Sejak pertemuan pertama mereka, Nada sudah mulai memasang alaram tanda bahaya di hatinya. Kesalah pahaman terjadi ketika Nada di minta untuk menjadi dokter pribadi dari neneknya Arga, si tuan muda pemilik perkebunan teh di kota tempat Nada bertugas.
Pertemuan yang kerap terjadi, membuat Nada harus membentengi hatinya dari pesona si tuan muda, walaupun pada kenyataannya dia mulai tertarik dan jatuh cinta pada Arga.
Lalu bagaimana sikap Arga menghadapi kekerasan hati Nada, dan bagaimana cara dia meluluhkan hati dokter cantik kesayangan neneknya itu.
Ini karya pertama ku,
Mohon dukungannya ya reader 🥰
Makasih 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RisFauzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Pengakuan cinta
Di dalam rongga perut manusia terdapat bagian yang dinamakan usus yang di dalamnya mengandung cairan, gas, dan kuman normal.
Kuman normal yang di maksud disini adalah mikroorganisme seperti bakteri atau fungi yang berada pada bagian tubuh tertentu seperti usus dan kulit.
Bila usus terkena luka tusukan, maka kuman yang normal ini menginfeksi rongga perut sehingga terjadi kontaminasi.
Luka tusuk sepanjang 6 cm yang dialami Nada tepat melukai bagian ususnya, beruntung tidak sampai mengenai organ reproduksi. Karena, jika sampai mengenai organ reproduksi bisa menyebakan pendarahan di dalam rongga perut dan menginfeksi rongga perut hingga bisa mengakibatkan kematian.
Dan dokter sepakat untuk melakukan tindakan operasi secepatnya guna mengobati luka di perut Nada dan juga untuk menghentikan pendarahan serta mencegah kontaminasi.
Operasi selama 3 jam itu berjalan lancar, namun Nada masih belum sadar. Setelah mendapatkan perawatan intensif, Nada dipindahkan ke ruang perawatan untuk observasi lebih lanjut.
Nada menempati ruang VIP dengan fasilitas lengkap yang sengaja diminta Arga untuk memudahkan keluarga berkunjung dan juga untuk kenyamanan Nada sendiri.
Tampak di sofa panjang di tengah ruangan yang besar itu, dua orang lelaki sedang berbincang dengan wajah serius. Suaranya setengah berbisik karena tak ingin mengganggu ketenangan di dalam ruangan itu.
"Maafkan Saya Om, Saya tidak bisa menjaga dan melindungi Nada dengan baik. Kejadian ini benar-benar di luar dugaan saya," ucap Arga lirih. " Lelaki itu tiba-tiba menyerang Saya dan juga Nada."
Arga lalu menceritakan kronologi kejadian saat itu pada lelaki paruh baya yang ternyata adalah Bastian Nugraha Ayah Nada.
Setelah mendengar kabar mengejutkan dari Arga kalau Nada mengalami penusukan, Bastian Nugraha segera berangkat dari Bandung untuk menemui anaknya langsung di Rumah Sakit.
Dilangkahkan kakinya mendekati ranjang dimana Nada berbaring, dipandanginya anak gadisnya itu dengan penuh keharuan. Rasa rindu yang selama ini ditahannya meledak, lelaki itu menangis di sisi tempat tidur Nada. Menyesali ketidak hadirannya di sisi anaknya pada saat Nada terluka.
Sungguh tak pernah terbayang dalam benak Bastian saat ini, melihat anaknya yang kini terbaring lemah dengan wajah begitu pucat. Nada kehilangan banyak darah, beruntung nyawanya berhasil diselamatkan.
Bastian mengepalkan tangannya erat, berusaha menahan luapan emosinya. Kehilangan isterinya pada saat setelah melahirkan Nada masih sangat membekas di hatinya.
Bagaimana dirinya yang masih sangat awam dalam hal mengasuh seorang bayi kebingungan membesarkan Nada seorang diri tanpa istri di sampingnya. Untung saja kehadiran bi Ani yang sudah lama bekerja dengan keluarganya benar-benar sangat membantunya dalam mengurus segala kebutuhan Nada.
Teringat pada bi Ani, Bastian pun segera menghubunginya. Dan dapat ditebak bagaimana reaksi bi Ani saat mendengar penuturan Bastian padanya. Panik, kaget, sedih, dan menangis terisak.
Setelah meyakinkan pada bi Ani kalau Nada sudah menjalani operasi yang berjalan lancar, barulah bi Ani sedikit tenang. Dan ia berjanji akan segera datang ke Rumah Sakit bersama dengan Nisa dan pak Joko.
"Apa Kau sudah melaporkan kejadian ini pada pihak berwajib!" Tanya Bastian pada Arga. Suaranya terdengar serak dan bergetar berusaha menahan emosinya.
"Sudah Om, setelah Nada mendapat penanganan dari dokter Saya langsung melaporkan kejadian ini pada pihak berwajib. Dan mereka langsung bergerak cepat mencari pelakunya," jawab Arga cepat.
"Baik, kita tunggu hasilnya. Untuk saat ini, biar Saya saja yang akan menjaga anak saya!" Kata Bastian tegas. "Sebaiknya Kamu pulang, sudah cukup Kamu menjaga anak saya!"
Arga tersentak di tempatnya, ucapan Bastian tegas seakan tak mau dibantah.
"Tapi Om, Saya ingin melihat Nada sadar. Saya ingin ada di dekatnya saat dia siuman, Om." Arga mencoba memberi alasan agar dirinya tetap berada di dekat Nada.
"Pulanglah, Kamu juga perlu istirahat. Luka di lenganmu itu juga butuh perawatan!" Bastian menunjuk luka di lengan Arga yang sudah di perban.
"Baiklah, Saya pulang. Nanti malam Saya akan kembali lagi. Tolong kabari Saya secepatnya jika sudah ada perkembangan," jawab Arga berpamitan. Sambil menghela nafas dalam, dipandanginya sejenak wajah pucat Nada yang terbaring lemah sebelum akhirnya melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan.
🌹🌹🌹
Nada membuka matanya perlahan, memutar bola matanya melihat keadaan di sekelilingnya. Matanya sibuk mencari seseorang, tapi sepertinya dia harus kecewa. Lelaki itu tidak ada disini, bisiknya lirih.
Tiba-tiba matanya terpaku pada sosok Ayahnya yang sedang tertidur. Siapa yang mengabari beliau, pasti Ayah syok mendengarnya terluka.
"Ayah"
Suara Nada terdengar lemah. Bastian tertidur pulas di sofa panjang tak mendengar panggilan Nada. Nada tak tega untuk membangunkan, Ayahnya tampak kelelahan.
Nada memencet tombol yang ada di sampingnya untuk memanggil perawat yang berjaga di luar ruangan.
"Kamu sudah sadar, Nak?" Bastian terbangun saat mendengar kedatangan perawat dan dokter yang datang memeriksa Nada. Bastian segera bangkit dan mendekati dokter wanita yang bernama Vina itu, dan bertanya langsung kondisi Nada setelah operasi.
"Alhamdulillah, lukanya menutup dengan baik. Hanya tinggal pemulihan saja, tapi tetap tidak boleh banyak bergerak ya. Perbanyak minum air putih, konsumsi makanan kaya protein untuk proses penyembuhan lebih cepat dan buah-buahan juga sayuran yang kaya dengan antioksidan," jelas dokter Vina dengan ramah.
"Makasih, Dok. Anak Saya ini juga seorang dokter," kata Bastian dengan senyum bangganya.
"Oh ya?! Jadi ceritanya dokter merawat dokter ini," dokter Vina tersenyum lebar sambil menyalami Nada.
"Makasih, Dok. Senang bisa berkenalan dengan Dokter." Nada menyambut uluran tangan dokter Vina.
"Kalau begitu Saya pamit dulu mau kontrol pasien lainnya. Cepat sembuh ya, biar bisa tugas lagi," kata dokter Vina sambil menepuk tangan Nada lembut dan kemudian berlalu meniinggalkan Nada dan Bastian.
"Ayah, Nada bisa minta tolong, HP Nada ada di dalam tas. Nada harus menghubungi seseorang"
"Iya, Ayah ambilkan. Jangan terlalu banyak bergerak. Lukamu masih belum mengering." Bastian mengingatkan.
Nada menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan ayahnya. Saat ini ia ingin segera bertemu dengan Arga untuk memastikan keadaannya. Bagimana lukanya, apa lengannya baik-baik saja.
"Mas? Kamu dimana?"
Arga yang sedang berada di parkiran Rumah Sakit segera berlari dengan cepat langsung menuju ruang rawat Nada. Matanya basah oleh air mata saat melihat wanita yang dicintainya sedang duduk menanti kedatangannya.
Nada merentangkan kedua tangannya, meminta Arga untuk mendekat padanya. Arga memeluk erat Nada, mengucap syukur pada Tuhan secara berulang-ulang. Bastian hanya bisa tersenyum melihat keduanya.
Arga menatap lembut wajah Nada, membelai rambutnya dengan penuh kasih. Air mata masih mengalir di pipinya.
"Maaf, maaf tidak menjagamu dengan baik hingga membuatmu terluka seperti ini." Arga berkata sambil tetap memeluk Nada erat.
"Aku baik-baik saja, Mas." Nada menyentuh lengan Arga yang terluka.
"Aku mencintaimu Nada," kata Arga kemudian. Nada menganggukkan kepalanya, dan kemudian membenamkan wajahnya dalam pelukan hangat Arga.
"Aku juga cinta Kamu, Mas." Nada menjawab lirih. Meyakinkan hatinya saat membalas kata cinta dari Arga untuknya.
🌹🌹🌹
Happy Reading All 🌹❤💝💙💕
Hai reader semua, ini akun baru Risfa penulis novel @ Cinta untuk Nada
@ Me Before You
@ I am Yours
@ Eight Years Larer
@ Bodyguard dan Presdir Bucin,
Akun NT Risfa yang lama dgn nama pena @Risfauzi gak bisa kebuka sejak kemarin sore. Foto profil aku pakai covel novel kelimaku.
Teeima kasih atas perhatiannya, love you all 🥰🥰
kenapa harus korea juga...??
💃💃💃💃💃💜💜💜💜💜💜
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️