NovelToon NovelToon
DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA

DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:510.5k
Nilai: 5
Nama Author: Khintannia Viny

Siapa yang tidak mengenal Karren Adibrata, cucu perempuan yang berasal dari keluarga Kalandra Adibrata, keluarga yang terhormat dan sangat di segani oleh siapapun.

Karren adalah wanita cantik nan sexy yang saat ini berada di bangku kuliah semester enam.

Karren memiliki pekerjaan sampingan menjadi model iklan untuk mengisi kekosongannya.

Karren bisa dengan mudahnya membuat laki-laki memujanya dan bertekuk lutut kepadanya.

Namun berbeda dengan Gibran, laki-laki tampan yang berprofesi sebagai dosen di kampusnya.

Gibran sama sekali tidak tertarik dengan kecantikan Karren, justru Gibran selalu menghindar jika bertemu dengan Karren entah apa sebabnya.

Bagaimana kelanjutan kisah Karren dan Gibran? Apakah Gibran akan terus menjauhi Karren atau Gibran akan terpikat dengan pesona Karren dan menuntun Karren untuk menjadi lebih baik lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khintannia Viny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 (KECEPLOSAN)

Key mengintip dari jendela rumahnya dan terkejut saat melihat keponakannya yang sepertinya sedang menahan emosi.

“Itu Darren, Ren.” Ucap Key.

“Jangan di buka mam!” cegah Karren.

“Apaan sih Ren, ini saudara kamu loh masa iya ga boleh di bukain.” Ucap Key.

“Mam, mami masih mau aku hidup kan? Mami ga mau ada scandal anak di bunuh keponakannya kan?” ucap Karren dengan wajah panik.

“Apaan sih Ren ga jelas deh! Siapa yang mau bunuh kamu hah? Kamu buat masalah sama Darren ya?” tanya Key.

Karren hanya mengangguk pelan dan membuat Key menghela nafas panjang.

“Kamu ini gimana sih Ren, kalo ada masalah ya di selesaikan bukan malah kabur!” ucap Key yang akhirnya langsung membukakan pintu untuk Darren.

Sedangkan Karren yang melihat maminya sudah membuka pintu, segera berlari ke arah ruang keluarga dan bersembunyi di balik sofa.

“Darren, kamu kok ngetok pintu kayak orang mau nagih hutang aja sih.” Ucap Key.

“Sorry aunty, di mana anak itu?” tanya Darren.

“Anak itu? Karren? Kalian ada masalah?” tanya Key.

“Dia ninggalin Darren aunty, itu mobil Darren, jadi Darren pulang naik taxi.” Jelas Darren sambil tangannya menunjuk ke arah mobilnya yang terparkir asal di halaman rumah.

“Yaampun anak itu! Tuh dia ngumpet di ruang keluarga.” Ucap Key sambil menunjuk ke arah sofa yang di baliknya ada Karren yang sedang bersembunyi.

“Mami!!! Mami ini beneran mami aku bukan sih!?” ketus Karren yang kesal karena sang mami membongkar persembunyiannya.

Darren segera menghampiri Karren, sedangkan Karren terus menghindari kejaran saudara sepupunya itu bahkan sampai saling melempar bantal kursi masing-masing.

“Sini lo!” ketus Darren.

“Dih ogah! Wle...” balas Karren yang terus menghindar dari kejaran Darren.

Hingga sampai saat Khansa yang tidak betah dengan suara keributan yang terjadi di bawah, Khansa segera keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke bawah melihat apa yang terjadi.

“Apa-apaan ini? Kalian berdua ini anak kecil ya?” tegas Khansa saat baru saja tiba di lantai bawah.

Darren yang sedang menatap tajam ke arah Karren segera beralih saat mendengar suara yang sangat dia rindukan.

“Oma!” seru Darren dengan senyum yang merekah.

Darren segera berlari memeluk tubuh Khansa dengan erat, bahkan beberapa kali Darren menciumi neneknya yang sudah berumur itu.

“Oma, aku sangat merindukan oma...” seru Darren.

“Cucu oma yang tampan, kamu datang kenapa bukannya menemui oma dulu?” ucap Khansa.

Di sisi lain Karren sudah berhenti dan melihat kemesraan antara Darren dan neneknya.

“Cih! Kalau Darren aja boleh panggil oma!” gumam Karren kesal.

Darren memang bisa di bilang cucu kesayangan Khansa walaupun sebenarnya Khansa sangat menyayangi semua cucunya tanpa pilih-pilih, namun Khansa memang memanjakan Darren agar bisa lebih dekat karena Darren adalah orang yang tidak mudah di dekati jika dengan kekerasan atau kata-kata kasar.

“Tapi syukurlah untung nenek datang tepat waktu jadi aku bisa lepas dari si Darren.” Gumam Karren sambil tersenyum senang dan berencana untuk kembali ke kamarnya.

“Tunggu lo! Di kira gara-gara oma masalah kita selesai hah?!” ketus Darren.

Mendengar peringatan dari Darren membuat Karren segera berlari masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya dengan rapat.

Sedangkan di luar, Darren mau berlari menyusul Karren, tapi Khansa mencegahnya dan menyuruh Darren untuk tidak mengejar Karren.

“Kenapa sih oma selalu membela Karren? Dia tuh genit sama cowok oma, jangan di belain terus.” Protes Darren.

“Oma ga bela siapapun, tapi bisa kan kalo ngomong itu baik-baik? Ga usah pake otot gitu ah ga baik loh.” Balas Khansa.

“Kamu harusnya mengerti dong, Karren juga kan boleh menyukai laki-laki.” Lanjut Khansa.

“Iya Darren tau oma, tapi dia itu seneng banget godain pak Gibran, kan yang ada cowok makin ga suka sama dia.” Jelas Darren.

“Udah ah ga usah bahas hal itu lagi, kalo memang jodoh, mau bagaimanapun juga sikap Karren pasti laki-laki itu tetep mau sama Karren kok.” Ucap Khansa.

Darren hanya bisa menghela nafas panjang lalu mengangguk mengiyakan ucapan neneknya, karena mau bagaimanapun juga, Darren tidak pernah bisa melawan neneknya, dia sangat menghormati dan menyayangi neneknya, dan cita-cita Darren adalah ingin memiliki kekasih dan istri yang mirip seperti neneknya.

“Oma mau ikut Darren aja yuk ke rumah, mami pasti seneng deh ngobrol lama-lama sama oma.” Ajak Darren.

Khansa berfikir sejenak lalu mengiyakan ucapan Darren untuk ikut ke rumah Darren yang hanya berbeda beberapa rumah dari rumah Karren.

“Mami mau ke rumah Ken? Mau nginap di sana apa gimana?” tanya Key.

“Mungkin mami nginap di sana aja deh, nanti kalo papi kamu sudah datang bilang suruh ke rumah Ken aja ya.” Ucap Khansa yang di balas anggukan oleh Key.

“Aunty, di mana kunci mobilku?” tanya Darren.

“Loh aunty ga tau Ren, coba kamu cari di tempat kunci itu, biasanya Karren taruh kunci di situ.” Ucap Key sambil menunjuk ke arah tempat kunci bergantungan di dekat meja kecil yang ada di ruang tamu.

Dan benar saja, Darren berhasil menemukan kunci mobil miliknya di tempat itu dan segera dia mengambilnya.

“Udah ketemu ti, makasih ya..” ucap Darren kepada Key.

“Hem, bilang mami kamu ga usah masak soalnya aunty mau masak banyak menu, kita makan bersama di sini nanti ya.” Ucap Key.

“Siap aunty! Aku ga sabar mau makan masakan buatan aunty.” Ucap Darren dengan bersemangat.

Key hanya membalas ucapan keponakannya itu dengan senyuman, lalu Darren segera membawa Khansa untuk ikut ke rumahnya.

...****************...

Sore pun tiba, Key dan Karren sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam keluarga mereka, Key memang mengajarkan Karren untuk belajar memasak sejak dini sama seperti maminya dulu yang mengajarkan Key memasak sejak dini.

Dan terbukti sekarang, sejak pertama menikah, Bernard selalu makan masakan yang enak yang di buat dengan tangan Key sendiri, bahkan baru beberapa bulan menikah, berat badan Bernard bisa bertambah sampai 5kg kalo tidak di barengi dengan olahraga.

Di tengah-tengah kegiatan memasaknya, Key mengambil tempat bekal dan mulai memasukkan makanan yang sudah matang ke dalam tempat bekal tersebut membuat Karren mengerutkan keningnya heran.

“Itu lauk buat siapa mam?” tanya Karren.

“Buat Gibran, kasian dia bujangan pasti makannya beli terus.” Ucap Key.

“Ngeliat dapurnya sih kayaknya dia bisa makan kok mam.” Balas Karren yang membuat perhatian Key tersita.

Key langsung menatap dengan tatapan curiga ke arah putrinya dan menghentikan tangannya yang sedang memasukkan lauk.

“Apa maksudnya Karren?” tanya Key.

Karren menoleh ke arah maminya dan menatapnya dengan tatapan tidak mengerti.

“Hah? Maksud apaan mam?” tanya Karren.

“Kamu ngomongin dapurnya Gibran tadi kayak yang udah pernah masuk ke rumahnya aja.” Ucap Key yang membuat Karren melotot lalu menutup mulutnya.

“Mampus! Kenapa bisa-bisanya lo keceplosan sih Ren..” gumam Karren sambil menepuk mulutnya sendiri.

“Jujur sama mami, kamu pernah ke rumah Gibran? Ngapain?” tanya Key.

“Engga mam, aku cuma menebak aja, soalnya di kampus dia bersihan banget jadi pasti dapurnya juga bersih dan dia kelihatan pintar masak.” Jelas Karren berbohong.

Tapi syukurlah maminya yang memang berfikiran positif itu hanya mengangguk percaya dengan semua yang di ucapkan oleh Karren.

1
Al.Ro
Luar biasa
Ethie Nurhayati
ceritanya sangat menarik saya suka
Indri Suliaswati
baru mau baca 😁
Nuri 73749473729
kok sdh tamat... lagi dong jangan lupa extra partnya
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
yah😢😭😭
kok tamat si thor😢 kan masih belum rela🤭🤭
semangat up date karya barunya ya🥰🥰❤❤
Tifani Putri
jangan lama" upnya kak nanti jln ceeitanya lupa
rachma yunita
lagi thor up nya..
Sefti Dwi Andini
yang banyak dong thor up nya.
sangking lama nya up sampai lupa bacanya.
semangat thor
Rizki Umami17
Alhmdllh akhirnya dpt notifikasi juga,,trma ksih kak sdh up hari ini
Rizki Umami17
saran aja kak autor,,mending nyelesain ceritanya karen dan pak gibran dulu kak,,setelah itu baru alya biar gk gntung gitu ceritanya,,semngat berkarya kak
Ifa Ajaa
kq lama gk up lagi thor
rahayu
sarah jangan pernah menilai seseorang dr coverny, blm tentu km lebih baik dr yg km hina sarah
Qaisaa Nazarudin
Astaga benar2 kayak jalang..😩😩
Qaisaa Nazarudin
Adtaga🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Rubahlah cara pemakaian kamu dan juga jgn sok kecentilan kayak cewek murahan,napa,,kayak barang obralan sana sini..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄
Qaisaa Nazarudin
Sholat,,Tapi pakaian tidak menutup aurat,Malah seakan mengundang maksiat,Astaga Karren 🤦🏻‍♀️
rahayu
subhanalah gantengny kebangetan thot
yulianti 1707
baguss dan ga bikin bosan
Nuri 73749473729
alhamdulillah akhirnya up jugaa.... jangan lama2 thorr
Khodijah Dijah
mauuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!