NovelToon NovelToon
Assalamu'Alaikum Pak Polisi 2

Assalamu'Alaikum Pak Polisi 2

Status: tamat
Genre:Cinta Murni / Tamat
Popularitas:225.4k
Nilai: 5
Nama Author: Puspa Herliyah

Meidina kini telah resmi menjadi istri seorang Kapolsek, Nyonya Radit Al Farizi. Pria yang mencintai nya tulus tanpa, memandang status masa lalunya.

Derajat Meidina, kini terangkat setelah menikah dengan Radit. Pria yang mampu menutupi masa lalunya sebagai wanita malam, dan memberikan sebuah kebahagiaan yang selama ini dia cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjodohan

"Kandungan kamu bagaimana?" tanya Bagas.

"Alhamdulillah Bang, sehat." jawab Meidina.

"Alhamdulillah, kalau sehat. Abang minta maaf sekali lagi, atas tingkah Anisah. Abang takut, Anisah tidak bisa sembuh."

"Insya Allah, Anisah bakalan sembuh Bang."

"Abang jujur takut, saat anak kamu lahir. Abang takut, dia berbuat nekat. Sekarang saja, dia sudah bintang nya anak dia. Jujur, Abang takut akan ada yang terluka."

"Bang, insya Allah dia tidak akan melukai anak saya, dia pasti akan menyayangi nya. Tapi yang saya takut, dia bawa pergi jauh anak saya."

"Abang harus gimana? apa Abang bawa dia pergi jauh."

"Apa yang akan Abang katakan, kalau seandainya Abang bawa pergi jauh?"

"Entah, Abang bingung."

"Loh kok kalian pacaran, nggak boleh. Ini kan suami saya, kamu itu hanya hamil anak buat kita." ucap Anisah langsung duduk di antar Bagas dan Meidina.

"Kita nggak pacaran Anisah, suami kamu sedang tanya, kabar anak yang di kandung saya gimana, nggak. ada yang lain." ucap Meidina.

"Kamu menikah sama suami saya, boleh. Tapi tidak bisa memiliki, hanya ingin anak." ucap Anisah, dan Bagas mengacak rambut nya dengan kasar.

"Anisah, kamu sayang ya sama calon anak saya?" tanya Meidina.

"Calon anak saya, bukan kamu." jawab Anisah.

"Iya itu maksud nya, kamu sayangi ya Ibu dan bayi nya."

"Jelas di sayang, tapi kalau Ibu nya membawa pergi, saya akan tembak kamu."

"Tembak pakai apa?"

"Kamu lupa, suami saya seorang Polisi. Pakai pistol dia, dan anak saya tidak akan di bawa lari lagi."

"Nanti di penjara."

"Lebih baik, dari pada kamu bawa anak saya."

"Anisah, kita pulang." ajak Bagas.

"Pulang!! "

"Iya pulang, Meidina harus istirahat. Kasihan anak kita, nanti kesehatan nya terganggu jadi kita pulang."

"Anak Mamah, Papah sama Mamah pulang ya." ucap Anisah sambil mengusap perut Meidina.

"Hati - hati ya." ucap Meidina.

"Assalamu'alaikum." ucap Bagas.

"Walaikumsalam." balas Meidina.

Meidina mengusap dada nya setelah Anisah dan Bagas pergi, dan langsung berlari ke dapur untuk minum.

"Astagfirullah, kenapa terasa lega sekali saat dia pergi."

*****

"Angga, kamu hari ini lepas kan?" tanya Ibu Mira.

"Iya lepas, kenapa Bu?" jawab Angga, kembali bertanya.

"Kamu antarkan puding sarikaya ke Meidina."

"Kenapa harus Angga Bu, bisa kurir kan."

"Angga, kamu harus belajar dekat dengan Meidina, kamu nanti akan menikah sama dia. Jadi kamu antar ini, kamu sambil basa basi."

"Iya Bu, Angga ambil jaket dulu."

"Iya, Ibu Siapkan dulu."

Angga berjalan masuk ke arah kamar nya, Angga duduk di sisi tempat tidur , sambil menatap photo kedua orang tua nya.

"Ayah, Ibu apa saya harus menerima nya sebagai, rasa balas budi. Dan saya harus melepaskan, Arumi yang selama ini telah mengisi hati saya."

*****

"Walaikumsalam." ucap Meidina saat membuka pintu rumah nya.

"Ini dari Ibu, Puding Sarikaya." ucap Angga.

"Makasih, maaf sudah merepotkan."

"Nggak kok." ucap Angga.

"Masuk yuk, mau dibuat kan apa?"

"Minuman dingin saja, karena kepala saya panas."

"Kasih sirup mau?"

"Boleh."

Angga menatap setiap photo yang di pajang di tembok, Angga menatap photo Radit dengan memakai seragam polisi nya, dengan gagah Radit berpose.

"Itu saat di ambil setelah menikah." ucap Meidina.

"Rumah ini juga, Bang Radit yang menyiapkan."

"Bantu Radit itu orang nya baik, suka berbagi mainan saat kita tumbuh bersama. Keluarga Pak Hakim, begitu terlalu baik sama saya. Dan saya tidak bisa membalas nya, disini ada permintaan berat buat saya. Tapi saya harus menjalani nya, karena saya harus balas budi."

"Berat juga, terlihat dari wajah kamu."

"Iya, ini menyangkut masa depan saya."

"Kapan kamu nikah sama Arumi?"

"Saya tidak akan menikah dengan Arumi, tapi saya akan menikah dengan pilihan kedua orang tua angkat saya."

"Loh, Ayah dan Ibu seperti itu?"

"Iya, ini sebuah permintaan yang berat. Saya yang baru pulang, sudah di suguhkan dengan permintaan yang membuat harapan saya pupus."

"Saya akan bicara sama Ayah dan Ibu."

"Mba yakin?"

"Yakin, saya akan bicara sama Ayah dan Ibu."

"Terima kasih."

*****

"Kamu nginap kan disini? " tanya Ibu Mira, saat menantu nya datang bersama Angga.

"Nggak, malaman juga pulang." jawab Meidina.

"Ayah itu sebentar lagi pensiun, ingin nanti nya mau jadi petani saja. Kemarin Ayah beli ladang sama sawah." ucap Pak Halim.

"Nanti Ayah yang mengolah atau sama orang?" tanya Meidina.

"Ayah itu, tidak akan kuat. Pinggang saja, sering sakit. Paling sama Pak Kimin, orang yang sering di suruh - suruh." jawab Ibu Mira.

"Dari pada makan tidur, nggak baik buat kesehatan. Ayah putuskan jadi petani, Ibu sih tetap duduk cantik di rumah."

"Duduk cantik, kalau malam sering kambuh kram nya."

Meidina tersenyum, dan Angga menatap ke arah Meidina , Meidina pun menyadari kalau Angga sedang menatap nya.

"Ayah, Ibu boleh Mei bilang sesuatu?"

"Bilang saja, kamu mau bicara apa?" tanya Pak Halim.

"Masalah apa?" tanya kembali Ibu Mira.

"Kenapa, Angga di jodohkan?" tanya Meidina, dan Ibu Mira serta Pak Halim saling bertatapan mata.

"Angga belum cerita?" tanya Pak Halim sambil melirik ke arah Angga.

"Cerita, kalau Ayah dan Ibu tidak merestui, hubungan dia sama Arumi." jawab Meidina.

"Jadi gini, Angga memang kami larang, dia untuk menikah dengan Arumi, karena Kami menjodohkan Angga dengan kamu."

Seketika, Meidina menatap kedua mertua nya, sedangkan Angga hanya menundukkan kepala nya.

"Kamu maksud tadi itu saya, Angga!! "

"Iya, itu kamu." ucap Angga.

"Ayah sama ibu, ingin kalian menikah. Setelah melahirkan, kamu harus menikah dengan Angga." ucap Pak Halim.

"Maaf Mei, Ibu sama Ayah, ingin kamu tetap menjadi menantu kami. Ibu tidak ingin, kehilangan kamu, dan kamu itu tidak mungkin akan sendiri terus, pasti suatu saat akan ada pria yang ingin menikah sama kamu." ucap Ibu Mira.

"Tapi bu, saya masih belum siap." ucap Meidina.

"Kan, masih ada waktu Mei, untuk kalian berdua saling dekat." ucap Pak Halim.

"Angga sudah punya kekasih, saya tidak mau merusak atau menjadi orang ketiga."

"Mei, Ibu sama Ayah mohon. Tolong, mau ya menikah sama Angga." ucap Ibu Mira.

*****

"Pernikahan kita, akan tetap ada. Saya harus melepaskan Arumi, saya harus memenuhi keinginan mereka."

"Tidak Angga, jangan kamu lakukan. Pertahankan hubungan kalian, saya tidak ingin menjadi duri antara kamu sama Arumi."

"Saya akan belajar mencintai kamu."

"Saya tidak ingin, kamu mencintai saya dengan cara paksaan, saya hanya ingin cinta yang tulus seperti Bang Radit. Jadi hanya Bang Radit, yang tulus mencintai saya sampai maut menjemput nya."

"Ayah sama Ibu, tetap ingin kita menikah. Kita menolak, berarti membuat kecewa mereka. Hanya ini, balasan yang saya kasih untuk Ayah dan Ibu. Saya seperti ini, karena mereka."

"Maafkan saya, saya hanya menerima cinta yang benar - benar tulus seperti Bang Radit, Ayah dari anak yang saya kandung. Maafkan saya Angga, dan bukan nya kamu juga kecewa mematahkan hati kamu yang mantap akan menikah dengan Arumi."

"Saya, akan menuruti kemauan mereka, walau ini berat buat saya."

*****

Meidina menatap pusara Radit, pria yang membawa cinta sejati nya hingga sampai maut memisahkan kedua nya. Meidina memeluk nisan, suami nya tetesan air mata jatuh membasahi kedua pipi nya.

"Saya hanya ingin, cinta yang tulus seperti Abang. Tidak ada yang bisa, mencintai saya seperti Abang. Siapa pun itu orang nya, hanya Abang yang paling sayang dan cinta sama saya."

Hiks.. hiks..

"Abang... saya rindu sama Abang, kenapa Abang begitu cepat meninggal kan kami, hiks.. hiks.. hiks.."

Meidina terus memeluk nisan suami nya, hingga tak terasa hari mulai gelap. Meidina memutuskan, untuk pulang.

"Abang, Mei pamit pulang, nanti besok Meidina kesini lagi. Mei akan selalu kirim doa, untuk Abang di surga. Mei tidak akan pernah, melupakan cinta yang Abang berikan untuk Mei, karena Abang adalah cinta sejati Mei."

*****

Angga menatap Meidina dari balik pohon besar, Angga pun dari jauh mengikuti Meidina hingga sampai di depan parkiran makam.

Angga menunggu Meidina, hingga di lihatnya pulang, bersama taksi yang melintas di depan nya.

"Kita sama - sama, mencintai seseorang yang benar - benar mencintai kita. Pasangan kita, adalah pilihan hati kita, tapi apakah kita bisa, menolak nya."ucap pelan Angga.

****

" Mei, kamu dari mana? malam - malam baru pulang. Kalau sampai terjadi sesuatu, sama anak saya gimana?" ucap Anisah yang sudah ada di rumah nya.

"Maafkan saya Anisah." ucap Meidina.

.

.

.

1
Jelita Permatasari
good job
Al_nindra
2x saya kehilangan calon baby ku, karena lahir prematur semua,.stelah SC yg k2 sempet nenangin hati waktu masih diruang pemulihan "apa iya Allah tega mengambil babyku untuk k2 kalinya,ga mungkin kan ya" tp ternyta Allah bner2 menguji keimanan & kewarasanku
7 bln & 8bln sudh dlam kandungan ku bawa kmna2 tp dia lbh senang memilih Allah,.
tunggu mamah disana ya 2bidadari kecilku
Itha Honkjy
sedih bngt air mataku kluar trus 😭😭😭😭
Chaira 62js
Luar biasa
Jefri Mohd
sedihnya...airmata saya tk boleh tahan..trus menangis😭😭😭
Daffa.Nakhlah Rafie
anisa percm pendidikan ttggi dn ilmu agama yg mempuni kl tdak kuat iman...br dpt cobaan seperti itu aja sdh gila..apskbr kl dia berada diposisi mei bisa2 mati bunuh diri
Mmh Astri
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍💪🥰
Sagitarius
❤❤❤
Sagitarius
😐😐
🌺Meylianti🌺
Aku nangis dari baca part satu sampai part 2 nya 😭😭😭 ya Allah thour kapan Mei bahagia bagi kek ke Anisah
Tara
Aduch.. Pengen dach punya Suami polisi apalagi yg gagah nan tampan. Uhuy🌹😍💞💖🤗🙏
Eva kusrini
ending ya mengharu biru hatiku... seorang wanita ditinggal pergi suaminya setia tidak menikah lagi itu hebat dengan kedua tangganya Mei bisa membesarkan radit menjadi seorang polisi keinginan alm papanya radit...
mama Al
aku suka ending kayak gini

perempuan itu tipe nya setia jika di tinggal meninggal suaminya. Jika di sakiti lelaki jangan memikirkan cari pasangan baru. karena anak lebih penting dari cari suami baru.
Puspa Herliyah: 🙏🙏...
total 1 replies
Jovita Deliana
mksh author semangat terus berkarya nya..saya suka dengan ending nya ..jd ga ad yg kecewa krna Bagas dan Mei..tetap dengan cnt sejati nya Bagas dan Anisa ..Mei dan Radit..bisa membuktikan bahwa perasaan Mei dan Bagas itu slh dan cm sementara krna cnt abadi Bagas untuk Anisa dan Mei untuk Radit
Puspa Herliyah: 🥰🥰🥰🥰...
total 1 replies
rya
akhirnya tamat, tapi kalau menurut aku kok pengin mei dan Bagas bersatu ya...
Ryanti Yanti
cinta sejati meidina tetap buat bang radit😩😩😩😩😩
Ryanti Yanti
turut berduka cita bang bagas
Ryanti Yanti
bau"si anisah mo koit
Ryanti Yanti
si anisah bikin bagas mlarat🤣🤣🤣🤣
Ryanti Yanti
semoga si anisah gk bikin ulah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!