat lagi. Ada rasa bersalah terhadap ayah Wahyu karena menolongnya yang hampir di perkosa, dahulu. Membuat ayah Wahyu kehilangan pekerjaan. 

Sekarang, ayah Wahyu kembali mengurus toko sembako yang hampir bangkrut atas ulah ibu Sandra. Arsy juga membantu modal untuk mengembalikan toko sembako itu. Ia juga membantu pembukuan di toko tersebut.

Banyak hal yang ia syukuri saat menjadi istri Haris. Salah satunya, Haris tidak pernah melarang dirinya untuk terus belajar dan melanjutkan pendidikan. 

Ah, mengingat salad buah. Arsy bingung harus berterimakasih kepada Jo dengan cara seperti apa. Sebab, meski sering bertemu keduanya tidak memiliki contact personal. 

"Pokoknya, makasih banyak tuan Jo."

****

Hari ini Arsy pergi bersama Haris untuk memeriksakan kandungan. Jika dihitung, usia kandungan Arsy sudah berusia 2 bulan. 

Haris juga sudah berada di rumah ayah Wahyu sejak pagi. Pria itu tidak ingin terlambat dan membuat Arsy kesal. Apalagi mengingat sikap Arsy masih dingin padanya. Begitu juga dengan ayah Wahyu.

"Jaga Arsy baik-baik," kata ayah Wahyu kepada Haris saat pasangan suami-istri itu akan berangkat.

"Baik, yah."

Arsy dan Haris berangkat setelah berpamitan pada ayah Wahyu. Haris memberitahukan kepada Arsy bahwa ibu Rahma sering menanyakan kabar Arsy dan ingin segera bertemu. 

"Nanti kalau aku sudah baikan akan main ke rumah."

"Beneran?"

"Ya."

Haris tampak tersenyum senang. Ingin rasanya ia berteriak mengekspresikan kesenangan hatinya saat ini. Tetapi, ia harus tetap fokus pada jalanan karena tidak ingin terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan.

"Apa kamu butuh sesuatu?" Tanya Haris mencoba mencari bahan obrolan. Rasanya sangat canggung berada dalam satu mobil tapi saling diam.

Arsy menggeleng dengan senyuman yang mengembang. "Nggak, mas. Aku hanya mengantuk," jawab Arsy jujur.

Haris mengangguk mengerti dan kembali fokus pada jalanan saat dilihat Arsy memejamkan mata setelah menyandarkan tubuhnya. 

Sebenarnya, Arsy tidak tidur. Hanya memejamkan mata saja. Bukan ingin bohong, tetapi Arsy masih enggan membuka hati untuk Haris. Terlalu banyak kenangan manis, tetapi banyak pula kepahitan yang diberikan oleh Haris. 

Mungkin bagi Arsy adalah kenangan manis meski tidak pernah mendengar ucapan kata cinta dari Haris. Tapi, semakin kesini Arsy sadar bahwa dirinya hanya sebagai tanggung jawab Haris bukan orang yang dicintai. 

Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di rumah sakit. Haris membangunkan Arsy secara perlahan. "Arsy. Kita sudah sampai."

Arsy mengerjap membuka mata secara perlahan. Tadinya, ia pura-pura tidur dan akhirnya tidur beneran.

Keduanya keluar mobil dan menuju ke ruang praktik dokter kandungan. Karena sudah mendaftar via online sebelumnya membuat Arsy tidak menunggu lama.

Di dalam ruang dokter, Arsy ditanya seputar kehamilan yang dirasakan. Setelah dirasa cukup, Arsy dituntun untuk baring dan perutnya diberi gel untuk melakukan USG.

Cukup lama dokter terus menggerakkan alat USG di perut Arsy dan menatap layar komputer dengan wajah serius. 

Arsy dan Haris saling pandang merasa ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Apalagi melihat reaksi sang dokter.

Tanpa sadar pasangan suami istri itu berpegangan tangan, saling genggam dengan melantunkan doa dalam hati.

"Baiklah. Saya akan menjelaskan keadaan ibu Arsy. Perhatikan plasenta ini," sang dokter menunjukkan gambar plasenta di layar komputer. "Perkembangan plasenta ibu Arsy tidak normal dan tidak ada embrio di dalamnya."

Tubuh Arsy dan Haris membeku. Ketakutan akan kehilangan sudah melanda hati keduanya. 

"Berat hati, saya memberitahukan ibu Arsy mengalami mola hydatidosa atau hamil anggur."

Arsy terdiam menatap layar komputer yang masih menampakkan gambar bagian dalam perutnya. Ia mengingat foto-foto USG di internet akan ada setitik putih di dalam lingkaran yang disebut plasenta itu. Tapi nyatanya, plasenta yang ada di dalam rahimnya kosong. 

Seketika itu juga air mata Arsy menetes. "I-ini bohongkan, mas?" 

"Sayang. Kamu tenang, ya."

Arsy menggeleng. "Enggak. Kenapa Tuhan memberikan ujian lagi padaku? Kalian yang jahat, kenapa aku yang menderita." Wanita itu menangis histeris dan memukuli dada Haris sebagai pelampiasan rasa sedih, kecewa, dan amarahnya. 

Haris dapat merasakan yang dirasakan Arsy. Ia sendiri sangat menyesal telah menduakan Arsy dan melihat Arsy seperti ini semakin membuat Haris merasa bersalah. 

Dipeluk erat tubuh lemah istrinya itu meski memberontak. Mencoba menenangkan Arsy atas kejadian ini.

"Aku cuma punya dia, mas. Kenapa Tuhan sangat jahat," Arsy menangis sesegukan dalam dekapan Haris.

"Sabar, ya. Tenangkan hati kamu."

Beberapa saat kemudian setelah Arsy menjadi lebih tenang. Keduanya duduk di hadapan sang dokter. 

"Jadi, tindakan apa yang harus dilakukan Dok?" Tanya Haris sambil melihat Arsy yang diam dengan tatapan kosong.

"Kami akan melakukan tindakan penanganan secepatnya guna mencegah terjadinya komplikasi yang lebih buruk dan ibu Arsy harus di kuretase."

1
Sondang Sartika Lumbanraja
kappokkk
Siti Romlah
cerita Jo sebelumnya , apa judul Novelnya mae
biar aku baca juga
maklum aku baca novelnua alur mundur
Siti Romlah
jangan paksakan untuk kuat bila itu sangat sakit dirasa wahai istri pertama.
tak akan bernilai ibadah dan mendapatkan pahala jika hati mu terluka menangis dan menderita setiap saat.
lepaskan.
agar terbebas dari dosa.
aku baca saja gak kuat, apalagi jika menjalani. 🤣🤣🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
anak kan titipan ilahi Robbi
karissa 🧘🧘😑ditama
best best besttt thor👍👍❤️❤️
karissa 🧘🧘😑ditama
kyak ny arsy nih bkan bner2 anak kndung ny si sandra deh yah thor
falea sezi
g seru haris enak bgt hidup nya
falea sezi
enak bgt si haris g dpet karma
falea sezi
cerai aja suami dzalim
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
Luar biasa
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
aaaiiissshh blm kenal ajh dah di klaim semoga memang benar ingat ucapan adlh doa
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
saking sempitnya km bkln ketemu trus x jodoh mu memang itu arsy
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
muna bgt sih,g izinin Arsy cerai tapi g suka kalo haris kasih izin Arsy ikut,hey manusia Situ PNY hati ga? memang status Arsy tuh ap cm pembantu ap cm pelayan doang mksd km kok g Sadar diri
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pasti ini si Dominic nih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kalo Arsy g tekanan batin karena disuruh hamil melulu mana mau dia buat di poligami
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
inikah yg di namakan wanita yg Sholehah kyknya dia egois juga g ad cerminan wanita Sholehah yg bisa dicontoh
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
astaghfirullah satu lagi mertua g PNY hati
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
astaghfirullah ibu macam apa km sih kok ibu kandung berasa ibu tiri ya
Yuli Yuli
seru bgt ceritanya..
Neulis Saja
lanjutannya apa Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!