My Boyfriend, My Ceo musim kedua telah hadir! Yang dimana cerita ini akan mengisahkan tentang generasi baru, perjalanan hidup anak-anak mereka.
Merupakan cinta masa kecil bagi Eliane, Vero Edbert selalu menjadi prioritas dalam hidupnya. Namun, apakah Vero merasakan hal serupa seperti yang di rasakan oleh Eliane? Lalu, apakah Vero mengetahui perasaan gadis itu pada dirinya? Apa yang akan terjadi pada keduanya, dan bagaimana sikap Erian pada saudarinya saat mengetahui perasaan adiknya? Akankah dia mendukungnya? Atau mungkin sebaliknya? Temukan kisahnya hanya di 'My Little Girl'
Season 1: My Boyfriend, My Ceo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyushine / Widi Az Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Little Girl Bagian 27
Pelajaran di mulai, sebagai permulaan beberapa dosen mengenalkan diri serta menjelaskan mengenai bidang yang mereka kerjakan masing-masing di Universitas tersebut. Eliane memperhatikan mereka dengan seksama, dan berharap dia bisa menghapalnya dengan baik.
Ketika pelajaran pertama di mulai, Daniel tampak mencatat tiap-tiap poin yang menurutnya penting. Melihat pria di sisinya terus sibuk menulis, membuat Eliane justru memperhatikan gerak tangannya. Merasa di perhatikan, Daniel segera menutup bukunya.
“Cih. Menyebalkan.” Gerutunya dengan nada pelan.
“Jika tidak suka, kau bisa mencari tempat lain.” Balasnya tanpa menoleh sedikit pun.
Sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Semenjak bertemu di halte saat itu, sikapnya terasa begitu dingin padaku. Dia bahkan tidak membalas setiap pesanku, dan juga selalu menolak panggilanku. Apa yang sudah ku lakukan sampai dia semarah itu padaku?
Eliane terus memikirkan hal tersebut, hingga akhirnya dia hanya bisa menghela napasnya dengan panjang, kemudian dia kembali memperhatikan penjelasan dari dosennya kali ini.
Ketika pelajaran telah selesai dilakukan, Daniel yang sudah membereskan buku-bukunya, tanpa berkata apapun, dia langsung pergi meninggalkan kelas. Menyadari hal tersebut, Eliane bergegas untuk mengejarnya.
“Ada apa dengan kak Elia? Kenapa dia sangat terburu-buru?” Zoya menatapinya dengan penuh kebingungan.
“Tidak perlu kau pedulikan! Dia pasti memiliki urusan dengan pria itu.” Eldrich menyahut, kemudian di balas dengan sebuah anggukkan oleh gadis di sisinya.
Kehilangan jejaknya, dia mencoba mendekati pinggiran dinding penghalang, dan mencoba melihat ke bawah, yah dia bisa melihat Daniel di lantai bawah, di tampak sedang bicara dengan salah satu dosen yang sudah memberikan pelajaran sebelumnya.
Tanpa membuang waktu lagi, Eliane langsung berlari menuju lift, keberuntungan berpihak padanya, sehingga ketika pintu terbuka dia langsung memasuki lift, dan segera mengklik lantai dasar. Setibanya, dia pun lekas mencari keberadaannya, dan untungnya pria itu masih disana.
Sudah hampir menggapai jaraknya, dia melihat Daniel membungkukkan tubuhnya pada dosen di hadapannya, hingga akhirnya dia pun bergegas pergi. Berhasil berdiri di hadapannya, Eliane tampak tersengal, dan hal itu berhasil membuat Daniel menghentikan langkahnya.
“Apa yang kau lakukan?” Ucap Daniel seraya membenarkan tas punggungnya.
“Bukankah seharusnya aku yang bertanya padamu? Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bersikap dingin padaku? Apa yang sudah ku perbuat padamu? Apa kesalahanku padamu?” Eliane terus mencecarnya.
Hingga kemudian, ponsel Daniel berdering singkat, tanda sebuah pesan singkat masuk. Tanpa mempedulikan gadis di hadapannya, Daniel langsung merogoh saku jaketnya, dan langsung melihat isi pesan tersebut.
Bisakah aku memakan meringue untuk hari ini?
Melihat isi pesan tersebut membuatnya tersenyum. Lagi-lagi, Daniel mengabaikan keberadaan Eliane, kemudian dia berjalan melaluinya, dan langsung bergegas untuk meninggalkannya. Sikap Daniel saat itu sangatlah membuat Eliane terkejut, bisa-bisanya dia acuh tak acuh padanya.
Astaga, apa yang dia lakukan? Aku sudah bicara banyak, dan dengan seenaknya dia pergi begitu saja?
Dengan mengepalkan kedua tangannya, dan dengan wajah geramnya Eliane memutuskan untuk mengikuti kemana pria itu akan pergi. Melihat Daniel menggunakan taksi saja sudah sangat membuatnya terkejut, karena ini pertama kalinya dia melihat pria itu tidak menggunakan bus.
Hal itu membuatnya mudah, menggunakan taksi yang berbeda, Eliane meminta supir taksi tersebut untuk mengikuti taksi yang sudah di tunjuk sebelumnya. Melihat pria itu berhenti di salah satu toko kue membuat Eliane mengendap-endap.
Dia membeli meringue? Apa itu untukku? Dia sengaja membelinya untuk menebus kesalahannya. Benar begitu ‘kan?
Menyadari pria itu hendak keluar, Eliane langsung membalikkan tubuhnya agar Daniel tak menyadari kehadirannya. Ketika dia kembali memasuki taksinya, hal yang sama pun di lakukan oleh Eliane. Kembali mengikutinya, Eliane kembali bertanya-tanya, sebenarnya kemana pria itu akan pergi?
Ponsel berdering, dan Eliane terkejut akan hal tersebut. Tanpa melihat nama yang sudah menghubunginya, dia menerimanya, dan tidak berkata sepatah kata pun. Dia tidak ingin pandangannya teralihkan.
“Elia, dimana kau? Apa kelasmu sudah selesai?” Seseorang menyahut ketika panggilan telah terhubung.
“Kelasku sudah selesai. Ada apa kak Vero menghubungiku?” Balasnya masih memperhatikan taksi yang di tumpangi oleh Daniel.
“Tunggulah disana! Aku akan menjemputmu!”
“Apa? Tidak perlu, kak. Lagi pula aku sudah meninggalkan kampus, dan ada tempat yang ingin ku kunjungi.”
“Tempat apa? Beritahu aku alamatnya, dan aku akan...”
Belum menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja panggilan berakhir, dan itu membuat Vero terkejut. Mencoba menghubunginya kembali, namun ponselnya tidak bisa terhubung. Sebenarnya apa yang tengah di lakukan Eliane sekarang? Tidak biasanya dia bersikap seperti itu padanya, dan itu sangat membuatnya khawatir.
Rumah sakit?
Benar, taksi yang di tumpangi oleh Daniel berhenti, dan itu berhenti di salah rumah sakit. Sebelumnya, Daniel pun pernah berhenti di halte rumah sakit itu ketika tengah bersamanya. Hingga hal tersebut membuat Eliane mengingat-ingat kejadian tersebut.
“Kau turun disini apa karena kau sakit?” Wajah Eliane tampak khawatir, dan Daniel membalasnya dengan sebuah gelengan. “Jadi kau akan menjenguk seseorang? Bagaimana jika aku ikut denganmu?” Tuturnya lagi dengan penuh semangat.
“Kau terlalu banyak bicara, Elia. Sampai jumpa!” [Eps. 12]
Setelah mengingatnya, Daniel benar-benar tidak menjawab pertanyaannya saat itu. Hingga akhirnya dia pun segera menuruni taksi, dan kembali mengikutinya. Tidak ingin Daniel menyadari kehadirannya, dengan cepat Eliane mengambil kacamata miliknya, bukan hanya itu, dia juga segera mengurai rambutnya yang sebelumnya terkuncir dengan rapih.
Syukurlah dia tidak menyadarinya. Aku rasa meringue itu bukan untukku.
Kini, Eliane berdiri di belakang Daniel yang saat itu berada di dalam sebuah lift. Setibanya di lantai 5, pria itu bergegas keluar, dan Eliane kembali mengikutinya. Dia semakin penasaran dengan siapa Daniel akan bertemu, melihatnya wajahnya yang terus tersenyum membuat Eliane merasa yakin bahwa pria itu akan menemui orang yang berharga untuknya.
“Daniel? Kau datang lebih awal hari ini?” Salah seorang perawat menyapanya, dan Daniel yang berhenti secara tiba-tiba membuat Eliane menyandar di dinding seraya memiringkan tubuhnya.
“Yah, hari ini adalah hari liburku.” Dengan ramah Daniel menyunggingkan senyumannya.
“Begitu, ya? Pantas saja dia sangat senang hari ini, ternyata kau akan menemaninya jauh lebih lama dari biasanya. Baiklah, karena kau sudah datang, aku akan menyerahkannya padamu, namun ingat pesan dokter sebelumnya, jangan biarkan dia kelelahan.”
“Tentu aku akan mengingatnya, terima kasih karena sudah menjaganya.” Daniel membungkukkan tubuhnya, kemudian dia memasuki salah satu ruang rawat disana.
Menyadari Daniel telah masuk ke ruangan, dan perawat yang sebelumnya bicara dengan pria itu sudah pergi, Eliane lekas berjalan secara perlahan ke ruangan yang dimasuki oleh Daniel. Melihat dari bagian atas pintu yang transparan membuat dirinya bisa melihat apa yang terjadi di dalam, dan apa yang di lihatnya sangat membuat Eliane terkejut.
Ini pertama kalinya aku melihat dia tertawa. Mereka juga terlihat bahagia. Jadi, siapa gadis yang tengah bersamanya? Apa dia kekasihnya?
Bersambung ...
Sama daniel saja
lebih greget ..
mau vero ataupun daniel
aku terima kok. yg penting elia bahagia😘😘
Vero yg rambut putih😌