NovelToon NovelToon
Diantara Tiga Hati

Diantara Tiga Hati

Status: tamat
Genre:Poligami / Cinta Terlarang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Tamat
Popularitas:64.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mom AL

Persahabatan adalah sesuatu hal yang sangat rekat, harus saling memahami, mengerti, mengalah, dan membuang keegoisan. Kebersamaan juga membuat persahabatan itu akan menjadi lebih sempurna karena semakin dekat. Mengenal sifat satu sama lain sangat sulit. Lalu, bagaimana jadinya jika sahabatmu memiliki sifat yang berbeda dari dulu hingga sekarang?

Adiba Khanza rela menjadi wanita malam hanya karena ingin melunasi hutang ibunya dari rentenir. Hingga suatu ketika, Vania Larissa, sahabat Diba menawarkan sebuah persyaratan dengan embel-embel akan membantu melunasi semua hutang Diba. Tetapi, siapa sangka jika persyaratan Vania sangat tidak masuk akal hingga Diba bingung harus memilih apa.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Dan persyaratan apa yang Vania katakan pada Diba?

So stay tune ❣️


Follow Ig: ningsihartono

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27 DTH

Vania ingin mengajak Adiba ke Mall agar mereka bisa merasakan refreshing, meski kesel dengan Adiba yang selalu saja semakin dekat dengan Alex tetapi Vani selalu berpikir positif, mungkin itu hormon kehamilan.

Vania masuk ke dalam kamar milik Diba dan ternyata kamar tersebut kosong, Vani melirik ke kamar mandi dan Adiba sepertinya sedang di dalam sana.

"Adiba!" teriak Vania dari balik pintu.

Diba menghentikan aktivitasnya, dia menajamkan pendengaran karena seperti mendengar seseorang memanggilnya.

''Mungkin aku salah dengar," gumam Diba sambil mengulurkan tangan untuk menghidupkan shower.

Tok tok tok!

Pintu kamar mandi pun diketuk, suara Vania kembali terdengar dan kali ini Diba menjawabnya.

"Adiba! Apa kamu mendengarkan aku?" teriak Vania untuk kesekian kalinya.

"Ya! Ada apa? Aku sedang mandi!" jawab Adiba dengan berteriak pula.

"Selesaikan mandimu dan kita akan pergi ke Mall!"

"Mall? Tumben Vania mengajak pergi bersama, syukurlah jika dia masih peduli padaku." gumam Adiba sambil mengedikkan bahu.

"Baiklah, tunggu aku lima belas menit lagi!" jawab Diba mengiyakan ajakan Vani.

Tidak ada lagi sahutan dan Vania memilih duduk di kursi meja rias, matanya terhenti karena melihat ujung buku yang keluar dari laci meja. Rasa penasaran mendorong Vania untuk melihat apa yang ada di dalam sana. Dia mengerutkan dahi ketika sesuatu yang dia ambil adalah sebuah buku.

"Buku harian? Apa ini milik Diba? Aku penasaran dengan isinya."

Iseng, Vania membuka buku itu dan dia mulai membaca halaman awal. Mulanya tidak ada yang mencurigakan, semua isi buku hanyalah menceritakan tentang kehidupan Adiba dan dia bersyukur bertemu dengan Vania. Namun, saat sudah sampai di halaman akhir, mata Vania melotot ketika membaca halaman itu.

Vania merasakan dadanya sangat sesak sehingga untuk napas saja merasa sulit, dia menjatuhkan buku diary itu dan spontan berdiri dari tempat duduknya. Bersamaan dengan hal itu, pintu kamar mandi terbuka dan Adiba keluar dari sana dengan menggunakan jubah mandi juga handuk kecil yang membungkus rambut basahnya.

"Vani, kamu kenapa?" Diba bertanya sambil berjalan menghampiri Vania, dia masih belum sadar dengan sesuatu yang akhirnya terbongkar.

Vani menatap Adiba dengan mata merah, rahangnya mengeras, kedua tangannya terkepal erat ingin memberikan bogeman di wajah Adiba. Setelah Diba berada di dekatnya, Vania langsung menampar dengan kuat hingga sudut bibir Adiba mengeluarkan darah.

"Vani, apa-apaan kamu ini! Apa kamu sudah tidak waras, hah!" bentak Diba dengan marah besar.

"Kamu bilang aku tidak waras? Apa itu tidak terbalik? Kamu yang sudah gila Diba, kamu!" Vania melirik buku diary Adiba yang ada dibawahnya, dia mengangkat buku itu tepat di depan wajah Adiba.

"Apa ini, hm? Jawab, Adiba! Jelaskan padaku apa maksud isi dari buku ini! Kamu mencintai suamiku, hah! Dasar tidak tahu malu!" Vania mencoba menahan air matanya.

Adiba pasrah karena semuanya sudah terbongkar, dia tidak mungkin menyembunyikan apa pun lagi dari Vania jika sudah begini.

"Ya! Kamu benar, Vania. Aku memang mencintai Mas Alex dan aku ingin memilikinya!" mata Adiba memerah.

Vania menggeleng. "Aku kamu melupakan perjanjian kita? Kamu lupa apa tujuanmu menikah dengan suamiku?"

"Aku masih mengingat semuanya! Baik, aku akan memberikan bayiku tetapi kamu harus berikan suamimu untukku!" tekan Diba tanpa rasa malu.

Dua kali tamparan Vania layangkan di pipi mulus Adiba, kini pipi itu sangat merah karena bekas tamparan dari Vani.

"Silahkan tampar aku sepuasmu, silahkan! Tapi, yang terpenting suamimu sudah bertekuk lutut kepadaku. Apa lagi yang ingin kamu lakukan? Van, hidup adalah sebuah pilihan dan kamu sudah memilih semuanya. Kamu yang memberikan aku peluang untuk masuk ke dalam rumah tanggamu, kamu juga yang sudah memberikan aku peluang agar aku bisa dekat dengan suamimu. Jadi, apa salah kalau diantara kami tumbuh benih-benih cinta, hm?"

"Diantara kami? Apa Alex—"

Adiba mengangguk.

"Ya, kami sudah bermusyawarah jika anak ini nanti lahir maka Mas Alex akan menceraikan kamu dan menikahi aku secara sah baik di mata agama atau pun negara."

Vania menggeleng, dia merasa menyesali semua keputusannya. Air mata juga tidak dapat lagi dibendung, Vani menangis. Dia tidak terima dengan semua ini, dirinya mencoba untuk tidak percaya dengan ucapan Adiba.

"Aku tidak percaya dengan ucapanmu, mana mungkin semudah itu Alex ingin menceraikan aku. Tidak!" Vania terus menggeleng.

Dia menatap Adiba yang terlihat santai dengan senyum puas, rasa dendam dan marah membutakan mata hati Vania hingga dia mendorong Adiba hingga terjatuh. Vani mendekati tubuh Adiba yang telah terkapar di lantai, dia menjambak rambut itu dan sebelah kakinya ingin menginjak perut Diba agar bayi yang ada di dalam kandungan itu bisa gugur.

Tetapi, sebelum semuanya terjadi, pintu kamar terbuka dengan kasar dan Alex berlari ke arah Vania juga Adiba.

"Hentikan, Vania!" teriaknya tidak tertahan.

Vani mengentikan niatnya untuk menginjak perut Diba, dia menelan ludah secara kasar dengan tubuh gemetaran.

"B—by, ini semua—"

"Cukup!" Alex memotong perkataan Vania, dia sangat marah ketika melihat sudut bibir Adiba mengeluarkan darah dan rambut Adiba yang acak-acakan.

Alex membantu Adiba berdiri, dia mendudukkan Diba di pinggir ranjang lalu dirinya mendekati Vania.

"Apa kamu sudah gila? Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Adiba dan bayi yang ada di dalam kandungannya?" bentak Alex di depan wajah Vania.

Vani terlonjak kaget karena baru kali ini Alex bicara kasar dengannya.

"By, kamu membentakku? Kenapa kamu berubah seperti ini, hm?" Vani tetap dalam mode lemah lembut.

Alex menyingkirkan tangan Vani yang ingin memegang rahangnya.

"Berhenti bersikap sok baik! Ternyata seperti ini sikap aslimu, Vania. Apa masalahnya hingga kamu mau mencelakai Adiba? Bukankah kamu yang memintaku untuk menikah dengan Adiba, hah!"

"Kamu jangan berpura-pura tidak tahu apa pun, by. Aku sudah tahu semuanya dari buku diary Adiba dan dia juga sudah mengatakan semuanya padaku tentang kamu yang ingin menceraikan aku. Apa kamu tidak tahu hal itu?" Vania tidak tahan membendung tangisan.

Alex diam mematung, dia melirik Adiba yang hanya menunduk.

'Padahal aku sudah mengatakan jangan sampai Vania tahu tentang semua itu, tetapi mengapa Adiba malah menceritakannya?' Alex merasa bingung, dia tidak boleh mengelak lagi karena semuanya sudah terungkap.

"Ya, berhubung kamu sudah mengetahui semuanya berarti mulai detik ini, mulai saat ini aku talak kamu dan kamu bukan lagi istriku!" Alex menunjuk wajah Vania.

Deg!

Jantung Vani seakan berhenti berdetak, dia tidak menyangka perkataan itu lolos dengan mudah dari mulut Alex. Vani menggeleng, dia tidak terima.

"Enggak, aku mau kamu tarik kembali ucapanmu barusan, by! Aku tidak ingin bercerai dari kamu, aku sangat mencintaimu." Vani menangis sejadi-jadinya.

Alex mendorong tubuh Vania. "Aku sudah membuat keputusan dan aku tidak akan mudah berubah pikiran."

"By, kamu lebih memilih wanita j*ala*ng itu dibandingkan aku? Aku yang sudah menemanimu bertahun-tahun, kita sudah banyak melewati suka-duka bersama dan ini balasanmu padaku?" Vania menggenggam jemari Alex, dia tidak peduli harga dirinya jatuh di mata Alex.

Alex melepaskan tangan Vania. "Maaf, Van. Kamu yang sudah menciptakan drama ini dan kamu juga yang harus berakhir tragis. Pergilah dari rumah ini dan aku akan segera mengurus surat perceraian kita." lanjutnya yakin tanpa berubah pikiran.

Alex berjalan menghampiri Adiba, dia memeluk tubuh Diba dan menatap seluruh wajah wanitanya.

"Kamu baik-baik saja 'kan?"

Adiba mengangguk lalu mereka berpelukan.

Vania tidak tahan menerima takdir hidupnya, dia pergi dari kamar itu dan berlari menuju kamar miliknya.

Alex sendiri, dia pulang ke rumah karena ingin mengambil sesuatu yang tertinggal.

TBC

1
Sri Puryani
apa karma orang tuanya jth ke elza?
Sri Puryani
bangkitlah elza berpikir lah utk mandiri.....atau plg sj ke tnh air, lbh baik jd janda dr pada disiksa suami....jgn mempertahankan rmh tangga yg tdk sehat tdk ada cinta didlmnya
Sri Puryani
dimana ke bar bar anmu elza ...belajarlah hidup mandiri dan kuat, perasaan dl kamu bs berkelahi tp wkt di perkosa sama rizi kok kalah ya?
Sri Puryani
kenapa bw rizi ke apartemen ,bagus mau diantar plg ke rmh rizi mlh ke apartemen
Sri Puryani
anaknya hanya 2 vania? dgn robi gk punya anak thor?
🖤: 😭 Othor lupa, Kak. kayaknya engga deh
total 1 replies
Sri Puryani
nikah dgn robi gk punya anakah?
Sri Puryani
jgn jatuhkan kebencian pd anak yg gk tau apa" ....kasihan elza
Sri Puryani
vani terimalah cinta robi demi putrimu
Sri Puryani
milih robi sj vania lupakan alex
Sri Puryani
akhirnya kamu hamil kan vani, sulit bukan berarti gk bs hamil, jgn mendahului takdir Allah
Sri Puryani
alex kamu sdh berubah.....dgn mudahnya menalak vania....kasihan vania
Sri Puryani
wah ternyata adiba diksh hati ngrogoh rempelo.....
vania jg gt, suami di srh nikah lg
Sri Puryani
vani apa kamu kuat dimadu?
Sri Puryani
ah ha....istri nya dijual ...fahrul setan lo....adiba jgn diam aja kamu, jgn mau kenapa sih kamu tdk cerita yg sbnrnya
Sri Puryani
adiba jls kan klo ksmu tdk pernah berhub.intim dgn para pria....harusnya fahrul tau itu klo adiba msh virgin
Sri Puryani
mulai ada pebinor
Sri Puryani
cantik visualnya vania
Sri Puryani
semoga fathan laki" yg baik
Bunda Saidah
kau sendiri yang menciptakan masalah ini Vania...
APriani Kusuma Dewi
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!